NovelToon NovelToon
Mendadak Menjadi Mama Muda

Mendadak Menjadi Mama Muda

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Van Theglang Town

Sebuah kecelakaan besar membuat hidup Ajeng berubah total. Karena sebuah balas budi dan intrik dari keluarga Demian dan Mahesa dia harus menikah dengan Raka, laki-laki yang diselamatkannya dengan seorang anak kecil.

Ajeng harus terjebak dalam konflik keluarga kaya. Kehadiran Ajeng membuatnya harus menjadi seorang mama untuk anak kecil yang dia selamatkan.

Apakah Ajeng bisa menemukan kebahagiaan dengan menjadi Mama anak itu. Atau dia justru terperangkap masalah dan konflik keluarga kaya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van Theglang Town, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengantar Raka Terapi

Ajeng menghampiri bundanya yang sedang duduk di pelaminan menemani Bang Arya dan Mbak Merry.

"Bun, Ajeng mau nganter Raka dulu ke rumah sakit ya,"bisik Ajeng ke telinga bundanya.

"Oh, ya sudah kalau begitu hati-hati di jalan, tapi kenapa kok pake jas di pinggang?" tanya Bunda heran.

"Kebayaku sobek Bun, nanti aku mau ganti dulu ke toilet pakai baju ganti."

"Ya sudah, kalau sudah beres, hubungi bunda ya!"

"Siap Bun."

Setelah mengganti bajunya dengan setelan mini dress selutut berwarna biru tua dan berlengan panjang bahan brukat berwarna putih. Ajeng pun menyusul Raka dan Gea yang sudah berada di dalam mobil. Raka terlihat sedang menelepon seseorang.

Sepertinya Raka sedang berbicara dengan mamahnya.

"Iya Mah, nanti selesai fisioterapi Raka ajak Ajeng juga ke rumah."

Ajeng langsung naik di kursi samping Raka. Sementara Gea dipangku. Raka kemudian tersenyum puas melihat Ajeng sudah berada di mobil.

"Pak Amin, ayo kita berangkat."

Di perjalanan Ajeng sesekali melihat wajah Raka. Mencoba mencari tahu dan menyelidiki apa segitu terkenalnya Raka. Tapi kenapa dia merasa Raka tidak begitu meyakinkan kalau dia seorang sutradara film. Ajeng mencoba mengingat-ingat apakah dia pernah melihat wajah Raka di televisi di koran, atau di majalah. Menyadari kalau dia sedang di perhatikan Ajeng Raka pun menoleh ke arah Ajeng. Tentu saja itu membuat mereka jadi saling berpandangan. Ajeng pun terpesona dengan wajah Raka yang tampan dan terlihat sangat sempurna. Raka yang melihat Ajeng tak berkedip melihatnya mencoba menjentikkan jarinya di depan matanya. Membuat Ajeng menjadi malu sendiri.

"Segitunya kamu melihat wajah tampan, tenang saja si tampan ini akan menjadi suamimu, jadi kamu bisa melihat sepuasnya nanti"goda Raka sambil mengusak puncak kepala Ajeng.

Ajeng langsung menepis tangan Raka yang mengacak-acak rambutnya dan menjawab, "Tampan dari mana, aku melihat cuma penasaran. Katanya kamu seorang sutradara film, tapi yang aku lihat kamu ini nggak ada tampang-tampangnya seorang sutradara."

"Astagaa, jadi benar kata temanmu tadi kalau kamu memang tidak tahu perfilman, dan para seniman film, pantas saja kita pertama bertemu, kamu cuek cuek saja.Padahal ketemu sama orang yang bukan sembarangan," seru Raka tak percaya dan menyombongkan dirinya.

"Kamu memang bukan orang sembarangan, tapi kamu sembarangan mau nikah sama orang yang tidak kenal," tukas Ajeng.

"Lho, tidak kenal bagaimana. Kan sudah kenal." Raka masih saja membuat Ajeng kesal dengan sikapnya yang bertolak belakang saat Raka pernah tidak setuju dinikahkan dengannya. Namun begitu cepat dia berubah pikiran.

"Orang yang menikah kan bukan harus saling mengenal saja, kan harus juga saling mencintai. Apa kamu mencintaiku?" tanya Ajeng.

"Ya, aku cinta sama kamu,"jawab Raka langsung membuat Ajeng terkejut.

"Kok bisa?"

"Bisalah, buatku cukup satu hari aku bisa jatuh cinta sama perempuan,"jawab Raka enteng.

"Berarti kamu sering jatuh cinta dong sama perempuan?" tanya Ajeng.

"Iyalah," jawaban Raka makin enteng.

"Dasar playboy kelas kakap," umpat Ajeng dalam hati. "Kalau aku bukan cukup sehari ya, butuh setahun, dua tahun bahkan lebih untuk bisa mencintai seorang laki-laki," balas Ajeng.

"Maksudmu, kamu butuh beberapa tahun untuk mencintaiku, gitu?" tanya Raka sedikit menarik sebelah bibir pertanda dia menganggap remeh dan sinis perkataan Ajeng barusan,

"Iyalah."

"Aku berani bertaruh, kalau dalam waktu seminggu. Kamu bakal jatuh cinta padaku,"kata Raka begitu yakin.

Ajeng tertawa mendengarnya. Mana mungkinlah seorang Ajeng dalam kamusnya akan menyukai dan jatuh cinta sama seorang laki laki dalam waktu hanya seminggu.

"Awas loe, nanti kalau beneran jatuh cinta sama aku, aku nanti yang repot," ucap Raka.

"Playboy macam kamu, nggak mungkin lah aku bisa jatuh cinta. Yang ada aku ilfeel bekas pacar banyak orang," tandas Ajeng dengan ekspresi mual.

"Hahahaha ...."

Obrolan tak berlanjut karena Ajeng sepertinya malas. Tak perlu membahas panjang lebar mengenai Raka yang ternyata Playboy cap Kutu. Ajeng kemudian memasang earphonenya dan menyetel kembali musik kesukaaanya. KPOP. Ajeng tidak menghiraukan Raka yang sedang asyik juga memperhatikan Ajeng yang sedang mendengarkan musik sambil manggut-manggut kepala.

♿♿♿♿♿♿♿♿

Di ruang fisiotheraphy, Ajeng menyaksikan Raka yang sedang mendapatkan penanganan dari seorang dokter Fisioterapis yang cantik dan modis. Sepertinya dia seumuran dengan Raka. Ajeng melihat keduanya sambil menemani Gea yang sedang memegang buku dan crayon yang diberikan dokter itu. Namanya Dokter Friska. Selain cantik dan bersahaja, dia sangat ramah dan sopan. Pasti orang yang pernah jadi pasiennya sangat menyukainya. Ajeng memperhatikan Dokter Friska sedang memberikan terapi body sling dengan menggunakan alat semacam tali yang mirip ayunan. Beberapa kali Dokter Friska itu menahan tubuhnya Raka dengan tubuhnya yang aduhai. Ajeng melihatnya sedikit risih, apalagi sepertinya Raka kesenangan tuh disentuh oleh dokter cantik.

"Dasar cowok,"umpat Ajeng dalam hati.

"Tidak sampai dua puluh empat jam dia bilang mencintaiku, tapi sekarang malah genit sama cewek lain."

Entahlah ketika melihat pemandangan seperti itu, Ajeng nampak tidak suka dan merasa jengah. Apalagi Raka sepertinya sangat menikmati momen itu. Beberapa kali dokter Friska tersenyum dan tertawa pelan ketika Raka mengajaknya bicara. Entahlah apa yang Raka katakan pada dokter itu,karena tempat Ajeng duduk adalah ruangan tunggu dimana hanya ada dinding kaca sebagai pembatasnya.

"Mah, iyat deh Gea gambay muka mamah, cantik gak?"kata Gea mengalihkan perhatian Ajeng. Ajeng kemudian melihat gambar yang dibuat Gea. Sebuah gambar coretan yang hanya menampilkan wajah yang tak beraturan khas gambar anak kecil. Gea tersenyum dan berkata, "Cantik banget, Gea pintar sekali gambarnya," puji Ajeng sambil mengelus kepala Gea dengan lembut.

Gea tersenyum sumringah mendengar pujian Ajeng. Kemudian dia membuka lembaran baru yang kosong lagi dan bersiap siap menggambar lagi. Ajeng menatapnya dengan penuh perhatian. Dia pun membayangkan kalau Gea suatu saat sadar kalau dia bukan ibu aslinya. Apakah dia akan bersedih dan terguncang. Anak seusia Gea harusnya tidak boleh mengalami hal hal yang mengerikan dan menyedihkan. Itu bisa berpengaruh dengan perkembangan otak dan psikisnya.

Ajeng kemudian teringat, kalau tujuan awal dia menikah dengan Raka adalah untuk mengurus dan merawat Gea. Tapi apakah itu merupakan jalan yang terbaik untuk Gea dan dirinya. Ajeng saat ini sedang bertaruh dalam situasi ini. Dan taruhannya adalah masa mudanya dan juga hidupnya. Kalau langkah yang diam ambil ini salah, maka dia bisa kehilangan itu semua. Tapi kalau langkah yang dia ambil saat ini tepat, akankah semuanya akan berbahagia.

Daripada melamun dan kembali melihat pemandangan yang buat jengah. Ajeng kembali meraih ponselnya dan membuka aplikasi Youtube. Melihat video video klip para biasnya.BTS. Sebagai Army sebutan fandom BTS, Ajeng cukup sering melihat kegiatan kegiatan mereka di channel Youtube mereka. Cukup menghiburnya di kala dia senggang maupun sedang bosan seperti sekarang. Supaya tidak menganggu Ajeng memakai earphonenya.

------++++-----

Setelah dua jam akhirnya sesi terapi itu selesai. Dokter Friska pun mengatakan kalau kondisi Raka mulai membaik. Sebentar lagi Raka akan kembali bisa menggerakkan seluruh tubuhnya. Hanya saja mungkin untuk bisa berjalan lancar Raka harus sering sering terapi jalan dan latihan.

"Mbak Ajeng bisa kok membantu Raka kalau di rumah dengan mengajak latihan jalan sedikit sedikit," ucap dokter Friska sambil tersenyum.

"Iya bu dokter terima kasih".

Ajeng melihat Raka memberi kode pada dokter itu. Dia melipat tiga jari tengahnya dan menyisakan jempol dan kelingkingnya dan menempelkannya di telinganya.

CALL ME. Ajeng tahu kode itu apa. Orang gila pun pasti tahu apa kode isyarat jari itu. Belum apa apa Ajeng sudah menangkap "red code". Apa Raka ada main sama dokter cantik itu.

Ajeng mengerucutkan bibirnya melihat itu dengan kesal.

"Apa-apaan sih, ganjen banget nih orang. Dan celakanya ini orang akan menjadi suamiku,"gerutu Ajeng dalam hati.

Di mobil Ajeng masih tampak kesal dan memperlihatkan wajah cemberutnya. Setiap Raka bertanya selalu dijawabnya dengan ketus.

Raka hanya terkekeh melihat sikap Ajeng yang nampak tidak biasa itu. Sulit diterjemahkan namun Raka tahu penyebabnya. Dan dia hanya tersenyum puas melihat wajah cemberut Ajeng.

"Pak Amin, antar saya ke rumah, saya mau pulang. Pasti bunda sendirian di rumah. Kan Bang Arya sama Mbak Merry langsung bulan madu ke hotel," seru Ajeng masih dalam mode jutek.

"Baik mbak."

"Lho, kan kamu sudah harus pulang ke rumahku Jeng, ini tadi mamah nelpon wanti wanti supaya kamu hari ini sudah tinggal di sana," protes Raka

"Baju-bajuku masih disana. Lagian aku pengen nemenin Bunda dulu. Gea aku ajak ke rumah," jawab Ajeng tanpa melihat raut muka Raka yang merasa keberatan.

"Ya sudah." Akhirnya Raka mengalah.

"APA GARA-GARA TADI DI RUMAH SAKIT, AJENG MASIH KESAL YA?" Raka hanya bisa menghela napas dan membiarkan Ajeng pulang ke rumahnya.

***Bersambung......

Terimakasih yang sudah like, komen, jangan lupa tekan icon ❤***

Jangan lupa kunjungi cerita saya yang lain yang berjudul "Missing Guy".

Gomawo ...

1
janah bibah
Kecewa
DianaCintaTiara
💯👍🏻
Sandrina
👍
Ruth Khoiriyah
muter2 kemana lagi ceritanya bokin sebel thor hidupmu begitu ya thor
Ruth Khoiriyah
seorang ibuk yg g jelas
Ruth Khoiriyah
kos mestiiii ada peganggu sih thor selalu selalu bikin jengkel aja
Mayang
kyknya ank kk raka deh???
Lj19
jangan mau jeng
Lj19
lebih baik raka jujur di awal, dari pada dengar dari orng lain jdi ajeng tidak tambah kecewa
mungkin dengan raka jujur di awal ajeng akan mengerti tidak salah paham begini
Lj19
moga saja pas ajeng pinsang, bayu gak manfaatin siatuasi, yang membuat konflik tmbah panas 😇
Margaretha Sukmawati
ajeng lo gampang di hasut.seharusnya lo sama raka saling terbuka dan saling menguatkan dlm rumah tangga. lo ajeng nek liat lo. gampang di hasut bayu
mudahlia
hahahah
Muniroh Mumun
nyesek jd Ajeng n Raka ....korban keegoisan klrg besar Raka, kasihan Ajeng tak ngerti apa" jg bukan gila harta .....tp kena imbasnya
Muniroh Mumun
khaaann ...jd Ajeng yg terkesan selingkuuuuh .....g rela aku ......😭😭😭😭😭
Muniroh Mumun
kasihan Ajeng thoor .....kebaikan hatinya ketulusannya di putar balik seperti ini ......sial kali nasibnya Ajeng .....semua org menilai dg harta
Ismu Srifah
ojok d tinggal ajeng ka
Ismu Srifah
suit banget raka lopeyu
Ismu Srifah
jahat juga bayu ternyala lbh licik, berarti rendy juga sama kayak bayu licik terhadap raka
Ismu Srifah
nenek yg gak tau kebahagiaan cucunya itu hanya ajeng seorang
Ismu Srifah
thor bawangnya terlalu banyak yaa..... sampek dada sesak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!