NovelToon NovelToon
Ruang Hati Opi Yang Diminta Mereka.

Ruang Hati Opi Yang Diminta Mereka.

Status: sedang berlangsung
Genre:Chicklit
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: hopipahnp

(Terinspirasi kisah nyata, dikemas dengan imajinasi penulis)

Anak yang tak pernah diharapkan kehadirannya. Kelahirannya dianggap kesalahan, membuatnya dibenci dan menderita sejak lahir. Hingga akhirnya ia bangkit melukai rasa sakit itu, dan bersinar menjadi bintang yang tak akan terlupakan. 🕊️✨

⚠️ Siapkan tisu, cerita ini penuh air mata! Jangan penasaran setengah jalan, yuk baca sampai tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hopipahnp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah baru

Pukul 5 pagi di kamar, yang beralaskan kasur lantai usang, kamar yang sempit penuh barang-barang besar, ia hanya memiliki lemari kecil dan beberapa buku bekas. Setelah Hopipah selesai sholat ia pun merapikan diri, mengikat rambut biasa dan sudah siap dengan seragamnya.

Setelah itu Hopipah keluar kamar, sambil bersenandung ia menuju dapur dulu untuk sedikit membantu Si Mbok dan ART yang lain.

“Selamat pagi, Mbok,” sapa Hopipah.

“Pagi juga, Neng,” balas Si Mbok.

“Ada yang bisa aku bantu, Mbok?” tanya Hopipah.

“Paling Neng, sapu sama ngepel aja di teras depan,” kata Mbok.

“Oh, siap, Mbok,” Hopipah pun siap menuju teras depan. Tapi Si Mbok tiba-tiba menahan tangan Hopipah.

“Ada apa, Mbok?” tanya Hopipah.

“Bentar, Neng,” kata Si Mbok, namun tak lama Si Mbok mengeluarkan satu bungkus roti dan memberikannya ke Hopipah.

“Nih Neng, Mbok beli dua bungkus roti, satu buat Neng,” kata Si Mbok. Hopipah pun menerima satu bungkus roti itu.

“Makasih yah, Mbok, kalau gitu aku ke depan dulu,” ucap Hopipah. Si Mbok lanjut masak.

Hopipah menuju teras depan, sebelum berangkat sekolah ia lebih baik kerja dulu apa lagi hari masih cukup gelap, matahari pun belum sempurna bersinar.

Ia mengambil sapu dan pel, lalu mulai membersihkan teras dengan hati yang lebih ringan.

Setelah selesai membersihkan teras, Hopipah merasa lebih siap untuk menghadapi hari ini. Ia akan berangkat sekolah dengan hati yang lebih ringan dan semangat yang lebih besar.

Ia kembali ke belakang untuk menyimpan sapu, pel serta ember, dan saat Hopipah masuk ke dapur ia membantu Si Mbok membawa makanan ke meja makan, sebelum anggota keluarga itu keluar dari kamarnya masing-masing dan turun ke bawah. Sesegera mungkin ia menata dan menyusunnya, takut ada yang melihatnya.

Setelah selesai menyimpan dan menata, di sanalah keluarganya pada keluar, terlihat Mama Rosti & Papa Fauzi, Kak Ringgo, dan Aurora. Hopipah pun secepat mungkin mundur ke dapur, dan Si Mbok tiba-tiba memasukkan plastik ke dalam tas Hopipah.

“Ini apa, Mbok?” tanyanya.

“Seperti biasa, Mbok selipkan bekal itu,” bisik Si Mbok. Hopipah pun tersenyum, hanya Si Mbok lah yang perhatian di sini.

“Makasih yah, Mbok,” bisik Hopipah. Ia sudah tahu yang dimasukkan Si Mbok adalah plastik bening berisi nasi serta tempe dan tahu yang berwadah plastik. Baginya itu sudah cukup untuk sarapan.

Hopipah pun keluar, matahari sudah terlihat, ia pun berangkat dan mengambil sepeda bututnya.

Hopipah pun mengeluarkan sepedanya dari gerbang halaman rumah. Dan ia pun berangkat menuju ke sekolahnya, hari ini ia tidak membawa barang dagangan karena ia belum sempat belanja, mungkin sekarang ia hanya mengambil uangnya saja.

 

Ia pun sampai di warung kemarin, warung Bu Midah.

“Ini Neng, habis semua,” kata Bu Midah sambil memberi uang 30 ribu dan 4 ribunya untuk Bu Warung anggap saja bonus karena sudah mau menjualkan. Karena dari satu donat dijual duaan, per satuannya.

“Terima kasih ya, Bu,” ucap Hopipah yang bersyukur dan berterima kasih.

“Iya sama-sama Neng, eh gak mau nitip lagi Neng?” kata Bu Midah.

“Ah, paling besok Bu, kalau sekarang saya belum belanja, nanti saja,” jelas Hopipah sambil tersenyum.

“Oh ya sudah, hati-hati Neng di jalan, hebat si Neng mau berjualan,” kata Bu Midah memuji.

“Ah, Bu namanya juga kebutuhan soalnya, saya berangkat ya Bu, Assalamualaikum,” ucap Hopipah yang menaiki sepedanya.

“Waalaikumsalam,” ucap Bu Midah. Hopipah pun melajukan sepedanya.

Sebelum ia sampai ke sekolah, di tengah perjalanan ia memakan bekalnya terlebih dahulu, makannya seperti makan cilok dari plastik seperti itulah. Saat sudah habis ia buang plastik tersebut.

Setelah beberapa saat mengayuh sepeda, saat Hopipah hampir sampai ke gerbang sekolah para anak sekolah pun sudah berdatangan. Saat itu pun Hopipah mau masuk menuju gerbang, namun saat memasuki gerbang tersebut, ia tak sengaja terserempet dan bertabrakan dengan motor Ninja Sport.

Dan menghasilkan dentuman keras, Hopipah pun terjatuh bersamaan dengan sepedanya.

“Aduh...” tubuhnya merasa ngilu saat jatuh tersebut.

Orang yang membawa motor tersebut pun hampir jatuh, namun ia langsung menyeimbangkannya dan ia membuka helmnya, di saat Hopipah berusaha berdiri.

“Woy! Elo buta apa?! Gara-gara elo hampir aja gue jatoh!” ucap Kenji yang sewot dan melihat keadaan motor Ninja biru hitamnya. “Sial! Lihat motor gue jadi lecet gini akibat sepeda jelek elo!” Kenji yang kesal dengan kejadian ini.

Hopipah yang melihatnya pun cukup kaget, dan terdiam merenungi dalam hati, “Padahal kakak kelas itu yang nyerempet gitu aja. Saat aku masukkan gak ada motor, tiba-tiba aja ada motor. Harusnya dia yang salah.”

“Eh!! Cewek tengil!” sedikit teriak Kenji yang membuat Hopipah kaget dari diamnya.

“Elo jangan diem aja, ganti rugi benerin motor gue!” Kenji yang menekan minta ganti rugi.

Hopipah pun merogoh sakunya dan mengeluarkan uang sepuluh ribu tiga lembar.

“Ini Kak, aku cuma punya segini, cukuplah untuk menutupi goresan itu,” ucap Hopipah yang memberi uang itu.

Kenji yang melihat lembaran itu dan semakin kesal.

“Bener-bener miskin Lo yah, uang segitu mana cukup?! Benerin motor gue tuh butuh biaya lebih dari lima ratus ribu!” Kenji mencoba sabar.

“Ya lagian Kakak salah, minta rugi ke orang miskin kaya aku. Dan yang salah juga Kakak sendiri kok,” ucap Hopipah dengan nada yang begitu santai.

“Waaah, baru kali ini di sekolah ini ada cewe yang berani lawan gue!” ucap Kenji dengan senyuman menyungging, ia pun mengstandarkan motornya lalu turun dan melangkah perlahan ke arah Hopipah.

“Udahlah Kak, itu aja yang aku punya,” jelas Hopipah memang tidak punya apa-apa lagi.

Tapi Kenji menyingkirkan tangan Hopipah yang memegang uang itu.

“Menurut elo segitu cukup?! Udah gue bilang biayanya lebih dari lima ratus ribu!” tekan Kenji yang menatap tajam ke Hopipah.

Di saat itu juga banyak para siswa pada masuk sekolah, termasuk Liyora dengan dua temannya melihat Kenji yang sedang marah berhadapan dengan salah satu cewek lain.

“Itu cewek, dari kemarin sering cari masalah melulu sama salah satu pangeran kita,” ucap Liyora melihatnya yang tak nyaman.

“Tau tuh, jelek, kusam, cari masalah lagi,” ucap Anita yang sama tak suka.

“Awas aja tuh cewek, gatel banget sama Kenji gue. Gak akan gue biarin, Kenji itu jodoh gue, cewek mana pun yang deketin dia, bakal gue habisin!” ucap Liyora.

“Dari semua cewek, cuma kita bertiga yang cocok jadi calon istri geng pangeran,” ucap Rinbi yang memang naksir pada Kenji.

“Only a potential wife, like us, is suitable for them,” ucap Anita.

Dan di saat itu juga Ryker, Hendryk, Keleo, dan Jefarel tiba di sekolah dan melihat salah satu temannya sedang kesal berhadapan dengan salah satu cewek.

*

*

Like, komen dan follow akun aku, serta hadiah dan votenya dan ikuti terus kisah ini dan mampir yuk ke novel ku yang lain

judu Novel : Beautiful, Previously Injured (Berlian di Pelukan CEO MAFIA)

1
-Thiea-
tinggal minta ganti uang aja Pi sama Kenji..😁
-Thiea-
ini merendah untuk meninggi kayaknya ya..😁
-Thiea-
masih sirik aja Lo.. makanya jadi cewek jangan terlalu jual murah. cowok tuh gak suka sama cewek kegatelan.😁
-Thiea-
lebih tepatnya dianggap setan. jadi gak terlihat.
-Thiea-
masih aja hidup ni tiga cewek setan..😑
-Thiea-
panggilannya campur-campur ya Thor. kadang aku kamu, kadang gue loe. kalo bahasa gaul gini, pake aku kamu biasanya karena udah mulai ada rasa.
@Semua orang: heeh 😁🤭 ya gitulah
total 1 replies
-Thiea-
itu juga yang kupikirkan. enak banget dong mereka kalo masih bisa bebas. sementara hopipah hidupnya udah hancur lebur.
-Thiea-
sebenarnya bagusnya di penjara aja tuh semuanya. tapi, ya sudahlah ya. apapun yang penting kedepannya kamu benar-benar bisa hidup tenang..
-Thiea-
makanya sekarang pun gak usah dibayangkan. dinikmati aja.
Schauven
Berasa liat f4
Schauven
Padahal sekandung ya
Schauven
Linzy ini temen yg baru kenalan tp suka tmi😂 nyerocos buanyak sekali
Schauven
Sebenernya aku mikir kalau panggilannya ipah
Schauven: Keren weh inspirasinya dari kitab
total 2 replies
Schauven
Masih ngerasa lucu sama namanya, unik sekali
-Thiea-
aduh, harusnya biarkan aja mereka masuk penjara.
-Thiea-
jangan mau Opi. enak aja mereka.
-Thiea-
terus suruh dibebaskan gitu. 😑
-Thiea-
mending cari cowok lain neng. cowokmu itu toxic.
-Thiea-
akhirnya ya... walaupun masalah belum benar-benar selesai, setidaknya sudah ada orang lain di sisinya.
-Thiea-
mulai sekarang baik-baik ya sama Opi. kasihan tuh anak.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!