Memiliki ibu yang selalu sinis terhadap hidup membuat masa kecil Kikan tidak bahagia. Banyak orang memandang hina dirinya. Namun ketika Rey Stinson yang populer dan tampan menjadi pacarnya, Kikan akhirnya punya sesuatu untuk dibanggakan.
Ia pun berusaha keras agar tidak kehilangan Rey, apalagi begitu sadar dirinya hamil. Ketika Rey mencampakkannya, Kikan bersifat agresif. Meski begitu, bukan ia yang menabrak pacar baru Rey. Sayang Kikan tidak bisa membuktikannya.
Belasan tahun mendekam di penjara, Kikan akhir ya dibebaskan. Ia pun kembali ke Kota kecilnya untuk mengenal lebih dekat anaknya yang dibesarkan Rey.
Sebenarnya Rey tidak memercayai Kikan, tapi tekad dan ketegaran hati Kikan perlahan meruntuhkan tembok Rey.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sartikai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 8
Jason menatap ibunya "Bolehkah Aku menanyakan sesuatu?"
"Jason." Rey memanggil nama anak mereka sebagai peringatan, tetapi Kikan mengabaikannya, begitu juga kerutan di kening pria itu.
"Boleh. Sama sekali tidak apa-apa."
"Tidak peduli apapun itu?"
Kikan menelan ludah dengan susah payah. Ia tak mengharapkan berbagai pertanyaan diajukan dalam waktu sesingkat ini. "Tentu saja."
Jason memandang ayahnya, tetapi gejolak batinnya jelas mendorong anak itu untuk tidak memedulikan gelengan kepala Rey. "Apakah kau melakukannya?" tanyanya. "Aku Ingin tahu kebenarannya setelah bertanya tanya selama bertahun tahun ini."
Kikan tidak keberatan Jason bertanya. Ia ingin sekali mengatakan yang sebenarnya. Tapi akan jauh lebih mudah untuk membicarakan soal ini pada saat yang tenang ketika Rey tidak bersama mereka, sebab ia tahu Rey akan meragukan setiap kata yang diucapkannya. Kikan takut Rey bahkan akan mengejek sangkalan dari nya. Kalau tidak mengejek di depannya pasti ketika dia dan Jason sudah di dalam mobil.
Meski begitu, sekarang ketika datang kesempatan untuk memberi tahu Jason bahwa ia tidak bersalah. Kikan harus mengambilnya. Anak anak tidak mau menunggu waktu atau tempat yang tepat, dan jika Kikan melewatkan kesempatan ini, mungkin tidak akan ada kesempatan lain. Tidak seperti ini, ketika anaknya sedang sangat terbuka.
Kikan begitu tergoda untuk meraih lengan Jason, atau melakukan sesuatu yang lain untuk menunjukkan betapa bersemangat dirinya. Namun ia hanya melangkah maju, karena takut mendatangi Jason dengan terlalu mendesak, takut akan membuatnya ketakutan dan menjauh, Kikan berenti dan memelankan suara untuk memberi tekanan. "Aku Tidak melakukannya. Aku bersumpah aku tidak melakukan itu."
"Tapi mom menyetir mobil itu! Kau pasti melakukannya." meskipun terdengar argumentatif, Jason berbicara seakan ingin ibunya membujuk sebaliknya, dan Kikan menghargai itu lebih daripada yang disadari Jason.
"Ada orang lain didalam mobil itu, Jason. Apa kau pernah mendengar tentang ini?"
Jason pasti diberi tahu sedikit - sedikit selama beberapa tahun ini. Tetapi dia bahkan belum lahir ketika pengadilan berlangsung, dan usianya baru sepuluh atau dua belas tahun ketika dianggap cukup dewasa untuk mendengar kejadian itu. Artinya, siapapun yang menyampaikan cerita itu padanya, sangat mungkin telah menyerdehanakan peristiwa yang terjadi lebih dari sepuluh tahun sebelumnya.
"Tidak," kata Jason sambil menggeleng. "Siapa dia?"
Apakah itu artinya Rey begitu yakin Kikan berbohong ketika menyampaikan peristiwa itu pada saat dipengadilan. Apakah dari sudut pandangnya tidak perlu mengungkapkan fakta itu.
Kikan tak tahu, bagaimana lagi menjelaskannya. "Seorang gadis seumuranku, bisa dibilang teman yang sering mengerjakan PR bersama dengan ku," katanya.
"Ibuku mengizinkan membawa mobil tuanya supaya kami bisa pergi kerumah gadis itu sepulang sekolah. Ketika kami melihat Lori sedang berjalan kembali dari sebuah minimarket. Gadis yang ada di mobil bersamaku itu mengatakan kami harus membuat Lori sedikit ketakutan. sesuatu yang dianggapnya sebagai persetujuan ketika melihatku tertawa, mungkin aku mengatakan sesuatu, aku tidak ingat.. Karena tiba - tiba saja dia merebut setir mobil. "
Jakun Jason bergerak gerak ketika menelan ludah. " Orang lain memegang setir? "
" Ya, menurutku dia tak bermaksud membunuh Lori. Dia tak punya alasan untuk mencelakai gadis itu, aku menduga dia mengira aku akan bisa mengendalikan setir itu tepat waktu. Tapi aku tak bisa." Kikan berjengit mengingat kejadian itu." Semuanya terjadi begitu cepat. "
Jason mengangkat salah satu tangannya, meminta Kikan menjelaskannya," Kenapa tidak memberitahukan itu kepada orang lain?"
Sekelompok orang keluar dari arah kafe. Kikan tidak berkata apa- apa sampai mereka tak terganggu. Lalu berkata," Aku sudah berusaha. " Ia mengatakan pada semua orang diruang sidang. Rey tidak hadir pada hari itu, ketika Kikan bersaksi." Tak ada orang yang mau percaya padaku.
Kikan bertanya-tanya bagaimana Rey menerima semua ini, tetapi terlalu takut untuk memandangnya. "Itulah yang sebenarnya, tapi gadis yang semobil denganku menyangkalnya."
"Menurut mom dia berbohong?"
Via Astaria langsung menghilang meninggalkan Kota ini setelah lulus SMA dan tidak pernah muncul lagi. Kikan tahu gadis itu tidak akan pernah kembali. "Ya, dan dibawah sumpah"
"Kenapa dia berbuat begitu?"
"Aku yakin dia takut, dia tak ingin mendapatkan hukuman, seperti hal yang terjadi padaku."
"Jadi dia membiarkanmu yang disalahkan."
"Begitulah."
ininakan membebaskan trauma kamu
kan kuat banget elu
tidak ada waktu untuk bersedih
semua harus dikuat kuatin yaass