Malam kelam menimpa seorang gadis cantik bersama dengan seorang CEO dingin dari Hendrawan corp.
Bermula dari sebuah pesta membuat Nana, putri dari pengusaha kaya raya yang terkenal angkuh harus kehilangan kehormatannya karna dijebak oleh seorang rekan bisnis papanya.
Gadis itu mencoba meminta pertolongan. namun naasnya ia malah bertemu dengan Kenzio Hendrawan, seorang CEO dari Hendrawan grup yang terkenal arogan.
Bagaimana nasib Nana? apakah ia akan meminta pertanggung jawaban? atau justru malah pergi tanpa sepengetahuan Zio?
simak terus Hasrat Tuan Arogan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keganasan Nana
"Kak, cepett" Nana tidak sadar merobek kemeja itu hingga kancingnya terlepas berceceran dilantai.
"astaga, apa hanya gara gara obat seperti itu efeknya bisa sedahsyat ini? baju mahalku saja sampai robek dibuatnya" decak Zio dalam hati.
gadis itu masih berusaha melepaskan kemeja itu dari tubuh kekar didepannya itu.
srekkk
kemeja itu kembali dirobek Nana karna Zio menolak untuk melepasnya.
"heh, astaga bajuku sudah tak berbentuk" gerutu Zio melihat baju yang baru kemarin dibelinya sudah tergorok tak berdaya dilantai.
"Na, jangan begini" Zio berusaha menghindar saat bibir gadis itu berusaha menciumnya.
"Kak, aku udah nggak kuat" Nana membalik posisi hingga ia duduk diatas pangkuan pria itu.
Gadis itu bergerak menciumi tubuh Zio. Sedangkan pria itu memasang wajah kalutnya kala tangan tangan nakal gadis itu sudah bergerak sembarangan.
"Na, jangan" Zio menahan tangan gadis itu yang beegerak membuka ikat pinggangnya.
"Kak, aku mohon. Pliss" gadis itu memohon.
Zio tersenyum dalam hatinya lalu mematikan kamera handphonenya.
Saat berbalik, Zio kaget melihat Nana sudah polos tanpa sehelai benangpun.
"Kak, ayo bantu aku" gadia itu merangkak menindih tubuh Zio.
"Sudah cukup, ayo aku bantu" Zio mengangkat tubuh Nana dan memasukan tubuh gadis itu kedalam bathup dan mengisinya dengan air dingin.
Zio menunggui Nana yang berendam sambil menggeliat di bathup itu.
Ia berusaha menahan mati matian hasratt nya agar tak merusak gadis itu.
Setelah dirasa Nana sudah kedinginan, Zio kembali mengangkat tubuh polos itu ke ranjang lalu menutupnya dengan selimut.
"Kak, aku menginginkamu kak" Nana kembali beraksi menjamah tubuh laki laki itu.
Zio bingung, pikirannya sudah tak jernih lagi melihat tubuh indah didepannya.
"Shitt sialan" kesal Zio melihat miliknya sudah menginginkan pelampiasan.
Mau tidak mau Zio menolong Nana daripada terjadi sesuatu yang buruk.
Jemari pria itu bergerak dibawah sana berharap dengan itu akan segera tertuntaskan drama gila itu.
"Arhhghh kak, terus" rancau gadis itu mendessaahh dibawah kungkungan Zio.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Nana terkulai lemas.
Zio berdiri dari kungkungannya hendak berjalan menuju kamar mandi untuk menyelesaikan miliknya sendiri.
"Kak.." Nana menahan lengan Zio.
"Nana, udah ya?" Zio memohon
"Kak belum, badan Nana masih panas" rengek gadis itu lagi.
Nafas Zio seakan tercekat. Tidak mungkin jika pria itu kembali melakukan hal seperti tadi karna ia juga sebagai pria normal.
"Na, nggak bisa. Udah ya" Zio menatap dengan mata sayu nya.
"Plis kak, bantu Nana" rengek gadis itu.
Zio masih tak bergeming dari tempatnya
Tanpa diduga Nana menarik pria itu lalu mengungkungnya dibawah kuasanya.
Tangan gadis itu membuka ikat pinggang Zio yang tadi belum sempat terlepas.
"Na, jangan" Zio yang masih dikelilingi akal sehat mencegah agar tak semakin jauh.
Gadis itu seolah menulikan telinganya.
Zio menjadi pasrah saat tubuhnya benar benar polos seperti gadis itu.
"Kak, sakit kak" rengek gadis itu yang masih berusaha diatas tubuh Zio.
"Nana, udah plis. Aku nggak mau kayak gini. Ini salah" Zio mendorong pelan tubuh gadis itu hingga terguling ke sampingnya.
"Kak, pliss kan kita mau nikah" Nana yang dibawah pengaruh obat itu berusaha menggoda Zio lagi.
"Na.." suara Zio tercekat kala gadis itu berada diatas tubuhnya lalu menghentakannya begitu saja.
"Sakit?" Tanya Zio melihat gadis itu meringis dengan air mata yang mengalir.
Nana mengangguk pelan
"Ayo kak" gadis itu memohon membuat pertahanan Zio akhirnya runtuh juga.
Toh juga Nana sudah terlanjur memasukannya.
Pria itu membalikan posisinya lalu melanjutkan kegiatan diluar batas itu.
Malam hari,
Tepat pukul 7 dua manusia itu mengerjapkan matanya bangun.
Nana meraba kesamping.
"Apa ini?" Batinnya.
"Arghhhhhh kau!!" Nana berteriak keras membuat Zio langsung terduduk dari pembaringannya.
"Kenapa harus berteriak!" Kesal Zio.
"Apa yang kau lakukan oadaku hah? Kau memperrrkosssaku ya!" Tuduh Nana.
Ctakk
Zio menjitak kening gadis itu
"Coba kau ingat ingat dulu siapa yang memperrkossa dan siapa yang dipperkkosaa" kesal Zio.
Nana terdiam sejenak mencoba mengingat kepingan memori.
"Hah? Ba bagaimana bisa aku.." terbata tak percaya.
Gadis itu menutup wajahnya antara malu dan ingin menghilang saja. Bagaimana bisa ia berbuat senekat itu.
"Kak, terus aku harus gimana dong?" Tanyanya memelas.
Zio mengecek kening gadis itu
"Kau tidak demam kok, kenapa masih memanggilku kak?"
Bughh
Nana memukul lengan pria itu
"Jangan bercanda, ini bagaimana" Nana memandangi dirinya yang tertutup selimut.
"Seharusnya aku yang bertanya, aku kan korban. Lihatlah ini" Zio menunjuk leher dan dadanya yang dipenuhi tanda cinta itu.
Wajah Nana memerah
"Huaaa kak, gimana dong. Aku nggak mau hamil" tangis gadis itu.
Reflek Zio memeluk tubuh mungil itu hingga sedikit lebih tenang.
"Kak.." suara parau Nana membuat jantung pria itu berdetak tak karuan.
"Na, jangan kayak gini" Zio menahan tangan gadis itu yang mengusap usap dada bidangnya. Apalagi sesuatu dari tubuh gadis itu menempel sempurna didadanya tanpa penghalang sedikitpun.
"Na, udah aku mau mandi" Zio berusaha mengindar hendak turun dari ranjang.
"Kak, tapi badanku masih kerasa panas" rengek gadis itu lagi.
"Na, kita gini aja udah salah Na. Jangan bertindak semakin jauh. Aku nggak mau kita menyesal nantinya" Zio berusaha tetap waras.
tp lebih ngena kisah rara sm nath nya malahan 🤣
ini bner² nyesek,,udh sebatangkara mencintai pria yg gk mencintainya dn setelah nikahpun masih sllu disakitin jiwa dn ragany 😭😭😭😭😭😭