NovelToon NovelToon
Montir Hati Tuan Muda Arogan

Montir Hati Tuan Muda Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Cintamanis / Fantasi Wanita / Konflik etika / CEO
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Arjuna Adhitama terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah. Uang, kekuasaan, wanita, semuanya tunduk pada kemauannya. Sampai satu malam yang hujan deras, mobil sport mahalnya mogok di jalan sepi yang jauh dari kota. Di tengah kegelapan dan badai itu, harapannya untuk diselamatkan hampir hilang... sampai ada sepeda motor tua melintas dan berhenti.

Pengendaranya adalah seorang gadis muda dengan baju kotor penuh oli, wajah cantik yang setengah tertutup rambut basah, dan senyum jahil yang bikin Arjuna kesal setengah mati. Dia Kirana.

Sejak malam itu, hidup Arjuna tidak pernah sama lagi. Di mana pun dia berada, takdir seolah mempertemukannya terus dengan Kirana. Gadis itu terusik ketenangannya, membuat emosinya naik turun, bikin dia marah tapi sekaligus ingin tahu lebih dalam.

Apa yang terjadi ketika Tuan Muda paling dingin jatuh hati pada satu-satunya wanita yang tidak peduli sama sekali padanya?



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Sisi lain dari Kirana

Siang itu matahari bersinar terik, membuat debu-debu di sekitar Bengkel Pasir tampak berkilauan terkena sinarnya. Suasana biasanya riuh dan ramai, tapi hari ini ada ketegangan samar yang terasa mengganjal. Para mekanik saling pandang dengan wajah cemas, berbisik-bisik pelan seolah takut didengar seseorang.

Arjuna Adhitama, yang hari ini mengenakan kaos oblong dan celana panjang bekas, pakaian "seragam" barunya di bengkel, sedang duduk bersandar santai di dekat pintu masuk, membersihkan tangannya yang penuh oli dengan sepotong kain lap. Matanya terus mengikuti pergerakan Kirana yang sedang sibuk mencatat barang-barang cadangan di gudang belakang.

Seminggu lebih menjadi bagian dari tempat ini, Arjuna mulai paham seluk-beluk dunia bengkel. Dia juga mulai paham satu hal lagi Kirana itu adalah ratu di sini. Semua orang segan, hormat, dan percaya padanya.

Tiba-tiba ketenangan itu pecah seketika.

Suara deru mesin motor besar terdengar mendekat dengan bising dan kasar. Bukan suara satu dua kendaraan, tapi puluhan. Suara knalpot brong yang memekakkan telinga membuat warga sekitar buru-buru menutup jendela atau masuk ke rumah masing-masing.

Dari ujung jalan debu, muncul rombongan motor besar berwarna-warni yang dikendarai oleh puluhan pria bertubuh kekar, berjaket kulit seragam, dengan wajah-wajah yang terlihat garang serta menakutkan. Mereka adalah geng motor terkenal di daerah pinggiran itu, 'Macan Lumpur' kelompok yang dikenal suka memalak, menguasai wilayah, dan tidak segan main kasar.

Mereka berhenti tepat di depan halaman bengkel, mematikan mesin serentak, lalu turun dengan langkah berat dan angkuh. Di depan berjalan seorang pria tinggi besar, berotot, berwajah sangar dengan bekas luka di sisi pipi kirinya. Itu Bos Darto, pemimpin geng tersebut.

Para mekanik di dalam bengkel langsung berhenti bekerja. Wajah mereka pucat pasi. Pak Suryo, pemilik bengkel, langsung keluar dengan wajah ketakutan, tangan gemetar memegang topi lusuhnya.

"Eh ... selamat siang, Bos Darto ... ada apa ya rombongan rame-rame ke sini? Ada yang bisa saya bantu?" sapa Pak Suryo dengan suara bergetar, berusaha tersenyum tapi gagal total.

Bos Darto tertawa keras, suaranya serak dan mengerikan. Dia berjalan masuk melewati gerbang, seolah tempat itu miliknya sendiri. Anak buahnya mengikuti di belakang, bersandar pada motor atau duduk-duduk di meja kerja, menginjak-injak peralatan dengan sembarangan.

"Bantu? Bisa lah, Pak Tua. Kamu tahu kan akhir bulan sudah dekat? Uang keamanan wilayah kami belum masuk nih. Kami butuh dana lebih bulan ini, ada urusan penting. Jadi bayarannya naik dua kali lipat," ucap Bos Darto dingin, matanya melirik ke sekeliling dengan pandangan merendahkan.

Pak Suryo sampai memegang dadanya, wajahnya makin pucat. "D-dua kali lipat?! Bos ... itu terlalu banyak ... pendapatan bengkel ini pas-pasan ... kalau segitu kami tidak sanggup ..."

"NGGAK SANGGUP?!" potong salah satu anak buahnya dengan suara keras, langsung membanting sebuah kunci pas ke lantai sampai berdentang nyaring. "Mau cari masalah ya, Pak Tua? Ingat, siapa yang jaga wilayah ini. Kalau nggak ada kami, bengkel ini sudah rata sama tanah duluan kena perampok!"

Suasana makin menegangkan. Arjuna yang melihat semua itu dari dekat mulai bangkit berdiri. Alisnya berkerut tajam. Aura dingin dan marahnya mulai bangkit. Di dunia bisnisnya, dia tidak pernah takut pada siapa pun, apalagi sekumpulan preman jalanan ini. Dia sudah bersiap melangkah maju, berniat mengusir mereka dengan kekuasaan dan uangnya yang tak terbatas atau kekuatan fisik kalau terpaksa.

Namun, sebelum Arjuna sempat bergerak, sebuah suara renyah, tenang, dan sangat familiar terdengar memecah ketegangan.

"Pak Suryo ... kenapa berisik banget sih? Orang mau ngitung barang jadi enggak fokus nih. Ngapain sih rame-rame di depan pintu? Mau foto bareng ya?"

Semua kepala serentak menoleh.

Dari arah gudang belakang, muncul Kirana. Dia berjalan santai, satu tangan memegang buku catatan tebal, tangan lain memutar-mutar pulpen di jari-jarinya. Penampilannya sama seperti biasa, kaos ngepas yang memperlihatkan lekuk tubuh ramping tapi kokoh, celana jeans panjang, sepatu bot tebal, dan rambut hitam panjang yang diikat kuda asal-asalan. Wajahnya datar, tidak ada rasa takut sedikit pun, malah terlihat agak kesal karena diganggu.

Bos Darto dan anak buahnya tertegun sejenak. Mereka tidak menyangka yang keluar adalah gadis muda cantik berwajah malaikat. Beberapa di antara mereka sampai bersiul pelan, pandangan mata mereka berubah menjadi penuh nafsu dan ejekan.

"Nah, ini dia nih ... bunga desa di sini rupanya," Bos Darto tersenyum miring jahat, berjalan mendekati Kirana dengan langkah lebar dan mengintimidasi. "Selamat siang, Cantik. Kamu yang namanya Kirana kan? Kami sering dengar nama kamu. Katanya kamu jagonya di sini. Pintar ngomong, pintar benerin mesin. Ternyata wajahnya seindah ini ya."

Kirana berhenti berjalan tepat di hadapan pria raksasa itu. Dia mendongak sedikit menatap wajah Bos Darto, lalu menatap bekas luka di pipi pria itu dengan tatapan menilai, seolah sedang melihat cacat pada besi tua.

"Selamat siang juga, Bapak ... Bekas Luka. Ada perlu apa ke sini? Kalau mau servis motor, antre di belakang. Kalau mau cari masalah, cari di tempat lain ya. Kami lagi sibuk," jawab Kirana santai, lalu mau lewat begitu saja.

Hening sejenak. Lalu tawa keras meledak dari mulut anak buah Bos Darto. Mereka menertawakan keberanian gadis kecil ini yang berani memanggil pemimpin mereka dengan sebutan "Bekas Luka".

Bos Darto sendiri berhenti tersenyum. Wajahnya menggelap marah. Dia langsung mengulurkan tangan besarnya, menangkap lengan Kirana dengan kasar dan kuat, menahan gadis itu agar tidak bergerak.

"Kurang ajar! Kau bicara sama siapa hah?! Kau tahu siapa aku?! Aku Bos Darto! Raja jalanan sini! Berani-beraninya kau menghina aku?!" bentak Bos Darto keras, tangannya semakin kuat mencengkeram, membuat Pak Suryo berteriak kaget.

"KIRANA! Jangan kasar sama dia Bos, dia cuma anak kecil!" teriak Pak Suryo panik mencoba menegosiasi.

Arjuna yang melihat pemandangan itu darahnya mendidih seketika. Matanya memerah. Rasa ingin meledak seketika. Dia hampir berlari menerjang Bos Darto itu, tapi langkahnya terhenti saat melihat ekspresi wajah Kirana.

Kirana tidak menjerit. Tidak menangis. Tidak ketakutan.

Wajahnya masih tenang. Sangat tenang. Bahkan, sudut bibirnya sedikit terangkat membentuk senyum miring yang dingin dan berbahaya. Senyum yang belum pernah dilihat Arjuna sebelumnya. Senyum yang sama persis dengan senyum para petarung hebat sebelum menghabisi lawan.

Kirana mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Bos Darto tepat ke dalam, lalu menatap tangan besar yang mencengkeram lengannya itu.

"Mau main kasar ya ..." ucap Kirana pelan, suaranya lembut tapi menimbulkan getaran dingin di udara. "Tangan kotor penuh keringat, bau asap, dan kasar gitu ditaruh di baju aku? Kau tahu kan ... aku benci benda kotor yang menyentuh barang bersih?"

Bos Darto tertegun sedikit karena nada bicara Kirana yang aneh itu. "Kau ... kau mau apa hah?! Minta dihajar ya?!"

"Kau tanya siapa aku?" Kirana mengabaikan pertanyaan Bos Darto, dia malah memiringkan kepalanya sedikit. "Dengar baik-baik ya, Pak Raja Jalanan. Aku Kirana. Orang yang membenci dua hal di dunia ini. Pertama orang yang sok kuasa ... dan kedua orang yang kasar sama perempuan."

Belum sempat Bos Darto memproses kalimat itu, dengan gerakan secepat kilat dan luwes, Kirana memutar tangannya, membalikkan cengkeraman itu dengan teknik kuncian yang sempurna. Di detik berikutnya ...

KRAK!

Suara tulang bergesekan terdengar pelan.

"AAAAARGHHH!!"

Bos Darto meraung kesakitan, tubuh besarnya terangkat sedikit lalu jatuh berlutut ke tanah karena lengannya dipaksa berputar ke arah yang tidak wajar oleh tangan mungil Kirana. Kirana berdiri tegak, tidak mundur selangkah pun, malah menekan punggung tangan Bos Darto ke belakang dengan satu tangan saja, membuat pemimpin preman itu meringis dan tidak bisa bergerak sama sekali.

Semua orang terpaku. Para mekanik ternganga. Anak buah Bos Darto diam dengan mulut ternganga. Pak Suryo menutup mulutnya tak percaya. Dan Arjuna ... Arjuna Adhitama berdiri diam, matanya membelalak lebar, napasnya tertahan.

Dia tahu Kirana lincah. Dia tahu Kirana hebat soal mesin. Tapi ini? Ini kemampuan bela diri tingkat tinggi! Gerakan itu bukan gerakan gadis bengkel biasa. Itu gerakan orang yang sudah berlatih bertahun-tahun, terlatih, dan terbiasa berhadapan dengan bahaya.

"Aduh ... kasihan nih tangannya. Tulangnya sudah mulai berderak-derak nih," ucap Kirana santai, seolah sedang mengomentari suara mesin yang tidak enak. Dia mencondongkan wajahnya ke telinga Bos Darto yang sudah berkeringat dingin menahan sakit luar biasa.

"Dengar ya Bos ... dua kali lipat? Nggak ada. Satu rupipun nggak ada. Kalau mau uang, cari kerjaan halal. Kalau mau main kasar ... ingat baik-baik wajah aku. Karena kalau kau atau teman-temanmu melangkah satu kaki lagi masuk ke sini ... tangan ini yang akan merakit ulang tulang-tulang kalian satu per satu. Paham?"

Nada bicaranya masih sama, santai, renyah, dan ramah. Tapi ancaman di baliknya begitu tajam, begitu nyata, dan begitu menakutkan sampai-sampai Bos Darto mengangguk panik sambil menahan erangan sakit.

"P-Paham! Lepaskan! Lepaskan sialan!"

Kirana melepaskan cengkeramannya dengan kasar. Bos Darto langsung jatuh terguling ke belakang, mengusap lengannya yang memar parah, menatap Kirana dengan pandangan campuran takut dan marah.

"Kau ... kau belum selesai sama kita! Ayo kita pergi!" teriak Bos Darto pada anak buahnya, lalu buru-buru naik ke motornya, melarikan diri secepat mungkin bersama rombongannya. Mereka yang datang dengan angkuh dan sombong, kini pergi dengan ekor di antara kaki, ketakutan setengah mati pada satu gadis kecil.

Suasana hening kembali menyelimuti bengkel. Hanya suara napas lega para pekerja yang terdengar.

Kirana mengibas-ngibaskan tangannya seolah baru saja memegang sampah kotor. Dia menoleh ke arah Pak Suryo yang masih berdiri kaku.

"Nah ... beres deh. Pak Suryo, tolong disapu tuh debu bekas sepatu mereka. Kotor tahu," ucap Kirana santai, lalu berbalik badan mau kembali ke gudang seolah tidak terjadi apa-apa. Namun saat dia berbalik, dia tersentak kaget.

Bersambung ....

1
sunshine wings
Mantap.. gak rugi bacanya.. alur ceritanya hebat..
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
👍👍👍👍👍
❤️❤️❤️❤️❤️
Teh Fufah
seruuuu nihhhh ceritanya...
riniandara: terima kasih kak atas review nya ya
total 1 replies
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga sehat selalu ya. oh ya kalau kalian suka jangan lupa tinggalkan Jejak serta like ya teman-teman. happy reading/Kiss//Heart/
azela
wah makin penasaran apakah mereka akan berhasil. lanjut up Thor kalau bisa doubel ya he he/Applaud//Applaud//Applaud/
riniandara: siap kakak
total 1 replies
riniandara
pasti lanjut baca ya kak happy reading
azela
lanjut author semangat semakin seru aj/Applaud//Applaud//Applaud/
azela
jangan menyerah Kirana ada tuan dingin yang akan mendukungmu
Muft Smoker
ad rahasia apa niih di antara mereka ,, 🤭🤭🤭🤭
azela
akhirnya terbongkar juga, ternyata Kirana itu bukan gadis biasa keluarga mereka juga sangat dekat dulu.
azela
lanjut Thor semakin penasaran aja
Ita Xiaomi
Semangat Kirana.
Ita Xiaomi
Tenang Kirana, Arjuna akan menyayangi dan mencintaimu dgn setulus hati.
Lisa
Ceritanya menarik jg nih 👍
Lisa: Sama² Kak..oke Kak nanti aq review ya
total 2 replies
Lisa
Aku mampir Kak
azela
siapa Kirana? dari percakapan mereka yang penuh teka bisa di pastikan jika Kirana ini bukan gadis biasa/Right Bah!/
azela
lanjut kak semakin penasaran deh
azela
jangan-jangan Kirana ketua mafia/CoolGuy/
azela
/CoolGuy//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
azela
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ita Xiaomi
Menguasai martial arts.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!