Aisyah adalah wanita shalihah yang taat beragama, Setelah lulus dari pondok pesantren, dirinya dipinang oleh Anwar. Lelaki santun, baik dan penyayang.
Di tahun kedua, pernikahannya terpaksa harus kandas karena Anwar menalak dirinya, dengan dalih tidak bisa memberikan keturunan, Anwar tega menceraikannya
Berbagai cara sudah Aisyah lakukan, dari mulai therapist, program kehamilan, dan mengkonsumsi obat-obatan herbal.
Tetapi Allah tetap belum memberikan rejekinya, sampai pada akhirnya Anwar berselingkuh dan memilih menikah dengan Rani (Pelakor)
"Tolong jangan ceraikan aku mas" Aisyah tersungkur di lantai, ia menitihkan air matanya saat melihat Anwar pergi meninggalkan dirinya
Mungkin Allah menguji umatnya sesuai batas kemampuannya.
Akankah Aisyah kuat melihat Anwar lebih memilih wanita lain ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu_Merdeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah paham
Menikah Yang Ke-dua
Chapter 8
Tiba-tiba Farid keluar dari kamarnya, ia sudah berpakaian rapi dengan celana panjang jeans lengkap dengan jaket kulit berwarna hitam.
"Ayo ku antar" ucapnya singkat
Aisyah dan Fina saling memandang, mereka berdua terbengong.
"Kamu ikut juga ya" ucap Aisyah lirih, ada sedikit rasa takut ketika melihat sorot mata tajam Farid
"Oke" kata Fina sambil mengacungkan jari tangannya seperti emoticon oke
"Aku ikut ya kak Farid, tunggu... Aku mu ambil jaket dulu" kata Fina bersemangat,
"Terserah" jawab Farid sambil melipat kedua tangannya di dada.
Fina berlari ke kamar untuk mengambil jaketnya, Aisyah memandangi wajah angkuh Farid dari samping
"Masya Allah... Orang ini memang kelihatan angkuh dan sombong,sangat berbeda dengan mas Anwar yang lembut dan perhatian" gumamnya dalam hati, ia kembali mengingat kenangannya bersama Anwar. Kedua netranya langsung berkaca-kaca, kenapa dibenaknya hanya dipenuhi akan kenangan manis bersama Anwar. Kenangan manis itu seakan memudarkan rasa kebencian akan pengkhianatan Anwar.
"Ayo let's go Ais...!
Kenapa matamu berair Is, apa kakak ku mengatakan sesuatu padamu ?" Tanya Fina, pertanyaan itu menyadarkan Aisyah dari lamunannya.
"Kak Farid kamu apain Aisyah?
Pantas saja kak Farid masih jomblo sampai sekarang, mana ada cewek yang mau sama kakak, mereka semua pada takut sama kata-kata pedas kakak" imbuh Fina nyerocos menyinggung perasaan kakaknya, ia mengira kesedihan sahabatnya adalah ulah kakaknya.
Mendengar makian yang dilontarkan adiknya, ia langsung menatap tajam mata Aisyah yang masih merah berair. Ia marah besar dengan Aisyah, karena ini adalah pertama kalinya adiknya berkata tak sopan padanya. Ia menjudgement pertemanan mereka akan berdampak negatif pada adiknya.
"Kamu...?
Wanita sok polos, nggak usah akting di depan ku. Pakek pura-pura nangis segala. Emang aku ngapain kamu hah...!" Kata Farid geram dengan sifat Aisyah, ia mengira Aisyah berakting untuk mendapatkan perhatiannya
"Kakak ...!
Hentikan...!
Sini kunci mobilnya, biar aku sendiri yang mengantarkan Aisyah" ujar Fina sambil merebut kunci mobil dari tangan kakaknya, ia tak terima teman kecilnya diperlakukan seperti itu oleh kakaknya.
Saat itu Aisyah tak berani menjawab kata-kata pedas Farid, buliran bening yang ia tahan sejak tadi langsung menetes begitu saja.
Fina menarik tangan Aisyah keluar, ia membukakan pintu mobil untuk sahabatnya itu.
"Fin... Kamu salah paham...!
Jangan kekanak-kanakan lah" tutur Farid pada adiknya
Fina tak menggubris perkataan kakaknya, ia langsung masuk ke mobil lalu melajukan mobilnya.
"Iya Fin, kamu salah paham. Aku bersedih bukan karena kakakmu." Akhirnya Aisyah membuka suara, bibirnya tadi terasa kaku, ia tak berani menjawab makian Farid.
"Sudah Is nggak usah bohong, jangan menutupi kejelekan kakakku, dia memang suka berkata kasar seperti itu, dia juga sudah sering menyakiti perasaan ku." Terang Fina tak percaya dengan kejelasan Aisyah
"Fin.. aku nggak bohong, jujur aku tadi teringat sosok mas Anwar. Aku sangat merindukan mas Anwar Fin" kata Aisyah dengan nada menangis, ia merasa bersalah telah menciptakan pertengkaran antara Fina dengan kakaknya.
"Sabar Is, lelaki seperti itu nggak pantes kamu tangisan. Lebih baik kamu lupakan dia, buang jauh-jauh masa lalumu yang menyakitkan itu" terang Fina menenangkan sahabatnya, ia meraih tangan Aisyah, ia genggam untuk menyemangatinya
"Terimakasih ya Fin, kamu harus minta maaf sama kakak mu, dia nggak salah. Aku tadi takut mau meluruskan kesalahpahaman ini" jelas Aisyah meminta Fina untuk secepatnya meminta maaf pada kakaknya.
"Jadi.. ini bukan kesalahan kak Farid, aduh...!
Apa kak Farid sakit hati ya dengan perkataan ku tadi" gumam Fina dalam hati, ada rasa penyesalan tersendiri, ia sadar ini pertama kalinya ia beranu berkata kasar pada kakaknya. Meskipun kakaknya sangat over protektif padanya, ia yakin itu adalah wujud rasa sayangnya pada dirinya, selama ini Faridlah yang sudah melindungi dan memenuhi kebutuhannya. Semenjak kedua orangtua mereka meninggal, Farid yang menggantikan posisi mereka.
"Kenapa kamu diam Fin?" Tanya Aisyah, ia bingung dengan ekspresi wajah Fina
"Itu Is, tadi kata-kata ku kasar banget ya? Aku takut kakakku marah Is, ini pertama kalinya aku bicara kasar padanya" ucapnya menyesal
"Emh.. kamu minta maaf dulu aja Fin, besok aku bantu jelasin ke kakakmu biar kalian nggak salah paham lagi"
"Udah nggak usah dipikirin, biar aku aja yang urus masalah kak Farid. Besok pagi aku jemput ya? Kamu jadi ikut kan besok?"
Fina berencana mengajak Aisyah untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya.
"Iya Fin."
bagi Aisyah itu kesempatan yang baik untuk meluruskan kesalahpahaman kakak beradik itu.
Fina menghentikan laju mobilnya tepat di depan rumah Aisyah. Ia menolak tawaran sahabatnya untuk singgah sebentar karena memang waktu sudah malam cukup malam.
Setibanya di rumah, dia mencari sosok kakaknya. "Akh... Besok saja aku minta maaf sama kakak, dia juga pasti sudah tidur"
Fina melangkah masuk ke dalam kamarnya, hari ini benar-benar hari yang membahagiakan sekaligus menyedihkan. Disatu sisi ia bahagia bisa bercanda ria dengan sahabat lamanya, dan disisi lain ia harus bertengkar dengan Farid karena kesalahpahamanya.
insa alloh ,untik novel yg lain ,pasti mampir 🙏🙏💪💪💪
gk menyusah kan orang ,kelak akan allah gantikan ,di ahirat ntt dengan peria sholeh ..dan gagah perkasa..
ap kmu mampu pertanggung jawab kan di dlm kubur mu.orang yg merebut suami orang dengan nyata ,itu keinginan setan
lagin masih belia bangan gk usah mikir cinta blm waktux pikirkan kesembuhan mu dlu..biar gk merepot kan suami mu ntt x..biar kmux jua bs melayani suami mu
sepenuh x
tunjukan klo kmu bs bahagi walau tampa
nya disisimu ...
.
.dosa besar