NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Reinata Ramadani

Karin Emira Brisia adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang ceria. Namun di malam itu, hidupnya hancur seketika saat bertemu dengan CEO yang dingin.

CEO itu menyeretnya ke sebuah kamar dan mengambil sesuatu yang paling berharga darinya. Akhirnya, Karin di usir dari rumahnya sendiri dan melakukan kawin kontrak.

Ig : @reinata_r

Untuk readers tersayang

Jangan lupa boom like dan vote nya yah, dan masukkan ke list favorite kalian. Selalu beri dukungan buat author yah...

Gomawo chingu 💞💞💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resign

Setelah menandatangani kontrak itu, sore harinya Karin kembali ke kafe tempatnya bekerja. Berniat mengajukan pengunduran dirinya di kafe yang telah mempekerjakannya setahun terakhir.

Karin memasuki ruangan Beni yang terletak di lantai dua. Bangunan berlantai dua itu merupakan tempat usaha Beni sekaligus tempat tinggalnya. Di lantai pertama untuk usahanya dan di lantai kedua untuk tempat tinggalnya.

Tok tok tok

Karin mengetuk pelan ruang kerja Beni, mengecek apakah di dalamnya ada manusia yang masih hidup atau hanya hantu-hantu yang bebas berseliweran.

" Pak, apa anda di dalam? "

" Masuk aja Rin " Suara dari balik pintu terdengar lirih tertahan pembatas dinding.

Karin memasuki ruangan itu, menghampiri Beni yang sedang berkutat dengan laptop didepannya.

" Ada apa Rin...? '' Tanya Beni, mendongakkan kepalanya agar bisa menangkap wajah Karin tepat di bola matanya.

" Pak, saya ingin mengajukan pengunduran diri saya dari kafe ini... "

Karin mengatakannya lirih, mengingat semua kebaikan Beni padanya, membuat rasa tak enak hati mulai merengkuhnya.

" Kenapa kamu ingin resign Rin? ".

" Mmm, saya ingin fokus dengan kuliah saya pak "

Beni terdiam sejenak, menimbang semua usulan Karin yang membuatnya berat hati bila harus melepaskannya.

" Tidak bisakah kau tetap tinggal.... Disini kekurangan pelayan, dan kontrak kamu juga masih sampai bulan depan. Kalau kamu keluar harus membayar biaya pinalti loh...? "

Ahhhh iya, bagaimana aku melupakan kontrak itu juga. Batin Karin

" Berapa biaya pinalti yang harus saya bayar pak? "

" 3 kali dari gaji pokok kamu "

Karin hanya terdiam, masih memikirkan keputusan terbaik yang harus diambilnya.

" Pikirkanlah terlebih dahulu Rin " Sambung Beni.

" Baik, saya akan memikirkannya kembali. Terimakasih pak... "

Karin, kuharap kamu mengurungkan niatmu, bagaimana aku bisa melepaskanmu begitu saja. Berikan aku sedikit waktu untuk bisa mengatakannya... Batin Beni.

🥀🥀🥀

Waktu telah larut, jam menunjukkan pukul 10 malam. Karin yang baru menyelesaikan pekerjaannya, segera pulang ke kontrakannya dengan berjalan kaki karena jarak kontrakan dan kafe memang tidak jauh.

Haduh..., Gimana yah... Kalau harus bayar biaya pinalti sih uangku tidak akan cukup. Buat makan aja masih harus irit, apalagi buat bayar pinalti? Boro-boro...

Otak Karin mulai buntu tidak menemukan solusi terbaik, ia memutuskan untuk meminta usulan dari Reihan, karena Reihan lah yang menjadi penanggung jawabnya setelah menandatangani kontrak itu.

Karin hanya mengiriminya pesan singkat, tak ingin mengganggu waktu Reihan di tengah malam.

" Tuan, saya sudah mengusulkan pengunduran diri saya, tapi saya harus membayar biaya pinalti dan uang saya tidak cukup. Bagaimana kalau saya menyelesaikan kontrak saya dulu sampai bulan depan? " Tulis Karin dalam ponselnya.

Tak lama kemudian, ponselnya berdering.

Triiiiiing....

Melihat nama Reihan di layar ponselnya, membuat Karin segera mengangkat ponselnya.

" Halo tuan... " Karin mengawali perbincangannya.

" Putuskan saja kontraknya. Saya akan kirimkan nona sejumlah uang, besok nona harus sudah keluar dari kafe itu. " Jelas Reihan.

" Apa tidak apa-apa tuan?... " Tanya Karin merasa tak enak.

" Iya, tidak apa-apa" Reihan terdiam sejenak. " Satu lagi, jangan panggil saya tuan. Nona akan jadi majikan saya, jadi cukup panggil saya Han saja... " Tegas Reihan

Karin mengerutkan keningnya, membuat otaknya bekerja keras agar menemukan ide bagus.

" Bagaimana dengan asisten Han? "

" Terserah nona " Reihan langsung memutuskan sambungan telponnya.

Ada apa dengan dua manusia itu, majikan dan asisten sama-sama dingin dan beku. Apa memang ada sindrom es batu kali yah.

🍁🍁🍁

Keesokan harinya, Karin kembali ke kafe. Bukan untuk bekerja, melainkan untuk memberikan uang pinalti yang sudah ia terima dari Reihan semalam.

Beberapa kali Beni menahan Karin, tapi Karin tetap teguh dengan pendiriannya.

" Apa kamu yakin Rin mau keluar? " Tanya Beni dengan penuh penekanan.

" Iya pak, saya ingin fokus dengan kuliah saya. Ini biaya pinaltinya pak... '' Karin menyerahkan sebuah amplop yang berisi uang.

Perasaan tidak enak pun seketika merasuki relung hati Beni saat harus menerima amplop itu dari Karin.

Biaya pinalti hanyalah akal-akalan nya untuk mengikat Karin disaat pertemuan pertamanya. Namun Karin yang masih bersikukuh itu, malah sampai rela membayar biaya pinalti untuk bisa lepas dari kafenya.

" Pak, terimakasih sudah mempekerjakan saya setahun ini. Maaf saya harus mengundurkan diri tiba-tiba '' Ucap Karin sembari membungkukkan badannya pada Beni.

" Jangan terlalu dipikirkan " Ucap Beni sembari menepuk-nepuk pundak Karin.

Beni Menatap Karin lekat-lekat, seolah tak rela orang yang diam-diam dicintainya selama setahun itu lenyap begitu saja dari kehidupannya.

" Bolehkah aku menghubungimu sesekali? " Tanya Beni ragu.

" Bapak boleh menghubungi saya kapan pun, saya akan dengan senang hati mengangkatnya. Saat saya senggang, saya akan mampir kesini sesekali... " Karin mengembangkan senyumannya, membuat jantung Beni seolah ingin melompat keluar saking girangnya.

" Bagus... '' Ucap Beni dengan mata berbinar.

" Saya permisi dulu pak, terimakasih atas semua bantuan Bapak... "

☘️☘️☘️

Urusan pengunduran dirinya pun selesai, Karin berniat meninggalkan kafe itu dan kembali ke kontrakannya segera.

Mba Putri yang melihat Karin turun dari lantai dua sontak meninggalkan pekerjaannya berniat menyusul Karin.

" Rin... " Panggil mba Putri.

Karin masih meneruskan langkahnya, telinganya seolah tersumpal hingga tak mendengar teriakan mba putri yang masih berjalan mendekatinya.

" Karin... " Mba Putri meninggikan suaranya, membuat Karin tersentak dan menghentikan langkahnya.

" Mba Put... "

" Rin...., kamu ingin berhenti? "

" Iya mba "

" Kenapa Rin, ada masalah? " Tanya mba Putri mulai khawatir melihat wajah Karin yang tampak sendu.

" Nggak apa-apa kok mba, hanya pengen fokus sama kuliah ku..." Karin memberikan senyum menyungging pada mba Putri yang sudah dianggapnya sebagai kakaknya sendiri.

" Serius? " Tanya mba Putri tak percaya.

" iya mba.... "

" Huffff, kalau kamu keluar nanti sepi deh... nggak ada tukang bawelnya.... '' Mba Putri mengerucutkan bibirnya, membentuk wajah imut layaknya bocah yang sedang merajuk.

" Kan ada si Choki mba, mba ajak ngomong aja tuh si Choki, kasian nggak ada yang mau ngomong sama dia... " Tunjuk Karin pada patung selamat datang yang terletak di muka kafe

" Emangnya aku gila ngomong sama patung...." Gerutu mba Putri.

" Tuh nyadar, hahaha..... " Karin membuka mulutnya lebar-lebar, tertawa terpingkal-pingkal didepan mba Putri yang wajahnya mulai kesal.

'' Ihhh, Kamu nyebelin deh.... "

" Tapi ngangenin, bener kan.... " Timpal Karin.

" Ih, kepedean '' Mba Putri terdiam beberapa detik. " Nanti sering-sering main kesini, jangan sampai lupa sama aku... " Sambung mba Putri.

" Siap boss... " Karin mengangkat tangannya ke atas dahi, memberi hormat pada mba Putri layaknya pada komandan militer.

______________

Hi readers tersayangkuh

Selalu dukung author yah, karena dukungan readers sangat berarti untuk author

Tinggalkan jejak berupa like, komen, favorit dan vote nya

Happy reading 💞💞💞

1
Napoleon
si Sinta blm tau aja kalo suaminya sahabat nya CEO di perusahaan dia magang 😂
Napoleon
moga aja paman Ama bibi nya Marcel baik sih , Jan sampe kek ibu Ama adek nya
Napoleon
ngidam nya banyak kali ah ,
Napoleon
waduh ketahuan ini
Napoleon
lagi hamil permintaan nya gak bisa ditolak
Napoleon
sepertinya ini tidak akan ke 1 tahun pasti selamanya
Ucie
siap2 Ratih. n
Kezie fitri
bagus thor,,
tapi cba penulisan nya jangan kbnyakan nya 🙏🙏🙏
Rina Yulianti
sepertinya karin hamil deh
Rina Yulianti
ini pasti marcel anaknya marcus dan ana
Amelia Putri
rejeki nomplok marcelllll menyala abangku
Eno Pahlevi
ayo up lagi yg banyak thor
Jumi Eko
bagus
Sunarmi Narmi
Kpan ini belnjut Thor...kutunggu ya ...
melting_harmony
Luar biasa
Rita Susanti
ggk pake lama kali thor upnys
senja indah
torrr lnjutin lgi donk ini
Rafael Dika
aqu mampir kk..
Irna Slalu Dy Hati
cerita nya bgus bget.
Ida Lailamajenun
sekian banyak baca baru ini ktmu ma tokoh wanita nya yg lembek kayak bubur ayam.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!