PERHATIAN!!! 19++
DEWASA
FANFICTION
MADAHINA (Madara & Hinata)
Menceritakan seorang pria bernama Madara Uchiha yang memiliki dendam pada mantan kekasihnya bernama Hikari Hyuuga yang sudah menghianati cintanya demi Hiashi Hyuuga. Dendam itu makin menjadi setelah Hikari memiliki putri yang bernama Hinata.
Dendam Madara tertuju pada Hinata, dia ingin menunjukkan bahwa dia juga bisa melawan Hiashi. apakah Hinata akan mendapatkan kebahagiaan atau penderitaan? Ataukah Madara malah mencintai Hinata dengan seoring berjalannya waktu?
By
Ucu Irna Marhamah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARAPAN
Perlahan Madara bangun dari tidurnya. Dia melihat kesampingnya. Tidak ada Hinata.
"Kemana dia? "
Tanpa pikir panjang, dia segera mencari Hinata. Dia terkejut melihat keberadaan Hinata yang tengah berdiri dipagar balkon.
Madara menggeleng tidak mau mimpi yang waktu itu menghantuinya lagi.
"Hinata, apa yang kau lakukan disana"
Hinata membalikkan badannya dan menatap Madara.
"Terimakasih dan maafkan aku" kata Hinata pelan.
"Tidak Hinata jangan katakan itu! " kata Madara yang khawatir karena kalimat itu pula yang dikatakan Hinata dimimpinta waktu itu.
Hinata tersenyum sayu.
"Kenapa kau melindungiku dari peluru itu padahal selama ini aku selalu menyakitimu dengan mengabaikanmu"
"Madara -kun tidak menyakitiku, aku melakukannya karena aku mencintai Madara -kun"
Madara terperangah mendengar jawaban Hinata yang berhasil menggetarkan hatinya.
"Terimakasih kau sudah menerimaku meski kau terpaksa dan maaf aku sering merepotkanmu.. Selamat tinggal.. Madara -kun" Hinata mundur dan menjatuhkan diri ke bawah.
"Tidak!! " teriak Madara. Dia tidak ingin mimpi itu berubah menjadi kenyataan. Tanpa pikir panjang, Madara melompat dan menggapai tangan Hinata kemudian memeluknya.

"Kau tidak boleh mati.. Jika kau mati.. Aku juga akan ikut denganmu.. Aku akan mati" kata Madara.
"Ke.. Kenapa? " tanya Hinata pelan.
"Karena aku... Juga mencintaimu "
Hinata tersenyum kemudian memeluk Madara. Madara mencium lembut bibir Hinata.
Mereka akan menyentuh tanah.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Madara terhenyak dari tidurnya dia mengamati kesekelilingnya. Dia baru ingat kalau kini dia sedang berada di rumah sakit. Dia masih setia duduk di ruang tunggu dan tampaknya dia ketiduran.
Madara beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu ruang operasi. Melalui pintu ruangan tersebut, Madara melihat Hinata terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Jasnya dipenuhi darah yang terciprat dari luka tembakan itu. Terbayang lagi detik-detik dimana Hinata tertembak karena melindiungi dirinya.
Madara yakin yang menembak Hinata adalah orang suruhan musuhnya. Menjadi seorang pengusaha kaya dan sukses, membuat pengusaha lainiri dan berusaha sekuat tenaga untuk menjatuhkannya.
Madara mengambil smartphonenya dia menghubungi seseorang.
"Obito, cari info dari mayat yang sudah kutembak tadi, secepatnya kau kirimkan hasil dari penyelidikanmu"
"..."
"Aku mengandalkanmu, ku tunggu hasilnya"
"..."
Madara mengakhiri panggilannya.
♡♥♡♥♡♥♡
Hinata dipindahkan keruangan lain. Madara segera menghampiri dokter.
"Tuan Uchiha, istri anda akan segera siuman, tunggu saja" kata Dokter.
"Jadi operasinya berhasil? "
"Iya"
"Terimakasih dok"
Dokter pun berlalu. Madara memegang tangan Hinata yang terbaring lemah.
"Aku sudah tidak peduli lagi dengan dendamku Hinata.. Bangunlah"
Beberapa menit kemudian, Hinata sadar dia menatap kesekeliking dan melihat Madara yang melamun.
"Ma.. Madara -kun"
Madara terhenyak kemudian menoleh pada Hinata.
"Hinata "
Madara refleks mencium bibir Hinata. Hinata terkejut dengan aksi Madara. Pipinya merona. Begitu pun dengan Madara.

Cukup lama ciuman itu berlangsung. Madara pun melepaskan ciumannya.
"Aku juga mencintaimu " kata Madara.
"Ju.. Juga..?? Ma.. Maksudmu? "
"Iya, kemarin kau bilang kau mencintaiku "
"Ja.. Jadi ma..maksud Madara -kun aku yang me..menyatakan ci..cinta pa..padamu? "
"Iya, apa kau lupa? "
Hinata baru ingat, seketika wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
"Ti.. Tidak bu..bukan begitu, aku kira.. Aku akan mati jadi aku menyatakan kata-kata terakhirku"
"Bagus, berarti kau memang mencintaiku"
"K.. Kau salah paham.. " Hinata tidak melanjutkan kata-katanya karena Madara menatapnya dengan tajam.
"Jangan berbohong atau aku akan menciummu lagi" ancam Madara.
"I.. Iya.. Ba.. Baiklah"
♡♥♡♥♡♥♡
Beberapa hari kemudian Hinata dioerbolehkan pulang dari rumah sakit.
Sesampainya di mansion Uchiha, mereka dikejutkan dengan keberadaan Hiashi dan Hikari ada didepan rumah mereka. Hikari memeluk Hinata.
"Kau ini suami macam apa! Tidak memberitahu kami kalau putri kami masuk rumah sakit karena kau! " bentak Hiashi.
"Ayah, Madara -kun tidak salah, mungkin dia tidak memberitahu kalian karena tidak ingin kalian cemas" kata Hinata.
Sejak kejadian itu, hubungan Madara dan Hinata semakin baik.
Sebelum Madara berangkat ke kantor, Hinata selalu memasak sarapan untuk Madara. Begitupun dengan Madara, sepulangnya dari kantor, dia selalu membawa bunga dan coklat untuk Hinata.
"Ma.. Madara -kun mau aku ge..gemuk ya? "
"Meski pun kau gemuk, aku akan tetap mencintaimu"
"Kalau begitu, kita makan coklat ini sama-sama agar kita sama-sama gendut" kata Hinata dengan pokosnya membuat Madara tertawa.
"Tidak Hinata" kata Madara mengelak.
♡♥♡♥♡♥♡
Keesokan harinya, Madara mengajak Hinata berjalan-jalan. Mobil mereka berhenti di depan TK.
"Ke.. Kenapa kita berhenti disini Madara -kun?"
"Ayo kita kedalam"
Mereka pun memasuki salah satu ruangan.
Terlihat beberapa anak kecil duduk rapi di bangku mereka.
"Halo semuanya" sapa Madara.
"Halo" jawab mereka semua.
"Hari ini guru kalian adalah Ny. Uchiha, jangan menggodanya ya, karena dia istriku" kata Madara dengan jenaka.
"Halo Ny. Uchiha " sapa semua murid TK.
"Halo semuanya" jawab Hinata kemudian menoleh pada Madara.
"Kau pernah bilang kalau cita-citamu ingin menjadi seorang guru TK, setidaknya hari ini saja keinginanmu terkabul"
Hinata terharu dengan ucapan Madara.
♡♥♡♥♡♥♡
Madara memasuki mansionnya. Sepi tidak ada siapapun. Hari ini Hinata pergi bekerja di kantor ayahnya.
Madara mendapat pesan dari Hinata kalau hari ini dia tidak perlu dijemput.
Madara pun memasak untuk Hinata. Rencananya dia ingin memberikan kejutan untuk Hinata.

Hinata pun pulang dengan pakaian basah kuyup karena kehujanan. Dia terkejut mendapati banyak masakan di meja makan.
"Kenapa tidak meneleponku Hinata? "
"A.. Aku sudah bilang akan naik taksi, ma..maaf karena a..aku terlambat pulang, kau jadi memasak"
"Tidak masalah, ayo makan"
Mereka pun makan bersama. Masakan Madara lezat juga. Padahal Hinata yakin Madara tidak pernah memasak.
♡♥♡♥♡♥♡
Hinata memasuki kamar dan membuka bajunya yang basah karena kehujanan.
Madara membuka pintu kamar. "Hhh" Hinata terkejut dan segera menutupi tubuhnya. Madara terpaku setelah melihat apa yang barusan dia lihat.
Tiba-tiba, kejantanannya menegang dibalik celananya.
"Aku lupa tidak mengunci pintu tadi " batin Hinata.
Madara mendekatinya. Hinata terpundur dan merasa takut karena baru kali ini seorang pria melihat tubuhnya.
"Kenapa kau sembunyikan tubuh indahmu itu Hinata.. Aku suamimu" desah Madara dengan suara serak dan sukses membuat Hinata makin gugup dan takut.
"A.. Apa yang kkau bi..bicarakan Madara -kun? "
Madara memperpendek jarak antara mereka.
"Kita sudah melewati malam pertama kita begitu saja. Apa kau ingat? "
Hinata menggeleng karena takut.
"Aku tidak akan menyakitimu Hinata "
Madara menarik pakaian yang digunakan Hinata untuk menutupi tubuhnya. Tapi Hinata tetap berusaha untuk menutupi tubuhnya.
"Kau mencintai ku kan? "
Hinata mengangguk.
"Kalau begitu jangan membuatku tersiksa, aku tidak bisa menahan hasratku ini"
Pipi Hinata makin memerah setelah mendengar kata-kata yang agak menjurus kearah vulgar.
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
Sukses iya untuk karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku, yang menceritakan seorang cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏
tapi nama tokohnya itu lo
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
ijin promo ya kakak
mampir di novel ku
"AKU WANITA KUAT"
naksir ibunya kok malah jdi mantu😥
ika widya