Charol Voldemir adalah seorang permaisuri yang kejam di Kekaisaran Behati. Diakhir hidupnya, ia dihukum oleh suaminya sendiri, yaitu Kaisar Rudine Voldemir lantaran menyiksa selir kesayangan raja. Merasa tidak adil, Charol bertobat di depan tiang gantungan. Ia mendapat kesempatan mengulang hidup, tetapi ini bukan yang diimpikan. Kejadian masa lalu tidak seperti gambarannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memecat Pelayan
Aruna Deroza masih berpikir ini mungkin mimpi tidur yang terlalu lama berlangsung saat saudara laki-lakinya mengatakan kalau dia akan dikirim ke akademi kekaisaran.
Surat untuk kepala sekolah serta uang saku juga telah berada di depan mata. Bahkan kakaknya sedang membantu membereskan pakaian serta ikut mengantar ke akademi.
"Kenapa kau malah bengong di situ? Pakaian mana lagi yang harus kau bawa?" tanya Ariel Deroza.
"Kak, apa ini benar? Permaisuri yang jahat itu menyuruhku sekolah di akademi kekaisaran? Ini seperti mimpi," ucap Aruna.
"Jaga ucapanmu, Aruna Deroza. Permaisuri sudah baik hati padamu. Mulai sekarang, hidupmu dan hidupku hanya untuk Yang Mulia Permaisuri Charol Voldemir."
"Maaf, Kak. Sampaikan ucapan terima kasihku kepada Permaisuri Charol."
"Siapkan saja perlengkapanmu selama di asrama. Kita akan pergi dengan pintu teleportasi. Permaisuri sudah memberi uang yang cukup," kata Ariel.
Aruna mengangguk senang. "Baik!"
Setelah berbenah, Ariel dan Aruna berangkat menuju pintu teleportasi. Dengan biaya lima keping emas perorang, mereka bisa tiba di kota Asgard.
Kota yang begitu indah, dihuni oleh pelajar. Pusat pendidikan Kekaisaran Behati. Rata-rata anak dari keluarga bangsawan belajar di sini. Mereka membentuk kelompok sendiri. Ada dari kalangan bangsawan rendah hingga atas.
"Kepalaku pusing," ucap Aruna. Ia baru pertama kali pergi melalui pintu teleportasi.
"Kita istirahat saja dulu."
Sehari setelah beristirahat, Ariel Deroza mengantar Aruna ke akademi. Dengan identitas dari token istana Kekaisaran Behati, mereka diizinkan masuk. Kemudian Aruna menghadap kepala sekolah Peter Bosco.
Surat dari Permaisuri Behati diterima oleh Peter Bosco. Ia membuka gulungan tersebut, lalu membacanya. Peter menggeram, Aruna menjadi takut.
Sudah menjadi rahasia umum jika Peter Bosco sangat membenci Permaisuri Charol. Ini disebabkan karena suatu hal yang tidak dapat Peter ungkapan.
"Bawa Nona Aruna Deroza ke kamarnya dan perlakukan dengan baik," ucap Peter.
"Baik, Tuan."
"Nona Aruna Deroza, selamat datang di Akademi Kekaisaran Behati." Peter menyambutnya dengan tangan terbuka.
Aruna lekas memberi hormat. "Terima kasih, Kepala Sekolah Peter Bosco."
Tiada terkira betapa senangnya Aruna. Ia bisa berkesempatan menjalani pendidikan di tempat para bangsawan belajar. Kabar ini pun didengar oleh Ariel Deroza. Pria itu langsung pulang setelah memastikan adiknya aman. Tugas sebagai pengawal pribadi akan dimulai sekarang.
Sementara di istana, Permaisuri Charol tengah menulis beberapa surat rekomendasi. Uang bulanan permaisuri telah dipangkas. Membayar upah pekerja tidaklah cukup. Jadi, Charol memutuskan untuk memecat beberapa pelayan.
Dahulu, ia sangat senang istananya banyak orang. Itu karena ia kesepian. Tidak ada yang peduli padanya di istana permaisuri. Kaisar tidak menyukainya, bahkan pelayan setengah hati melayani. Bekerja di istana permaisuri hanya mengantarkan nyawa. Charol yang dulu, menghidupkan istananya dengan suara jerit dan tangis penyiksaan.
Charol menyisakan dua pelayan pribadi, dua tukang cuci, dua koki, dan dua pelayan yang mengurus istana. Kemudian satu pengawal pribadi. Itu saja sudah cukup. Istana permaisuri tidak akan pernah didatangi oleh bangsawan lain, bahkan menghadiri pesta teh yang dibuatnya saja nona maupun nyonya bangsawan sangat takut.
"Di masa lalu, aku benar-benar buruk," gumam Charol. Ia menatap bintang di langit malam. Penyesalan membuat hati Charol terasa sangat perih. Bahkan bayang-bayang pemenggalan itu masih menghantui tidurnya.
"Permaisuri, kamar ksatria Ariel Deroza sudah disiapkan. Sesuai dengan permintaan, kamarnya berada di samping kamar Yang Mulia," ucap Asha.
"Terima kasih, Asha. Kau boleh pergi."
"Permaisuri, saya hanya ingin memberi pesan." Asha berasal dari keluarga Marquess, dia sangat mematuhi aturan kerajaan.
"Aku mendengarkan."
"Menempatkan ksatria di samping kamar Baginda, itu akan menjadi bahan gosip. Bahkan istana dingin ini punya dinding yang bisa mendengar. Yang Mulia mungkin dikira mengambil selir."
Charol tertawa mendengarnya. "Pikiranmu ke mana-mana, Asha. Aturan kekaisaran tidak memperbolehkan seorang permaisuri mengambil selir."
"Yang Mulia ...." Asha terdiam.
"Biarkan saja. Mungkin dengan begitu, aku bisa bebas dari istana ini," ucap Charol.
lagi sibuk mungking🤭🦾 kk ren