NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul

Status: tamat
Genre:CEO / Janda / Nikah Kontrak / Cerai / Tamat
Popularitas:607.9k
Nilai: 5
Nama Author: aisyah az

Elena Wilson, seorang wanita cantik berusia 28 tahun. Harus mendapati sebuah kepahitan dalam rumah tangganya, dan tepat di hari ulang tahun pernikahannya yang keempat, dia melihat dan menyaksikan dengan kedua mata dan kepalanya sendiri, jika suami dan juga sahabatnya Anna, sedang bercumbu.




"Kalian jahat! Apa salahku padamu, Mas? APA!" teriak Elena dengan deraian air mata.



"Salahnya, kau tak bisa hamil. Dan kau wanita mandul!" jawab Jordi, suaminya Elena.


"Aku tidak mandul, Mas!"


Perselingkuhan itu, membuat Elena menutup hatinya untuk pria manapun. Bayangan-bayang rasa sakit itu masih membuat Elena tak siap untuk membuka hatinya kembali dan menjalin kisah asmara. Aalagi, bukan hanya Jordi saja yang menekannya selama ini, tetapi juga Ibu mertuanya.


Akankah Elena membuka hatinya kembali? Atau, afakah pria yang mampu membuat Elena jatuh cinta kembali?


Simak di sini yuk!!! JANGAN LUPA TEKAN FAV, LIKE DAN KOMEN NYA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Evan

Happy Reading.......

Saat ini Elena dan Ratu sedang makan siang di kantin yang ada di kantor tempat mereka bekerja.

"Kenapa sih, muka Lo kok asem banget kayaknya?" tanya Ratu pada Elena.

"Gue tuh bingung tau nggak Tu, sama bos Gue. Bos Evan kenapa sih dari pagi ketus banget sama Gue? Lo tau nggak, tadi pagi dia bilang apa sama Gue?"

"Ya Mana Gue tahu! Lo kan belum bilang apa-apa sama Gue?" jawab Ratu dengan cuek.

"Iish, Lo malah tambah bikin Gue kesel tau!" kesal Elena sambil mengaduk-aduk minumannya.

Melihat sahabatnya kembali merajuk, Ratu pun terkekeh kecil. "Emangnya ada apa sih? Lo tuh sama Pak Evan kayak Tom and Jerry tahu nggak sih? Dikit-dikit berantem, dikit-dikit akur, heran Gue sama kalian," ledek Ratu. "Jangan-jangan, kalian ini jodoh ya?" timpal Ratu lagi dengan membulatkan matanya.

Mendengar itu mata Elena mendelik, lalu menginjak kaki Ratu sehingga membuat wanita itu meringis kesakitan. "Sakit dodol. Ngapain Lo injak kaki Gue?" protes Ratu.

"Ya, lagian Lo ada-ada aja. Ngapain Lo bilang Gue jodoh sama Pak Evan? Ogah banget Gue jodoh sama es batu kayak gitu?"

"Hush, nggak boleh ngomong kayak gitu. Nanti beneran jodoh loh ... lagian, Lo kesel kenapa sih sama Pak Evan?"

Elena pun mulai menceritakan kejadian tadi pagi kepada Ratu, dan Ratu mendengarkan dengan seksama. Setelah Elena selesai berbicara, Ratu pun manggut-manggut tapi dengan dahi mengkerut.

"Menurut Lo gimana?" tanya Elena meminta saran kepada Ratu.

"Gue juga bingung. Dari yang Lo ceritakan tadi, kok Gue merasa pak Evan itu seperti orang cemburu ya? Dia seakan takut, kalau Lo itu punya hubungan sama pria lain? Atau bener lagi dugaan Gue, kalau pak Evan itu suka sama Lo?" tebak Ratu dengan wajah sumringah.

"Sembarangan ... enggak lah! Lagian Gue juga belum siap buat buka hati lagi untuk pria lain," ucap Elena, setelah itu dia menghabiskan makanannya.

"Udah yuk, sebentar lagi jam masuk kerja udah mau selesai nih, nanti pak Evan keburu datang lagi nyari Gue, dan Guenya nggak ada kan berabe?" ajak Elena sambil berdiri dan membayar makanannya ke arah kasir.

Sesampainya Elena di ruangan miliknya, dia melihat ke arah ruangannya pak Evan dan ternyata laki-laki itu sudah duduk di kursinya sambil melihat ke arah laptop.

"Ck, bener-bener jelangkung. Datang nggak diundang, pergi pun nggak diantar," gumam Elena sambil membuka berkas yang ada di hadapannya.

 

Pulang kerja pun telah usai, saat ini Elena tengah bersiap untuk pulang bersama dengan Ratu. Dia menengok ke arah ruangan Evan sejenak, dan ternyata pria itu juga sedang menatap ke arah dirinya.

Elena pun bergegas keluar dari ruangannya, tetapi telepon di ruangan Elena seketika berbunyi dan mau tak mau Elena pun mengangkat telepon itu, dan ternyata dari Evan.

"Iya Pak, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Elena saat teleponnya tersambung.

"Elena kamu ke ruangan saya sekarang!" titah Evan.

Elena mendengus dengan kesal saat telepon terputus. "Mau apa lagi sih ini Bos? Udah mau jamnya pulang juga!" gerutu Elena.

"Ada apa ya, Pak?" tanya Elena saat masuk ke dalam ruangan Evan.

"Duduk! Saya mau bicara sama kamu," ucap Evan menyuruh Elena duduk di sofa yang ada di ruangan itu.

Elena mengerutkan dahinya, namun dia menurut untuk duduk di sofa. Setelah itu Evan berdiri dan berjalan mendekat ke arah sofa, di mana Elena saat ini sedang duduk.

Elena heran, sebab Evan hanya diam saja, tapi dia juga tidak berani angkat bicara. Hingga beberapa menit kemudian Elena mulai jengah. "Sebenarnya, ada apa Bapak manggil saya ke sini?" tanya Elena, sebab Jam sudah menunjukkan 5.40 sore.

Evan mengangkat wajahnya lalu menatap Elena dengan dalam. "Saya butuh bantuan kamu," ujar Evan sambil menatap kedua mata bening dan bulat milik Elena.

"Bantuan? Bantuan seperti apa, Pak?" bingung Elena.

"Saya mau, kamu pura-pura menjadi pacar saya," pinta Evan. Mendengar itu Elena tentu saja sangat kaget dia membulatkan matanya dengan mulut sedikit menganga.

"Apa! Pacar Bapak? Maksud Bapak, saya jadi pacar bohongan gitu?" Evan mengangguk, mengiyakan perkataan Elena.

"Hanya satu bulan, setelah itu tidak lagi. Saya akan bayar kamu, jadi tenang saja," jelas Evan.

"Maaf Pak, saya tidak bisa! Saya sedang tidak ingin berhubungan dengan laki-laki manapun, apalagi menjadi pacar bohongan Bapak. Sekali lagi saya minta maaf, saya tidak bisa Pak!" tolak Elena sambil berdiri untuk keluar dari ruangan Evan.

"Tunggu! Saya mohon, saya tidak pernah memohon seperti ini kepada orang lain, apalagi sama wanita," jujur Evan dengan nada memohon.

Mendengar ucapan Evan, Elena kembali berbalik lalu menatap pria itu. Dia masih diam mempertimbangkan semuanya. "Apakah ada syarat untuk menjadi pacar bohongan bapak? Jika ada, maaf Pak saya tidak bisa."

Elena sengaja mengatakan itu, sebab dia tidak mau jika nantinya Evan memberi syarat, jika Elena harus begini dan begitu. Dia tidak ingin terjebak dalam sebuah perasaan saat ini.

"Tidak ada! Saya hanya meminta kamu untuk menjadi pacar bohongan saya, berpura-pura di depan Mama saya, agar perjodohan saya yang direncanakan oleh Mama saya itu dibatalkan. Hanya satu bulan, setelah itu saya akan membayar kamu," jelas Evan panjang lebar.

Mendengar penuturan Evan entah kenapa Elena merasa kasihan pada pria berusia 30 tahun itu, karena pria setampan Evan masih dijodohkan oleh orang tuanya. "Saya akan pikir-pikir dulu, Pak. Berikan saya waktu sampai besok," pinta Elena dan langsung dianggap oleh Evan.

"Baiklah, besok saya tunggu jawaban kamu. Sekarang kamu pulang saja, ini sudah mau magrib," ujar Evan.

"Bukan sudah mau Pak, ini sudah maghrib, bahkan sudah jam 06.00. Kalau gitu saya pamit dulu ya Pak, permisi selamat malam."

Elena berjalan keluar kantor, dan ternyata Ratu sedang menunggu dia di lobby kantor, sesampainya Elena di dekat Ratu dia benar-benar sakit telinga mendengar suaranya Ratu yang kelewat seperti kaleng rombeng.

"Zubaedah ... Lo dari mana aja sih? Gue nungguin Lo dari tadi. Kata temen Gue, Lo belum turun dari ruangan? Di WA juga nggak dibales, ditelepon nggak diangkat. Kemana sih Lo?" kesal Ratu dengan wajah ditekuk.

"Iya maaf, itu Gue tadi dipanggil sama Pak Evan sebentar. Ya udah yuk pulang, Gue udah capek banget nih," ajak Elena tanpa menyauti amarah Ratu.

Lalu mereka pun pulang menuju di mana mobil Ratu terparkir, setelah itu mereka meninggalkan kantor. Sementara di lantai 15, Evan masih duduk di sofa sambil menatap lurus ke arah depan. Dia merasa bahagia sebab Elena mau untuk membantunya, walaupun dia juga belum tahu pasti apakah Elena mau atau tidak.

Sehabis pulang makan siang tadi, Evan memang sedang memikirkan rencana untuk membatalkan perjodohannya dengan Natasha. Dia tidak ingin dijodohkan dengan wanita itu, karena melihat dari gerak gerik Natasha, Evan sudah tahu Natasha itu wanita seperti apa. Hingga tiba-tiba ide gila pun muncul di kepalanya.

Dia ingin mengajak Elena untuk menjadi pacar pura-puranya selama 1 bulan, dan entah apa yang ada di pikirannya Evan, tapi hanya itu yang terlintas. Evan berharap jika Mamanya tahu, jika dia sudah mempunyai pacar, maka Mamanya akan membatalkan perjodohan dia dengan Natasha.

"Kalau nanti Elena mau menjadi pacar pura-pura aku, maka aku juga harus memikirkan cara untuk bilang sama Mama, jika nanti aku dan Elena tidak bisa bersama setelah 1 bulan," gumam Evan sambil mengusap wajahnya dengan kasar.

Sesampainya di rumah, Ratu dan Elena langsung masuk ke dalam kamar. Namun, saat Elena menaiki tangga dia berpapasan dengan Rio. Elena menundukkan kepalanya sambil tersenyum, sedangkan Rio hanya berwajah datar dan berjalan menuruni tangga, melewati Elena begitu saja tanpa menyapa wanita itu.

"Heran banget aku, nggak di kantor, nggak di rumah. Kenapa sih, di mana-mana itu banyak es batu? Di kantor ada pak Evan, di sini lebih lagi Es batunya. Haduuh ... kapan hari-hari ku akan terasa indah sih?" gerutu Elena sambil membanting tubuhnya di atas ranjang.

Sementara itu, Rio sebenarnya ingin menyapa Elena. Akan tetapi dia grogi, jadi Rio hanya memasang wajah datar saja. Padahal saat matanya tadi bertabrakan dengan Elena jantung Rio langsung berdebar.

"Nak, kamu hari ini nggak pulang kan?" tanya Tante Astrid pada Rio saat berada di meja makan.

"Enggak Bun! Aku seminggu di sini," jawab Rio.

Mendengar itu tante Astrid tersenyum senang, karena biasanya Rio akan pulang selama dua hari saja, tapi mendengar Rio akan pulang selama seminggu, tentu saja tante Astrid sangat bahagia.

"Gitu dong, kalau bisa sebulan sih? Bunda kan kangen sama kamu. Sekali-kali ambil cuti, jangan nanti ambil cutinya pas kamu nikah aja. Calonnya aja sekarang belum ada?" ledek Tante Astrid pada Rio.

"Iya Bunda, nanti Rio akan ambil cuti terus kita nanti jalan-jalan ya," ucap Rio.

Bersambung..........

1
Eva Nietha✌🏻
Kesel sih .. baru Happy eh d kasih sedih tp mo gmana namanya jg novel suka2 othor deh
Eva Nietha✌🏻
Yes hamidun ..
Eva Nietha✌🏻
🌷
Eva Nietha✌🏻
Klakuan Ana keterlaluan ih
Eva Nietha✌🏻
🤣🤣🤣 dasar Evan
Eva Nietha✌🏻
Uhuy deh ratu
Eva Nietha✌🏻
Asikkk dah bilang cinta lanjut nih perang selimut
Eva Nietha✌🏻
Kocak
Eva Nietha✌🏻
Wah kayany Billy Jd jodoh nya Ratu nih
Eva Nietha✌🏻
Ketemu sm mantan
Eva Nietha✌🏻
Awal kontrak trus Jd beneran deh 😁
Eva Nietha✌🏻
Mulai jatuh 🩷 nih
Eva Nietha✌🏻
Seru lanjut 🌷
Eva Nietha✌🏻
Ada kesempatan .. 😄😄 lumayan
Eva Nietha✌🏻
Semangat Elena
Eva Nietha✌🏻
Merapat
NBF
,
debby harahap
Luar biasa
Dwi Setyaningrum
ya mdh2an Mutia ini bnr2 sahabat yg ga mau menikung sahabatnya sndr kyk si ana ana itu..
Dwi Setyaningrum
sama Rio aja Thor dg pak kapten hehehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!