Arsel, pria tampan yang kini menjadi seorang pemimpin di sebuah perusahaan sukses milik keluarganya. Ia adalah pria yang memiliki 1 anak, eits walau pun begitu Arsel bukan duda loh.
Seperti alasan umum, ia terjerumus dalam ruang pertemanan yang salah.
Namun, hidupnya benar benar berubah kala ia dijodohkan oleh sang papa dengan alasan cukup umur. Betapa tidak percayanya, ternyata dirinya dijodohkan oleh wanita yang ditemuinya di toko kue miliknya dengan nama anaknya.
***
Dalam masa perevisian
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pikan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Arin baru saja pulang dari tempat kerjanya namun harus menghadapi masalah lain lagi yang lebih rumit.
Flash Back
"Asalamualaikum." Arin mengucapkan salam setelah membuka pintu.
"Waalaikumsalam." Jawab Dika.
"Arin kemari." Perintah Dika kepada Arin agar menghampirinya.
"Iya yah?." Arin langsung mendekati ayahnya yang sedang duduk disofa ruang tamu yang minimalis itu.
"Apa kau mau menikah?." Arin terkejut mendengar pernyataan ayahnya yang membuat Arin diam membeku sesaat.
"M-menikah? A-Arin b-belum mau yah." Jawab Arin sambil menangis. Dia tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Bagaimanapun kau harus menikah dan ayah sudah cari prianya... atau kata lainnya ayah jodohkan."
"T-tapi ayah a-aku masih mau k-kerja."
"Tidak ada bantahan, mau tidak mau kau tetap harus menikah atau kau mau aku masuk penjara?."
"I-iya a-ayah, Arin ikuti permintaan ayah."
Bodoh!.
Arin menangis tersendu. Dia masih beranggapan bahwa ayahnya adalah ayah terbaik saat ini. Dia berpikir ayahnya hanya ingin yang terbaik dengan menikahkan dia. Permasalahannya Arin masih belum siap untuk menjalin hubungan suami istri yang sakral diumur yang dianggapnya masih muda.
...***...
"Arin lo kenapa kok melamun?." Tanya Tita, teman kerjanya.
"Eh aku tidak melamun kok Ta." Bela Arin, sayangnya Arin adalah seorang yang tidak ahli dalam menyembunyikan masalah.
"Terus tadi lo ngapain?."
"Aku... hmm... a-aku lagi kerja kok." Arin adalah orang yang tertutup jadi orang luar hanya tau Arin saja tidak tau masalah dan rahasia yang dia simapan.
"Yaudah lo kerjanya harus fokus, nanti lo kena omel lagi. Semangat ya."
"Iya makasih Ta udah suport."
"Haha gak masalah, cuma kasih kata kata seperti itugak repotin kok."
"Tapi berharga haha."
"Haha bisa aja lo Rin. Yaudah gue lanjut kerja, inget jangan melamun!."
"Ok bos."
Arin senang sendiri karena banyak teman yang selalu mendukung .Arin salah satu orang yang dihormati juga disegani ditempat kerjanya. Banyak yang menyukai sikap Arin yang sopan dan baik namun tidak menutup kemungkinan ada orang yang membencinya karena merasa iri atau karena sesuatu yang lain.
...***...
Disisi lain, Arsel sedang bercumbu dengan wanita penghibur diclub miliknya. Arsel masilah memakai pengaman atau setidaknya dia akan mengeluarkannya diluar agar tidak ada kejadian yang sama seperti tahun silam.
...***...
"Arsel Papa mau mengatakan sesuatu." Ujar Aron setelah Arsel sudah sampai diruangan tempat Keinar dirawat.
"Apa Pa?." Tanya Arsel bingung. Biasa juga Papanya akan langsung berbicara.
"Kau masih mau menikah?." Tanya Aron hati-hati.
"Ya masih tapi belum kepikiran." Jawab Arsel yang masih belum mengerti jalan obrolan mereka.
"Kalau sekarang kamu mau?." Tanya Keinar.
"Ha? sekarang?." Beo Arsel terkejut.
"Iya Arsel. Mama mau kamu menikah, Aris pasti ingin punya seorang Mama." Ucap Keinar lagi dengan maksud membujuk Anaknya agar mengiyakan permintaannya itu.
"Tapi Arsel tidak sekarang." Bantahnya berusaha menolak.
"Tapi Arsel, umur kamu ini seharusnya sudah cukup, sudah matang lagi... ingat bukan peraturan keluarga kita?!." Ujar Kainar masih terus membujuk Anaknya dengan kalimat akhir yang ditekankan.
"Tapi Ma-."
"Sudahlah Arsel kamu coba saja dulu. Pasti akan terbiasa."
"Masalahnya Pa Arsel belum siap."
"Siap? Arsel Arsel umur kamu itu 28 tahun. Bahkan kamu sudah menjadi paman. Ayolah Arsel mumpung orangtua kamu ini masih ada." Rayu Aron lagi.
"Argh... ok ok." Putus Arsel akhirnya.
"Siapa dia?."
"Arin."
"Ha?."
"Kamu kenal?."
"hmm tidak?."