NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Kakak Pacarku

Terpaksa Menikahi Kakak Pacarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:727.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rena Risma

Cerita untuk 17+ ya..

Chika terpaksa harus menerima sebuah perjodohan dari orangtuanya. Perjodohan yang membuat Chika menolaknya mentah-mentah, bagaimana tidak? Dia harus menerima pernikahan tanpa cinta dari kakak pacarnya sendiri.

Kok bisa? Chika berpacaran dengan Ardi tapi dinikahkan dengan kakaknya Ardi yang bernama Bara. Seperti apa kelanjutan pernikahan tanpa cinta dari perjodohan ini? Mampukah Bara menakhlukan hati Chika? Lanjut baca Kak..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rena Risma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

Aku sampai di rumah Bara, lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Aku tertidur pulas di kamarku, sampai aku terbangun saat mendengar ponselku yang berbunyi. Aku mengucak mata, lalu mengangkat ponsel itu.

"Halo.." ucapku.

"Kenapa kau pulang?" tanya Bara dari seberang telepon.

"Aku ngantuk."

"Tapi kenapa tidak beritahu aku?" tanya Bara masih dengan suara lembut.

"Kau sedang rapat, aku tidak mau mengganggumu."

"Kembali kemari, temani aku makan siang," pintanya.

"Tidak mau."

"Tapi kenapa?"

"Ajak saja sekertaris mu makan siang bersama, kau tidak perlu repot-repot mengajakku!" Aku benar-benar jengkel mengucapkan kata-kata itu. Tapi Bara malah tertawa mendengar ucapanku.

"Baiklah kalau begitu, kau istirahat saja di rumah. Ingat, kunci pintu kamar! Jangan biarkan adikku masuk lagi ke kamar kita." ucapnya.

"Iya, " kataku sambil menutup sambungan telepon.

Aku melanjutkan tidurku, rasanya benar-benar sangat melelahkan hari ini.

****

Malam harinya aku terbangun, menatap jam menunjukkan pukul 22.00 malam. Kemana Bara? Apa ada kantor yang pulang selarut ini?

Aku berjalan keluar kamar, menuruni setiap anak tangga di rumah itu. Sampai aku dikejutkan dengan kehadiran Ardi dibelakang ku.

"Mau kemana?" tanyanya sambil tersenyum. Aku sebenarnya takut berdekatan dengan Ardi, mengingat hal buruk yang beberapa kali hampir saja dia lakukan.

"Kenapa kau diam? Aku bertanya padamu, kau mau kemana?" tanyanya lagi.

"Menunggu Kakakmu pulang," jawabku tanpa menatap kearahnya.

"Apa kau sudah mencintainya? Ternyata semudah itu kau melupakan cinta kita." katanya terdengar kelu.

"Itu karena Kakakmu sangat baik, mungkin itu yang membuatku dengan mudah menerima kehadirannya." kataku masih enggan menatap Ardi.

"Jadi kau mau bilang, kalau aku ini laki-laki yang tidak baik? Sementara Kakakku itu laki-laki paling baik, hebat, dengan semua kelebihannya. Kau sama saja seperti Ayah dan Ibuku, memuja Bara tanpa memikirkan perasaanku." teriak Ardi lalu pergi meninggalkan aku.

Apa aku salah berkata begitu pada Ardi? Semua hal buruk yang pernah dilakukan Ardi padaku, membuat rasa cintaku memudar untuknya. Tapi Ardi kembali duduk disampingku, dia membawa dua kopi dan menyerahkan satu untukku. Aku pikir dia marah, ternyata dia pergi untuk membuat kopi.

"Minumlah," kata Ardi sambil tersenyum.

Aku tidak menjawab, tapi aku menerima kopi yang diberikan Ardi padaku.

"Kakakku biasa pulang larut malam begini, jadi jangan heran! Dia itu pekerjaan keras, bahkan dia tidak punya waktu untuk hidupnya sendiri. Itu yang membuat Kakak tidak pernah berpacaran, dan memilih dijodohkan." ucap Ardi sambil meminum kopinya. Ardi masih memintaku meminum kopi yang dia buat. Sebenarnya aku tidak suka kopi, tapi aku meminumnya agar Ardi tidak kecewa.

"Kau tahu, sudah lama aku ingin berduaan begini denganmu. Ngobrol, bercerita, tapi sejak kau jadi Kakak ipar ku, kau sangat sombong!" kata Ardi sambil menyandarkan kepalanya di bahuku. Entah kenapa badanku tiba-tiba tidak enak, ada hal aneh yang menyerang tubuhku.

Aku membiarkan Ardi menggerayangi wajahku, lalu Ardi menggendongku kekamar Bara. Ardi menjatuhkan tubuhku keatas tempat tidur, lalu dia menutup pintu itu tanpa menguncinya.

Aku benar-benar pusing saat itu, sekilas aku menatap wajah Bara dihadapan ku. Tapi bayangan itu tidak terlalu jelas. Aku mengucak mataku, menatap Ardi yang asyik menggerayangi tubuhku.

"Ardi, kau mau apa? Lepaskan aku!" teriakku sambil meronta.

"Nikmati saja sayang, pasti kau suka!" kata Ardi sambil mencumbu bibirku.

Aku berusaha menolak, tapi tidak dengan tubuhku. Ada apa ini? Apa yang sudah aku lakukan? Aku tidak bisa mengendalikan keinginan tubuhku untuk menerima semua yang dilakukan Ardi padaku.

Apa sebenarnya yang membuatku jadi begini?

Kenapa aku jadi terhanyut dalam permainan menjijikkan yang dibuat Ardi padaku?

Setelah cukup lama Ardi melepaskan semua birahinya, memeluk tubuhku yang sudah setengah sadar.

"Kita sudah melakukannya sayang!" tawa kepuasaan dari bibir Ardi. Ardi tidur disampingku, setelah melakukan hal menjijikkan padaku.

Tiba-tiba Bara masuk, mendapati aku dan Ardi yang sudah terlelap tanpa busana. Jelas Bara marah besar, dia menarik tubuh Ardi dan memukulnya tanpa ampun.

"Apa yang kau lakukan pada istriku?"

Bruk.. Bruk.. Bruk..

Pukulan bertubi-tubi dilayangkan Bara di wajah Ardi dengan kerasnya. Tapi Ardi malah tertawa keras, menatap Bara dengan tawa menyeringai. Aku tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan saat itu aku dalam keadaan setengah sadar.

"Istrimu sudah ku setubuhi, aku puas sekali!" kata Ardi membuat Bara makin geram.

Bruk.. Bruk..

"Apa yang sudah kau lakukan?" Bara menarik baju Ardi agar berhadapan dengannya.

"Apa kau tuli Kak? Aku bilang, aku sudah meniduri istrimu, aku beri ini pada kopi yang dia minum." tawa Ardi sambil melemparkan botol kecil pada Bara.

"Apa ini?" Bara menatap wajah Ardi yang sudah babak-belur.

"Obat perangsang." Ardi kembali tertawa keras.

Bruk.. Bruk.. Bruk..

"Keluar kau dari sini! Jangan pernah kau tampakkan wajahmu dihadapan ku. Aku benar-benar bisa membunuhmu," teriak Bara sambil membawa Ardi keluar dari kamar itu.

Bara menutup dan mengunci kamar itu, lalu menarik tanganku kearah kamar mandi.

Dia menyalakan shower tepat di atas kepalaku, lalu dia keluar meninggalkanku. Derasnya air shower itu membasahi seluruh tubuhku, aku mulai sadar dari pengaruh obat itu.

Aku merasa benar-benar bodoh, kenapa aku bisa terjebak dalam jebakan yang dibuat Ardi untuk menghancurkan hubunganku dengan Bara. Aku merasa jijik dengan diriku sendiri, aku bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Aku menangis cukup keras, membayangkan hal kotor yang dilakukan Ardi padaku. Kenapa? Kenapa laki-laki itu ingin menghancurkan pernikahanku dengan Bara?

Aku menatap Bara masuk kedalam kamar mandi, dia tidak bicara apa-apa. Dia hanya mematikan shower lalu memberikan handuk di tubuhku, kemudian pergi. Dia bahkan masih perduli padaku, setelah apa yang sudah dilakukan adiknya padaku. Aku kembali menangis, rasa bersalahku semakin besar karena Bara selalu bersikap baik padaku.

Aku sudah memakai baju tidurku, aku menatap Bara yang tidur di atas sofa. Laki-laki sebaik Bara tidak pantas mendapatkan istri seburuk diriku, ingin rasanya saat ini aku lari. Aku tidak pantas mendapatkan cinta Bara, aku ini wanita kotor, aku bahkan jijik dengan diriku sendiri. Apalagi yang harus aku lakukan?

Aku duduk ditepi tempat tidur, mataku menatap kearah jendela dikamar itu. Rasanya aku ingin lompat saja dari sana, setidaknya itu bisa membuat Bara lepas dari wanita kotor seperti diriku. Tapi jika ku ingat adikku Alesha, tentu hal itu mengurungkan niatku. Bagaimana nasibnya jika dia hidup tanpa aku? Hanya aku orang yang dia miliki setelah Ayahku meninggal. Bahkan Ibu Ratna saja tidak perduli dengan keadaannya, hanya aku satu-satunya orang yang menyayanginya.

Kini jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi, aku masih belum bisa memejamkan mataku. Air mataku terus mengalir, membayangkan hidupku yang berada diambang kehancuran. Suara dering telepon membuatku terbangun dari lamunan ku. Aku mengangkat telepon itu, sambil mengusap air mataku.

"Halo.." kataku.

"Kak, tolong aku! Ibu memukulku Kak, aku takut!" teriak Alesha dari telepon.

"Apa? Ibu?"

"Cepat kesini Kak, aku bisa mati jika Ibu terus memukuliku!" teriak Alesha sambil menangis.

Tiba-tiba telepon itu mati, aku benar-benar khawatir pada keadaan adikku Alesha. Apa yang harus aku lakukan untuk menolongnya?

Aku menatap Bara yang masih tidur, tidak mungkin jika aku meminta bantuannya saat ini. Dia baru tidur jam 2 pagi tadi, pasti dia masih sangat mengantuk. Dia juga tidak mungkin perduli padaku setelah kejadian tadi malam. Tapi, bagaimana dengan nasib adikku? Siapa yang akan menolongnya?

Tetap dukung author ya, ikuti terus lanjutan ceritanya. Jangan lupa beri jejak, Like, atau Jempol, Vote sebanyak-banyaknya, dukung author agar semangat lanjutkan cerita.

Terimakasih ❤️❤️❤️

1
Mari Anah
masa istri sah takut sma pelakor yg cmn jdi sekertaris sih🙄🙄
Mari Anah
chika jg oneng,d srh diem d kamar mlh keluar,udh tau d situ jg ada ardi🤦‍♀️kejadian perkosaan bkln keulang lgi klo g pindah rmh,,trs itu ibu sma bp y kmna dah pas kejadian itu,masa ardi d gebukin sma bara smp g kedengeran gtu🤦‍♀️🤦‍♀️
Mari Anah
yaaaahh gtu ajah udh ngeperrrr duluan,hajar tuh si reina,bibit pelakor
Mari Anah
lagian si bara,apa engga kepikiran gtu bwt tinggal d apertemen gtu misal y,soal y klo msh bareng udh pasti bkln ketemu ardi tiap hari,mlh bikin g tenang jg kan
Ita Lestari
sumpah ini cerita model apa si baru x baca novel begini ya x bercinta dengan kakak dan adiknya jg kesel bgt
Ita Lestari
Cemen bgt jd bini lawan dong segitu doang nyalinya apa masih berharap sama masa lalu
Kamti Rohali
udah tak kasih hadiahnya ya kak voters (❁´◡`❁)(❁´◡`❁)
0316 Toiyibah,S,Pd.
tak ada yg tak mungkin kalau allah berkehendak
Anonymous
Kesel ama tingkah Chika dia merelakan dipeluk dicium dan selingkuh ama Ardi tp ga pernah bsa menerima bara salah sedikitpun.
Rhojak Jhi
ko ceritanya menguras emosi dan air mata,cikako gitu plimplan
Rika Maksum
aaah pingin yg ky bara😍😍
jihan silvia
disini janggal bgt ceritanya. tau fia mandul. tau utu jebakan tp kena tipu juga kan tingal.minta test DNA
Dian Lestari
setres saya bacanya ada yg pembantu yg cara bicaranya kurang sopan sama majikan
Dania
💜💜💜💛💛💛💚💚♥️💕💕💕💝🖤🖤🖤❤️❤️💙💗💗🌷💖💖🖤🖤❤️❤️💙🖤🖤💗💗🌷💖🖤🖤🖤♥️♥️💛🖤🖤🖤🖤🖤💜💛💛💚💚🖤🖤🖤🖤🖤🖤❤️💙💙🖤🖤🖤🖤💖💖🌷🌷💗🌷💖💖🖤🖤🖤
Dania
💜💜💜💜🖤🖤🖤🖤🖤💛💛💛💛❤️❤️❤️❤️💙💙💙💙💝💝💝💚💚💚♥️♥️💕💕🌷🌷🌷🌷💖💖💖💗💗🖤🖤💛💛💛💛💖💖💖🌷🌷💗💗💗💗💜🖤💛💙💙💝💝❤️❤️💛💛🖤🖤💚💚♥️♥️♥️💕💕💝💙❤️🖤🖤🖤❤️💙
Dania
🖤🖤🖤💜💕💛💛❤️❤️💙💝💝♥️♥️💚💚♥️♥️💝💙❤️💛💕💜🖤🌷💖💗💗💚♥️💝💙❤️🖤🖤🖤💜💕💕💛❤️♥️♥️♥️💚💚💝💙❤️💛💛🖤🖤🖤💜
Dania
💜💜💜💜💕💕💕💛💛💛💕🖤🖤🖤🖤❤️💙💙❤️💗💖💖🌷🖤🖤🖤💝💝💚💚🖤🖤🖤♥️♥️💝🖤🖤🖤❤️💙💙❤️🖤🖤💛💛💕💜🖤🖤🖤🖤
Dania
Aku juga ga mau dijodohin
Pokoknya aku ga mau .............................

Tapi Kalo Ganteng, Baik, keren 👍👍👍 Aku mau 😂😂😂
Rena Karisma: 🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ndung
d tunggu season 2,
Farsdik Wind
Baperrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!