NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Terjebak.

Jiwa Yang Terjebak.

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kontras Takdir / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Menjalani kehidupan yang cukup sulit akibat terlilit hutang-hutang ayahnya membuat Diva terkadang ingin merasakan bagaimana enaknya menjadi orang kaya. Namun siapa sangka, suatu kejadian yang menimpanya membuat jiwa Diva terjebak dalam raga orang lain, sehingga gadis itu menyadari bahwa tidak semua orang yang terlahir kaya bisa menikmati hidupnya. Semua manusia pasti tercipta dengan sifat dan ujian yang berbeda-beda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7.

"Mau sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini, terus-menerus mengejar cinta lelaki beristri?." Cetus kakak sepupunya pada Erin.

"Sampai aku berhasil mendapatkan Elio." Dengan penuh percaya diri Erin menjawab."Lagipula, Elio sudah sangat jengah pada sikap over posesif Calista selama ini padanya."

"Jengah bukan berarti sudah tidak cinta, bukan." Pria bernama Cristian tersebut kembali menyadarkan obsesi gila adik sepupunya.

Erin menatap kesal pada Cristian.

"Sebenarnya kamu ini sepupu aku atau bukan sih?." Kesalnya. "Seharusnya kamu setuju bahkan membantuku memisahkan mereka, dengan begitu kamu juga bisa mendapatkan Calista." Erin tahu betul bahwa Cristian sudah sejak lama mencintai Calista, hanya saja Calista sangat mencintai Elio dan pada akhirnya berhasil menikah dengan putra sulung dari keluarga Dirgantara tersebut.

"Justru karena aku mencintai Calista makanya aku merelakannya bahagia bersama dengan pria yang dicintainya, berbeda dengan dirimu yang terobsesi pada Elio. Perasaanmu terhadap Elio bukanlah cinta, melainkan obsesi gila, Erin."

Obrolan Cristian dan Erin berakhir saat menyadari kedatangan pelayan yang hendak menyajikan makanan ke meja mereka.

Di meja yang berbeda, Diva mulai memikirkan rencana kedepannya agar mendapatkan izin dari Elio untuk kembali ke kampung halamannya. Di saat otaknya sedang berpikir keras, tiba-tiba Diva mendengar suara seseorang menyerukan nama Calista tepat di sampingnya.

"Hai Calista.....Bagaimana kabarmu?." Diva menoleh ke samping, di mana saat ini seorang pria nampak tersenyum padanya.

"Ya Tuhan....siapa lagi pria ini?." Batin Diva.

"Bagaimana kabarmu, hm?." Saat melihat Calista masih diam saja, pria itu lantas mengulang kembali pertanyaannya, seolah tak peduli dengan keberadaan Elio di sana.

"Alhamdulilah kabar baik." Diva membalas dengan seulas senyum dibibirnya dan hal itu mampu memancing senyum tipis di sudut pria itu. Bagaimana tidak, baru kali ini Calista membalas sapaannya setelah beberapa tahun berlalu. Bukan hanya itu saja, Calista bahkan tersenyum kepadanya.

Berbeda dengan ekspresi pria yang barusan menyapa istrinya, mimik wajah Elio justru berubah seratus delapan puluh derajat. Pria itu melirik istrinya dengan tajam. Diva pun dibuat bingung dengan perubahan pada ekspresi wajah Daddy-nya Elhan tersebut.

"Apa aku salah dalam bersikap pada pria ini hingga sikap tuan Elio berubah seperti ini?." Batin Diva, mencoba menebak alasan dari perubahan ekspresi wajah Elio. Menurut Diva, ia hanya sekedar membalas sapaan pria itu bukannya sampai melakukan hal memalukan, lalu mengapa ekspresi wajah Elio bisa berubah seketika.

"Aku senang dengan perubahan sikapmu ini, Calista. Dan aku harap, kedepannya kamu pun menyadari hal-hal yang hanya akan membuang waktumu."

"Apa maksudmu?." Elio hampir berdiri dari duduknya, tak suka dengan kata-kata pria yang bernama Marvel tersebut. Marvel merupakan sahabat baik Calista sejak duduk di bangku SMA, tetapi hubungan persahabatan keduanya mulai merenggang semenjak Marvel menghajar Elio pada saat mengetahui putra sulung dari keluarga Dirgantara itu telah menghamili sahabatnya. Lebih tepatnya Calista yang menjauhi Marvel, karena pria itu terus menganggap Elio pria breng-sek yang telah menghamili anak gadis orang, tanpa mau menerima kenyataan bahwa semua itu terjadi karena Calista yang dengan sengaja menjebak Elio. Bahkan untuk sekedar membalas sapaan Marvel saja Calista hampir tak pernah lagi. Namun begitu, sebagai sahabat, Marvel tetap menyapa Calista setiap kali tak sengaja berjumpa di sebuah acara. Seperti malam ini contohnya.

Kekesalan dihati Marvel pada Elio sempat meredam saat mendengar Elio akan bertanggung jawab dengan menikahi Calista. Namun, beberapa hari terakhir rasa kesal dihati Marvel kembali terpancing ketika mendengar Calista nyaris kehilangan nya-wanya akibat meminum racun, dan semua itu diakibatkan oleh Elio. Setidaknya, seperti itu informasi yang sampai ke telinga Marvel.

"Santai bro!." Marvel menyungging senyum miring, sebelum sesaat kemudian berlalu begitu saja meninggalkan meja Diva dan Elio.

Kepala Diva tiba-tiba berdenyut nyeri, tak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi sehingga Elio dan pria tadi sampai menunjukkan sikap seolah tak saling suka satu sama lain.

"Sepertinya aku harus lebih banyak mengenal sosok Calista, agar tidak salah lagi dalam bersikap kedepannya nanti." Diva bergumam dalam hati.

Setelah acara selesai, Elio dan Diva serta tamu undangan yang lainnya lantas berpamitan, dan tak lupa memberikan ucapan selamat pada tuan Tama selaku pemilik acara.

Di sepanjang perjalanan kembali ke rumah, Elio lebih banyak diam. Semua ucapan Marvel tadi masih terngiang di telinga Elio dan tentunya ia tak bodoh untuk memahami maksud dari ucapan Marvel.

Setibanya di rumah, Elio langsung menuju kamarnya, begitu juga dengan Diva. Diva berencana menggali lebih banyak informasi tentang orang-orang yang berada disekitar Calista, dengan memanggil pelayan ke kamarnya.

Tak puas hanya dengan menggali informasi dari pelayan rumah, Diva pun memutuskan untuk membaca buku harian milik Calista setelah pelayan pamit meninggalkan kamarnya. Buku harian yang pagi tadi ditemukan oleh Diva di laci nakas Calista.

Jujur, Diva ikut sedih setelah mengetahui perasaan Calista dari torehan tinta yang sengaja di tulis oleh wanita itu di buku hariannya. Ternyata sikap over posesif Calista selama ini dipicu oleh rasa takut kehilangan pria yang sangat dicintainya.

"Rupanya cinta juga bisa membuat seseorang merasakan tekanan batin walaupun hidup dalam kemewahan." Setelah membaca buku harian milik Calista, kini Diva sadar bahwa setiap manusia yang hidup dimuka bumi ini memiliki ujiannya masing-masing, tak peduli kaya ataupun miskin. Hanya bentuk ujiannya saja yang berbeda-beda.

"Ternyata hidup bergelimangan harta tidak serta-merta menjamin kebahagiaan seseorang." Diva kembali bergumam seraya menutup buku harian milik Calista digenggaman tangannya.

"Tok....tok....tok...." Mendengar suara ketukan dari balik pintu kamar, Diva segera mengembalikan buku harian tersebut ke tempat semula.

"Masuk!."

Mendengar seruan Diva, seseorang di balik pintu lantas memutar kenop pintu.

"Mas Elio." Seru Diva, sedikit terkejut, mengingat waktu kini telah menunjukkan pukul dua belas malam. Ada keperluan apa hingga Daddy-nya Elhan datang ke kamarnya pada malam-malam begini? Pertanyaan itu terbesit di benak Diva.

Diva masih memandang pada Elio yang kini telah mendudukkan tubuhnya di sofa, menunggu pria itu mulai berbicara.

"Daddy dan mommy barusan meneleponku. Ternyata mereka telah tiba di tanah air dan saat ini sudah dalam perjalanan ke sini." Ada jeda sejenak, Elio nampak menghela napas. "Pastinya Daddy dan mommy akan marah kalau sampai tahu kita tidak tidur sekamar. Jadi_."

"Jadi apa mas?." Potong Diva.

"Jadi, mulai malam ini kita akan kembali tidur bersama di kamar ini."

Deg.

Diva mulai gelisah, dan kegelisahan itu terlihat dengan jelas oleh Elio.

"Jangan lupa, kita masih suami-istri yang sah dan tidak ada yang salah bila kita kembali tidur bersama, Calista."

"Dan mas juga jangan sampai lupa, setahun yang lalu mas sendiri yang memutuskan untuk tidak tidur sekamar lagi denganku." Balas Diva. Selain dari pelayan rumah, Diva juga baru saja mengetahui tentang hal itu dari buku harian Calista. Ya, Calista mencurahkan semua isi hatinya di dalam buku hariannya, termasuk seberapa hancurnya hatinya saat Elio memutuskan untuk tidak lagi tidur sekamar dengannya.

Elio tercengang mendengarnya. Ia tidak menyangka Calista akan membalasnya dengan kalimat seperti itu.

1
Yallend Mungil
sdh ngk up lg yah thor
Felycia Fernandez
dasar pelakor jalang...
Real ya pelakor banyak gak sadar diri dan gak tau posisi...🤣🤣🤣🤣
Uba Muhammad Al-varo
ternyata Erin musuh dalam selimut,awas kau Erin sebentar lagi kejahatan mu ke Calista terbongkar, tunggulah hukuman berat menantimu
Yallend Mungil
tdk bs di triple bab kah thor... masa 2 or 3 hari up 1 bab saja🤦
Selvia: diusahakan ya syng, soalnya lagi kurang sehat Kemarin makanya nggak update 🙏🙏
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
Elio...... perjuanganmu untuk menaklukkan kembali hatinya Calista, akan lebih berat lagi
Uba Muhammad Al-varo
bagus Diva tunjukkan kepada yang lain, Calista sekarang wanita yang kuat, tangguh, mandiri dan nggak gampang ditindas 💪💪💪
Yallend Mungil
up lg thor
Felycia Fernandez
Saling cinta tapi si suami dan istri tidak pernah deep talk.akhirnya banyak kesalahpahaman.apalagi sikap Elio yang selalu membenarkan Erin,secara tidak langsung sudah membuka celahnya pelakor.dia lupa seburuk apapun seorang istri,tidak harus di ceritakan pada perempuan lain.balik kan ke diri kita sendiri.gimana rasanya istrimu didekati laki laki lain
olip lip
lnjut
Uba Muhammad Al-varo
mulai deh terbongkar satu persatu kelicikannya Erin terhadap Calista yang membuat Calista posesif ke Elio 🤔🤔
Uba Muhammad Al-varo
bagus ceritanya nggak berbelit2 👍👍👌
Felycia Fernandez
makanya kamu jadi suami lebih peka dengan istri bukan dengan perempuan lain,yang sepantasnya disebut jalang.mana ada sahabat perempuan sok dekat gtu dengan sahabat laki laki yang sudah punya istri.
DIFAN2: Halo kak, telah hadir novel "SULUNG" dengan alur cerita yang seru dan emosional, yuk kak mampir.
total 1 replies
Yallend Mungil
up lg thor
Yallend Mungil
ini jalan tuhan kali yah spy diva juga bs merasakan kebahagiaan mendapat perlakuan baik dr org sekitar tdk seperti saat dia masih dlm raga nya
Felycia Fernandez
ya bole la,kan raga nya tetap raga Calista istrinya Elio.
Yallend Mungil
keren ceritanya, apakah nnti diva benar2 mrncintai suaminya calista dan apakah diva bisa ttp sayang dan bertemu dgn ibu kandung nya walau raganya milik calista
Felycia Fernandez
seperti nya begitu🤔
Felycia Fernandez
mewek aku ih 😭😭😭😭
Felycia Fernandez
sukurin,dirundung rasa bersalah kan ma istri sendiri...🤣🤣🤣🤣
Tutik Karlos
lanjut kakk....dag Dig dug ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!