Di usia dua puluh lima tahun, Gurkha pergi meninggalkan keluarganya dan habitatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KE APATERMENT
Gurkha memandang Nyonya Surya tanpa reaksi, dia tidak mengerti dan mengangguk ketika Nyonya Surya menyuruhnya mengganti pakaian.
"Tolong ganti pakaianmu." perintah Nyonya Surya menyodorkan celana pantai yang dia beli di pinggir jalan.
"Kamu harus ke rumah saya." perintah Nyonya Surya penuh arti.
"Pengawal, bawa dia ke rumah!"
Dua orang pemuda kekar memegang tangan Gurkha dan mempersilahkan naik ke mobil.
"Kamu naik ke mobil." perintah Wagio memandang Gurkha.
"Mau kemana?" tanya Gurkha basa basi, padahal hatinya senang sekali, ketika ada orang mengajaknya. Dia naik ke mobil, matanya sudah sering melihat benda berjalan ini dari langit, saat dia masih menjadi Naga.
"Ke rumahku Gurkha." kata Rina senang. Dia menghampiri Susi temannya dan menyuruhnya pergi duluan.
Mobil meninggalkan tempat rekreasi air terjun, melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Nyonya Surya yang berada di Kota.
Sekitar dua jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah Nyonya Surya. Dalam perjalanan tidak satu pun keluar omongan dari Gurkha. Dia diam dan menyesuaikan diri dalam diam. Jangan sampai orang curiga terhadap dirinya.
"Kamu turun dan ikut kami." kata Wagio. Dia kepala pengawal disini dan berhak memerintah. Gurkha diajak ke dalam rumah. Rasa kagum terlihat dari sinar matanya, rumah yang besar dan mewah.
"Gurkha, kamu mandi, setelah itu makan dengan kami." kata Nyonya Surya mendekat.
"Baik Nyonya, tapi saya tidak punya pakaian yang layak."
"Jangan khawatir Gurkha, disini banyak pakaian, kamu juga berhak terhadap hadiah yang akan di berikan oleh suamiku nanti."
"Trimakasih, saya lupa ingatan, tidak memiliki identitas satupun. Jadi saya tidak tahu asal usul, saya agak grogi terhadap keramaian kota, harap Nyonya maklum."
"Tidak apa-apa Gurkha, mungkin kamu ada trauma masa lalu. Aku akan membuatmu selalu senang. Disini tugasmu menjagaku." manja Rina penuh arti.
"Sayank... biarlah Papa yang memutuskan, kita tunggu saja." kata Nyonya Surya menatap anaknya.
Gurkha mendadak menjadi manusia seutuhnya, dirinya sangat bersyukur, dulu dia sempat bingung saat di usir dari Bukit Thunder, sempat frustasi, sekarang berkat Rina dan Nyonya Surya, yang penuh perhatian serta sangat memanjakannya, Gurkha kini merasa di atas angin. Perangainya sedikit berubah. Tuan Surya, juga ikut-ikutan memberi fasilitas yang tidak ternilai harganya. Sebuah mobil sport, black card, saldo terakhir satu miliar rupiah dan Apartement Sangat fantatis khan?!
Wajah tampan, body sixpack, tampilan perlente, membuat semua gadis berpaling kepadanya. Manusia tidak ada yang sempurna. Begitu juga Gurkha, setiap hari dia belajar menjadi pribadi yang baik, tersenyum ramah dan mengelola pikiran jahat.
Untuk menjadi baik sangat sulit, godaannya sangat banyak, terutama dari Nyonya Surya dan Rina. Seperti hari ini Nyonya Surya menyusup ke kamarnya yang berada di lantai dua. Gurkha memang tinggal di lantai dua di kamar paling pojok.
"Gurkha, aku seperti masuk angin, kepala sangat pusing, tolong kamu pijitin." kata Nyonya Surya langsung rebahan di sampingnya. Gurkha melihat jam dinding, pukul. 23.00. Rasa takut seketika menyerangnya. Dia takut berubah menjadi Naga dan mengawini Nyonya Surya.
"Nyonya, saya takut, tolong keluar dari kamar. Jika nyonya butuh obat saya akan belikan." suara Gurkha terdengar risau.
"Apa kamu ingin di pecat, menjadi gelandangan di jalanan?" sahut Nyonya Surya meloloskan pakaian yang melekat di badannya.
Gurkha terpaku, dia adalah turunan Naga Api yang terkenal buas dan liar, kalau dia melakukan dengan Nyonya Surya, dia yakin Nyonya Surya akan terkapar.
"Nyonya, anda sangat..sangat cantik dan menggoda. Tapi, saya tidak bisa melakukan itu seperti laki-laki pada umumnya."
"Maksudmu? apakah kamu impoten atau ada cacad di tubuhmu?" suara Nyonya Surya mulai gagap. Gurkha yang tidak mengerti arti impoten hanya mengangguk. Wajah Nyonya Surya seketika berubah pucat, tapi dia tidak percaya begitu saja.
Dengan langkah gemulai Nyonya Surya mendekati Gurkha yang berdiri mematung. Keringat dingin keluar membasahi piyama nya.
"Nyo..nyonya saya mau pingsan." keluh Gurkha saking takutnya. Di habitatnya tidak ada wanita lenggak lenggok begini, para Naga akan menyerang duluan. Disini wanita seperti ular, mengingat ular Gurkha jadi merinding, reflek dia menghindar dari jilatan lidah Nyonya Surya.
"Nyonya..berhentilah, Nyonya bisa mati, karena tingkah Nyonya."
"Apa maksudmu? kamu mau membunuhku?"
"Tidak Nyonya, saya yang bisa mati." sahut Gurkha mengatur nafas, sekuat tenaga dia menahan nafsu hewannya. Ke perjakaannya bukan untuk di obral, dia akan persembah kan untuk istri tercintanya.
"Kenapa mati, kamu belum pernah melakukan dengan seorang wanita? kau takut?"
"Saya tidak takut Nyonya, tapi saya punya penyakit yang mematikan jika berhubungan dengan Nyonya."
"Kamu AIDS?" tanya Nyonya Surya menutup mulutnya. Gurkha kembali mengangguk, dia pun tidak tahu penyakit apakah itu.
"Astaga, mulai besok kamu pindah tempat tinggal, kamu ke Apartement. Jangan ikut sarapan besok pagi. Carilah pekerjaan lain, yang penting jangan pernah datang kesini." ketus Nyonya Surya memakai pakaiannya.
Gurkha bersyukur terhindar dari bahaya. Dia akan selalu mengingat kata-kata AIDS kalau ada yang mau memperkosanya. Dalam hidupnya dia hanya ingin bertemu dengan gadis yang pernah dia tolong. Wajah gadis itu tidak pernah hilang dari ingatannya. Dia menyesal tidak tau nama gadis itu.
Ke esokan harinya, Nyonya Surya tidak tampak, tapi lekak lekuk tubuh Nyonya Surya terekam di otaknya. Gurkha mendesis untuk pertama kalinya, dan berkhayal tentang tubuh dan penyatuan dengan seorang gadis.
"Hai Gurkha, kenapa kamu beberes?" Rina mendekat dan memegang lengan Gurkha.
"Aku mau pindah dari sini, Nyonya besar menyuruh aku pindah ke Apartrment."
"Yang benar, kenapa? apa kamu ada salah atau tidak mau mengikuti perintahnya."
"Aku tidak sempurna, pasti ada salah. Tapi mungkin saja Nyonya berpikir kalau aku hidup sendiri bisa mandiri."
"Mungkin saja, atau lebih privasi kalau kamu ada di Apartement. Aku akan sering datang kesana." kata Rina mengedipkan sebelah matanya. Gurkha tidak merespon, apa maksud Rina, apakah dia harus mengedipkan sebelah mata selesai bicara, seperti nya sangat manis. pikir Gurkha.
"Aku tidak ikut membantumu, nanti pelayan akan membantumu disana, kau tidak marah bukhan?"
"Buat apa marah, aku biasa kerja sendiri. Kamu tidak usah khawatir." sahut Gurkha mengedipkan sebelah matanya.
Astaga!! mata Rina membulat, apa ini benar? Gurkha memberi sinyal romantis ke lubuk hatinya.
"Gurkha, apa kau menyukai diriku yang sexy ini?"
Gurkha diam, bayangan Nyonya Surya melintas.
"Aku suka lekuk tubuh itu dan ingin memeluknya. Sangat mulus dan bergairah. Di habitatku .... "
"Gurkha... habitat apa?" sentak Rina membuat Gurkha kaget. Tadi Gurkha melamun dan bicara ngelantur.
"Hemm...itu sebuah puisi yang belum selesai di rangkai. Kamu membuat aku kaget." celetuk Gurkha.
"Ternyata pikiranmu bersilancar." gerutu Rina beranjak pergi. Dia masih berambisi terhadap Gurkha yang terlihat semakin matang.
"Rina, apa kau marah padaku? aku kurang mengerti kemauanmu. Tapi bisakah kau menolongku?"
Rina membalikan badannya, matanya menyipit, dan menatap Gurkha dengan harapan.
"Apa yang kamu inginkan, aku pasti akan membantumu."
"Rinaa.... menjauh dari sana, jangan suka usil dengan Gurkha, biarkan dia pergi." suara Nyonya Surya bergema, membuat Rina membalikan badan dan lenyap dari hadapan Gurkha.
Sepeninggal Rina, Gurkha kembali merapikan barangnya bersama dua orang pelayan. Dia tidak memungkiri kebaikan Nyonya Surya sekeluarga. Sedangkan kalau di habitatnya hanya ada dua pilihan hidup, dibunuh dan terbunuh.
Semua sudah selesai di packing, tinggal mohon diri, tapi Nyonya Surya tidak mau bertemu dengannya, dia tahu Nyonya Surya takut sama AIDS. Jadi Gurkha pergi begitu saja, dia menuju garase, naik ke mobil Honda NSX, mobil ini hadiah dari Tuan Surya. Sedangkan kedua pelayan ikut mobil jasa angkutan.
*****
penasaran sama lanjutannya
KARYA NYA BAGUS SAYA SUKA😍👌👌👌
SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA
GOOD JOB👍👍👍
aku merasa blm puas thooooor ceritanya gantung bgm si gukha
ktnya mau menikahi Devi
terus Devi kerja apa dan pd akhirnya mereka bs bersatu apa gk