NovelToon NovelToon
Cinta Kita Belum Usai

Cinta Kita Belum Usai

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Trauma masa lalu / Penyesalan Suami / Dijodohkan Orang Tua / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Miss Yune

Gendhis harus merelakan pernikahan mereka berakhir karena menganggap Raka tidak pernah mencintainya. Wanita itu menggugat cerai Raka diam-diam dan pergi begitu saja. Raka yang ditinggalkan oleh Gendhis baru menyadari perasaannya ketika istrinya itu pergi. Dengan berbagai cara dia berusaha agar tidak ada perceraian.

"Cinta kita belum usai, Gendhis. Aku akan mencarimu, ke ujung dunia sekali pun," gumam Raka.

Akankah mereka bersatu kembali?

NB : Baca dengan lompat bab dan memberikan rating di bawah 5 saya block ya. Jangan baca karya saya kalau cuma mau rating kecil. Tulis novel sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Yune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 07

POV Raka

.

.

"Assalamualaikum, Raka. Ibu akhirnya menghubungimu. Soalnya nomor ponsel Gendhis tidak aktif. Kamu di kantor?"

Ibu bertanya mengira aku sudah pergi bekerja. Bingung dengan semua keadaan ini, tidak mungkin aku menyembunyikan kepergian Gendhis dari Ibu. Akan tetapi, bila Ibu sampai mengetahui bila Gendhis pergi meninggalkanku. Ibuku bisa sangat marah dan membenciku.

"Ya, Bu. Ada apa?" ucapku berusaha untuk tenang.

"Oh begitu. Bagaimana bila nanti malam kamu dan Gendhis menginap di rumah Ibu. Sudah lama kalian tidak menginap. Ibu sangat rindu pada Gendhis," balas Ibu.

Debaran hatiku mulai sangat terasa, tidak dapat aku membalas ucapan Ibu. Alasan apa yang dapat aku katakan padanya. Menantu kesayangannya memilih pergi meninggalkanku.

"Raka, kamu dengar ibu, Nak?" tanya Ibu dengan sedikit menuntut.

"Ya, Bu. Aku akan memberitahukan pada Gendhis," ucapku.

Akhirnya, aku hanya menjawab demikian. Kemudian setelah berbasa basi sebentar, aku menutup sambungan ponselku. Aku menghela napas melihat kembali kertas yang ada dalam tanganku.

Aku buka lemari yang berisi pakaian Gendhis. Ternyata sebagian besar isinya sudah hilang. Dia benar-benar meninggalkanku. Aku termenung mengingat memori sebelum dia pergi. Tidak ada yang salah dari semuanya.

Walau aku memaksanya untuk berhubungan badan. Aku tetap melakukannya dengan lembut. Aku menyentuh setiap tubuhnya dengan kasih sayang. Seharusnya, dia tidak menghilang begitu saja dariku.

Kemudian aku tersentak ketika mengingat penyatuan terakhir kami. Aku menyebutkan nama wanita lain ketika kami masih melakukannya.

"Aku mencintaimu, Silvia."

Darah seolah baik ke atas kepalaku, aku benar-benar bodoh. Bagaimana bisa aku menyebut nama wanita lain saat sedang bersama Gendhis?

Aku membenturkan kepala ke tembok menyadari kebodohanku. Aku tidak bisa memaafkan diri ini yang begitu bodoh mengucapkan nama Silvia ketika sedang bercinta dengan istriku sendiri. Namun, aku segera mengambil kunci mobil. Kemungkinan Gendhis masih berada di kota ini memang kecil. Akan tetapi, aku akan berusaha mencarinya.

Aku mencari ke seluruh tempat umum yang memungkinkan Gendhis berada. Stasiun, terminal, hingga bandara dia telusuri. Namun, tetap saja tidak memiliki hasil. Tidak sembarangan orang juga bisa mengetahui data penumpang, harus di mana aku mencari keberadaan wanita yang telah aku sakiti itu.

Aku kemudian menghubungi beberapa teman Gendhis. Semua teman Gendhis yang kuhubungi, tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Namun, aku belum puas bila tidak bertemu langsung dengan sahabat Gendhis yang bernama Sheila.

"Aku yakin, dia pasti mengetahui sesuatu tentang keberadaan Gendhis," gumamku melakukan mobil ke toko tempat Gendhis bekerja.

Kini berada di toko roti tempat Gendhis dulu bekerja. Kenangan merebak ketika aku kembali mengingat sosok wanita yang telah pergi meninggalkanku. Dia selalu tersenyum menyambut kedatanganku.

Sebelum kami menikah, aku selalu menyempatkan diri menjemputnya. Namun, pemikiranku selalu tertuju pada Silvia. Di tempat ini, aku berharap bertemu dengan cinta pertamaku itu walau kenyataannya Silvia telah berada di tempat yang jauh bersama suaminya.

"Sheila, apa kamu punya waktu? Aku ingin bicara denganmu," ucapku ketika melihat keberadaan Sheila.

Sheila tampak heran melihat keberadaanku. "Ada apa, Raka? Tumben sekali kamu datang ke toko. Apa kabar dengan Gendhis?" tanya Sheila.

"Aku tahu, kamu pasti mengetahui keberadaan Gendhis, Sheila. Jangan menyembunyikannya. Dia pasti mengatakan sesuatu tentang kepergiannya," ucapku ketika bertemu dengan sahabat Gendhis.

"Apa maksudmu? Datang ke sini untuk mencari tahu keberadaan Gendhis? Aku sama sekali tidak mengetahui apa pun tentang kalian. Apa yang kamu lakukan pada sahabatku?" tuduh Sheila yang memang tidak mengetahui apa pun.

Menyadari kalau Sheila sepertinya tidak berbohong. Aku memilih untuk pergi dari hadapannya tanpa menjawab tuduhannya. Aku sudah cukup lelah dengan semua yang terjadi.

Kepergian Gendhis membuatku kehilangan arah. Namun, rupanya Sheila tidak berhenti di situ saja dan tidak membiarkanku pergi dengan mudah.

"Kubilang tunggu! Ke mana Gendhis? Apa yang kamu lakukan padanya? Apa dia pergi karena tidak tahan dengan dirimu?" cecar Sheila padaku yang sudah lemas karena kepergian Gendhis.

"Maafkan aku, Shei. Gendhis pergi dari rumah. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya hingga memilih untuk pergi. Aku..."

"Kamu masih tidak bisa melupakan Bu Silvia?" Sheila menatapku dengan tajam.

Aku terkejut dengan ucapannya, mungkinkah dia tahu kalau aku memiliki perasaan pada Silvia. Seluruh karyawan Silvia memang mengetahui kedekatanku. Tidak ada yang tidak tahu kalau kami dekat.

Sayangnya, Silvia memilih untuk kembali pada James yang telah melukainya begitu dalam. Aku pun tidak dapat berbuat apa pun karena aku tahu Silvia telah mencintainya. Namun, aku malah memutuskan untuk menikahi Gendhis karena desakan Ibu.

"Kamu tidak perlu tahu urusan rumah tanggaku!" tukasku.

"Dasar pria brengsek! Seharusnya, kamu tidak mendekati sahabatku itu, bila kamu tidak dapat mencintainya. Sekarang, ke mana dia berada. Dia tidak memiliki siapa pun. Tega sekali kamu menyakitinya, Raka!" ucap Sheila membuat hatiku semakin sakit.

"Aku akan mencarinya, Sheila. Aku akan mencari dan meminta maaf atas semua kelakuanku. Akan tetapi, aku tidak terima bila dia menginginkan perpisahan. Tidak ada yang dapat memisahkan kami begitu saja. Aku aku... Sudah..."

Tenggorokanku tercekat ketika ingin mengucapkan perkataan sakral yang seharusnya aku katakan ketika bersama Gendhis. Aku memang bodoh menyadari betapa berarti dirinya ketika dia telah pergi dari hidupku.

"Aku sudah mencintainya," gumamku dengan pelan.

***

Bersambung...

Terima kasih telah membaca. ❤️

1
evi carolin
hadeh ... lewat bro kata kata mu ... nyatain cinta disaat pasanganmu sdh terluka
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
name lu sape sing bang pandu apa fajar 😩
Miranti 09
kan gendhis yg salah.. kaya perempuan gatal jga dy itu membiar kan laki" lain msuk kerumah nya tanpa ada orng lain di dalam nya
Miranti 09
gendhis jga salah membiar laki" yg bukan mahram nya msuk kedalam rumah pda hal hanya mereka ber2 di dalam nya.. itu langkah yg menjurus ke perselingkuhan
Nia nurhayati
pergilah gendhis yang jauhh biarkan suami mu menyadari kesalahan nya ketika kamu sudah tidk ada
Whiwiin Anggrhyani
Novelya bagus tapi bisa nggak si jangan di masukan AKU kayak nggk jadi selera baca 🙏 AKU jadi nggk seruuuuu bacay
Maya Ratnasari
ah bener berarti, pengacara temen gendhis itu namanya fajar pandu atau pandu fajar.
Maya Ratnasari
fajar kali ya, bukan pandu. anyway, pandu itu siapa?
Maya Ratnasari
ah cakep banget kakak author memilih usia kandungan nya. ini sangat make sense and sama dengan realita. jujur aja, banyak author yang maen tembak usia kehamilan, tanpa membaca referensi yang relevan.
Maya Ratnasari
pandu suami kedua kali ya
kagome
bau pelakor emang bikin muta2
Mirrabella
pandu dan fajar orang yg sm atau beda
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Yati Jenal
udah mau luluh pas ahir bilang Silvia kurang ajar bgt kmu raka mending cerai dan pergi yg jauh Gendhis
Dian Romadhon
menerima ragu tapi ditinggalin juga gk mau... kek mana mbak ayu ini...
Magdalena Sibarani
sudah terlambat kau Raka
Yeni Fitriani
seengak itu nya ya raka thdp gendis masa sampe 2 th menikah gendis msh perawan aja..... sekalinya gendis minta cerai malah diperkosa sm suaminya sendiri..... dahlah bener mending gendis kabur sj... biar raka dpt pelajaran
💗 AR Althafunisa 💗
Cerita nya bagus 👍♥️
💗 AR Althafunisa 💗
Lagian kenapa pintunya ditutup sih, seharusnya dibuka. Apa lagi tamu laki-laki 😌
Nia Nara
Pengen deh gendhis saat selesai bercinta dengan raka, bilang, i love you fajar, biar raka tahu sakitnyankayak apa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!