Luna Maheswari. Wanita muda yatim piatu, Luna terlahir dari keluarga yang sederhana. Tepat pada saat Luna berusia 18 tahun dia kehilangan kedua orang tuanya. Luna harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri, dengan menjadi karyawan di salah satu Toko Kue yang lumayan terkenal di Ibu Kota. Pada saat berusia 20 Tahun Luna menikah dengan pria yang di cintainya,kini umur pernikahan Luna dan suaminya sudah menginjak usia ke 3 Tahun.Bukan hal yang mudah untuk memperjuangkan rumah tangga-nya hingga ke tahap ini.Banyak sekali kerikil-kerikil yang harus Luna lalui di dalam rumah tangga-nya, air mata , kesabaran dan pengorbanan menjadi hal yang biasa bagi Luna demi mempertahankan pernikahannya.Namun kadang kala di masa depan Luna harus mengambil keputusan demi dirinya sendiri kan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berlari
"Mana laporan yang akan kau tunjukan padaku Joe ? Tanya datar seorang pria.
"Ini Tuan..Semuanya tertulis jelas di sini,saya akan membacakannya Tuan." Jawab Joe,menawarkan diri.Menyerahkan dokumen yang di bawanya untuk Tuannya.
"Tidak...Aku akan membacanya sendiri."Tolak pria arogan itu.
Beberapa saat setelah kecelakaan waktu itu,Alan meminta Joe untuk menyelidiki semua tentang Luna.Sebenarnya Joe sudah memberikan laporan itu,pada waktu Luna masih di rumah sakit.Namun Alan belum mau menerimanya
"Luna Maheswari..." Ucap Alan,setelah membuka dokumen yang di pegangnya.
Di laporan itu tertulis semua tentang Luna,dengan hati-hati Alan membacanya dengan teliti.Memastikan jika tidak ada yang di lewatkannya sedikit pun.Dari laporan itu,Alan dapat mengetahui semua tentang Luna.
Dimana pada saat Luna masih sekolah,kehilangan kedua orang tuannya.Hingga pada saat Luna menikah,konflik yang di hadapi Luna di dalam rumah tangganya pun semuanya tertulis jelas di kertas itu.
Membaca laporan tentang kehidupan Luna,membuat Alan menyeritkan dahinya,kedua tangannya mengepal.Meremas pingiran kertas putih itu.Ada banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya,tapi dengan cepat Alan mengendalikan dirinya ! Wajahnya terlihat datar kembali.
"Wanita bodoh." Batin Alan
Entah mengapa setelah selesai membacanya,kata itu yang pertama kali di ucapkan Alan di dalam hati.Tidak mengerti apapun apa yang di rasakan Luna,tapi dengan mudahnya mengatainya bodoh.Sungguh pria ini sangat arogan kan.
Melihat Tuannya selesai membaca,Joe segera mengucapkan sesuatu,informasi itu baru saja di terimanya.
"Baru-baru ini... Suami Nona Luna telah berselingkuh dengan kekasih masa kecil suaminya.Hal itu di ketahui kedua pihak keluarga pasangan selingkuhan itu." Ucap Joe memberitau,menatap Tuannya.
"Apa Luna Mengetahuinya juga..." Tanya Alan,dengan suara berat.
Mendengar yang di sampaikan asistennya,entah mengapa hati Alan semakin memanas.
" Ya Tuan..Belum lama Nona Luna mengetahuinya." Joe mengangguk mengiyakan.
"Terus pantau mereka dari jauh..Aku ingin tau,apa yang akan wanita itu lakukan." Titahnya tegas,kemudian berdiri dari kursi kebesarannya dan melangkah keluar.
"Apakah Nona Luna berhasil membuat pertahanan hatimu sedikit roboh Tuan ?" Batin Joe dalam hati.
Joe tau,selain wanita yang di cintai Tuannya.Tidak ada yang membuat Alan memperlakukan wanita dengan seperti ini.Semenjak pertemuannya dengan Luna secara tidak sengaja,Tuannya semakin memperdulikan wanita itu.Walaupun Alan tidak terlalu memperlihatkannya.
***
Luna masih setia menunggu kepulangan suaminya,yang dia sendiri bahkan tidak mengetahui kapan suaminya akan kembali dari mengantarkan wanita yang bersamanya.Bermalam dengan suaminya,di kamar miliknya.Memikirkannya membuat Kepala Luna terasa pening,lelah yang di rasakannya.
Dia tidak makan apapun sejak kembali,dia tidak meminum sebutir obat pun untuk luka-lukanya yang masih terasa nyeri.Semua di lupakannya saat mengetahui kenyataan pahit di depan matanya ini.
Apa di masa lalu dia pernah menyakiti seseorang ? lalu mengapa sekarang dia merasa seperti ini ? mengapa harus dia.Luna memejamkan matanya,menyenderkan tubuh lelahnya di sofa.Menghembuskan nafas panjangnya.
"Sejak kapan kau kembali ?"
Suara seseorang yang di kenalnya,membuat Luna membuka matanya.Duduknya menjadi tegak,kedua mata sembabnya menatap sosok yang di depannya.Dalam hatinya merasa bingung,harus bagaimana dia menghadapi masalah rumit ini.
"Kau mencintainya Mas...?" Alih-alih menjawab,Luna melayangkan pertanyaan untuk suaminya itu.
"Luna...Aku."
"Kau mencintaiku kan Mas ?" Luna bertanya lagi,dia tidak membiarkan Rama bicara.
"Kau mencintaiku...Kau juga menghianatiku...Kau menyakitiku Mas..."Isak Luna,sejak dia kembali air matanya terus mengalir.
"Luna..." Lirih Rama,hatinya sesak melihat isak istrinya.Dia tau jika istrinya seperti ini karna dirinya,tapi entah mengapa jauh di dalam hati Rama dia tidak menyesal.
"Kau membawa wanita lain bermalam di kamar kita Mas...Kau bahkan sudah melakukannya lebih dari sekali." Tengorokan Luna seakan tercekat,mengucapkan semua itu.
Deg---
Rama sangat terkejut,mengapa Luna bisa tau tentang itu.Bukankah saat itu Luna sedang tidak ada disini.
"Kau bahkan berselingkuh dariku Luna ." Tuduh Rama,dengan tidak malu Rama mengucapkan itu.
"Apa yang kau lihat saat itu Mas ?" Tanya Luna menatap suaminya,dia tidak percaya.Suaminya masih menuduhnya berselingkuh untuk menutupi kesalahannya.
"Kalau kau bisa berselingkuh..Mengapa aku tidak bisa? itu akan terlihat adil Luna." Rama tersenyum mengejek,seakan hanya dia yang bersalah dan tersakiti.Apa istrinya lupa semua yang terjadi padanya itu karnanya.
Deg---
Semua kata-kata tajam Rama sudah menembus tepat di hati Luna.Wanita itu merasa sudah tidak mengenal suaminya lagi,seakan yang di depannya ini bukan suami yang di cintainya selama ini.
"Jangan merasa seolah kau yang terhianati Luna...Kau bahkan lebih dulu menghianatiku.Aku belum memberimu pelajaran untuk itu." Marah Rama,menginggat perselingkuhan istrinya.Membuat darahnya mendidih.
Rama melangkah mendekati sofa tempat istrinya berada,tangannya memegang kasar dagu istrinya.Membuat Luna meringis kesakitan.
"Kau menyakitiku Mas.." Ucap lirih Luna,dia tidak mengira rumah tangganya akan menjadi seperti ini.
Rama yang dulu bahkan tidak akan mengangkat tangan padanya,tapi sekarang suaminya mulai berbuat kasar padanya.
"Bagian mana tubuhmu...? yang sudah di sentuh pria brengsek itu Luna." Bentak Rama,semakin mengeratkan cengkramannya.Tangan Rama yang lain pun dia gunakan untuk mencengkeram kasar lengan putih istrinya.
"Sakit Mas..."Isak Luna,berusaha berontak.Badannya terlalu lemas untuk melepaskan diri.
"Bagianmana Luna ?" Teriak Rama tidak menghiraukan, istrinya kesakitan.
"Lepas Mas.."Luna memohon,melihat Rama tidak menghiraukannya.Luna menendang junior Rama dengan sisa tenaganya,benar saja tendangan itu membuat Rama meringis dan melepaskan cengkramannya.
"Akhh.." Pekik Rama,memegang juniornya.
"Kau melawanku Luna.." Marah Rama,beraninya Luna menendangnya.
Melihat kesempatan itu,Luna bangkit dan berlari menjauh dari Rama.Suaminya kini sedang marah,dia tidak tau apa yang akan terjadi.Luna berlari menuju pintu keluar.
"Jangan mencoba kabur Luna..."Teriak Rama,berusaha mengejar Luna.Rama tidak bisa berlari kencang karna rasa sakit yang di rasakannya.
Biasanya masalah apapun yang di hadapi Luna,dia tidak akan kabur seperti ini.Mungkin saat ini Luna tidak bisa berfikir jernih,hingga tanpa memikirkannya dengan benar dia berlari keluar rumah.
Dia tidak menghiraukan teriakan suaminya,Luna terus berlari keluar.Halaman rumahnya lumayan luas,berlari tanpa mengunakan alas kaki membuat telapak kakinya lecet.Luna tidak memperdulikan rasa sakitnya,dia hanya terus berlari dan berlari.
Ketika berhasil keluar dari pagar tinggi rumahnya,dia masih berlari tanpa tujuan sama sekali.Nafas yang memburu,air mata terus mengalir,rambut yang mulai basah karna keringatnya.Sungguh tampilan wanita itu sangat memprihatinkan.
Luna berhenti di bawah pohon pingir jalan,dia merasakan tubuhnya semakin lemah.Tidak sangup melanjutkannya lagi,pandangan matanya semakin mengabur dan gelap.Sedetik kemudian tubuhnya jatuh tak sadarkan diri.Sebelum benar-benar pingsan Luna menangkap bayangan seseorang yang menangkap tubuh mungilnya.
TBC