NovelToon NovelToon
Hamka Putra Arwah Hidup

Hamka Putra Arwah Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih pembalasan

Saat Hengky dan Haikal terus berteriak histeris, Haris keluar untuk memeriksa mereka, pintu kamar yang di kunci membuat Haris tidak tahu apa yang terjadi pada adik adiknya itu, hingga dia memilih untuk memanggil penjaga dan meminta mereka mendobrak pintu itu, karena kunci cadangan juga tidak di pegang Haris.

‎Brak. Brak. Brak.

‎"Astaga tuan muda!" Kaget para penjaga karena melihat Hengky sedang membenturkan punggungnya ke dinding dan itu di lakukan terus menerus sampai bahu Hengky terlihat memar, bahkan dia sedang tidak berpakaian saat itu karena baru selesai mandi.

‎"Ya, ampun Hengky! Apa yang kamu lakukan!" Teriak Haris khawatir.

‎"Kak, ibu perempuan itu terus saja menempel di punggung Hengky kak, tolong minta dia pergi!" Jawab Hengky yang terus di bisiki Icang kalau dia merasa kesepian dan minta di temani.

‎"Tidak ada apapun di punggung kamu Hengky! Berhenti atau punggung kamu akan semakin memar dan terluka!" Balas Haris menarik tangan Hengky dan memeganginya.

‎"Maaf tuan muda Haris, di kamar tuan muda Haikal, dia pingsan dengan kepala berlumuran darah tuan" ungkap seorang penjaga yang mendobrak pintu kamar Haikal

‎"Sial! Hantu itu pasti yang melakukan ini!" Umpat Haris pelan.

‎"Segera panggil ambulans, kita akan bawa mereka ke rumah sakit tempat Ivanka di rawat" perintah Haris

Haris mulai geram dengan hantu yang menyerupai Isma karena menurutnya seharusnya hantu itu hanya mengganggunya saja karena semua yang menimpa Ivanka adalah karena ulah Haris.

‎Hikam dan Sesa yang juga mendengar keributan di depan kamar mereka ikut keluar, keterkejutan mereka tidak bisa di tutupi saat melihat tubuh Haikal yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai kamar mandi di samping bathtub.

"Haikal!" panik Sesa mendekat

‎"Jangan ada yang menyentuhnya! Mungkin kepalanya terluka parah dan hanya petugas medis yang boleh membawanya" ucap Haris saat Hikam akan menyentuh Haikal.

‎"Tapi bagaimana kalau dia kehabisan darah nak?'" tanya Hikam

‎"Ambulans akan segera datang kek, Kakek tidak perlu khawatir" jawab Haris mencoba menenangkan keluarganya meskipun dia juga khawatir pada mereka.

‎"Aakhhhh"

‎"Diam kamu! Aku tidak mau ikut denganmu!" Teriak Hengky yang sekarang berlari ke arah dapur, dia mengambil pisau yang ada di dalam laci penyimpanan dan mulai menusukkan pisau itu ke punggungnya berkali kali.

‎"Haris!" Pekik Sesa ketika melihat apa yang di lakukan Hengky

‎Haris yang masih berada di kamar Haikal langsung berlari ke arah suara diikuti beberapa bodyguard yang berjaga disana. Matanya kembali terbelalak karena melihat adiknya itu sudah berlumuran darah di punggungnya.

‎"Tolong dia Haris! Hengky tidak mau membuang pisau itu" ucap Sesa yang bahkan tidak bisa mendekati Hengky yang sudah berlumuran darah.

‎"Hengky! Hentikan atau kamu akan mati!" Bentak Haris nekat mendekati Hengky dan mengambil pisau yang dia pegang

‎Sesa memberikan beberapa kain bersih yang ada di laci lemari dapur mereka, agar Haris bisa membersihkan darah yang keluar dari punggung Hengky, tapi semaunya percuma saja, darah itu terus mengalir di punggung Hengky tanpa henti.

‎"Hahaha.... Akhirnya dia pergi juga kak" ungkap Hengky sebelum dia tak sadarkan diri.

Bruk.

Haris menangkap tubuh Hengky yang pingsan, dia segera menggendong adiknya itu ke arah sofa ruang keluarga yang sekarang di penuhi darah di punggungnya dan bahu Hengky.

‎"Apa yang sebenarnya terjadi, padahal sebelumnya mereka baik baik saja" gumam Sesa yang terus mengusap rambut Hengky.

‎Bisik bisik para asisten rumah tangga mulai terdengar, mereka mengatakan kalau mungkin arwah Isma marah dan tidak terima putrinya di lukai keluarga itu, dan semua bisik bisik itu bisa di dengar Sesa juga Haris.

‎"Apa benar semua ini karena mereka sudah berdosa pada Ivanka dan Isma, hingga mereka melihat halusinasi Isma yang meneror mereka" gumam Sesa

‎Sementara Haris hanya menatap datar sosok yang sekarang berada di atas plafon rumah besar itu, melayang kesana kemari dengan tawa melengking tapi tidak bisa di dengar siapapun kecuali Haris.

‎Ambulans tiba dan kedua adik kakak itu langsung di bawa ke rumah sakit, Haris juga sudah menelepon Hilman yang memang berada di rumah sakit bersama Jessy untuk mengabarkan kalau dua adiknya sedang menuju ke sana.

‎#####

‎Di ruang rawat Ivanka

‎Jessy masih menangis histeris saat Hilman di amankan Brandon setelah dia mengatakan semua kejadian yang menimpa Ivanka, detail dari sejak mereka tidak sengaja melihat Ivanka lewat di depan mobil mereka dan rencana mereka yang tiba tiba, seketika niat untuk menganiaya Ivanka muncul, dan pencetusnya adalah Haikal dan Hengky.

‎Ivanka yang memang belum mengingat apapun hanya bisa menatap bingung Jessy yang terus memohon padanya agar memaafkan Hilman dan kakak kakaknya yang lain.

‎"Ivanka, tolong maafkan mereka, mama tahu mereka bersalah tapi mama mohon kamu mau memaafkan mereka, maaf kamu itu akan sangat membuat mereka tenang Ivanka" mohon Jessy

‎"Ivanka tidak ingat apapun Tante, dia hilang ingatan, kan Tante juga tahu" ungkap Lucas datar.

‎"Tetap saja, bisakah Ivanka memaafkan mereka meski dia lupa dengan apa yang terjadi padanya?" Tanya Jessy

‎"Saya tidak tahu harus apa Tante, tapi saya tidak mau percaya siapapun sekarang, selain Lucas" jawab Ivanka memeluk Lucas yang tidak dia lepaskan sejak semalam, bahkan saat Lucas ke kamar mandi saja, Ivanka terus menangis histeris di temani perawat.

"‎Mungkin harusnya Tante biarkan Ivanka sembuh dulu, dan kalau anak Tante mau bertanggung jawab atas perbuatannya, biarkan hukum yang mengurus semuanya" ucap Lucas

‎"Benar, kamu benar, anak anak saya dan saya memang bersalah, mereka bersalah karena melukai Ivanka, harusnya dulu saya tidak menolak saat Ivanka ingin pergi dari rumah itu sejak masuk kuliah"

‎"Dengan begitu mungkin Ivanka akan aman dari kebencian anak anak Tante" gumam Jessy menatap lirih Ivanka

‎"Maafkan mama karena tidak bisa menjagamu, kasih sayang mama pada mereka malah membuat mereka semakin berani kurang ajar padamu, maafkan mama" ungkap Jessy.

Entah kenapa kata maaf yang di ungkapkan Jessy terasa menyesakkan di dada Ivanka, entah karena Jessy tidak tulus atau mungkin karena hal lain tapi itu membuat Ivanka ketakutan, dia yang tadinya hanya memeluk Lucas, sekarang mulai membenamkan wajahnya di dada Lucas dengan punggung yang sudah bergetar karena kembali menangis.

‎"Tenanglah, ada aku, aku tidak akan meninggalkan kamu" bujuk Lucas

"Dia terlihat tulus, tapi tidak tulus, aku tidak tahu kenapa tapi aku merasa justru dia senang melihat kondisiku sekarang Lucas" bisik Ivanka masih menangis.

1
Tri Handayani
ah kasihan sekali izhar😇😇😇
Ridwan01: iya kak kasihan dia 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt thor
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt💪
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Ridwan01
Selamat datang di dunia Hamka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!