NovelToon NovelToon
TERNODA SEBELUM MENIKAH

TERNODA SEBELUM MENIKAH

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Pengganti / Angst / Tamat
Popularitas:459.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virzha

Gwiyomi Allura, wanita yang kesuciannya harus terenggut oleh pria yang tidak dikenal dan meninggalkannya begitu saja. Ia hancur dan kehilangan seluruh masa depannya saat dirinya dinyatakan positif hamil sebelum menikah.

Hingga uluran tangan Hazel datang dengan sukarela mau menikahinya meski tahu dirinya sudah ternoda.

Lantas, siapakah yang sebenarnya telah menghamili Gwiyomi?

******

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN SUBSCRIBE YA KAK UNTUK MENDUKUNG KARYA AUTHOR!

Follow Ig : putriaayu_98
FB : Putria R.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anggap Aku Temanmu.

"Apa alasanmu memakai narkoba? Apa karena Jingga?" Gwiyomi tidak menyerah untuk bertanya pada Rain, pria ini benar-benar menarik perhatiannya.

"Kenapa aku harus bercerita padamu?" sahut Rain mengangkat alisnya.

"Ehm, anggap saja aku temanmu. Kau sedang berbagi cerita dengan teman, mungkin aku tidak bisa membantu masalah mu, tapi dengan bercerita mungkin bisa membuat hatimu lebih lega," ucap Gwiyomi mengulas senyum manisnya.

Rain semakin mengangkat alisnya tinggi-tinggi, ia kemudian tersenyum sinis begitu Gwiyomi menyebutnya seorang teman.

"Aku tidak pernah ingin punya teman, teman adalah golongan orang yang ada ketika mereka butuh, tapi saat kita butuh mereka malah pura-pura tidak tahu siapa kita," ujar Rain terdengar penuh emosi saat mengatakannya.

"Itu artinya kau salah memilih teman, seorang yang benar-benar teman akan selalu mendukungmu disaat terbaik maupun tersusah mu," sahut Gwiyomi.

"Sama saja, mau sebanyak apapun teman kita di dunia ini, ujung-ujungnya mati juga akan sendiri, kau tidak mungkin membawa seluruh temanmu untuk mati bersamamu," kata Rain ketus dan dingin, ia mengambil rokok yang sejak tadi disimpannya di saku lalu menyalakannya.

Gwiyomi kembali menekuk wajahnya, ucapan Rain memang sepenuhnya benar, tapi pria ini salah mengartikan apa arti teman. Melihat dari wajahnya, Rain sepertinya bukan frustasi karena ditolak Jingga saja, tapi ada hal lain yang menjadi alasan utama.

"Baiklah kalau kau tidak mau bercerita tentang hidupmu, lebih baik aku bercerita tentang hidupku," kata Gwiyomi.

Rain hanya diam tanpa melirik, ia sibuk menikmati rokok hingga mengepulkan asap yang cukup tebal.

"Ehm, jika kau pikir masalah hidupmu itu sangat berat, aku rasa kau terlalu cepat menyimpulkan Rain. Ada masalah yang lebih berat dari apa yang kau alami saat ini, yaitu aku." Gwiyomi mulai bercerita seraya sesekali melirik Rain.

"Kau punya masalah apa memangnya? Bukannya kau baru saja menikah?" sahut Rain, tak ingin perduli sebenarnya, tapi ia tergelitik karena hanya Gwiyomi satu-satunya orang yang berani mendekatinya.

"Kau tahu darimana aku menikah?" Gwiyomi menatap Rain terkejut.

Rain menunjuk jari Gwiyomi dimana ada cincin pernikahan yang melingkar. Melihat hal itu Gwiyomi segera menarik tangannya agar tersembunyi.

"Kau benar, aku baru saja menikah," kata Gwiyomi.

"Lalu? Artinya kau sudah bahagia kan? Sudah menikah tinggal hidup bersama dan akan segera memiliki anak, apalagi yang kau butuhkan?" kata Rain acuh tak acuh.

"Apa kau tidak ingin tahu apa alasanku menikah?" ucap Gwiyomi lirih.

"Tidak." Rain langsung menyahut tanpa berpikir lama.

"Aku hamil." Gwiyomi tetap berbicara meski Rain tidak ingin tahu masalah hidupnya. "Aku hamil anak seorang pria yang telah memperkosaku dan meninggalkanku begitu saja." Gwiyomi kembali melanjutkan ucapannya, kali ini suaranya terdengar penuh emosi namun tidak berdaya.

Rain membesarkan matanya, ia segera membuang putung rokoknya dan menatap Gwiyomi sangat tajam. "Jangan membual, mana mungkin kau bisa hamil?" sentak Rain.

"Aku tidak memaksamu untuk percaya padaku, tapi itulah yang terjadi pada hidupku saat ini. Aku di lecehkan sampai hamil dan malah ditinggal begitu saja, dan sekarang kau tahu? Ada sosok pria yang begitu baik mau menerimaku yang sudah menjijikan ini. Sekarang lebih menyedihkan mana hidupmu dengan hidupku? " ucap Gwiyomi balas menatap mata Rain, entahlah kenapa ia bisa terbuka dengan pria ini, seharusnya ia menutupi aibnya sendiri, tapi entah kenapa ia melah membicarakannya dengan Rain, pria yang jelas-jelas sangat asing untuknya.

"Dia menerimamu atau anakmu?"

"Tentu saja kami berdua, dia pria yang baik-"

"Yasudah, untuk apalagi kau sedih. Kau sudah bahagia, memiliki suami yang sempurna dan mau menerima masalah hidupmu." Rain langsung menyela tanpa mendengarkan ucapan Gwiyomi. Ia membuang putung rokoknya lalu beranjak bangkit dari duduknya.

"Tapi kenapa aku tidak bahagia?" ucap Gwiyomi menatap punggung Rain yang berjalan menjauh.

Rain terdiam, ia melirik Gwiyomi sekilas. Tanpa menjawab pertanyaan Gwiyomi, Rain segera beranjak pergi dari sana meninggalkan Gwiyomi sendirian.

Dia kenapa sih? Kenapa membuatku seperti ini? Dia terlihat cuek, tapi aku selalu penasaran? Sebenarnya ada apa dengannya? Atau ada apa denganku? Kenapa aku begitu tertarik dengan pria itu?

Gwiyomi menggerutu dalam hatinya, ia pikir menceritakan kisah hidupnya mau membuat Rain terbuka padanya, tapi ternyata pria itu malah bungkam seribu bahasa.

"Mungkin aku akan mencobanya besok lagi," gumam Gwiyomi tidak ingin menyerah sebelum bisa mendapatkan kasus Rain.

Jika aku ingin mendekatinya, aku harus memberinya pancingan. Pria itu harus dekat denganku dulu, agar mau bercerita.

"Nah iya, aku harus mencaritahu apa yang Rain sukai," gumam Gwiyomi tersenyum senang saat mendapatkan ide di kepalanya.

******

Gwiyomi baru pulang ke Apartemen saat hari sudah cukup sore, tadi Hazel tidak menjemputnya karena ada urusan. Sekarang saat ia sampai di rumah, ternyata Hazel sudah berada di rumah.

"Udah pulang?" tanya Gwiyomi melirik Hazel yang asyik berbaring di sofa ruang tamu.

"Iya, baru aja," sahut Hazel tetap fokus pada ponselnya, ia sedang bermain game dan tidak bisa diganggu.

"Hari ini aku capek banget, pengen makan yang pedes, lu nggak pengen ngajakin gue keluar gitu," ujar Gwiyomi menjatuhkan tubuhnya disamping Hazel, ia meluruskan punggungnya yang terasa begitu pegal.

"Jangan makan pedes terlalu sering, kamu sedang hamil," ucap Hazel lagi-lagi tidak menoleh kearah Gwiyomi.

Gwiyomi berdecih kesal, ia merasa diacuhkan karena Hazel sibuk bermain ponsel. Dengan kasar ia mengambil ponsel Hazel membuat pria itu kaget bukan kepalang.

"Astaga Gwi, kembalikan ponselku, sebentar lagi aku menang." Hazel terlihat begitu panik melihat ponselnya ada ditangan Gwiyomi, ia hampir saja mengalahkan musuhnya tapi tertunda gara-gara Gwiyomi.

"Mau ini? Ambil aja kalau bisa?" Gwiyomi tersenyum jahil, ia menjauhkan ponsel itu dari Hazel agar pria itu tidak bisa mengambilnya.

"Gwi please ... ." Hazel memasang wajah memelasnya.

"Ambil aja nih kalau mau," ucap Gwiyomi semakin senang melihat wajah Hazel, ia bangkit dari duduknya seraya berdiri diatas sofa.

"Gwi, kau benar-benar keterlaluan, ayo kembalikan ponselku." Hazel semakin kesal rasanya, ia mencoba menggapai tangan Gwiyomi untuk mendapatkan ponselnya.

"Nggak bisa ya? Nggak bisa main kalau gitu." Gwiyomi terus mengulas senyum mengejeknya dan terus menjauhkan ponsel Hazel. "Dasar cowok, kalau udah main game aja lupa segalanya, rasain nih nggak bisa nge game," seloroh Gwiyomi melirik Hazel sinis.

Hazel mendengus kecil, ia lalu melirik kaki Gwiyomi, ia balas tersenyum jahil. Tanpa di duga, ia tiba menarik salah satu kaki Gwiyomi hingga wanita itu kehilangan keseimbangan.

"Akhhhhhhh, Hazel!" Gwiyomi berteriak kecil, tubuhnya oleng hingga terjatuh.

Namun, Hazel dengan sigap menangkapnya hingga keduanya jatuh bersamaan dilantai berlapis karpet tebal itu. Keduanya saling pandang dengan tatapan yang tidak biasa, dan entah bagaimana tiba-tiba Hazel malah mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Gwiyomi.

Happy Reading.

TBC.

1
Senja
hrs gwi menyelesaikan dulu masalahnya dg hazel. blm pisah kok uda jatuh cinta sm rain.
Senja
sesakit apapun hrsnya hazel tdk kasar ke istrinya. hazal juga hrs sadar kelakuannya selama ini ke gwi yg uda menghancurkan hdp gwi. klo gwi gak respek ke hazel bkn salah gwi.
Nani heri Upitarini
axel jg,knp udah tau anak SM rain,hrsx dijemput pulang dan diberi wejangan yg bener biar masalah slsai dan bisa melanjutkan hidup dgn LBH tenang dan aman
Nani heri Upitarini
qwiyomi bodoh,seharusx kl mau SM rain slsaikn dl masalah SM hazel,jelas hazel marahlah wong statusx msh istri...gmn sih knp g smart
Nani heri Upitarini
kebiasaan...pinjem baju tanpa celana...
Stevaflora Walukow
Luar biasa
Ig: @putriaayu_98: terima kasih sudah membaca kakak ❤️❤️
total 1 replies
Reny Ervina
hazel memang umurnya lebih muda, tp fikirannya dewasa
Sunny Kwok
Luar biasa
Ig: @putriaayu_98: terima kasih banyak kak 🥰
total 1 replies
Dini Lestari
jangan² hazel ayahnya ,jadi penasaran deh kak
Mimin Minasih
bagus
Lena Laiha
Aaah, sukaaaaa banget sama hezel
Lena Laiha
ceritanya keren.
Neng zahra
ninggalin kenangan dulu 😆
yanktie ino
ceritanya super kereeen

eyank kasih mawar cantik buat Gwi yaa
Juna Dong
luar biasa
Ig: @putriaayu_98: terimakasih banyak kak 🥰
total 1 replies
komalia komalia
oenasaran sama isi surat nya,nikah rain sama gwi belum lama cuma anka aja yang banyak belum nyampe 10 tahun
Ig: @putriaayu_98: Rain produksi terus tiap tahun 🤭 btw suratnya pasti udah ketebak isinya gimana 😊
total 1 replies
komalia komalia
bibit unggul sekali jos langsung jadi hahhaha
komalia komalia
udah semua ku baca
komalia komalia
kasihan juga sama hazel biar bagai mana pun dia tetap ayah nya.dan dia sangat mencintai gwiyomi walau dengan cara yang salah.
komalia komalia
wajah hazel takut nya kalau keluar malah menganggu lagi 20 tahun waktu yang sangat singkat belum lagi potongan tahanan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!