Aku sadar siapa diriku karna dari itu biarlah rasa ini tetap di sini ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariz Kopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkemahan
Saptu ini ada acara perkemahan di sekolahan (persami)seperti biasa aku selalu di dapuk menjadi MC.
ada yang menggelitik di tahun ini pembina baru sebut saja namanya kak Ari nie orang bener bener kocak dan suka banget ngusilin aku...
dari pertama ketemu tadi pagi hingga menjelang siang nempel aja sama Anne dan aku
saat aku sedang duduk di depan kelas tiba-tiba dia datang dan mengusap-usap pipi ku sambil berkata
"ihhh gemes gemes gemes..."
"apa'in sihhh kak Ari ..."
jawab ku sambil menepis tangannya jujur saja aku ga pernah di perlakukan seperti itu, apa lagi aku memang selalu jaga jarak sama lawan jenis...
dia masih saja belum berhenti menjaili aku di tarik-tarik ujung jilbab ku dari belakang...
"stopp donk kak Ari"...
nada suaraku agak tinggi juga
"napa sihhh,nkamu tu bengong aja"
"ihhh siapa juga yang bengong..."
"tuhhh .." kak ari menunjuk ke arah lain dan lari dengan mengambil buku yang aku bawa alhasil aku pun lari mengejar dia
mungkin bagi yang ngelihat pasti kami kayak anak kecil yang rebutan mainan ...
dia ketawa puas udah bikin aku ngos-ngosan ngejar dia...
hampir di semua kegiatan aku dapet jatah sama kak Ari dan terpaksa harus pisah dulu sama Anne
sekitar jam 7 malem persiapan untuk acara api unggun
sukur banget Anne bisa gabung sama aku dan kak Ari.
namun ada yang tiba-tiba dateng dan membuat aku canggung yahh MR.W ikut gabung sama kami...
"ngapain juga nie orang enggak lihat aja kayak guru guru yang lain" gumamku lirih...Anne yang dengar langsung menyenggol tangan ku
"Assalamu'alaikum" sapa Anne
"Wa'alaikumsalam boleh gabung" jawab MR.W..
"tentu saja boleh Pak "
jawab kak Ari sambil narik jilbab ku kedepan mungkin dia ngelirik aku yang nunduk aja makanya berusaha ngejaili lagi...
spontan aja aku langsung triak kaget...
bareng kak Ari 1 hari full, aku kayak kembali jadi Afiqah sebelumnya..
"ahhh kak Ari"...
"apa???"
"biasa deh. jangan ganggu napa entar kalau berisik di marahin ama yang laen low"..
jawab ku
"kalian ber 2 tuh dari pagi aku perhati'in berantem mulu ga capek..?"
Anne berkomentar
"siapa yang berantem kami hanya bercanda... iyyaaa kan Fikkk..?"
jawab kak Ari sambil menoleh ke arah ku dan mengangkat tangannya di taruh di bahu ku
aku segera menghindar dan ga sengaja aku menyenggol MR.W yang berdiri tepat di sebelah ku
"sudah-sudah acara sudah di mulai, s
ekarang Afika berdiri samping saya, Anne kamu samping dia"..
MR.W memberi solusi,
aku merasa bukan solusi melainkan penekanan terhadapku.
kami terdiam untuk beberapa sa'at yang cukup lama hingga MR.W tiba-tiba ngomong
"setelah ini mau melanjutkan kemana..?"
"belum tau"..
"koq bisa belum tau"
"saya masih belum bicara dengan keluarga"
"ga lanjut di yayasan sini aja"
"kayaknya gak mungkin"
"kok bisa gitu???
"emmm sulit"
"apanya yang sulit"...
ketika aku mau menjawab kak Ari tiba tiba dateng dan ngajak aku untuk turun ke lapangan...
"ayok kesana.."
sambil menyeret tangan ku, dan aku hanya ikut saja, sempat ku lihat MR.W menatap kami dengan sangat tajam,
setiba di lapangan kak Ari ngajak duduk dan bertanya.
"emang seberapa deket kamu sama guru kamu itu"
"gak deket deket amat biasa aja kayak murid-murid yang lain"
"apa iya, yang aku lihat kamu gugup"
" ahhhh biasa aja"
"jangan bo'ong napa, dia juga terus merhati'in kita, tuh lihat"
kak Ari memberi isyarat dengan matanya akupun menoleh mengikuti,
benar saja MR.W memang sedang memandang ke arah kami
"hemmm...dasar ....dia tuh lagi merhati'in api unggun"
Aku berdiri mau ke tempat Anne,
namun tiba tiba kak ari menarik tangganku membuat aku kepleset dan jatuh di pangkuan nya, aku buru buru berdiri dan membenahi rok ku.
"kak Ari aku ga suka ya kakak ngelakuin kayak gini"
ucap ku sambil meninggalkan dia tapi dia terus membuntuti ku.
"Ann ayok ke tenda aja"
pinta ku sama Anne
"Fikkk...sorry sorry, ayolah.."
triak kak Ari dari belakang kami..
"udah malem aku ngantuk mau tidur"
"please deh..."
ucap kak Ari lagi
"kalau gak mau jangan di paksa"
jawab MR.W
ucapan MR.W membuat aku berhenti berjalan dan menoleh ke arahnya
"sebenarnya apa yang dia mau,aku mencintainya dia persalahkan aku menghindarinya dia mendekat terus aku harus gimana"
gumamaku dalam hati dan terus berfikir...
**dear readerr
mohon kritik dan sarannya**..