Frankey Christoper seorang miliarder yang tidak suka dengan kata pernikahan, ia jauh dari semua wanita dan tidak memikirkan untuk menikah. ia hanya menghabiskan semua waktunya untuk bisnis keluarga. karena ia berambisi mengembangkan bisnisnya ke beberapa negara lainnya.
Akan tetapi paksaan dari sang ayah yang sudah tua dan sakit kritis memintanya menikah demi penerus masa depan keluarganya.
Valencia Valentina yang dijual oleh keluarganya kepada Frankey. mulai dari saat itu nasibnya berubah menjadi sangat menyedihkan, pria itu selalu saja memperkosanya hingga hamil demi ingin mendapatkan keturunan untuk ayahnya yang hidupnya tidak bertahan lama.
Bagaimana nasib Valencia setelah melahirkan? memilih tinggal atau pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Campuran Obat
Tidak lama kemudian Frankey kembali ke kediamannya. dan ingin langsung melangkah menuju ke kamarnya.
"Frankey, apa masih belum ada berita baik?" tanya Josio yang berjalan ke ruang tamu.
"Belum," jawab Frankey yang menghentikan langkahnya.
"Jika selama satu bulan belum juga ada berita baik, papa sarankan jangan lagi mencarinya. di luar masih banyak wanita yang bisa kita sewa," ujar Josio dengan tegas.
"Jangan selalu menganggapku sebagai alat untuk meneruskan keturunan mu, kau tahu aku sangat benci dengan hal ini," kata Frankey yang membantah.
"Frankey, banyak pria yang suka melakukan hubungan dengan banyak wanita, kau hanya perlu membayar mereka setelah kita mendapatkan anaknya. kau tidak perlu menikah untuk mendapatkan seorang anak. kenapa kau malah menolak?"
"Jangan samakan aku dengan mereka! aku sudah melakukan apa yang papa yang mau, dan jangan memaksaku melakukan yang di luar batas!" kata Frankey dengan tegas.
"Frankey, kamu tahu kalau kondisiku tidak stabil, sebelum aku meninggal aku hanya ingin melihat kamu memiliki seorang anak. dengan begitu maka hidupku akan lebih tenang," kata Josio.
"Aku hanya meminta papa untuk bersabar!" ucap Frankey.
"Jika wanita itu tidak bisa, segera cari yang lain!"
"Bukan dia yang bermasalah, tapi aku yang jarang ke sana," jawab Frankey yang melangkah pergi.
"Sering-sering jumpai dia dan hamili dia, jika tidak bisa minumlah obatnya sebanyak tiga atau lima butir. semua ini hanya tergantung padamu," ujar Josio.
Frankey merasa risih dengan desakan ayahnya itu yang sangat berlebihan. ia tidak menyadari jika ayahnya selama ini telah membohonginya, demi memaksa putranya untuk mendapatkan keturunan Josio mengunakan kesehatannya untuk membohongi putranya agar menyetujui permintaannya.
"Selama ini suka sekali membantah," ketus Josio.
"Tuan besar, kita harus bersabar. asal tuan muda masih menjumpai wanita itu, maka cepat atau lambat pasti bisa membuahkan hasil," ucap Carlos.
"Kalau aku tidak memaksanya, maka sampai aku mati pun dia masih belum memiliki anak," kata Josio.
Frankey melepaskan jas luaran dan dasi kemudian melempar ke atas kasurnya, dirinya merasa kesal karena ayahnya itu yang selalu saja memaksanya melakukan hal yang tidak dia sukai.
Ia menuangkan minuman anggur ke gelas beningnya dan menghabiskan dengan satu tegukan.
Dalam sejenak dia terdiam karena mengingat apa yang dia lakukan pada gadis yang dia tiduri. tidak bisa dipungkiri jika dirinya tertarik pada gadis itu.
"Malam ini aku melakukannya tanpa obat, bahkan berulang kali dengan gadis itu. rasa nikmat juga bukan karena obat tapi karena gadis itu yang memberiku kenikmatan. dia adalah gadis pertama yang membuatku tertarik dan ingin menyentuhnya. ini sangat gila. apa aku sudah tidak normal? kenapa hanya terhadap dia? pada hal masih banyak wanita lainnya," batin Frankey.
"Valencia Valentina, siapa dirimu?" gumamnya.
Keesokan harinya.
Frankey yang baru keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang tamu, berpenampilan rapi karena ingin berangkat ke perusahaan.
Saat menghampiri ayahnya yang sedang duduk dengan seorang wanita muda, Frankey lalu menyapa ayahnya itu.
"Selamat pagi, Pa. aku berangkat dulu!"
"Frankey, sebentar! hari ini kamu tidak perlu masuk kerja!"
"Kenapa tidak perlu?"
"Ini adalah nona Natalia, putri dari sahabat papa. kalian sama-sama sudah dewasa, jadi sudah saatnya kalian berkenalan," kata Josio.
"Tuan muda, perkenalkan saya adalah Natalia, senang berkenalan dengan Anda," ucapnya yang ingin bersalaman dengan Frankey, akan tetapi pria itu mengabaikan dirinya.
"Pa, langsung ke poin saja!"
"Frankey, papa sudah membahas dengannya, apa yang harus dia lakukan, dan Natalia juga sudah setuju semua permintaan kita. setelah dia melahirkan anak untukmu, maka dia akan menerima sejumlah uang dan pergi dari sini," jelas Josio.
"Papa, apa perlu sampai melakukan hal ini? bukankah aku sudah melakukannya," ketus Frankey yang sedang menahan emosi.
"Frankey, tidak ada ruginya jika dirimu berhasil dengan Natalia, jika dia hamil maka anak mu akan semakin banyak,"kata Josio dengan berharap.
"Tuan muda, silakan di minum jusnya sebelum Anda berangkat kerja!" ucap salah satu pelayan rumah. minuman jus itu telah dicampur tiga butir obat oleh Carlos atas perintah dari Josio.
Karena sudah biasa pelayan itu menyediakan minuman oleh karena itu Frankey langsung menghabiskan minuman itu dalam satu tegukan.
"Tuan muda, aku tidak akan mengecewakanmu, sungguh. percayalah padaku!" ucap Natalia dengan senyum.
"Baiklah kalau ini yang papa inginkan aku akan melakukannya," jawab Frankey yang menarik lengan wanita itu dengan kasar menuju ke kamar.
"Aarrghh...tanganku sakit," rintihan Natalia yang ikuti langkah pria itu dengan cepat.
Klek.
"Buka bajumu! kita selesaikan sekarang juga!" bentak Frankey dengan kesal dan mendorong wanita itu ke atas kasurnya.
Frankey yang marah pada ayahnya ia melampiaskan kemarahannya pada wanita itu. ia merobek pakaian Nataliza sehingga menampakan dua gundukan milik wanita itu. lalu ia juga menarik bra dengan kuat sehingga talinya terputus. wanita itu kesakitan akibat kekasaran Frankey terhadapnya. akibat robekan semua pakaiannya kini wanita itu telah bertelanjang dada. Frankey melihat seluruh tubuh wanita itu tidak membuatnya tertarik sama sekali.
Hanya karena marah pada ayahnya oleh karena itu ia berusaha melakukan dengan wanita pilihan ayahnya.
Lalu ia menindih tubuh Natalia agar bisa membuatnya terangsang.
"Kenapa aku tidak ada reaksi? ada apa denganku? bukankah semalam aku bisa melakukannya? bahkan hingga kini rasa nikmat itu masih ingat dengan jelas oleh ku," batin Frankey.
"Tuan muda, lakukanlah!"
Sesaat kemudian Frankey merasakan panas di tubuhnya, hasratnya sedang memuncak dan wajahnya pun memerah.
Natalia mencium bibir pria itu karena sudah tahu efek obatnya mulai bekerja, ia kemudian membuka kancing kemeja Frankey dan menyentuh bagian dadanya.
"Minuman ku tercampur obat, semua ini kerjaan papaku agar aku melakukan dengan wanita ini," batin Frankey.
Natalia yang merasakan tubuh pria itu yang sedang panas ia segera melepaskan tali pinggang dengan harapan bisa mendapatkan benih dari pria kaya dan tampan itu.
Sementara Josio sedang menunggu di ruang tamu.
"Berapa butir?" tanya Josio pada Carlos.
"Tiga butir, Tuan besar," jawabnya dengan sopan.
"Seharusnya lima butir," ucap Josio yang sedang duduk di sofa.
"Tuan besar, saya tidak berani mengambil resiko ini. jika lima butir aku khawatir efeknya akan ke jantung," jawab Carlos.
"Mudah-mudahan saja kali ini dia berhasil menanam benih ke rahim wanita itu."
"Tidak ada suara dan sangat sunyi, mungkin saja rencana tuan besar sudah berhasil."
"Heheheheeh...bocah yang bodoh. dia bisa menikmati tubuh wanita itu tapi dia masih saja ingin menolak. jika bukan karena obat itu mulai bekerja mungkin saja masih sulit mau jinakkan dia," kata Josio dengan tertawa senang.
"Aahhh....." suara de.sahan Natalia yang terdengar dari dalam kamar.