Kita berdua saling menyayangi, tapi cinta kita hadir di waktu yang salah, kamu masih terikat dengan pertunanganmu.
Ingin aku membuka ikatanmu itu agar kamu bebas, tapi logikaku menolak, karena akan ada hati yang tersakiti.
Biar saja ku simpan cinta ini di dalam hatiku. Aku akan berpura-pura seakan-akan cinta itu tidak pernah ada
-Keizaa-
Alson ingin berpegang teguh pada janji yang telah Alson ucapkan kepada kedua orang tuanya. Untuk tidak mencintai wanita lain selain calon istrinya, Clarissa.
Yang tidak pernah terbayangkan oleh Alson sebelumnya adalah, cinta itu bisa datang kapan saja. Dan hati tidak bisa memilih pada siapa ia akan menjatuhkan pilihannya.
Alson tidak ingin bersikap egois dan merusak jalinan yang sudah ada sejak ia berumur enam tahun. Terlebih lagi ada hati yang akan tersakiti jika ia berpaling pada cintanya.
Biar saja ku habiskan waktu bersama Clarissa, sampai rasa cintaku pada Keizaa memudar dengan sendirinya, walaupun itu terlihat mustahil.
-Alson-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nicegirl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta Sesuatu Darimu
"Oppa, tanganku sakit. Tolong lepasin, aku malu dilihat murid yang lain." rengek Keiza, tapi Alson mengacuhkannya dan tetap menariknya sampai ke mobil.
Setelah Keizaa duduk dan memasang sabuk pengamannya, Alson memutari mobil lalu duduk di belakang kemudi dan langsung menancap gas.
"Kenapa bukan kak Zie yang jemput, katanya hari ini dia yang jemput?" tanya Keizaa, tapi Alson mengacuhkannya, matanya tetap fokus ke jalan raya, membuat Keiza menatap dongkol wajah dingin Alson.
Dan seperti biasanya Keiza menyalakan head unit android mobil Alson, kemudian mengeluarkan ponselnya yang sudah terkoneksi ke head unit mobil lalu menyalakan lagu favoritnya, You"re My Best Friendnya Queen, yang juga menjadi lagu favoritnya Alson.
Biasanya kalau Keizaa mendengarkan lagu ini di mobil, Alson akan ikut Keizaa nyanyi, tapi kali ini dia hanya diam saja, wajahnya masih tetap kencang seperti tadi.
🎶You're my sunshine
And i want you to know
That my feelings are true
I really love you
You're my best friend
Ooh, you make me live🎶
Keizaa tetap nyanyi lagu itu sekencang-kencangnya, sambil sesekali menatap Alson dan mendekati wajahnya untuk menggoda Alson seperti biasanya. Hanya saja kali ini Alson tidak tertawa, ia masih terus mendiamkan Keizaa.
"Oppa satu-satunya sahabat pria yang aku punya, aku tidak pernah dekat dengan pria lain di luar keluargaku. Mereka terlalu takut untuk mendekatiku, dan aku merasa lebih nyaman curhat ke Oppa daripada ke kakak-kakakku. Jadi jangan pernah mengacuhkan aku, atau aku akan cari teman curhat pria yang lain." katanya dengan sedikit mengancam.
Tapi tentu saja kita dekat, kamu kan juga adikku, kamu juga satu-satunya wanita yang dekat denganku di luar keluargaku
Keizaa menghela nafas sambil menyandarkan badannya ke jok mobil, "Aku ingin sekali berinteraksi normal dengan teman-teman priaku. Tanpa mereka melihat siapa aku, jadi mereka tidak akan sungkan denganku dan menjaga jarak dariku. Kadang aku merasa Papi terlalu berlebihan dalam menjagaku." desah Keizaa.
"Apa kamu tidak menyadari apa kesalahanmu kali ini Snow? Apa jadinya kamu kalau tidak ada Keanu dan pengawal Papimu tadi?" tanya Alson dingin, ia masih kesal dengan sikap ceroboh Keizaa yang berani menemui pria playboy seorang diri di taman tersembunyi itu.
"Aku sudah besar, Al. Dua minggu lagi aku genap delapan belas tahun, dan aku sama sekali belum pernah pacaran! Aku ingin seperti teman-temanku yang lain, yang selalu menceritakan pacar-pacarnya. Sedang aku? Bahkan sekedar chat doang saja tidak pernah, mereka terlalu takut pada keluargaku." gerutu Keiza kesal.
"Kamu tidak menjawab pertanyaanku tadi, apa jadinya kamu kalau Keanu dan pengawal Papimu tidak datang?!" Alson mengulang lagi pertanyaannya.
"Aku bisa menjaga diriku, aku baru akan menendang juniornya tapi Keanu keburu datang. Kalau Keanu tidak datang setelah menendang junior Evan aku bisa langsung kabur." jawab Keiza dengan santainya.
"Kalau pria itu bisa beladiri, apa kamu pikir kamu bisa dengan mudah menendang juniornya? Bagaimana kalau dia bisa menghindar dan berhasil mendapatkanmu? Apa kamu rela pria brengsek itu mencium dan menjamah tubuhmu?" geram Alson dan Keiza langsung begidik ngeri membayangkannya.
"Tetap saja, kita mau kemana, Oppa?" tanyanya sambil melihat jalan arah kerumah yang seharusnya belok ke kiri tapi di lewati begitu saja oleh Alson.
"Kita masih harus bicara." jawab Alson singkat.
"Tidak ada lagi yang harus dibicarakan, aku mau pulang."
"Apa kamu mau aku memberitahu Zou tentang masalah ini? Kamu pasti sudah bisa menebak kan apa reaksi Zou nanti, bisa-bisa dia akan menambah jumlah pengawal lagi untukmu. Beruntung Ken masih kasihan padamu jadi dia lebih memilih meminta bantuanku alih-alih kakakmu." gertak Alson.
"Jangan, please." pinta Keizaa dengan wajah memelas, yang selalu berhasil membuat Alson luluh, tidak terkecuali hari ini.
"Baiklah aku tidak akan menceritakannya pada Zou, tapi kamu harus janji tidak akan mengulangi kejadian ceroboh seperti tadi lagi." tegas Alson.
Sambil tertawa lebar tangan Keiza memberi hormat pada Alson, "Siap boss." serunya.
"Sekarang katakan kenapa kamu menolak jadi pacar Evan? Bukannya dia pria incaranmu?" tanya Alson.
Keizaa mengangkat bahunya, "Tidak tahu juga, tapi rasanya berbeda saat dia memintaku jadi pacarnya. Aku jadi tidak menyukainya lagi, malah sekarang aku cenderung membencinya. Aku juga bingung dengan perasaanku sendiri. Apa Oppa pernah merasakan perasaan seperti itu?"
Alson menggeleng pelan, "Aku tidak pernah menyukai seseorang jadi aku tidak tau perasaan macam itu."
"Kalau masalah ini sih kak Zie jagonya, apa julukannya? Casanova milenial, hahaha terdengar konyol sekali."
"Bukan tanpa alasan Zie mendapatkan julukan itu Snow." sahut Alson ringan.
"Memang apa alasannya?!" tanya Keizaa.
Alson mengacak-ngacak puncak kepala Keizaa dengan tangan kirinya, "Lebih baik kamu tidak mengetahuinya."
"Oppa..." rengek Keizaa tapi Alson tetap tidak mau memberitahu alasannya.
"Oppa, apa kamu serius tidak pernah pacaran sekalipun?" tanya Keizaa dan Alson mengangguk, ia menghentikan mobilnya di taman kota di daerah Selatan Jakarta.
"Apa kamu juga belum pernah ciuman sama sekali?" tanya Keizaa lagi, dan sekali lagi Alson mengangguk.
"Waaahh, ternyata kamu lebih mengenaskan daripada aku. Sudah setua itu belum pernah pacaran dan ciuman sama sekali." ledek Keizaa sambil terkekeh pelan.
"Hei, selisih umur kita hanya dua tahun delapan bulan. Memangnya kamu pikir setua apa aku ini?" ujar Alson dengan nada dongkol.
"Becanda, gitu saja baper." ejek Keizaa sambil membuka pintu dan turun dari mobil.
"Kamu mau kemana?" tanya Alson.
Keizaa menundukkan kepalanya untuk bicara ke Alson, "Mumpung di sini, aku mau memutari taman ini. Sudah lama aku ingin jogging di sini tapi tidak pernah kesampaian. Papi selalu melarangku kalau sikembar dan Keanu tidak mau menemaniku." jawabnya sambil tersenyum lalu menutup pintu mobil.
Sambil mengumpat pelan Alson ikut turun, dan menemani Keizaa jalan sore di taman itu.
"Apa bodyguard Papi masih mengikuti kita?" tanya Keizaa.
"Tidak, mereka berbelok ke arah rumah tadi, karena kamu jalan denganku jadi mereka merasa aman."
Di setiap kursi taman ini selalu terisi dengan pasangan muda-mudi yang sedang memadu kasih, tanpa menghiraukan orang-orang yang lalu lalang, mungkin itulah maksud dari dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak.
Keizaa melihat kursi kosong di dekat danau buatan, pasangan yang tadi duduk di sana sudah baru saja beranjak pergi.
Keizaa langsung menarik tangan Alson, "Duduk di sana yuk." serunya, Alson hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah kaki Keizaa.
Mereka duduk bersisian menghadap ke arah Danau, "Kamu mau kado apa dariku?" tanya Alson.
"Bebas, aku selalu menyukai kado-kado darimu. Kamu seperti paranormal saja, selalu tahu apa yang aku mau." jawab Keizaa sambil tersenyum.
Itu karena aku melihatmu menatap lama ke barang-barang itu. Tapi kamu selalu ragu untuk membelinya. Tapi tahun ini aku tidak tahu apa yang kamu inginkan. Karena kita sudah jarang jalan-jalan bareng lagi. gumam Alson dalam hati.
Seperti bisa membaca suara hati Alson, Keiza menatap penuh Alson, "Tapi kalau boleh aku mau meminta sesuatu darimu."
"Apa?" tanya Alson.
"Aku ingin ciuman pertama darimu, utu juga kalau kamu mau." jawab Keizaa sambil tersenyum semanis mungkin.