Aku adalah orang yang pernah diusir dari rumahku sendiri, tapi sekarang aku kembali untuk membalas mereka yang pernah menyakitiku.
Tunggu dan lihat, pasti kalian akan merasakan kesakitan.!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon us ahtcOctOha Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saatnya merebut hak milik
Putri kaget saat membuka pintu, karna ada kimberly berdiri didepan rumahnya.
"Haii kak putri! apa kabar? sudah lama gak ketemu? " Sapa kimberly pada putri yang tengah bengong.
"Heii kim!! Seperti yang kamu lihat. kamu sendiri gimana? Kamu sama siapa kesini.? Bukankah kamu baru pertama kali kesini.?" Putri masih bingung.
"Iya.. Aku bersama dia.?" kim menunjuk kebelakangnya.
Kemudian steven muncul dengan setangkai mawar ditanganya, dan memberikanya pada putri.
"Nih, bunga untukmu!" Stev tersenyum memberikan mawar merah itu pada putri.
"Wah.. Mawar! Cantik sekali,,! Wangi lagi." putri menyambutnya dengan mencium mawar itu.
"Iya dong. Ini special untukmu."
"Eh.. Masuk dulu yuk.! Kita makan siang bersama setelah aku masak nanti." Putri menggandeng tangan kim dan membawanya masuk.
"Oke baiklah,, aku mau berkeliling dulu dirumah kak putri, oh iya, kata kak steve ada nenek disini,, dimana dia?"
"Iyaa ada tuh dibelakang, kita samperin yuk?"
Saat kimberly bertemu dengan nenek putri, dia sangat menyukai kim, mereka terlihat begitu akrab,
Hampir tiap hari sehabis pulang sekolah kim selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi nenek. Nenek merasa bahagia mempunyai teman ngobrol seperti kimberly.
_
2 minggu kemudian
Ujian kampus telah usai, pekerjaan diparis ditunda sementara, saatnya putri kembali kejakarta bersama steven, sayangnya kim tidak bisa ikut, karna harus sekolah.
Selagi menunggu penerbangan, stev dan putri berbincang sambil bercanda.
"Sebelum naik, update foto dulu ah di ig. Eh Steve,! kita selfi bentar, mau?"
"Oke.. Mau upload ya?"
"Iya.." Putri mendekat pada stev dan mereka bersua foto dan menguploadnya di medsos milik putri.
Tidak lama kemudian, mereka naik pesawat dan terbang menuju indonesia.
Beberapa jam dalam penerbangan membuat putri bosan dan mengantuk, ia pun tertidur lelap.
Menyadari putri tertidur pulas disampingnya, steven pun meletakan kepala putri dibahunya, dan menutupi tubuhnya dengan jas milik nya.
Keesokan harinya. Pesawat melandas dibandara soekarno hatta, jakarta.
Semua orang mulai turun.begitu juga dengan putri dan stev.
"Huh.. Ahirnya aku pulang kejakarta. Sudah berapa tahun aku meninggalkan kota ini." Ucap putri dengan melentangkan tangan.
"Iya, aku juga, selama kamu disana aku gak pernah pulang kesini, biasanya aku pulang tiap bulan." Sahut steven sembari menarik koper mereka.
"Hei!! Memang nya siapa yang tidak menyuruhmu pulang? kenapa juga kamu gak pulang. Jangan bikin alasanya karna aku ya." Tegas putri geram.
"Haha.. Gak kok put.. Oh iya, gimana persiapan kamu melawan ibu dan saudara tirimu itu."
"Aku udah siapin semuanya, kamu tenang aja." Jawabnya dengan penuh keyakinan.
"Baguslah.. Apa kamu mau kerumahku, aku mau kenalin kamu sama mama."
"Ah.. Aku mau sih, tapi sebelum itu aku mau pulang kerumah paman alex dulu, ada yang mau aku urus."
"Baiklah. Aku antar ya. Nanti malam aku jemput, dinner dirumah aja ya.?"
"Oke."
Mereka berdua berjalan di airport sambil menunggu mobil jemputan steven.
Tidak lama kemudian, mobil itu tiba dihadapan mereka, nampak seorang supir turun dan menyambut steven.
"Selamat datang tuan, mobilnya sudah siap, mau berangkat sekarang?" Ujarnya sembari membukakan pintu mobil.
"Iya.. Sekarang keperusahaan XY dulu ya."
"Baik tuan."
"Put, aku cuma antar kamu ke perusahaan paman alex ya, lagian mereka tidak ada dirumah." Ujar stev tersenyum.
"Gak apa-apa, aku nanti ikut paman alex aja."
"Hmm.. Gadis baik.Steven mendekat dan mengelus kepala putri membuat wajah putri merona."
Setibanya dikantor paman alex, putri menawarkan stev untuk ikut masuk kedalam menemui paman alex, namun stev menolaknya karna harus pergi kekantrnya yang sudah lama tidak ia kunjungi.
Steven pergi meninggalkan putri yang sudah turun dari mobilnya,
Putri pun melangkah masuk ke perusahaan XY.
"Kok sepi ya, kemana mereka? Bahkan penjaganya pun gak ada. Aku langsung ke ruangan kak charlie aja deh." Gerutu putri sembari masuk kedalam lift.
Setelah tiba diruangan charlie, putri juga tidak menemukan siapapun disana.
"Hah.? Gak ada juga! mereka kemana sih.? Apa lagi meeting ya? Baiklah aku akan kesana."
Saat putri membuka pintu ruang meeting, ia dikagetkan dengan sebuah suara ricuh.
"Taadaaa...!!!"
"Selamat datang nona putri..!!"
Ternyata kejutan sudah menanti putri, mereka sudah berkumpul diruangan meeting, hiasan balon memenuhi ruangan, semua orang memberi setangkai bunga untuk putri.
"Selamat datang nak, " Ucap alexander pada putri.
"Paman,,!! Makasih.. Aku kangen sekali sama paman!" Putri berlari memeluk paman alex yang muncul dari belakang kerumunan orang.
"Paman juga kangen sama kamu, sudah lama sekali kamu tidak pulang."
"Iya, maaf paman, putri sangat sibuk." Sahutnya tersenyum sembari melepaskan pelukan pamanya.
"Ohh jadi kamu cuma kangen sama papa doang." TIba-tiba suara itu muncul didekat paman alex.
Putri tidak menyadari bahwa charlie berada disamping paman alex.
"Hah? Kak charlie? Aku juga kangen sama kakak." Putri turut merangkul kakaknya itu.
"Hmm.. Gadis cantik, gimana kabarmu.?"
"Aku baik-baik saja kak, Kakak sendiri gimana?"
"Aku juga baik kok. Kita makan malam bersma nanti ya.?"
"Maaf kak, malam ini gak bisa, aku udah ada janji sama steven."
"Ohh gitu baiklah."
Putri sangat bahagia berjumpa kembali dengan keluarganya, terlebih disambut hangat oleh semua karyawan perusahaan yang begitu ramah.
Malam harinya, stev menjemput putri dirumah paman alex, ia membawa putri kerumahnya untuk makan malam bersama dengan mamanya.
"Mama!! Aku pulang! Lihat siapa yang aku bawa." Stev menggandeng tangan putri membawanya masuk.
"Steven? Kapan kamu pulang nak? mama sangat mencemaskanmu, sudah lama sekali kamu tidak pulang. Eh.. Siapa dia?"
"Haii tante, aku putri, aku temenya steven." Sapa putri dengan ramah.
"Wah, kamu cantik sekali, mari masuk, tante masak dulu ya, nanti kita makan malam bersama."
"Baik tante. Aku bantu ya.?"
"Kamu gadis yang baik, tante sangat bersukur kalau steven menikah sama kamu." Ujar mama stev sembari berjalan kedapur bersama putri.
"Ahh tante bisa aja,, kita gak pacaran kok!" Jawab putri terkekeh.
"Gak apa-apa kalau gak pacaran, kan bisa langsung menikah."
"Ehh.. Em.. Iyaa. Hehe." Sahut putri tersipu malu.
Putri dan mama stev masak bersama, mereka terlihat begitu akrab, setelah masak, mereka makan malam bersama, sesekali stev tersenyum menatap putri.
Diwaktu bersamaan, bianca sedang melihat-lihat ponselnya dengan santai dikursi dalam rumah kontrakanya itu.
"Hah? Putri pulang? Ngapain sih,,? Dia foto bareng steven? Apa mereka sedekat ini? Gak mungkinlah,, mungkin hanya pulang bareng aja, putri kan bekerja diperusahaan steven. Heh.. Fotonya jadi trending..
Emm.. Aku ada ide,, aku akan bikin kalian hancur, kamu gak akan beruntung lagi putri!
Aku akan merebut steven dari kamu? Tapi gimana kalau shine tau ya.? Aku juga udah bohong sama dia kalau sekarang aku udah gak punya rumah lagi. Ahh bodo lah, kalau aku bisa dapetin steven, shine tuh apaan?"
Putri.!! Kamu gak akan menang melawanku, aku sudah merencanakan sesuatu untukmu.. Hehe..
Niat jahat bianca mulai muncul melihat putri bahagia bersama steven, walau dia sudah mempunyai shine, yaitu pacar putri yang ia rebut saat sma dulu.
Keesokan harinya, di perusahaan steven, semua orang sedang ricuh membicarakan putri yang akan datang kekantor steven.
"Ehh.. Kalian tau gak model ternama cheentya lee akan datang kesini bersama ceo kita.!"
"Iya,, kemarin aku udah liat postingan ig nya, trending banget loh!"
"Iya lah, siapa sih yang gak kenal model cantik kelas atas kayak gitu!"
"Ngomong-ngomong, dia kan berasal dari indonesia, disini dia dikenal dengan nama putri."
"Iya, aku juga udah tau kok, dia kan sma nya disini!"
Desas desus mulai terdengar dimana-mana bahwa putri dan steven memiliki hubungan yang special, saat mereka tiba dijakarta sudah banyak wartawan yang mengikuti secara diam diam untuk mengambil potret mereka.
Dan setibanya mereka diperusahaan steven, sudah banyak sekali wartawan dan para fans putri yang menunggu. Sedangkan putri dan steven masih dalam mobil, mereka kebingungan untuk turun, lalu steven menelpon pengawalnya untuk mengawal putri masuk kedalam kantor.
Beberapa menit kemudian, pengawal tiba dan mengawal putri masuk kedalam kantor dengan selamat, teriakan-teriakan histeris dari mereka membuat putri semangat karna banyak yang mendukungnya, sesekali putri memberi kesempatan pada mereka untuk foto bersama walau bagaimanapun dia tidak bisa mengabaikan fans nya.
Beberapa saat berlalu, putri dan stev tengah lelah dan bersantai dalam ruangan stev.
"Fiuh.. Aku gak nyangka fans disini sebanyak ini. " Ucapnya pada steven.
"Iya, itu karna kamu sudah sangat terkenal disini." Sahut stev tersenyum sambil memberi putri segelas air.
"Ini semua berkat bantuan kamu. Makasih ya steve."
"Bodoh,, ini bukan karna aku, tapi karna kamu memang mempunyai kemampuan, kamu itu hebat." Jawab stev tegas.
"Iya deh.. Makasih pokoknya.."
"Put, apa kamu sudah siap untuk pergi keperusahaan papa kamu?"
"Iya. Aku sudah menyuruh paman alex untuk menyiapkan semuanya. Siang ini kita berangkat ya? Aku butuh bantuanmu."
"Baiklah, aku akan menemani kamu."
_
Siang hari pukul 14.00 saat meeting dilaksanakan diperusahan JD group, perusahaan yang pernah dipimpin oleh jordan dorez, papanya putri, yang saat ini sudah diambang kebangkrutan.
Dalam ruang meeting sudah berkumpul pejabat tinggi kantor untuk membahas masalah PHK, karna perusahaan tidak sanggup lagi menggaji karyawannya.
"Selamat siang semuanya, maaf aku terlambat datang!"
Putri memasuki ruangan meeting dengan rasa percaya diri, membuat semua orang tercengang, termasuk ibu tirinya itu.
"Heii.. Kenapa kamu kesini? Siapa yang mengizinkan kamu masuk? " Bentak riana.
"Hmm.. Tidak ada yang bisa mencegahku, termasuk kamu nyonya Riana.!" Jawab putri dengan tegas.
"Omong kosong apa yang kau katakan! aku adalah ceo perusahaan ini! Aku tidak mengizinkan anak ingusan kayak kamu mengikuti meeting penting ini." Ujarnya tersurut emosi.
"Oh ya.!! Mendingan nyonya berhenti dulu bicara. Oke.!!"
Putri melanjutkan misinya. "Selamat siang semuanya, aku adalah cheentya putri mungkin dari kalian ada yang sudah mengenalku ada juga yang belum. Aku adalah anak tunggal dari pasangan alm. Jordan Dorez dan almh. Ventya Putri.
Papaku yang membangun perusahaan ini dengan susah payah sebelum direbut oleh nyonya Riana. Dan sekarang terancam bangkrut." Jelas putri dengan penuh keyakinan.
"Bukankah dia model terkenal dari paris itu ya, tadi pagi anak saya sampai pergi buru buru untuk menemuinya." Ujar seorang karyawan.
"Iya,, anak saya juga gitu, tapi kok disini namanya putri ya."
Bisikan dari karyawan itu sampai ketelinga putri.
"Ehem.. Benar, aku adalah model yang sudah terkenal diberbagai negara, dijakarta aku dikenal dengan nama putri, baiklah sebagai pemegang saham terbesar diperusahaan ini, aku wajib mengikuti meeting penting ini, karna aku juga akan menyampaikan sesuatu pada kalian." Lanjut putri menjelaskan.
"Hei putri!! Ngomong apa kamu? Siapa yang bilang kalau kamu pemegang saham terbesar disini? Tidak ada saham sedikitpun yang kamu milik!" Bentak riana pada anak tirinya itu dengan percaya diri.
"Oh ya.!! Percaya diri sekali kamu bicara seperti itu.? Baiklah akan aku tunjukan sekarang.. Semuanya.!! Silahkan masuk."
Putri memanggil paman alex, charlie dan juga steven yang sudah menunggu diluar untuk masuk keruang meeting.
Riana kaget dengan kedatangan mereka.
"Mau apa kalian datang ke kantorku tanpa diundang?" Riana berdiri dengan emosi yang tinggi.
"Nyonya riana.! Kantor ini bukan lagi milik kamu! " Ucap putri dengan tegas.
"Heh.. Apa maksud kamu! Jelas jelas perusahaan ini semuanya atas namaku!" Tanpa mau kalau, ia turut teriak.
"Oh ya.!! Eemh.. Baik, baik , Akan aku buktikan sekarang.Paman alex, pak agus, silahkan tunjukan berkas yang ada ditangan kalian."
"Baik nak" Ucap paman alex.
"Baiklah semuanya, aku akan memperlihatkan dokumen ini pada kalian, sebelumnya aku sudah mendapatkan surat wasiat dari alm. Tuan Jordan, sebelum dia meninggal, dia sudah menuliskan bahwa seluruh harta dan aset perusahaan akan jatuh kepada putri tunggalnya yaitu nona putri. Dan aku juga sudah menyuruh pengacara handal untuk menangani ini, dan ini adalah dokumen perusahaan JD group, semuanya sudah dipindah atas namakan cheentya putri.
Dan ini sudah ditanda tangani oleh nyonya Riana sendiri. Ini, silahkan kalian lihat dan baca." Penjelasan yang sangat detail oleh paman alex membuat Riana seakan tidak terima.
"Dan satu lagi, agus sudah membantuku dalam banyak hal termasuk menyita rumah nyonya Riana yang dulunya rumah itu juga milik tuan Jordan, dan sekarang sudah atas nama cheentya putri,. Terimakasih banyak pak agus, berkat bantuanmu, aku bisa membantu nak putri."
"Sama sama pak,, ini bukan masalah." Jawab agus dengan menundukan kepala.
Riana terecengang tidak percaya sama sekali dengan apa yang telah terjadi.
•••
BERSAMBUNG
tmbah sayang deh🤗😘😘😘