Janitra Widari Pramudya memutuskan kembali ke Tanah Air. Sebelumnya, ia tinggal di luar negeri selama lima tahun karena melanjutkan kuliah. Orang tuanya telah meninggal dunia sejak enam tahun yang lalu karena kecelakaan.
Janitra akhirnya menerima perjodohan dari Keluarga Syailendra sesuai wasiat mendiang kakeknya. Janitra baru mengetahui ternyata dirinya dijodohkan dengan Kresna Maharaja Syailendra sejak lama. Bagi Janitra, Kresna adalah cinta pertamanya.
Aku mencintainya sederas hujan. Namun, dia memilih untuk membangun tembok setinggi langit~Janitra.
Jangan pernah melangkah jauh menembus batasan yang sudah aku terapkan karena itu percuma saja. Kita menikah bukan karena cinta. Hanya sebatas utang budi keluarga. Aku harap kamu tidak pikun~Kresna.
Simak kisah mereka.💋💋
Mohon dukungannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 - Racikan Bojo
"Waktu itu Gusti Ratu Ayu yang menyiapkannya setiap hari sampai Gusti Kresna menikah,"
"Ibuku?" Kresna mendadak terkejut.
"Leres (benar), Gusti."
"Rendaman dan wedangnya semua ibuku yang nyiapin?"
"Inggih (ya), Gusti. Bahkan beliau melarang kami mengurusi hal itu sampai hari pernikahan. Maaf saya tak memberitahu hal ini pada Gusti. Saya pikir mungkin Gusti Ratu Ayu ingin mengurus putra kandungnya sebelum melepas masa la_jang. Saya kira semua hal yang wajar dan baik-baik saja," tutur Pak Tikno.
Akhirnya, Kresna menyuruh semua orang termasuk Panca untuk kembali ke kamar masing-masing. Rasanya tak mungkin dirinya menggedor pintu kamar kedua orang tuanya malam-malam begini karena tak sesuai tata krama atau adab di dalam Kasepuhan.
Kresna terpaksa menunggu pagi untuk menanyakan hal ini pada sang ibu. Tersiksa sepanjang malam karena tubuhnya merasa tak rileks. Terlebih pikirannya bercabang sejak mendengar kabar kedatangan Dewa kembali ke Tanah Air.
Berusaha memejamkan kedua matanya, namun tetap tak bisa. Alhasil Kresna terus mengacak ranjangnya hingga awut-awutan (berantakan). Lalu, pikirannya mendadak terlintas Janitra.
"Apa dia udah tidur nyenyak malam ini?" batin Kresna.
Ia menghela nafas beratnya sejenak.
"Aku gak bisa tidur di sini. Sedangkan dia pasti udah ngo_rok (tidur pulas)! Dasar menyebalkan!" geram Kresna berkeluh kesah menyalahkan Janitra. Seolah-olah kesialannya yang menimpa dirinya karena setuju menikah dengan Janitra.
☘️☘️
Keesokan paginya.
Pukul enam pagi, Kresna sudah berada di area paviliun utama. Ia berjalan menyusuri selasar di sana untuk menemui ibunya.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Bu Ayu baru saja terlihat keluar kamar bersama Mbok Siti yakni abdi dalem sang ibu. Sedangkan Rama Barata sudah keluar kamar sejak setengah jam yang lalu karena hendak olahraga rutin seperti biasa.
"Ibu!" panggil Kresna dengan setengah berteriak dari kejauhan.
Bu Ayu dan Mbok Siti seketika menoleh ke arah belakang tubuh mereka. Terlihat Kresna berjalan cukup cepat menuju mereka.
"Gusti Kresna," sapa Mbok Siti dengan penuh hormat saat putra mahkota sudah datang mendekat.
"Mbok, bisa tinggalkan aku berdua dengan ibu!" titah Kresna.
"Baik, Gusti."
Sepeninggal Mbok Siti, kini Kresna sedang duduk berdua dengan Bu Ayu dekat taman di paviliun utama. Bu Ayu memilih untuk menyempr0t tanaman kesayangannya dengan obat khusus agar bebas dari hama dan tampak lebih segar.
"Onok opo (ada apa) kamu pagi-pagi sudah cari ibu?" tanya Bu Ayu membuka obrolan.
"Apa benar ibu yang mengurus rendaman mandiku serta membuatkan wedang beberapa hari terakhir ini?" balas Kresna.
"Jadi pagi-pagi begini putra kesayanganku mencari ibunya hanya untuk menanyakan hal ini," cibir Bu Ayu.
"Kata Pak Tikno, semua itu dari ibu. Nopo leres (apa benar)?" tanya Kresna sekali lagi terlihat bersikukuh ingin mendapatkan jawaban dari bibir ibunya.
"Bener," jawab Bu Ayu singkat. "Tapi bukan ibu yang membuat racikannya," imbuhnya.
"Maksud ibu?" tanya Kresna yang belum memahami dengan jelas ucapan Bu Ayu barusan.
Bu Ayu membalikkan tubuhnya guna menghadap Kresna yang sedang duduk di dekatnya. Lalu, ia meletakkan alat penyempr0t tanaman di meja yang ada di depannya.
"Janitra yang membuat racikannya," jawab Bu Ayu.
"Hah, kok bisa dia Bu?" desis Kresna dengan nada suara terkejut bercampur kesal.
"Yo biso toh (ya bisa). Lah wong ibu yang nyuruh dia (kan ibu yang menyuruhnya)," jelas Bu Ayu.
"Huft !! Kenapa ibu menyuruh dia?" cecar Kresna seraya bersungut-sungut. "Di Kasepuhan ini masih banyak abdi dalem yang biasa membuat rendaman mandi dan wedang seperti itu," sambungnya.
"Kamu pasti tau toh beberapa bulan lalu, ibu pergi ke luar negeri bertemu Janitra untuk melamar secara personal sekaligus melaksanakan perjodohan sesuai amanah dari mendiang kakekmu,"
"Hem,"
Bu Ayu pun akhirnya menceritakan pada Kresna bahwa ia sempat tinggal semalam di apartemen Janitra.
Ketika hendak mandi, ternyata Janitra sudah menyiapkan rendaman di bathtub untuk Bu Ayu. Setelah mandi, Janitra pun membuat wedang untuk diminum Bu Ayu. Namanya wedang kayu manis.
Kata Janitra, kesibukannya sebagai mahasiswa kedokteran selama di luar negeri cukup padat. Terlebih Janitra juga sambil bekerja paruh waktu. Otomatis banyak menguras fisiknya.
Wedang kayu manis dipercaya sangat baik untuk tubuh di saat kelelahan. Konon khasiatnya bisa mengembalikan kebugaran.
Walaupun tinggal di luar negeri, Janitra justru sering minum jamu-jamu tradisional dan air putih ketimbang kopi kekinian. Semua ramuan tersebut diracik oleh Janitra sendiri karena wanita itu tinggal di luar negeri tanpa pembantu.
"Kalau boleh ibu tau, kenapa kamu bertanya hal ini? Apa ada masalah, Ngger?"
Seketika Kresna tampak gelagapan (kebingungan) bercampur gugup untuk menjawab pertanyaan ibunya tersebut.
Detik selanjutnya, Bu Ayu baru menyadari ada perubahan fisik yang aneh di wajah Kresna.
"Ngger,"
"Ya, Bu." Sahut Kresna refleks sembari berusaha membuang rasa gugupnya di depan sang ibu.
"Kok ibu perhatikan ada kantung hitam di bawah mripatmu (matamu). Biasane ora ana (biasanya tidak ada)," gumam Bu Ayu seraya menatap intens wajah putranya itu.
Sedangkan yang ditatap, berusaha memalingkan wajahnya. Seakan-akan ia hendak kabur dari pertanyaan sang ibu.
Kantung hitam di bawah mata biasanya terjadi karena beberapa faktor. Namun, paling sering karena orang tersebut kurang tidur.
"Kata abdi dalem, kamu dan Janitra semalam tidur beda kamar karena istrimu lagi datang bulan. Lah terus kantung hitam itu kenapa? Apa kamu gak tidur semalaman karena gagal malam pengantinan sama Janitra?"
Bersambung...
🍁🍁🍁
Mentolo tak kruwes sampai remet.
MBK Fira awas yaa aku ngk relaa kalo sampe si Mayang berhasil naik ke ranjang Gusti kresna😡😡