NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7. KUMPULAN ORANG GILA

Keputusan Duke Kael Dravenhart tidak pernah bisa diganggu gugat. Hari itu, Kediaman Duke mengalami pembersihan besar-besaran yang belum pernah terjadi dalam sejarah. Jane, Ron, dan seluruh pelayan yang terbukti ikut campur dalam perundungan atau berkata kasar kepada Putri Virelia langsung diseret ke ruang bawah tanah.

"Hukum mereka dengan siksaan terkeji lalu lemparkan mereka ke tambang," perintah Kael tanpa ampun.

Berdasarkan keputusan langsung dari panglima perang, mereka dicopot dari status pelayan, dijatuhi hukuman cambuk publik di halaman belakang puri, dan langsung dikirim ke tambang garam terpencil di perbatasan utara untuk bekerja sebagai budak seumur hidup.

Kael tidak berhenti di situ. Ia mendatangkan puluhan pelayan baru, pelayan senior yang direkrut langsung dari kuil kesucian, serta satu batalyon ksatria elit pilihan dari garis depan perbatasan utara, pria-pria berbadan tegap, bermental baja, yang terbiasa menghadapi naga es dan monster raksasa tanpa gentar.

Tujuannya satu: memastikan tidak ada satu pun orang yang berani melukai atau merendahkan istrinya lagi.

Namun, Kael lupa memerhitungkan satu hal kecil.

Ksatria paling tangguh dan pelayan paling sabar di seluruh Valdoria itu ternyata harus menghadapi makhluk paling berisik di muka bumi; seorang putri yang sedang mati-matian memertahankan sandiwara gilanya.

Keesokan paginya, kekacauan resmi dimulai di sayap barat.

Di dalam kamar tidur yang kini sudah dibersihkan dan didekorasi ulang dengan kain sutra terbaik, Virelia duduk di atas tempat tidur dengan rambut pirangnya yang sudah disisir rapi dan gaun baru berwarna biru safir. Di hadapannya, berdiri seorang pelayan wanita muda bernama Elaine, salah satu pelayan pribadi baru yang ditugaskan khusus oleh Kael.

Elaine memiliki senyum paling ramah, kesabaran seluas samudra, dan mental sekuat baja.

"Selamat pagi, Yang Mulia Duchess. Hari ini cuaca di luar sangat cerah. Apakah Anda ingin sarapan di taman sambil mengobrol dengan kupu-kupu kerajaan?" sapa Elaine dengan membungkuk hormat penuh keanggunan, membawa nampan berisi teh herbal hangat.

Virelia menyipitkan matanya. Ia menatap Elaine dengan tatapan tajam, lalu mulai memasang akting gilanya. Ia mendengus keras, melompat dari tempat tidur, dan berteriak tepat di depan wajah sang pelayan.

"Kupu-kupu itu mata-mata! Mereka membawa pesan rahasia dari bangsa kodok raksasa di rawa hitam! Cepat ambilkan aku garpu perak dan sepiring sup cacing tanah mentah! Kalau tidak, aku akan meledakkan bantal ini menjadi awan beracun!" teriak Virelia histeris, menunjuk-nunjuk pot bunga di dekat jendela.

Jika itu pelayan lama, mereka pasti akan membentak, ketakutan, atau melaporkannya.

Tapi Elaine? Gadis itu justru mengedipkan matanya penuh binar kekaguman.

"Wah, luar biasa sekali imajinasi Anda, Yang Mulia! Awan beracun terdengar sangat keren! Omong-ngomong, kebetulan juru masak kita baru saja membuat puding berbentuk awan vanila. Apakah Anda ingin saya ambilkan? Oh, dan tentang kupu-kupu itu, haruskah saya siapkan jaring kecil agar Anda bisa menangkap mata-matanya?" seru Elaine tanpa gentar sedikit pun, bahkan bertepuk tangan kecil dengan antusias.

Virelia tertegun. Mulutnya sedikit terbuka. Ia menatap Elaine dengan tatapan hampa.

Tunggu! Kenapa dia malah mendukung khayalanku?! Bukannya dia harus ketakutan atau memanggil tabib?! batin Virelia kebingungan.

Belum sempat Virelia mencerna keanehan pelayan pribadinya, pintu kamar terbuka lebar setelah di ketuk untuk izin masuk.

Dua orang ksatria pengawal berbadan kekar dengan baju zirah lengkap, bernama Philip dan Boran, masuk dengan langkah tegap untuk melaporkan situasi.

Melihat kedua ksatria itu, Virelia langsung berlari ke sudut ruangan, pura-pura meringkuk sambil merobek-robek bantal bulu angsa hingga bulunya berhamburan ke seluruh ruangan seperti badai salju.

"Jangan tangkap aku! Aku adalah ratu awan yang dikutuk! Kalian adalah pasukan bintang berbulu domba! Menjauh!" teriak Virelia dramatis, melemparkan serpihan bantal ke arah Philip dan Boran.

Philip dan Boran saling berpandangan sejenak. Alih-alih menghindar atau menegur, kedua ksatria elit perbatasan utara itu justru langsung mengambil sikap sempurna asal-asalan ala pasukan teater istana.

"Gawat, Kapten! Kita diserang oleh badai salju awan!" seru Boran dengan nada serius yang dibuat-buat, lalu dengan sigap ia membuka helm bajanya dan menggunakannya untuk menampung bulu angsa yang bertebaran.

"Cepat lindungi Yang Mulia Ratu dari serangan bantal awan! Yang Mulia, pasukan bintang telah berhasil kami halau! Apakah Anda memerlukan selimut tambahan untuk melindungi mahkota awan Anda?" balas Philip tidak kalah dramatis. Ia bahkan berlutut hormat di tengah hamparan bulu angsa, lalu mendongak menatap Virelia dengan mata berbinar penuh kesetiaan konyol.

Virelia terduduk di lantai, dikelilingi bulu angsa, dengan mata melotot lebar karena benar-benar kehabisan akal sehat.

Sialan! Kenapa Kael merekrut orang-orang gila untuk menjagaku?! Mereka jauh lebih tidak waras dari pada akting gilaku! Rutuk Virelia dalam hati, kepalanya mendadak pusing tujuh keliling

Puncak dari penderitaan mental Virelia terjadi beberapa jam kemudian di koridor utama puri, ketika ia mencoba melarikan diri dari kawalan super sabar tersebut.

Dengan memanfaatkan kelengahan Elaine yang sedang menyiapkan teh hangat, Virelia menyelinap keluar kamar secara diam-diam. Ia berniat berjalan-jalan sendiri untuk memantau denah puri dan mencari jalur keluar tanpa ketahuan.

Sang gadis berjalan mengendap-endap dengan langkah seringan angin, merasa bangga karena berhasil menipu para pengawal baru.

"Mau ke mana, Yang Mulia?"

Sebuah suara berat mendadak terdengar tepat di belakang telinganya. Virelia terlonjak kaget setengah mati hingga hampir melompat ke langit-langit koridor.

Virelia menoleh ke belakang. Di sana, berdiri Julian, ajudan setia Kael yang membawa setumpuk dokumen tebal di tangannya. Wajah Julian tampak sangat pucat, dengan lingkaran hitam pekat di bawah matanya. Sejak kedatangan Virelia, beban kerja dan tingkat stres Julian meningkat seribu persen.

"Si kacamata empat! Aku sedang mencari pintu menuju dimensi lain! Jangan halangi jalanku, atau aku akan mengubah dasimu menjadi cacing tanah!" ucap Virelia salah tingkah, buru-buru memasang kembali ekspresi kosong khas orang gila.

Julian menghela napas panjang, hela napas terberat yang pernah dikeluarkan seorang manusia dalam sejarah Valdoria. Ia memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri, lalu menatap Virelia dengan tatapan lelah yang teramat sangat.

"Yang Mulia, kumohon, jangan berlarian di koridor tanpa pengawalan. Para ksatria pengawal Anda sedang mencarikan rumput pelangi di halaman belakang sesuai permintaan Anda tadi pagi. Dan Elaine sedang menangis bahagia di dapur karena mengira Anda menyukai puding awannya," kata Julian dengan suara putus asa.

Julian menatap tumpukan dokumen di tangannya, lalu kembali menatap Virelia.

"Menurut laporan pengawal, satu minggu sudah Anda di puri ini. Dan jumlah keonaran, kerusakan properti, serta tingkat stres saya sudah melampaui rekor perang perbatasan selama tiga tahun. Tolonglah kembalilah ke kamar dan tidurlah dengan tenang," lanjut Julian dengan nada datar penuh penderitaan.

Mendengar keluh kesah Julian yang begitu tulus dan mengenaskan, Virelia tiba-tiba merasa sedikit bersalah. Ia menggaruk pipinya yang tidak gatal, merasa kewalahan menghadapi orang-orang di puri ini yang alih-alih menyiksanya, justru memerlakukannya dengan kesabaran tingkat dewa yang sukses membuatnya frustrasi.

"Baiklah, baiklah! Aku akan kembali ke kamar awanku!" geram Virelia dengan suara aslinya yang kesal karena gagal kabur. Ia berbalik badan dengan cepat berlari pergi.

Namun, karena terlalu terburu-buru dan tidak melihat arah depan, tubuh kecil Virelia menabrak sesuatu yang keras dan kokoh bagaikan dinding batu berlapis baja.

BRUK!

"Aduh!" cicit Virelia pelan, kehilangan keseimbangan dan hampir terjungkal ke lantai marmer.

Sebelum tubuhnya menyentuh lantai, sepasang tangan besar yang kuat dan hangat dengan cepat melingkar di pinggang rampingnya, menariknya dengan lembut ke dalam dekapan yang sangat pas.

Virelia mendongak kaget.

Di hadapannya, sangat dekat hingga hidung mereka hampir bersentuhan, berdiri Duke Kael Dravenhart. Pria itu mengenakan seragam militer dengan jubah hitam yang melambai anggun, dan sepasang mata birunya menatap Virelia dengan binar lembut yang mematikan.

Di ujung koridor, Julian yang melihat kejadian itu langsung berbalik badan pura-pura sibuk membaca dokumen sambil berjalan cepat menjauh, tidak sanggup lagi menyaksikan kemesraan atasan di tengah jam kerja yang sibuk.

Virelia membeku. Jantungnya berdegup kencang di luar kendali. Wajahnya yang biasanya dingin dan penuh perhitungan mendadak merona merah padam.

"Hati-hati, Duchess. Kau berlari begitu kencang. Apakah dimensi lain yang kau cari itu ada di dalam pelukanku?" ujar Kael dengan suara baritonnya yang rendah dan serak, begitu dekat di telinga sang gadis. Tangannya masih setia melingkar di pinggang Virelia, memastikan istrinya itu tidak jatuh.

Mendengar godaan telak itu, mata Virelia membelalak lebar. Ia mencoba mendorong dada bidang Kael dengan kedua tangannya, tetapi dekapan sang panglima perang justru semakin mengerat.

"L-Lepaskan aku, Serigala jadi-jadian! Aku sedang sibuk memburu kupu-kupu awan!" protes Virelia dengan suara gugup yang gagal ia samarkan, pipinya semakin merona merah merona.

Kael tersenyum tipis, senyuman hangat yang jarang sekali ia tunjukkan pada dunia luar, namun begitu tulus khusus untuk wanita di pelukannya. Ia mendekatkan wajahnya sedikit lagi, menatap mata Virelia lurus-lurus dengan penuh rasa ingin tahu dan kasih sayang.

"Kupu-kupu awan bisa menunggu. Apa salahnya menyapa suamimu ini dulu," bisik Kael lembut, ibu jarinya dengan perlahan mengusap lembut pipi Virelia yang memerah.

Virelia tertegun. Seluruh pertahanan mentalnya hancur berkeping-keping.

Sebagai pembunuh bayaran, gadis itu terbiasa menghadapi racun, belati, dan ancaman kematian tanpa gentar. Tapi menghadapi serangan gombalan maut dari seorang Duke pahlawan perang yang adalah suaminya? Itu adalah kelemahan terbesar yang sama sekali tidak ada di dalam rencana hidupnya.

"Jadi ayo ikut denganku, kita pergi ke negeri awan," goda Kael.

Virelia memucat dan berdoa agar siapa pun bisa menolongnya dari serigala ini.

1
sweet escape
Waduuuh d kasih seneng2 eh sekrg d kasih tegangnya🫠🫠🫠🫠🥹duke dan duchess😱
sweet escape: 😱 oemji kak wkwkw
total 2 replies
sweet escape
Yang satu sembuh, eh pasien lain tumbuh kembang😂😱😱
Archiemorarty: Iya juga lagi lah 🤣
total 1 replies
Septi Wijaya
akak oThor nih... mereka lagi hangat hangatnya kok dikasi ulet bulu siiichh
Archiemorarty: soalnya ulet bulu ada dimana mana 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
ujian cinta dataaanggg
Archiemorarty: Hahaha 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
lanjuttt dong..
Eli Rahma
wahhh kemajuan nih ..siRatu awan kiss duluan..apa gk jumpalitan tuh si Kael..😅
Archiemorarty: Minta saru kerajaan langsung dikasih kayaknya sama Kael 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
tapiiii senangkaaann...😅
Archiemorarty: Dalam hati mah aghhhh...dia 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
kayak emak² ngomelin anaknya pergi kencan..😅
Archiemorarty: iya juga yak 🤣
total 1 replies
Ayu Padi
keren ..selalu di tunggu Up ny ...💪💪💪
Archiemorarty: Asiap kakak...makasih udah baca ceritanya kak, happy reading sampai akhir cerita ya 🥰
total 1 replies
mimief
pengalaman hidup yg pait
menjadikan aku lebih tegar dan terlihat serba bisa .
siapapun yg selalu didorong kepinggir jurang setiap saat,pastinya mekanisme perlindungan diri nya lebih aktif 🥹🥹
Archiemorarty: Benarrr...😭
total 1 replies
mimief
thats my girl 😍😍😍
Archiemorarty: seketika lagu ini terngiang 🤣
total 1 replies
mimief
aku...pernah baca sebuah komik yg Ampe sekarang berkesan bgt dialog nya
" menjadi seorang perempuan harus serba bisa
bahkan ketika kita memakai gaun yg cantik,kita harus bisa berdiri tegak di dalam sebuah pertempuran."
Archiemorarty: woooo...nice quotes /Angry/
total 1 replies
mimief
nah tu liat jul
ratu awan lu
Elaine mana?
syok ga liat boneka Barbie nya bisa begitu🤣🤣🤨
Archiemorarty: Iya juga yak, lupa masukin adegan Elaine liat majikannya ini sat set 🤣🙄
total 1 replies
mimief
ya ampuun
sweet banget si mereka😍😍
mimief
mulut mu jul..
dah kayak Mak Mak komplek
pas bgt itu🤣🤣
Archiemorarty: Agak nyelekit emang 🤣
total 1 replies
mimief
buahahahahaha..
ga usah malu
bangga donk ah
ajaran siapa itu🤣🤣🤣
Archiemorarty: Kata Varelia : bukan aku 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
uluuhhh...srigala perang ini udah kecanduan pipi si Ratu awan..😅
Archiemorarty: ya kan 🤭
total 3 replies
mimief
hei...anda jangan cuci tangan
gara gara siapa tu woiiii🫣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Pinter kali emang mereka itu 🤣
total 1 replies
mimief
kan kan🫣🤣🤣.cuman Elaine doank yg berani nyela julian🥹🥹🥹
lama lama virusnya akan kah nyampe ke Julian???🤨
Archiemorarty: Bisa jadi ini 😎
total 1 replies
mimief
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🫣
othor.....tolong
kok lebih menjiwai mereka si
aku jadinya percaya sama siapa???
🫣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Jangan percaya sama isi puri Duke, terutama Duke nya sendiri 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!