NovelToon NovelToon
Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan Sulit

Jordy Adams memeluk putranya Axel.

"Papa, Axel mau pulang. Axel mau sekolah."

Jordy mengecup puncak kepala putranya. "Iya sayang. Kita akan pulang jika urusan papa di sini sudah selesai."

Rina datang membawakan kopi untuk suaminya. "Axel sayang, ayo ke dapur. Bibi Murni membuatkan kue kesayangan Axel."

Anak kecil itu langsung turun dari pangkuan papannya dan berlari ke arah dapur.

Rina duduk di samping suaminya. "Sampai kapan kita akan begini? Aku takut dengan semua yang akan terjadi. Aku takut kalau pada akhirnya kamu akan menjadi korban karena permusuhan ini."

"Sayang, aku sedang mengurus semuanya. Mudah-mudahan minggu depan dokumen kalian sudah selesai. Kita akan tinggal sementara di luar negeri sampai semuanya menjadi tenang." Jordy meraih tangan istrinya. Ia menggenggamnya erat. Seakan ingin mengatakan bahwa semua baik-baik saja.

"Kenapa sih kamu harus menembak Jelo?" tanya Rina.

"Dia menghina kehormatan keluargaku. Bagaimana mungkin aku akan tinggal diam saja? Aku menyayangi adikku. Dan aku yakin Fiana tak akan mungkin melakukan sesuatu yang akan menghina kehormatan keluarga ini."

Rina hanya bisa menahan rasa sakit di hatinya. "Bagaimana jika polisi menemukan mu?"

"Tempat ini aman, sayang."

"Papa ......!" terdengar teriakan Axel dari dapur.

Rina dan Jordy segera berlari ke sana, namun langkah mereka terhenti saat melihat kalau Axel ada dalam gendongan Arjuna.

"Lepaskan anakku." teriak Rina panik. Jordy menahan tangan istrinya. "Axel sayang, itu uncle Juna."

Axel menatap Arjuna. "Tapi dia ini keluarga Pekins. Dia musuh kita." kata Axel ketakutan.

"Bahkan di mata anak berusia 5 tahun, kamu sudah tanamkan kebencian kepada keluarga kami? Luar biasa." Arjuna tertawa. Ia perlahan menurunkan Axel dari gendongannya. Axel segera berlari ke arah mamanya.

"Semua anak buahmu sudah aku lumpuhkan. Aku datang tanpa ada keinginan pertumpahan darah. Aku hanya ingin keadilan dinyatakan pada sepupuku dengan membawamu ke polisi." kata Arjuna.

"Tidak mungkin! Jelo pantas mati! Dia bermulut busuk dengan mengatakan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh adikku." kata Jordy tanpa ada rasa takut sedikitpun.

"Kamu brengsek!" teriak Zack sambil menghunuskan pistolnya.

"Zack.....!" Arjuna menahan tangan Zack. Ia kemudian menatap Rina. "Bawah pergi anakmu, Rina."

Rina segera memeluk putranya dan membawa Axel keluar dari dapur bersama bibi Murni.

"Ayo ikut kami tanpa perlawanan, Jordy!" kata Arjuna dengan suara yang sedikit lembut.

"Kamu pikir gampang akan membawaku?" Jordy tertawa. Namun tawanya terhenti saat Zack menendang perutnya sampai akhirnya lelaki itu jatuh.

"Apa yang kamu lakukan pada Jelo sangat tidak jantan. Kamu memukulnya saat dia sendiri? Brengsek kamu!" teriak Zack.

Arjuna menahan tangan Zack. "Jangan, Zack! Biarkan polisi yang menanganinya."

Arjuna menarik Zack menjauh saat didengarnya bunyi sirene mobil polisi. Jordy perlahan bangun. Ia dengan cepat mengambil pistolnya yang disembunyikannya di lemari piring.

Zack yang melihat Jordy akan menembak Arjuna segera mendorong tubuh Arjuna dan dia sendiri yang akhirnya tertembak.

Arjuna kaget saat melihat tubuh Zack yang bergelimang darah." Zack....!" teriaknya panik. Ia pun segera menembak Jordy dengan kemarahan yang tak terbendung lagi. Tembakannya tepat di dada sebelah kiri Jordy. Tembakan Jordy berhasil juga melukai lengan Arjuna.

Rina dan polisi yang melihat hal itu tak bisa berkata apa-apa lagi. Rina berlari dan memeluk tubuh suaminya. "Jordy....jangan...! Jangan tinggalkan aku.....!" Rina menjerit histeris saat melihat tubuh suaminya bergetar sebelum akhirnya ia berhenti bernapas.

**************

Rekaman CCTV di rumah itu sudah disita oleh polisi. Arjuna menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di lengannya.

Dokter memastikan peluru yang menembus leher Zack telah menyebabkan kematian pada lelaki berusia 28 tahun itu. Sedangkan peluru yang tepat mengenai jantung Jordy telah membuat pria beranak satu itu meninggal di tempat.

Ibu kota menjadi ramai dengan pemberitaan baku tembak dua keluarga berkuasa itu. Raja bahkan harus turun tangan untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.

Maura Pekins dan Marten Pekins, kedua orang tua Arjuna bernapas lega melihat putra mereka yang keluar dari ruangan operasi dalam keadaan selamat.

Polisi langsung berjaga di depan pintu perawatan Arjuna.

"Mama akan mati jika kamu sampai mati, nak." kata Maura sambil memegang tangan putranya. Arjuna yang baru sadar dari pengaruh obat bius hanya bisa tersenyum kecil pada mamanya.

"Ma, Zack bagaimana?" tanya Arjuna.

Air mata Maura mengalir. "Dia tak tertolong, nak."

Arjuna ikut menangis. Zack adalah sahabatnya semenjak kecil. Orang tua Zack adalah pengacara keluarga Pekins dan kini sudah digantikan oleh Zack.

Arjuna menangis sangat sedih karena dialah yang seharusnya menjadi sasaran peluru itu.

"Zack....! Tidak....! Ini tidak mungkin. Kamu mendorong ku agar menyelamatkan aku." tangis Arjuna membuat Maura langsung memeluk putranya itu.

************

Fiana membuka matanya perlahan. Ada Tita dan Jelita yang duduk di tepi ranjang tempatnya berbaring.

"Tita, Jel, apa benar kakakku kena tembakan sampai meninggal?"

"Ya, sayang. Sekarang mayat kakakmu sementara di otopsi oleh polisi." jawab Tita.

"Dan apakah benar Arjuna yang menembaknya?"

Jelita dan Tita sama-sama mengangguk.

Fiana kembali menangis. "Mengapa Arjuna sampai menembak kakakku. Mengapa? Kasihan kak Rina. Kasihan Axel."

Pintu kamar Fiana dibuka dari luar. Nampak mamanya yang sudah mengenakan pakaian serba hitam.

"Bagaimana keadaanmu, nak?" tanya Wulan.

Tangis Fiana pecah. Ia langsung memeluk mamanya. Ibu dan anak itu sama-sama menangis.

"Kasihan Jordy." tangis Wulan. Hati ibu mana yang sanggup kehilangan anaknya.

Tita dan Jelita hanya bisa ikut menangis.

************

Wulan menangis tiada henti saat prosesi pemakaman putra sulungnya.

Sedangkan Rina hanya diam terpaku tanpa bicara. Ia sudah berulang kali memperingati suaminya namun tetap saja Jordy tak mendengarkannya.

Fiana menangis dalam pelukan Reyna. Ia sudah mendengar cerita langsung dari polisi yang menyelidiki hal ini. Fiana tak tahu apa yang harus dilakukannya.

Jerry Adams nampak tegar walaupun pada akhirnya air matanya meleleh saat peti yang berisi jasad kakaknya dimasukan ke liang lahat.

"Papa .....papa......!" teriak Axel. Ia ingin menahan peti itu namun opanya segera memeluk dia.

"Aku akan membunuh mu Arjuna Pekins. Aku akan membunuhmu!" teriak Jerry sambil memegang tanah yang telah menutupi lubang kubur sang kakak.

Fiana menjadi sangat tertekan. Entah apa yang harus ia lakukan.

Proses pemakaman itu pun selesai. Fiana memilih berdiam diri di kamar saat semua keluarganya masih ada di ruang tamu.

"Fi, aku sudah mendapatkan kabar tentang Arjuna." kata Tita yang datang mengunjunginya.

"Di mana dia?"

"Dia ditahan oleh polisi sampai proses penyelidikannya selesai. Tapi menurut Dion (Dion adalah pacarnya Tita yang adalah seorang polisi). Kemungkinan Arjuna akan di fonis bebas karena dia melakukan penembakan itu karena gerakan spontan saat melihat Zack yang tertembak. Tergantung bagaimana campur tangan raja."

Fiana memeluk sahabatnya itu sambil menangis. "Aku harus bagaimana, Ta? Aku sangat menyayangi kakakku. Dia sangat baik dan peduli padaku. Dia selalu mengunjungi aku di Amerika. Dia bahkan lebih perhatian padaku dibandingkan papa dan mama. Aku kasihan melihat kak Rina, kasihan sama Axel yang masih kecil tapi sudah kehilangan papanya. Semua ini terjadi karena aku. Seandainya saja aku tak bertemu dengan Arjuna."

"Jangan salahkan dirimu, Fi. Karena kita tak akan pernah memilih dengan siapa kita akan jatuh cinta."

Fiana terus menangis. Jujur saja, ia merindukan Arjuna. Ia juga khawatir dengan keadaan cowok itu. Tapi ada rasa sesak dihatinya bahkan juga ada kemarahan karena ternyata Arjuna yang menembak kakaknya sampai mati.

**********

Polisi mengawal Arjuna untuk menghadiri pemakaman Zack. Pemakaman itu dilaksanakan di pinggiran ibu kota disebuah desa terpencil, karena di sanalah Zack dilahirkan. Lelaki itu pernah mengucapkan keinginannya, jika suatu saat ajal menjemputnya, dia ingin dimakamkan di sana.

Arjuna baru tahu kalau pacar Zack yang bernama Viola, sedang hamil 3 bulan. Gadis yang berprofesi sebagai pengacara juga nampak sangat terpukul.

"Kenapa kamu tak menjaga Zack dengan baik? Dia sangat mengidolakan kamu. Dia selalu bilang akan aman saat jalan denganmu. Kenapa?" tanya Viona sambil memukul pundak Arjuna.

"Maafkan aku. Maafkan aku....!" Arjuna memeluk Viona.

"Siapa yang akan menjaga aku? Siapa yang akan menemani aku?" teriak Viona dalam pelukan Arjuna.

"Percayalah kalau aku tidak akan meninggalkan kamu, Viona." hibur Arjuna.

Setelah proses pemakaman selesai, Arjuna pun di bawah kembali ke kantor polisi dengan mobil anti peluru karena mereka tak ingin ada kekacauan yang disebabkan oleh keluarga Adams.

Maura menangis saat putranya diborgol.

Begitu Arjuna dimasukan ke dalam penjara, lelaki itu diam-diam menangis. Dia merindukan Zack. Sementara Jelo masih kritis di rumah sakit. Arjuna bahkan tak memperdulikan tangannya yang sakit.

Menjelang tengah malam, seorang polisi membuka pintu sel.

"Ada apa?" tanya Arjuna pada polisi yang dilihatnya bernama Dion.

"Marilah nona, waktumu hanya 5 menit." kata Dion lalu segera pergi.

Terdengar suara bunyi ketukan sepatu di lantai. Arjuna kaget saat melihat Fiana yang masuk.

"Sayang .....!" Arjuna langsung berdiri dan memeluk Fiana. "Aku sangat merindukanmu."

Fiana tak membalas pelukan Arjuna. Lelaki itu kaget dan dia melepaskan pelukannya. "Ada apa, sayang?"

Fiana mundur dua langkah. Ia kemudian melepaskan cincin pernikahan yang ada di jari manisnya. "Ayo kita berpisah, Juna. Agar tak akan ada darah lagi yang tertumpah." katanya dengan deraian air mata.

"Fiana.....?" Arjuna kaget.

Fiana meraih tangan Arjuna lalu meletakan cincin itu di telapak tangan pria itu. "Maaf." katanya lalu segera membalikan tubuhnya dan pergi.

"Fiana.....!" Arjuna mengejar nya. Namun langkahnya ditahan oleh Dion di depan pintu.

"Jangan mengejarnya. Dia sudah pergi." kata Dion.

Arjuna menatap cincin yang ada di tangannya. Sayang, secepat itukah kamu menyerah?

***********

Apa yang akan terjadi nanti ?

1
Liina Anjani Malick
makin ke sini makin k sono🤣 jd fiana udh meninggal bnrn😤
Syavira Vira
gemessss
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
oh ternyata Edgar dendam dgn orang tua Fiana karena Jordy menikung Edgar🤔 ehh si Juna candu🤭
tintiin21
semakin seru semakin penuh teka teki ini.... 😁😁😁😁
momAriqa
terlove love kak author ❤❤ lanjut kak 🤗🤗
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
Gia Nasgia
Ihhh kak Hen ternyata kisahnya Arjuna and Fiana penuh teka teki🤭tetap cemungut 🫶💪
Gia Nasgia
Lah giliran Juna yg takut dgn Fiana ehh Diana😂
tintiin21
Dokter edgar masih tanda tanya bgt.. 🤔🤔🤔
tintiin21
ini namanya kado terindah Jun... 😁😁😁
Liina Anjani Malick
jadi gmn moms... 😤teka teki nya bnym syekali... aku udh pusing mikirin kehidupan ku eh jd ikut mikirin idup fiana... astagfirullah🤣
Enny Olivia: makasi tetap membacanya walaupun sudah pusing 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Maria Kibtiyah
si edgar punya dendam ma siapa si
Syavira Vira
🥰🥰♥️♥️
Syavira Vira
semangat kak dilanjut 🙏💪👍🏻♥️
Liina Anjani Malick
diana = fiana ya moms😔
Syavira Vira
👍🏻👍🏻💪💪👍🏻♥️♥️♥️
Syavira Vira
lanjuttttt
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
Sepertinya Edgar punya rencana lain meskipun menerima rencana Dessy🤔berarti fix Fiana ,itu Diana🤔
tintiin21
semoga memang bnr Fiana "masih" di selamatkan dr Edgar...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!