Nandita seorang gadis yang berusia 20thn.Ia tinggal bersama ibu dan seorang adik yg baru berusia 10thn sedangkan ayah Dita sudah tiada sejak ia duduk dibangku awal SMA.
Ia terpaksa bekerja disebuah kafe dan sebuah stasiun radio untuk membantu ibunya.sebenarnya Dita ingin sekali menjadi dokter namun cita-citanya terpaksa harus dikubur dalam-dalam karna ekonominya.
suatu hari saat Dita sedang bekerja tanpa sengaja dita bertemu dengan Daniel.
Ya Daniel adalah mantan kekesihnya.mereka putus satahun yang lalu.
Akankah Nandita dan Daniel kembali bersama?
Akankah semuanya berjalan dengan baik-baik saja lalu bagaimana usaha Daniel untuk mendapatkan Dita kembali?
Simak ceritanya y semoga kalian g kecewa happy reader y
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapster 7 flashback Jadian
hai reader
autor mohon maaf ya kalo masih banyak typonya
Happy reading
--------------------------------------
Kemarin aku bisa lolos dari Daniel,tadi pagi juga siang aku juga bisa ngehindari nya.
kini waktu pulangpun tiba seperti biasa akupun langsung buru-buru keluar dari kelas begitu bel berbunyi.
Hampir seminggu sudah aku kucing-kucingan menghindari Daniel,jam istirahat aku lebih memilih bersembunyi atau di toilet untuk menghindari Daniel sampai akhirnya jam pelajaran terakhirpun tiba.
aku sudah berkemas untuk segera kabur tapi kali ini nasibku kurang beruntung Daniel sudah duduk santai diatas depan mobilnya.beruntung aku bisa sembunyi lalu aku berjalan kesamping sekolah dimana tempat motor-motor terparkir disana ada pintu kecil khusus pejalan kaki dan sepeda motor saja,begitu aku tiba dipintu samping aku lihat teman-teman Daniel sudah menunggu disisi kiri dan kanan pintu
"kenapa sih mereka care banget ama bosnya,kalo kaya gini aku mana bisa kabur,digerbang depan ada Daniel,disini ada genknya,aku harus lewat mana"pikirku sejenak mencari cara untuk menghindari mereka
tiba-tiba mataku melihat tangga yang tersandar ditembok,tanpa pikir panjang aku langsung menaikinya dan ketika tiba diatas tembok yang memisahkan antara area sekolah dan jalan kecil samping sekolah yang dibatasi got kecil sejenak aku ragu untuk meloncat karna lumayan tinggi
"kalo aku g pas bisa kecebur got nih,pasti bau banget kalo kecebur"pikirku ragu
akhirnya aku nekat
"bugh...aduhhhh"kakiku terasa senat senut begitu menginjak aspal beruntung aku tak terkirilir
"alhamdulillah bisa lepas lagi"senyumku senang sambil berjalan keujung gang untuk mencegat angkot yang lewat.
"ting..” bunyi notipikasi bertanda ada wa masuk
"loe dimana?" isi wa dari Daniel
"dirumah"jawabku bohong
"lewat mana kok gw g liat loe lewat"tanya nya lagi
"gw pake ilmu ngilang"balasku
"berguru dimana"tanyanya mulai ngaco
"ama pak Dullah"balasku ngasal
"ok hari ini loe gw bebasin lagi tapi besok jangan harap"balasnya dengan sedikit pakai ancaman
"kita liat aja besok"balasku memakai nada sedikit menantang
"awas y,loe harus bayar plus bunganya"ancam nya lagi
"gw g takut"balasku lagi lalu ku matikan hpku karna males meladeninya
Dirumah
----------
pikiranku melayang memikirkan kira-kira apa yang terjadi kalo sampai bertemu dengan Daniel
"kak"
"kakak"teriak Niken sambil masuk kekamarku
"ada apa sih Ken,berisik tau"
"ih...kok galak sih kakak sekarang"celetuk Niken dengan bibir sedikit dimajukan
"iya maaf adik ku sayang,ada apa" tanyaku dengan nada lembut
"he...he gitukan enak kak,aku mau beli bskso pak kumis,mau nitip g"
"mau,,,yang pedes y jangan pake saos sambel aja" ucapku sambil mengeluarkan uang 20ribuan dari dompetku
"kembaliannya buat aku y"
"iya..."
Nikenpun keluar untuk membeli bakso.
disekolah
----------
Aku tiba disekolah masih pagi,kulihat parkiran mobil Daniel belum ada
sedikit dek-dekan ketika melewati depan kelas Daniel
ahh...tenang rasanya ketika tak terjadi apa-apa
"woi udah kaya buronan aja loe tiap hari ngumpet"ledek Vika begitu duduk disampingku sambil meletakan tasnya.
"Dit, emang g cape apa kabur melulu kl menurut gw mending loe hadepin aja biar g keterusan" tutur vika panjang lebar memberi nasehat
ucapan vika masih terus terngiang ditelingaku bel tanda istirahat pun telah berbunyi,ketika aku ingin beranjak dari tempat dudukku tiba-tiba Daniel n the genk masuk langsung menutup pintu
"ada apa ini kok pintunya diutup"tanyaku pada Daniel sang ketua genk
"duduk”perintahnya sambil menekan pundakku agar kembali duduk
"loe lupa kalu loe punya utang jawaban ama gw"tannyanya dengan tatapan tajam kearahku
aku hanya memasang senyum kuda untuk menghilangkan rasa takutku
"g...gu..gw ...." tidak tahu kenapa lidah ku terasa kelu
"gw...gw apa Dita,kenapa g loe lanjutin omongan loe”bentaknya
entah keberanian dari mana kucoba menjawab Daniel "tar aja y jawabnya pulang sekolah,sekarang gw laper niel"bujukku dengan memasang muka melas
"dam't,..ok tar pulang sekolah gw tunggu kl loe kabur lagi liat aja lu bakal gw buat nyesel”ancam Daniel sambil keluar dari kelasku
gara -gara kejadian tadi jam istirahat moodku jadi down sampai pada akhirnya bel pulangpun berbunyi
tadinya aku ingin menemui Daniel didepan gerbang sekolah,tapi kenapa hati,otak dan kakiku tak mau bekerja sama,kulihat tangga yang kugunakan masih nyender ditempatnya aku pun langsung menaikinya dan ketika sudah berada diatas tembok aku pun segera loncat dan
prok
prok
prok terdengar suara tepuk tangan seseorang
aku coba untuk bangun karena tadi saat aku melompat mendarat dengan posisi yang kurang baik
"jadi gini caranya loe kabur?"tanya Daniel yang sudah berdiri didepan ku
kulihat dengan jelas ada senyum sinis dibibirnya
akupun membalas senyumannya walau terpaksa
"ayo bangun" ia pun mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri,
"loe keliatannya doang y kalem,ternyata bar-bar juga"
aku hanya tersenyum mendengar ucapan Daniel
"ayo"
"kemana? tanyaku bingung
" g usah banyak nanya,ikut aja "Daniel menarik tanganku menuju mobilnya dan memaksaku masuk,
mobilpun melaju membelah jalanan pinggiran ibu kota.
siang menjelang sore tapi matahari masih terasa terik entah kemana dia akan membawaku.
akhirnya kamipun sampai disebuah rumah yang lumayan besar,setelah berada pas didepan pintu utama mobilpun beehenti
"ayo turun kita udah sampe"
"ini rumah siap Niel?"tanyaku penasaran
"rumah gw" jawabnya singkat
"mau ngapain dia ngajak gw kerumahnya,ni rumah gede amat pantes aja dia sombong,tengil,playboy,dia orang kaya"batinku**
"he...ayo masuk ngapain loe diri disitu kaya orang mau minta sumbangan aja"
Daniel masuk kedalam meninggalkan ku yang masih berdiri di depan pintu utama dengan banyak pertanyaan dalam hatiku,akupun mengikuti Daniel masuk kedalam.
begitu didalam aku sedikit terkejut karna kulihat genk sendok emas ada disitu semua,serempak mereka melihat kearahku dan jujur saja aku sedikit gerogi,dek-dekan,dan penasaran kenapa Daniel mengajakku kerumahnya
"duduk napa,loe mau jadi patung disitu " kata Andreas
aku sedikit bingung mau duduk dimana soalnya di sofa itu mereka duduk berpencar sedangkan Daniel duduk dengan santai sisofa yang lumayan panjang
"sini" dia mengisyaratkan agar aku duduk disampingnya dengan menepuk sebelahnya yang kosong dengan sedikit canggung aku duduk sisebelahnya.
tak lama kemudian tiga orang pelayan datang membawa minuman dan beberapa cemilan.sejenak suasana terasa hening padahal disitu ada banyak manusia tapi mereka pada sibuk dengan diri sendiri,memainka ponselnya masing-masing.
"well,,Anandita gw mau denger jawaban loe sekarang"ucap Daniel membuka percakapan dan langsung mengubah posisi duduknya jadi menghadapku
"jawaban apa?"tanyaku pura-pura gak on dengan apa yang dimaksud Daniel
"oh...got,.."daniel menepuk jidatnya
"jangan pura-pura g tau ama pertanyaan gw Dit"ucap Daniel dengan menaikan sedikit nadanya.
Daniel menarik nafas dalam-dalam mencoba menenangkan dirinya
"Dita sekarang di depan temen-temen gw, gw mau tanya "mau g loe jadi pacar gw?"ucap Danil sambil meraih tanganku dan menggenggamnya lembut
dek
dek
dek
detak jantungku berpacu lebih cepat dari biasanya
"Dita gw mau loe jawab sekarang"pintanya sambil menatapku
"aih apa ini,kenapa aku jadi grogi kaya gini diliatin begitu,mana ni jantung kaya mau copot dek-dekan lagi"batinku
'woi ...jawab napa Dit,loe gagu y sekarang"celetuk Pian yang langsun mendapatkan pelototan dari Daniel.dan lemparan bantal dari teman-temannya
"ha...ha maaf abis lama banget tibang bilang mau aja susah"cetuk pian lagi
"pantesan loe jones ian,mana ada cewe yang mau ama loe,g ada romantis-romantisnya"timbal Andreas yang diiringi tawa teman-temannya
aku tersenyum mendengar celotehan genk sendok emas ini ternyata mereka lucu juga
"he...gimana?" tanya Daniel sontak mereka semua terdiam dan suasanapun kembali hening
"kita temenan aja ya Niel"jawabku sambil menunduk tak berani menatap wajah Daniel
"what..????" tanya Daniel tak percaya
"gw g mau denger kalimat itu Dhita"protes Daniel
"sadar g sih ni cewe yang ditolak siapa" tanya Piko
"eh..dhit ini Daniel Wijaya Kusuma loh yg ditolak"timpal Andreas
"sial ni cewe kutub nolak gw.mana didepan anak-anak lagi,pokoknya gw harus bikin dia mau nerima gw hari ini juga" batin Daniel tak terima atas penolakan Dhita
"Dhit.. gw g mau ada penolakan,gw tau loe juga sebenernya suka kan ama gw,buktinya kemaren loe nyium pipi gw" tutur Daniel
ucapan Daniel sontak membuat aku dan teman-temannya terkejut
sontak aku merasa malu entah apa warna mukaku sekarang,aku hanya menunduk karna malu
"itukan kamu yang maksa niel"sanggahku
"lah loe mau aja gw minta cium,itukan tandanya loe juga suka ama gw kan?"
"loe mau foto waktu loe nyium gw kemaren besok pagi sudah terpampang di "green board" bisiknya mengancam ku
"ha...apa,loe foto"tanyaku tak percaya
"loe g percaya"Daniel mengeluarkan hpnya dan memperlihatkan gambar waktu aku mencium pipinya kemarin.
karna ancaman Daniel aku terpaksa mau menerima menjadi pacarnya
"iya gw mau jadi pacar loe niel"jawabku pelan
"apa tha?gw g denger loe ngomong apa,eh loe pada denger g dia ngomong apa"tanya Daniel pada teman-temannya
"gw g denger dia ngomong apa"celetuk piko
"iya gw juga"timpal yang lain
"tuh kan mereka g denger,ayo ulangi lagi tapi yang kenceng suaranya biar yang lain denger juga"pinta Daniel
kucoba mengumpulkan keberania ku,kutarik nafas dalam-dalam dan menghembuskanya perlahan setelah merasa sedikit tenang aku pun mulai membuka suara
"iya Daniel gw mau jadi pacar lu" ucapku dengan suara sedikit kencang
"hu...." ku hembuskan nafasku dengan sedikit kencang agar plong sudah semua yang tadinya sempat membuat dadaku sesak.
"he...kalian dengerkan sekarang kalo dia nerima gw"ucap Daniel bangga pada teman-temannya
"ya kita denger,,selamat ya punya pacar baru" ucap Fiko sambil menjulurkan tangannya memberi selamat pada Daniel.
"gw anterin Dita pulang dulu y,kalian tunggu sini aja gw g lama" Daniel mengambil kunci mobil dan menarikku
untuk mengukutinya.
Didalam mobil aku hanya diam masih tak percaya akan apa yang barusan terjadi sekarang setatusku adalah pacarnya.
yah.. cowo paling populer disekolah banyak didamba para gadis
aku g bisa bayangin apa jadinya kalo fansnya tau kalo sekarang idolanya sudah punya pacar.
"tha...sekarang status loe cewe gw"ucapnya sambil fokus kejalan raya
"trus??
"ya loe harus ikuti semua peraturan gw lah"
"peraturan?"
"ya peraturan jadi cewe gw"tegasnya
"emang ada peraturannya"tanyaku tak percaya
"jadi cewe gw itu ada aturannya dan loe harus ikutin aturan yang gw buat"tegasnya lagi
"ya" jawabku singkat karna males berdebat dengannya
"besok gw kasih peraturannya biar loe paham"
setelah hampir satu jam akhirnya akupun tiba dirumah,ketika aku hendak turun Daniel menarik tanganku
"peraturan pertama kalo ketemu gw loe harus kasih gw ciuman disini"tunjuknya pada pipinya
"apa?" tanyaku tak percaya
"ya itu tanda ciuman selamat ketemu"ucapnya seakan tanpa dosa
dan" kalo abis dari mana-mana trus gw anterin loe pulang loe harus cium juga disini,kalo bisa disini"lanjutnya sambil menunjuk pipi lalu bibirnya
aku semakin tak percaya dengan yang kudengar
"ayo cepet"pintanya
cup
dengan singkat ku kecup pipinya lalu langsung keluar dari mobilnya dan berlari kedalam rumah.
setelah didalam rumah kucoba menetralkan detak jantungku yang berdetak terlalu cepat,
hari ini bagai mimpi buatku
dengan status baruku sebagai kekasih dari Daniel Wijaya Kusuma