NovelToon NovelToon
IMMORTAL TRANSMIGRATION

IMMORTAL TRANSMIGRATION

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / TimeTravel / Fanfic
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Delapan

Setelah mandi dan sarapan ala kadarnya, kini Jessy bernama suami dan anak dadakan nya bersiap melanjutkan perjalanan. Meskipun entah kemana, tapi memang harus pergi dari wilayah Mo karena bisa gawat jika mereka tertangkap di sini.

“Kau punya tujuan?.” Tanya Jessy menatap Ziang.

“Aku pernah membeli lahan saat sedang menjalankan tugas di dekat perbatasan utara. Lahan kosong di wilayah kekaisaran tetangga, meskipun tempatnya jauh dari pemukiman dan dekat bukit di sana jauh lebih aman.” Jawab Ziang.

“Berapa lama untuk bisa sampai di sana?.” Tanya Jessy.

“Mungkin satu bulan dengan berjalan kaki.” Jawab Ziang.

“Anjir, malah jadi musafir.” Batin Jessy tidak mau.

“Karena ini perjalanan jauh bukan kah kita memerlukan bekal uang? bagaimana jika kita hancurkan cangkang naga emas sampai lebur lalu menjualnya, uang nya bisa untuk bertahan hidup kan?.” Usul Jessy, dia tidak mau kelaparan lagi.

Ziang terdiam, lalu melakukan sesuatu yang membuat Jessy dan Zhao penasaran. Ziang benar-benar menumbuk cangkang telur naga milik Zhao sampai benar-benar halus seperti pasir, kemudian di larutkan dan di buat menjadi sebuah belati dan tusuk rambut.

Jessy dan Zhao melihat dengan tertarik, meskipun memakan waktu cukup lama tapi mereka mau menunggu karena itu akan menjadi uang nanti nya.

Ziang selesai membuat belati dan tusuk rambut emas setelah 3 jam berkutat dengan api dan palu, dia mendekat pada Jessy untuk memasangkan tusuk rambut.

Jessy tersipu dan menyentuh tusuk rambut yang kini terpasang di rambutnya. Apa salah jika dirinya merasa terharu? ini pertama kali bagi Jessy mendapatkan effort dari seorang pria. Meskipun Ziang cuek dan tidak banyak bicara, tapi tindakan nya benar-benar dewasa dan manis.

“Ini untukkku?.” Suara Jessy bergetar karena terharu.

“Aku akan memberikan maskawin yang lebih bagus di masa depan.” Ucap Ziang tidak mau menatap Jessy.

Jessy tersenyum, akhirnya mereka benar-benar melanjutkan perjalanan melewati bukit untuk bisa sampai di desa pertama perjalanan mereka. Berjalan di bawah terik matahari membuat Jessy haus dan lapar, dia merasa berkunang-kunang dan nyaris limbung.

“Kita istirahat di sini, duduk lah dulu.” Ziang menghentikan perjalanan karena melihat Jessy yang sudah pucat.

Jessy duduk bersandar dengan lemas di akar pohon. Zhao yang dari tadi mengamati merasa bingung, kenapa harus berhenti? bukan nya akan lebih cepat sampai jika mereka terus berjalan?.

“Kemana Ayah pergi? kenapa kita harus duduk di sini? bukan kah ini akan memperlambat waktu?.” Tanya Zhao.

Jessy menatap Zhao dengan lemas, dia tidak memiliki tenaga untuk menjelaskan. Tapi tingkah laku, nada bicara dan pola pikir Zhao benar-benar aneh. Dia tidak seperti manusia meskipun wujud nya manusia.

“Zhao, manusia memiliki rasa lelah, pusing, haus dan lapar. Kita perlu istirahat untuk memulihkan tenaga dengan makan dan minum sebelum melanjutkan perjalanan, jika tidak bisa pingsan.” Ucap Jessy dengan lirih.

“Jadi Ibu lapar?.” Zhao mencoba memahami, dia berdiri dan memetik rumput liar dan memberikan nya pada Jessy.

“Untuk apa ini?.” Bingung Jessy.

“Di makan, Ibu bilang lapar.” Zhao jadi bingung.

“Pfttt Hahahahahahha, ini bukan makanan manusia Zhao.” Jessy tertawa lucu.

“Bukan?.” Zhao menatap rumput di tangan nya dengan bingung? padahal dulu dia suka makan apa saja tanpa berpikir itu makanan manusia atau bukan.

Ziang datang membawa beberapa buah kelapa muda dan kelinci hutan. Jessy tersenyum senang, dia lega karena ada air yang bisa dirinya minum.

Jessy meminum air kelapa dengan rakus, dia benar-benar dehidrasi. Untung nya dia masih memiliki suami yang bisa di andalkan, lihat saja setelah keluar dari hutan ini dia akan membawa mereka semua hidup makmur.

“Ziang apa kau tau? tadi Zhao memberikan rumput pada ku karena aku berkata lapar.” Ucap Jessy bercerita dengan lucu.

Ziang yang sedang membakar daging menoleh, ikut tersenyum tipis dan mendengarkan ocehan Jessy tanpa menyela atau berkomentar.

“Rumput dan sayuran itu berbeda Zhao, lain kali berikan Ibu mu buah saja jika dia lapar.” Ziang memberikan nasihat pada Zhao, meskipun dia tidak menoleh.

“Iya.” Zhao tetap mengangguk semangat.

Setelah daging kelinci bakar matang, mereka makan sambil istirahat sebentar. Desa sudah terlihat, mungkin malam nanti mereka sudah sampai di desa itu.

“Kira-kira kita harus menjual emas itu kemana?.” Tanya Jessy.

“Pasar gelap.” Jawab Ziang.

“Memangnya ada di sekitar sini? kita butuh uang secepatnya.” Ujar Jessy.

“Aku yang akan mengurus nya.” Jawab Ziang.

Jessy tidak banyak tanya lagi, setelah istirahat selesai mereka melanjutkan perjalanan. Sebelum matahari terbenam mereka sudah sampai desa, tapi anehnya Ziang tidak berhenti dan terus berjalan tanpa menghiraukan tatapan warga desa.

Jessy merasa kaki nya sudah lemas seperti jelly, kenapa para laki-laki ini kuat sekali berjalan jauh tanpa lelah? memang nya mereka kuda? membuat Jessy iri saja.

Ziang yang melihat Jessy kelelahan berbalik mendekat, Jessy berpikir akan di marahi tapi siapa sangka Ziang menggendong nya dengan satu tangan. Jessy merasa melayang tinggi, bukan hanya tubuh nya yang melayang tapi ruh nya juga. Kenapa? karena salting brutal.

“A-aku berat kan?.” Jessy menatap wajah Ziang dari dekat.

“Kau seperti angin, membawa tubuh seringan ini saja bisa kelelahan. Kau harus berolahraga dengan benar, masih muda sudah seperti nenek-nenek.” Celetuk Ziang.

Jedaaarrrrrr

Krakkk

Suara hati Jessy yang patah tersambar kenyataan, baru saja di buat salting langsung di hempas dengan dahsyat nya. Ucapan Ziang terlalu jujur dan itu membuat Jessy ingin menangis sadar diri.

“Berarti Ayah menikahi nenek-nenek.” Celetuk Zhao.

“Kau anak nenek-nenek.” Ziang membalas.

“Pfttttt Hahahahahahha.” Jessy jadi tertawa karena Zhao dan Ziang saling mengejek dengan wajah datar.

Jessy ketiduran di gendongan Ziang karena kelelahan, dia merasa terusik dengan suara bising dan terbangun. Saat terbangun dia sudan duduk di emperan kayu bersama Zhao di sebelahnya, Jessy celingukan mencari keberadaan Ziang.

“Ayah pergi menjual belati emas, kita harus menunggu di sini dan jangan kemana-mana.” Zhao memberitahu.

“Sejak kapan dia pergi?.” Tanya Jessy mengosok matanya.

“Sudah lama, ini Ayah bilang aku harus memberikan nya setelah Ibu bangun.” Zhao memberikan bakpao kukus yang terbungkus daun kering.

“Bakpao? memang nya kita punya uang untuk membeli? apa kau sudah makan?.” Jessy menerima dengan heran.

“Tidak tau, Ayah yang membawa nya. Aku sudah memakan bagian ku, rasanya enak seperti tanah.” Jawab Zhao dengan polos.

“Tanah?.” Syok Jessy.

“Iya Ibu coba lah.” Zhao tersenyum polos.

Jessy dengan perasaan campur aduk menggigit bakpao di tangan nya. Rasanya seperti bakpao tepung pada umum nya, kenapa Zhao mengatakan rasa tanah?

“Tunggu dulu, apa Zhao pernah makan tanah?.” Batin Jessy syok.

“Zhao, ini rasa bakpao bukan tanah.” Ucap Jessy.

“Mirip seperti tanah.” Jawab Zhao.

“Kau pernah makan tanah?.” Tanya Jessy.

“Ya.” Zhao mengangguk.

“Astaga. Tidak boleh memakan tanah, kau tidak boleh memakan nya lagi atau akan sakit perut. Manusia tidak boleh memakan tanah, ingat ya? jangan makan tanah lagi.” Jessy benar-benar tidak habis pikir.

“Tidak boleh juga?.” Zhao bingung karena semua tidak boleh di makan manusia.

“Dengar ya, manusia itu hanya boleh makan daging, ikan, ayam, sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, biji-bijian, beri-berian, jamur dan banyak lagi. Tapi semua ada jenis nya, ada jenis yang beracun dan tidak boleh di makan. Kita akan belajar itu pelan-pelan nanti.” Ucap Jessy merasa prihatin.

Zhao terdiam, jadi teringat dia sering sakit perut dan muntah-muntah atau diare. Apa itu karena makanan yang dia makan? bukan karena penyakit? memang nya makanan bisa membuat orang sakit? Zhao masih bingung memahami nya.

Saat Zhao sedang sibuk berpikir, Ziang datang menyerahkan kantung kain besar pada Jessy. Jessy menerima dan melihat isi nya, semua koin emas.

“Apa harga belati tadi hanya segini?.” Tanya Jessy.

“Tidak, sisa nya disini.” Ziang mengeluarkan sebuah batu di dalam kantung koin tadi.

“Batu?.” Bingung Jessy.

“Batu penyimpanan, alirkan sedikit mana untuk mengeluarkan atau memeriksa isi nya.” Ziang menjelaskan.

Jessy mengikuti arahan, dengan ajaib dia bisa tau di dalam batu itu ada berapa uang. Benar-benar sangat ajaib sekali, apa ini mirip rekening di dunia modern tapi bisa langsung tarik tunai tanpa perlu ke bank? sungguh sangat membantu.

“Baiklah ini sudah sangat cukup untuk tabungan hidup kita, ayo sewa penginapan.” Ajak Jessy dengan semangat.

“Tidak, kita harus segera pergi sebelum tim patroli datang. Membeli kereta kuda dan keluar dari kota secepat nya.” Ziang menggeleng.

Jessy setuju saja karena dia trauma di tangkap, mereka membeli kereta kuda yang standar saja. Seharga 15 koin emas untuk satu kuda dan satu gerbong kereta, mungkin cukup murah atau justru mahal? entah lah.Zhao yang menjadi kusir karena anak itu yang menginginkan nya, Jessy dan Ziang beristirahat di dalam gerbong.

Selama tiga hari dua malam mereka mengendarai kereta kuda menuju kekaisaran seberang, mereka hanya berhenti untuk tidur dan makan saja.

“Zhao, berhenti sebentar di pasar itu. Ada beberapa barang yang ingin aku beli.” Ucap Jessy.

Zhao memarkirkan kereta dengan rapih, Jessy turun dari kereta dan pergi berbelanja. Para pria menunggu di kereta sambil istirahat, kebetulan sekali mereka memang lelah dan mengantuk setelah bergantian menjadi kusir.

Jessy masuk ke dalam toko sembako, memang yang ada di pikirannya adalah bahan pokok untuk stok makanan. Dia bisa hidup sederhana, tapi makanan tetap harus sehat dan bergizi tanpa kekurangan.

“Silahkan nona, apa yang anda cari?.” Sapa pelayan dengan ramah.

“Berikan aku dua karung beras terbaik, satu karung tepung terbaik, 10 kati gula batu, 10 kati garam, dan semua jenis bubuk penyedap masing-masing 10 kati.” Jessy akan memborong semuanya.

“Astaga tamu kehormatan sudah datang, kami akan menyiapkan semua nya segera.” Semua pelayan toko berlari untuk menyiapkan pesanan Jessy, bahkan pemilik toko sampai keluar untuk melayani.

“Apa lagi yang anda butuhkan nyonya?.” Tanya pemilik toko dengan senang.

“Aku butuh minyak, minyak yang tahan lama dan tidak bau. Apa ada?.” Tanya Jessy.

“Apa maksud anda minyak kelapa? toko kami menyediakan banyak jenis minyak, seperti minyak goreng, minyak wangi, minyak zaitun, minyak urut atau pun minyak tanah.” Ucap si pemilik toko.

“Minyak goreng 10 liter, untuk minyak yang lain berikan masing-masing 1 liter saja.” Ujar Jessy.

“Baik, segera di siapkan.” Pemilik toko benar-benar senang.

Jessy melihat sekeliling, dia memilih bawang bombai, jahe dan palawija lainnya. Ada juga bibit yang di jual, Jessy akan membeli untuk bisa di tanam di halaman rumah nya.

“Permisi apa ini kecap?.” Tanya Jessy melihat cairan keruh di samping minyak.

“Ini terbuat dari kedelai hitam, rasanya asin nyonya.” Ucap si pemilik toko.

“Ohhh ini kecap asin ya, ngga ada kecap manis kah?.” Batin Jessy.

“Aku mau tiga botol, apa di sini ada gula merah?.” Tanya Jessy.

“Ada nyonya.” Jawabnya cepat.

“Berikan aku 2 kati saja.” Jessy selesai belanja.

Selesai bertransaksi, akhirnya semua pesanan Jessy di bantu antar menggunakan gerobak dorong. Jessy berjalan di belakang dengan santai, bahkan dia sempat membeli beberapa aksesoris, jajanan dan pakaian jadi untuk dirinya, Ziang dan Zhao.

Sampai di parkiran kereta kuda, Ziang dan Zhao terkejut karena belanjaan Jessy sangat banyak bahkan gerobaknya sampai tidak muat. Mau tidak mau Ziang harus membeli gerbong kereta yang lebih besar dan membeli satu ekor kuda lagi.

Ziang tidak berkomentar apapun karena melihat wajah berseri-seri Jessy. Dia duduk di depan bersama Zhao, sedangkan Jessy di dalam gerbong bersama semua belanjaan nya yang menggunung.

“Ayah, apa itu semua makanan manusia?.” Bisik Zhao.

“Yahhh mungkin saja.” Ziang kembali menjalankan kereta kuda.

Saat hendak melewati posko perbatasan, kereta mereka di berhentikan untuk di periksa lebih dulu. Jessy sudah jantungan karena takut Ziang ketahuan, tapi entah penjaga perbatasan ini bodoh atau bagaimana mereka hanya memeriksa barang bawaan dan meloloskan begitu saja.

“Heiii memangnya wajah mu tidak terkenal?.” Jessy berani bertanya setelah kereta berjalan cukup jauh dari perbatasan.

“Tidak banyak orang yang pernah melihat wajah ku.” Jawab Ziang.

“Pantas saja kau santai, padahal sebagai buronan seharusnya kita sudah di cari dimana-mana.” Ucap Jessy.

“Bukan kah aneh karena sejauh ini tidak ada yang mengejar atau mencari kita? bahkan tidak ada wajah kita di daftar pencarian. Mungkin saja Kaisar memang tidak berniat mencari kita.” Ucap Ziang.

“Apa? kenapa begitu?.” Kaget Jessy.

“Karena racun itu tidak ada penawar nya. Seharusnya aku sudah mati karena racun dan kau juga mati kelaparan, mereka tidak akan menduga jika kita bertemu Zhao.” Ujar Ziang.

“Astaga, jadi sejak awal mereka memang berniat membunuh mu?.” Jessy menutup mulut tidak menyangka.

“Ya. Sejak awal mereka tau aku tidak akan diam saja, jadi mereka sudah bersiap untuk kemungkinan terburuk. Aku selamat berkat kalian berdua, aku berhutang nyawa dan pasti akan membalas nya suatu saat nanti.” Ucap Ziang.

“Untuk apa?.” Tanya Jessy.

“Apa maksudmu?.” Heran Ziang melirik ke belakang.

“Kita kan keluarga, untuk apa membalas budi?.” Jessy tersenyum sambil menopang dagu nya.

“Benar, kita keluarga.” Zhao menyahut dengan senang.

Ziang hanya menghela nafas lalu tersenyum, ini senyum yang tulus meskipun sayang sekali Jessy tidak melihat nya. Sejahat apapaun image Ziang selama ini, dia tetaplah manusia yang bisa tersentuh dan terharu.

...BAB PANJANG KARENA AUTHOR UP SATU BAB PER HARI HEHE!! SEMOGA SUKA YA!...

1
Wiwin Ma Vinha
hemmm🤭
Mellisa Gottardo: hehehe
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: iyaaa hiks
total 1 replies
Eka Haslinda
jadi itu dia tabib betina yg diceritakan jessy d awal kisah novel ini.. apa namanya thor.. tabib sasimo kah 🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wakakakakak iyaaa😭
total 1 replies
Eka Haslinda
ocong terfitnah 🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha iya lagi
total 1 replies
Marsya
wah tuch tabib mw digeprek sama jessy kyaknya🤔🤔🤔🤔
Mellisa Gottardo: Jessy : tunggu tanggal mainnya🤟🏻
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hadehh zhao dari ocong jadi cacing 🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wkwkwkwk
total 1 replies
Eka Haslinda
ponakan ku panggilannya ocong thor 🤣🤣🤣
Eka Haslinda: cuman fana thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
ClarissWu
semangatttt thor💪💪
Mellisa Gottardo: hehehehe
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
nama yg unik ocong
Mellisa Gottardo: #izinnnn😭
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
titisan anak monyet mulai beraksi 🤣
Mellisa Gottardo: HAHAHAHAHAHA
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kekuatan hati seorang ibu itu nyata apa ada nya
Mellisa Gottardo: hiks betull
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
suka banget gaya Jessy, masa bodoh dengan semuanya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dia yang jadi gila 🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sampai disini dan derik ini, masih sesantai itu 🤣
Mellisa Gottardo: Jessy : santai dulu g sih🤟🏻
total 1 replies
Eka Haslinda
aku kaget thor 🤣🤣
Mellisa Gottardo: heheheheheeheh maaf🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo segampang transmigrasi, aku juga mau dong 🤣
Mellisa Gottardo: bismillah dulu aja kak😭
total 1 replies
aria
author kasih gambar dong biar makin semangat menbaca.
Mellisa Gottardo: ga mood kak, apk yang buat visual sekarang ganbarnya beda🥹
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
akhirnya zhao bebas juga
Mellisa Gottardo: iyaww
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: hehe okee🥰
total 1 replies
Wahyuningsih
thor dpt bonus ruang dimensi biar mkin seru n badaz abiz thor
Mellisa Gottardo: dari nol dulu yaa🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!