cerita ini di mulai dari seorang gadis cantik bernama sindi..yang mempunyai pacar bernama alex
sindi dan alex menjalin hubungan selama 7 tahun ..
sindi sangat mencintai alex dan alex pun juga sangat mencintai sindi
hingga saat itu alex pun di perintah orang tua nya menikah dengan wanita yng mereka jodoh kan kepada nya .. karena wanita ini adalah anak teman papa nya alex yng mempunyai
banyak saham di perusahaan papa nya alex.. yang sangat lah kaya raya.. sehingga papa nya alex pun memaksa dan mengancam alex..untuk bunuh diri kalau alex tidak menuruti ke inginan nya
alex yang sangat sayang dengan orang tua nya pun menyetujui apa yng di katakan papa nya..
dia pun meninggal kan sindi.. dan menikah dengan wanita yng di jodoh kan papa nya kepada nya..
alex mempunyai sahabat bernama Tio.. dia menyuruh Tio untuk menikah dengan sindi karna alasan dia tidak mau sindi sakit hati terlalu dalam karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nandi ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
gara gara kelamaan dandan
bab 8
Aku mulai me lihat ke arah orang, yang punya tangan nakal itu. Aku me nyimpit kan mata ku ini, agar penglihatan ku lebih tajam. Karna ke sadaran ku masih hanya setengah.
Aku pun ter kejut. Ter nyata itu adalah Mas Tio yang sudah pulang.
"Ehhh ehhh, sin. Kok kamu serem banget sih? bangun bangun sudah kek mau nyerang orang.
Ngagetin aku aja, suami datang bukan nya di sambut, di elus elus ,di usap usap, di manjain ,di sayang, ini malah mau di serang!" ucap Mas Tio sambil muka nya yang cemberut itu.
"Ya elahh, Mas. Bukan aku kali yang ngagetin kamu, kebalik kali. Itu, tu kamu yang ngagetin aku. Orang tidur bukan nya di bangunin, ini malah tu tangan main nyosor aje. Dasar tangan gak ada akhlak!! oppppsssss. hehe," kata ku
"Aku ini, kan. Suami kamu sin, ya bolehh lah aku ini nyosorr sikit sikit," ungkap mas Tio dengan wajah yang memerah bagai udang goreng .
"Ter nyata, laki-laki pun juga bisa ya muka nya merah merona kek gitu?" ucap ku. "wkwkwk"
"Ya nggak papa lah, Sin. Sama istri sendiri juga, jadi kita mau ngapain Sin setelah ini? Apa mau lanjutin yang tadi?" ucap mas Tio sambil mengedip kan sebelah mata nya itu.
"Nggak ahhh, Mas ... Aku lagi nggak mood, ibarat koe bakpau itu, ya nggak jadi ngembang gitu, udah terlanjur merajukk, gara-gara lama di diemin mulu!"
"Ya kan, aku tdi ninggalin nya, karna ngurus lestoran Sin!.. Masa kamu merajuk sihhh? cuma gara-gara itu! nggak kasian apa, sama mas mu yang tampan dan lagi gagah perkasa ini," ucap mas Tio sambil muka nya yng seperti ini 🥺.
"Ya aku kasiann sihh, mas. Tapiiiiiiii emmmmmmm--"
Belum juga aku bicara lagi. Mas Tio udah men cium bibir ku ini.
Aku pun langsung ter diam.
Ciuman itu pun semakin dalam, ketika Tio m*ng*c*p dan me*um*t bib1r ku dengan kelembutan dan kasih sayang nya itu.
Tangan nya pun tidak tinggal diam, dia mulai mencari dua bongkahan kenyal ku.
Akhir nya, apa yang di cari nya pun berhasil dia dapat kan. Aku pun mulai ter sadar dan mulai melepaskan kecupan hangat dari nya.
"Emmmm, Maasss."
"Kenapa, Sin. Kok di lepasin, kan lagi asyik?"
"Ehhh, masss ... Kan aku ini masih belum memakai baju seksi ku yang kurang bahan itu.
Aku kan belum bersiap, Mas. Aku itu harus pakai baju haram, pakai farpum, pakai hand body, pakai lipstik, dan harus dandan juga, supaya kamu semakin ber gairah ... Masa malam pengantin yang sudah kelewat, kita lakukan dengan baju ku yang seperti ini?"
Aku pun menunjuk ke arah baju setelan piama ku yang semua panjang ini. Tangan baju panjang dan celana panjang juga.
Sangat sangat tidak menggairahkan bagi ku..
"Aku kan ingin malam kita itu sangat istimewa, mas ... Agar saat kita tua nanti kita masih bisa mengenang nya.
Walau pun itu hanya ada di ingatan memori hati kita masing-masing.
Itu adalah malam pertama bagi kita, walau pun bukan malam pernikahan, tapi ini ada lah yang per tama kali bagi kita, bagi aku sihh lebih tepat nya, tau kamu nya apa masih perjaka?
Aku sih nggak ter lalu percaya, 100% sama kamu Mas.
Masss, aku mau nanya serius nih? ... kamu sudah bisa melakukan nya apa belum?"
ucap ku dengan serius.
"Kamu masih perjaka kan? atauuuuuu--"
"Ehhhh enak ajee, aku ini masih perjaka tau di jamin 100% barang ori per caya deh," ucap mas Tio dengan mengedipkan sebelah mata nya.
"Yaudahh dehhh, Mas. Aku percaya," sahut ku dengan senyuman manis yang ku buat buat ini.
"Yaudah, kalo per caya, sana gihh siap siap. hehe!"
"Iya deh, Mas. aku siap siap dulu ya?"
aku pun ber gegas ke kamar mandi untuk sikat gigi, cuci muka, cuci itu, cuci ini. Supaya harum dan wangi. Aku pun mengganti baju piama ku dengan baju kurang bahan dan sedikit transparan ini. Aku mulai ber cermin melihat pantulan wajah ku ini.
"Emmm kaya nya, masih ada yang kurang nih?
Oooooo iyaaaa, aku belum dandan," ucap ku cengengesan.
Aku mulai memakai lipstik yang warna kalem, dan di bagian tengah nya pun ku tambah kan warna merah. Woww ketika warna lipstik di ombre. Warna nya jadi lebih bagus di bibir ku, dan aku pun menerus kan dandan an ku se cantik mungkin.
***
pov Tio
"Aduhh, ini ngapain sih sindi, dalam kamar mandi, Lama benerr. Itu lagi ganti baju atau buang hajat sihhh?
Kalo ibarat aku buat seblak itu sudah matang mungkin seblak nya, terus aku nonton tv, dan nyuci mobil, pergi ke luar negri, atau menyelamat kan dunia,
Aku ini kan mengantuk kalo harus nungguin ni cewek, lama benerrr.
Apa lagi, dari tadi aku nggak ada tidur-tidur nya!
Huaammmm ... Ngantuk benerrr.
Aku pun me ngerjab-ngerjab kan mata ku yang sudah sangat mengantuk ini. Sangat tidak nyaman kalo di tahan,
dan seketika ... Aku pun tertidur pulas dengan mimpi mimpi indah ku," zzzzzttttt zzztttt
*****
Pov Sindi
"Wowwww, ter nyata. Aku ini cantik juga ya, klo dandan. Jadi keliatan imuttZz dan seksi.
Apa lagi kalo pakai baju kurang bahan ini. Jadi terlihat sangat menggoda. Aku memakai hand body, ke seluruh badan ku. Agar lebih harum merata.
Pakai parfum mahal, hasil dari hadiah kado kemarin, wkwkwk.
Wahhhh, akhir nya, selesai juga, perjuangan ku untuk dandan secantik ini.
Aku jadi, sangat sangat cantikkk ...yuuuhuuuuiiii,"
ucap ku sambil ber putar putar di depan cermin. Menampilkan pantulan wajah dan tubuh ku.
Keluarrr nggak yaa? aku ini. Aku kan jadi malu, kalau cantik gini. 🤭🤭🤭
Gimana, yah? reaksi mas Tio, kalo liat aku cantik begini. Aku pun mulai membayangkan yang iya iya.
Ceklek..
Pintu kamar mandi pun, ku buka. Aku mulai ber jalan perlahan mendekati mas Tio, dannn aku pun, menjadi sangat sangat kesal, dan marah, dan geram, dan sebel, dan merajuk.
Masa udah cantik-cantik gini, aku di tinggalin tidur.
"ihhhhhh dasarrrr, Tioooooo."
Aku, menghentak hentak kan kaki ku di lantai keramik ini. Yaaa, mana kedengeran. Kan keramik. (hemmm apa yaaa yang harus ku lakukan agar si Tio ini bangun.)
"memang berapa menit sih, aku dandan tadi."
Aku pun mencari ponsel ku. "Dimana yaa? Ooooo iya di sini." Aku mengambil dan menyala kan ponsel ku.
Mata ku pun membulat. "Whaatttt."
apa benerrr ini. Atau aku salah lihat. Tadi aku dandan jm 2 malam. Ehh sekarang kok, udah jm 03:30 ajeeee, wooowww lama benerrr aku dandan. Pantesan Tio tidurrr.
Karna kelama an dandan, aku pun jadi mengantuk. Aku mulai merebahkan tubuh ku di sebelah Tio dan akhir nya, aku pun juga ikutan ,ter tidur. 😒
Gagal lagi-gagal lagi.
jadi penasaran gimana lanjutan nx.. mantappp
pertahan kan orang yg sdh tulus mecintai mun sin..alex masa depan mu sin ,jd lah wanita yg kokoh ,setia
sma pasangan nya.gk mudah goyah..
lanjut thor