sabarnya wanita penghuni syurga~
[][]
Aisyah adalah seorang gadis bercadar yang ta'at agama nya.
Hari hari bahagia di lewati oleh Aisyah si gadis bercadar tanpa tahu apa takdir nya dan siapa jodohnya.
Ketika di lamar oleh seorang pria muda tampan ia berharap jika ini adalah jalan yang benar dan takdir menuju ke bahagiaan yang di berikan Allah SWT untuk nya.
Tetapi siapa sangka sang pria tampan malah menghalal kan gadis lain di depan matanya.
Dan seorang yang Aisyah kira pria brengsek tak punya hati malah menolong nya dari keterpurukan dan membuatnya bangkit kembali.
pria yang dia kira brengsek tak punya hati malah membuatnya jatuh ke dalam pesona pria itu?
bagaimana kisah mereka?
Apakah pria tak memiliki perasaan itu hanya kasihan pada Aisyah yang di tinggal nikah ?
BUKAN KARENA DIA MEMILIKI PERASAAN PADA AISYAH?
atau malah dia memang punya maksud lain pada aisyah?,,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 8
" Baiklah .. memang nya ada hal apa ya pak .."".'tanya Aisyah
""' jangan panggil pak. Saya masih muda. Panggil saja Mahdi. Jadi begini kemarin saya sudah membicarakan hal ini pada abi kamu,,dan beliau belum memberi saya jawaban ,,kata beliau jawaban itu ada sama kamu,, jadi bagaimana ?"". Tanya Mahdi.
"" ehmm maaf mas,, tapi jawaban apa yang mas maksud kan itu ?? Saya tidak mengerti ??"". Jawab aisyah.
"" saya berniat mempersunting kamu untuk menjadi Istri saya...apa kamu bersedia ??"". Tanya Mahdi berterus terang membuat Aisyah terperanjat tak percaya.
"" Mas serius??? "". Tanya Aisyah
"" iya ?? Jika kamu bersedia maka minggu depan saya dan keluarga akan datang membawa lamaran kerumah kamu..."".
"" sa saya ... tapi saya harus bertanya pada umi dan abi saya dulu.. dan saya juga harus bertanya kepada Allah terlebih dulu soal lamaran mas ini. Jujur saja ini mendadak sekali,karna kita baru sekali bertemu di masjid saat itu dan ini yg kedua kali nya. Saya takut jika keputusan saya nanti salah. Saya ingin setiap keputusan dalam hidup saya ini harus disertai niat nya karna Allah dan harus di sertai dengan nama allah juga.. maafkan saya mas,,saya tidak bisa memberi keputusan itu secepat ini.Beri saya waktu dua hari untuk memikirkan sebelum saya memutuskan nya."". Pinta Aisyah dengan rasa malu.
"" baiklah ... Saya akan menunggu jawaban kamu dua hari lagi di masjid dekat rumah kamu .."". Gumam Mahdi sambil tersenyum.
"" Baik Mas..Saya pamit .. Assalamualaikum.."".
"" Wa'alaikumsalam..."".
Di perjalanan menuju ke halte dekat restoran tadi Aisyah tak henti2 nya tersenyum dari balik cadar nya.hati nya berbunga2 seakan akan dia lah wanita yang paling beruntung di hari itu.
""Jodoh tiada yang tahu kecuali Dia yang menulis nama nya bersanding dengan kita. Allah tau mana yang lebih baik untuk setiap hamba Nya..Alhamdulillah semoga dia imam yang baik untuk saya..""". Gumam nya dalam hati dengan penuh rasa syukur.
Dua hari pun berlalu, Aisyah sudah mendapat kan jawaban atas lamaran ustadz muda itu. Melalui Abi nya Aisyah menyampaikan keputusan nya menerima lamaran dari sang ustadz. Dunia seakan menari kegirangan kala ustadz muda itu mendengar jawaban atas penantiannya selama ini. Ia berniat untuk melamar Aisyah di keesokan hari nya yang di sambut baik oleh Abi nya Aisyah.
Hari berikutnya abi dan umi sudah menunggu kedatangan dari sang ustadz muda untuk meminang putri semata wayang nya. Mereka datang dengan membawa beberapa seserahan untuk melengkapi proses lamaran. Ustadz Mahdi terlihat sangat gagah bak pangeran dalam istana. Sementara Aisyah tampak sangat anggun dengan balutan gaun muslimah berwarna maroon. Di tambah dengan hijab serta cadar yang menutupi wajahnya. Membuat semua orang memuji akan kecantikan aisyah di hari itu.
Hari pernikahan pun di tentukan oleh kedua pihak keluarga. Dengan persetujuan dari ust mahdi serta aisyah maka pernikahan itu pun akan berlangsung sebulan kemudian.
Aisyah tak kuasa menahan rasa bahagia nya ketika itu hingga airmata kebahagiaan nya mengalir hingga membasahi cadar nya. Begitu pula dengan ust mahdi yang tampak terharu saat hari pernikahan nya sudah di tetapkan akadnya.hari itu menjadi hari bahagia bagi kedua nya.
Hari2 pun berlalu,,seperti biasa nya Aisyah berangkat bekerja yang di antar oleh Abi nya,namun baru saja ia hendak melangkah keluar rumah tiba2 umi nya jatuh pingsan tak sadarkan diri. Ia dan abi nya pun berusaha menghubungi mobil ambulance untuk membawa sang umi ke rumah sakit.