Luna gadis remaja yang pintar dan ceria diusianya yang terbilang masih muda dia dihadapkan dengan kenyataan keluarga yang berantakan dan ayahnya sakit parah yang membutuhkan banyak uang untuk penyembuhannya, dia mengorbankan segalanya demi kesembuhan sang ayah, sampai merenggut masa depannya. dia bekerja keras demi bisa menghidupi keluarga dan merawat ayahnya seorang diri sampai pada akhirnya yang ia lakukan merubah hidupnya. keputusan yang ia ambil demi ayahnya mengakibatkan banyak hati yang terluka namun ia tetap berusaha tegar untuk melewati semuanya.
dia terpaksa menjual dirinya demi mendapatkan uang untuk biaya operasa ayahnya semua itu bisa terjadi atas bantuan dokter yang menangani ayahnya.
Namun sampai semua itu terjadi dia tak pernah tau siapa lelaki yang sudah membelinya yang pasti lelaki itu sangat tampan. luna berusaha melupakan yang terjadi malam itu dan memulai kehidupan baru tetapi masalalu itu kembali yah lelaki itu muncul dikehidupannya dan itu membuat tak nyaman hidup luna, kehidupan masalalu luna yang kelam benar benar tak ingin kembali dikehidupan nya yang baru, dia tak ingin jika orang lain tahu dan memgambil harta yang berharga yang selama ini dia rahasiakan dari semua orang dia tak ingin kehilangan harta yang ia miliki untuk kedua kalinya. apakah rahasia dan harta yang ia sembunyikan itu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Jubaidah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dalam Pantauan
Luna berhasil lari dari Billy dia terus melangkahkan kakinya dengan cepat menuju mobilnya sesampainya diparkiran tanpa berpikir panjang ia langsung melesatkan mobilnya meninggalkan tempat itu.
"Sial, apalagi ini ya Tuhan, kenapa harus ketemu dengan dia" Lala memukul stir mobil sambil tetap mengendarainya.
"Apa yang harus gua lakuin sekarang gua gak mau berurusan lagi sama orang itu" batin Lala terus bergejola.
******
"Selamat siang, selamat datang di Caffe Lala, ada yang bisa dibantu?" dengan ramah Dika menyambut customer.
"Mas saya mau ketemu sama Luna, salah satu karyawan sini" Tanya adam pada Dika yang kebetulan Saat itu Dika ada di meja kasir.
"Maaf mas setahu saya disini gak ada karyawan yang namanya Luna" jelas Dika pada Adam
"Akkh masa mas, kemaren saya ketemu dia disini dia bilang kerja disini"
"Tapi mas disini gak ada yang namanya Luna"
"Coba mas inget inget lagi deh siapa tau mas lupa" pinta Adam pada Dika.
"Iya mas saya coba ingat ingat dulu, masnya mau pesen makan ?" celetuk Dika sambil nyengir.
"Oh iya saya pesan ini yah" Adam pun membalsa dengan senyumannya.
Tak berapa lam dari luar pintu alala pun datang dan Adam melihatnya.
"Mas itu tuh Luna, dia kerja disini kan" sambil menunjuk Ke arah Lala
"Ohh dia, dia bukan Luna tapi Lala kita disini panggilnya Lala" jelas Dika
"Jadi namanya sekarang Lala, tapi benerkan dia keeja disini?" tanya Adam penasaran
"Dia emang kerja disini tapi dia bukan pegawai seperti kita dia pemikik Caffe ini"
"Hahh yang bener mas?" tanya Adam yang terkejut mendengarnya.
"Kenapa mas gak percaya?" Dika balik bertanya.
"Gak, saya cuman terkejud saya seneng mendengarnya"
"La sini uu, ada yang nyariin nih" Dika melambaikan tangannya.
"Heii Dam udah lama disini?" tanya Luna pada Adam.
"Barusan kok ini lagi pesen makan masnya" jawab Dika menyela pembicaraan mereka
"Hmm nyamber ajah yang ditanya siapa yang jawab siapa" ucap Luna
"akamu baru sampe Caffe ini Lala ?" Adam sedikit meledek dengan memanggil Lala.
"ApasihpPanggil aku Luna ajah gak papa kok"
"Kok gak bilang sih panggilannya ganti" tanya Adam.
"Sama aja Lala atau Luna kamu boleh panggil apa aja" jawab Lala.
"Panggil Lala aja aku juga suka dengan nama lala" Adam tersenyum pada luna dia tak memalingkan pandangannya dari luna.
"Duduk situ yukk sambil nunggu makanan dateng"
"Ayo" merekapun duduk di kursi dekat dengan jendela pemandangnnya terlihat cukup indah mereka bisa melihat taman yang kecil di samping Caffe.
"Muka kamu kenapa La kok kaya kesel gituh?"
"Masa sih, nggak ah biasa aja mungkin karna dijalan terlalu panas jadi capek ajah"
"Yakin gak terjadi sesuatu sama kamu?" tanya Adam mencecer Lala
"Beneran deh aku cuman kepanasan ajah suweeer" jawab Lala sambil mengangkat kedua jarinya
"Oke deh, kakau ada apa-apa jangan sungkan buat kasih tau aku"
"Siap komandan" hahahahaa
"Tega yah La bohong sama aku"
"Bohong apa, aku gak bohongin kamu" jawab lala.
"Hmmm,,, Kemaren bilangnya pegawai ternyata pemilik Caffe ini" Adam begitu gemas tangan Adam mencubit pipi Luna
"Issh malu diliat orang, kaya anak kecil aja"
"Gak papa cuekin ajah mereka, anggap dunia milik kita berdua"
"Dasar yah kamu mulai deh keluar gombalnya"
Luna pun tertawa menanggapi ucapan Adam.
"Aku bangga sama kamu Lun, ekkh La maksudnya"
"Hmmmmm bangga apanya?"
"Kamu bisa hidup dengan baik"
Lala hanya tersenyum mendengar ucapan Adam.
Sini mana hp kamu dari kemaren di tungguin gak ada telpon atau sms dari kamu.
"Ekhh iya maaf aku lupa Dam, aku sedikit sibuk lagi banyak kerjaan" Lala menyodorkan handphonenya.
"Iya gak papa aku paham" Mengambil handphone Lala dan mengetik nomornya di hp Lala kemudian dia miscall dengan Hp Lala.
Mereka cukup lama berbincang sampai waktu menunjukan pukul 02 siang.
"La aku balik dulu kekantor yah jam istirahatnya udah abis dari tadi"
"Kamu gak dimarain kalau istirahatnya lama Dam"
"Nggak aku udah izin tadi keluar agak lama"
"Syukurlah kalau gitu"
"Kamu khawatir yah sama aku" goda Adam pada Lala
"Issh apaan siihhh, udah sana pergi"
"Kamu ngusir nih ceritanya"
"Nggak maksud aku klo kamu cepet balik ke kantor kamu cepet juga selesaiin kerjaannya"
"Ya udah pamit dulu yah, nanti aku telpon"
"Iya hati hati yah"
Merekapun kembali melanjutkan aktifitasnya masing masing dan malam pun telah tiba.
*********
Flashback
Saat Lala berhasil melepaskan diri dan meninggalkan Billy pergi, ia pun langsung mengejar dan membuntuti Lala.
"Hallo Don, siapkan Mobil segera saya tunggu diparkiran" dia menelpon asistennya. Doni adalah asisten sekaligus sahabatnya.
"Oke pak, segera meluncur"
Beberapa lama kemudian.
"Silahkan pak bapak mau kemana biar saya antar"
"Keluar dari mobil saya mau nyetir sendiri"
"Mau kemana pak kelihatannya anda terburu buru"
"Bukan urusan kamu, cepat minggir"
"Baik pak"
"Sementaea handle dulu kerjaan dikantor dan jangan pulang sebelum saya kembali ke kantor, Paham?"
"Baik pak" jawab Doni
Setelah masuk kemobil Billy berlalu melaju dengan cepat meninggalkan Doni.
"Astaga kalau bukan bos gua udah gua tendang tuh bocah, seenak jidatnya ajah jadi orang" Gerutu Doni dalam hati.
Tanpa perlu waktu lama Billy langsung menemukan mobil Lala dia membuntutinya dari belakang dan tak berapa lama mobil Lala berhenti di depan Caffenya.
Dia terus memperhatikan Lala dari dalam mobilnya matanya tak pernah lepas dari pandangannya ke Lala, Namun dia sedikit terkejut saat melihat Lala berbincang dengan seorang lelaki.
"Siapa pria yang bersamanya" Billy mengerutkan alisnya
"Dia terlihat begitu senang bersama pria itu"
Batin nya bicara dia sedikit kecewa karna melihat Lala bersama pria lain dan terlihat bahagia
Tangannya mencekram dengan erat stir mobilnya dia kelihatan marah.
"Siapa pria itu sepertinya tidak asing, tapi siapa yah"
Billy tidak bisa mengenali pria itu karna pria itu membelakangi Billy. Billy terus memperhatikan mereka dari dalam mobilnya sampai dan setelah lelaki itu pergi barulah Bily kembali kekantornya.
"Don keruangan saya sekarang" Billy menelplfon Doni setelah dia sampai dikantornya.
Cekrek suara pintu dibuka.
"Ada perlu apa bapak memanggil saya"
"Cari Tahu tentang LalaCaffe, semuanya tanpa ada yang terlewatkan"
"Untuk apa pak, bapak mau pesen makan disana?"
"Tidak usah banyak bertanya kerjakan saja"
"Baik pak"
"Saya mau info itu sudah saya terima sebelum jam makan malam"
"Baik pak"
"Keluar kamu dari ruangan saya segera laksanakan"
"Baik segera pak"
"Gila nih bocah dipikir gua malaikat apa yang bisa langsung tau info apapun, dasar yah nih bocah kalau bukan karna dia yang ngegaji gua udah gua buat perkedel nih anak"
Gerutu Doni dalam hati sambil berlalu meninggalkan Billy.
Setelah 3 jam lamanya Doni kembaki keruangan Billy
"Bro, ini yang lo minta" melemparkan sebuah dokumen keatas meja Billy
"Berani lu sama gua, mau gua pecat?"
"blBodo amat ini udah bukan jam kerja lagi"
"brengsek Lo" jawab blBilly ketus
"Buat apan sih lu tiba tiba pengen tau Lalacaffe?" tanya doni dengan rasa penasaran yang tinggi
"Bukan Urusan lo" jawab Billy
"Bagusssss, jadi Lalacaffe menyewa ruko kita?" ucap Billy dengan seksama memperhatikan dokumen dokumennya
"Hmmmmm,,, dia nyewa buat sampe 5 tahun kedepan"
"Oke oke sekarang lo bisa pergi gua mau pulang sendiri"
"Sialan ya Lo gak ada terimakasih terimakasihnya amat ama gua.
"Berisik udah sana pergi sebelum gua berubah pikiran, gua juga mau balik besok gak usah jemput gua biar gua bawa mobilnya sendiri"