Mengisahkan seorang pemuda manja cucu dari wanita lansia yang kaya raya, Dia hidup dengan segala aturan yang diterapkan sang Oma hingga akhirnya menikah dengan gadis yang pura-pura jadi pacarnya untuk memenuhi permintaan terakhir dari wanita yang di anggap sebagai Ibunya Cinta dan juga akibat kesalah pahaman semata dari sang Oma yang menginginkan hal serupa, namun setelah menikah Oma Alima sangat terkejut saat mendapti Foto Ibu Cinta adalah mantunya yang dinikahi sirih oleh Suryo Pranoto putra tunggalnya Dua puluh tiga tahun silam. sejak kejadian itu Al dan Cinta dipisahkan karena di anggap menjalin hubungan terlarang. Banyak juga liku-liku yang mereka lalui setelah kejadian itu dari hadirnya orang ketiga dan orang yang datang dengan dendam. Apakah pernikahan Al dan Cinta adalah pernikahan sedarah? lalu bagaimana reaksi keduanya?dan bagaimana cara Al dan Cinta melewati bahtera dalam rumah tangga mereka? Baca terus setiap episode nya ya kalau ingin tahu kisah cinta kedua cucu manja Oma??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part_07 Tantangan
Cinta meleguk liurnya yang tiba-tiba terasa seret di tenggorokan nya. "A... pa maksud mu? emang kau tak malu punya pacar yang biasa aja kayak aku?"
"Hah?" Al kembali menyeringai. "Siapa yang berani denganku?" ucapnya sombong sambil masih memegang pinggang Cinta.
"Ihk, lepasin! jangan kurang ajar ya," dengus Cinta yang semakin merasa risih.
"Aku akan lepas jika kau menyetujui keinginan ku," Sanggah Al dengan senyum mematikan.
Cinta memicingkan matanya dengan kesal. "Kau pikir semudah itu mendapat persetujuan ku?"
Al melotot tak percaya jika Cinta telah membuatnya merasa ditantang akan ucapan gadis di depannya, padahal semua gadis mengantri ingin jadi pacarnya tapi Cinta justru membuatnya merasa rendah. "Apa kau tak terpesona dengan ketampanan ku?" seringai Al.
"Tampan?" Desis Cinta. "Ck, kau seperti tikus got Tuan Muda," ejek Cinta dengan tertawa meledek.
"Apa? berani sekali kau mengatai aku Tikus got, dasar kunti!" balas Al tak mau kalah.
"Oke, lepaskan dulu tangan mu, setelah itu aku akan menjawab," pungkas Cinta yang kembali tersenyum.
Al pun memutuskan melepaskan cekalannya dari pinggang Cinta.
Cinta segera membenahi kaos yang dipakainya karena sedikit berantakan.
"Cepat jawab mau atau tidak?" tanya Al tak sabar tampa perduli disekelilingnya.
"Hey, Al, apa yang ingin kau dengar dari Cinta?" Sela Reyhan. Ia baru saja datang dan berdiri di samping Cinta.
"Bukan urusan mu," timpal Al yang langsung menarik lengan Cinta.
"Lepaskan tangan mu!" Reyhan tak terima melihat Al memperlakukan Cinta seperti itu didepannya.
"Siapa kamu? berani sekali memerintahkan?" tanya Al yang kembali menoleh sambil mendelik.
"Aku orang yang akan melindungi Cinta dari pria manja dan angkuh seperti mu," jawab Reyhan. Ia langsung mengambil alih lengan Cinta.
Cinta merasa bingung dibuatnya, Ia takut kedua pria itu akan ribut nantinya. "hentikan! aku akan mengurus diriku sendiri." Cinta melepaskan tangan Reyhan dari tangannya lalu pergi meninggalkan mereka yang masih bersi tegang.
"Kenapa kau ikut campur, ha?" teriak Al yang meninggikan suaranya kepada Reyhan.
"Aku menyukainya," jawab Reyhan yang juga melotot.
"Jangan sok baik Rey, aku tau kalau kau buaya berkedok kadal," celetuk Al yang paham betul tabiat Reyhan.
"Huh." Reyhan menghela nafas mendengar ucapan Al lalu menepuk pundak Al. "dia adalah gadis yang malang sepertinya, aku hanya ingin membuatnya bahagia sebentar, agar Ia merasakan indahnya surgawi," ucap Reyhan dengan senyum sinis nya.
Al menepis lengan Reyhan dengan tatapan tak suka. "Jangan pernah sentuh tubuhku dengan tangan mu itu, aku tidak akan membiarkan mu mendapatkannya tampa izinku."
"O ya, dulu Yara yang cantik dan cerdas itu meninggalkan mu demi aku, apalagi gadis polos itu," ucap Reyhan menyeringai dengan senyum mengejek.
"Coba saja, kali ini aku gak akan kalah dari mu," tantang Al yang merasa diremehkan.
"Oke, kita buktikan," timpal Reyhan. Ia pun menendang bekas botol mineral didepannya kearah Al, Al langsung mengelak dengan memiringkan tubuhnya.
"By, Al!" ucap Reyhan lagi dengan senyum yang sama.
"Sialan, awas kau," gerutu Al.
*********
Setelah pelajaran selesai, Al dan kedua temanya Bara dan Delpa menikmati bakso di kantin. "Al anak-anak tadi pada bilang, kamu sama Reyhan sedang ngerebutin Cinta ya?" Bara memulai obrolan mereka.
"Huh." Al kembali menghela nafas dan melipat tanganya didada. "aku tidak akan kalah sama Reyhan kali ini, dia sudah merebut Yara dariku dan akhirnya mencampakkannya."
"Iya Al, aku setuju dengan mu, jangan sampai kamu kalah terus sama Reyhan," sela Delpa sambil menyiuk baksonya dengan lahap.
"Betul tu, coba aja dulu, cewek baru itu cantik juga, sepertinya dia terlihat berbeda," ucap Bara lagi yang menatap kedatangan Cinta dan yudha yang baru saja duduk.
Al dan Delpa pun ikut menatap kearah tatapan Bara.
"Coba dapatkan dia dengan cepat Al, aku bersedia mentraktir mu selama satu minggu, kau kan sedang tidak mendapatkan uang saku dari Oma mu," tantang Delpa kemudian.
"Heh, yakin?" tanya Al yang tertarik akan penawaran Delpa.
"Iya, tenang saja," jawab Delpa. muludnya masih dipenuhi satu buah pentol bakso.
"Oke, sebenarnya dia bukan levelku, tapi aku akan menjawab tantangan mu, makanan sesuka ku, ya?" tanya Al memastikan.
"Iya beres," timpal Delpa.
"aku gak boleh kalah dengan Reyhan kali ini," decak Al yang bangkit dan menghampiri Cinta dan Yudha.
Bara dan Delpa hanya menyaksikan Al yang mulai meluncurkan aksinya. "Yakin kau akan terus mentraktir cucu orang yang kaya raya itu?" bisik Bara.
"Ah gampang aku bisa minta Oma Alima nanti, aku melakukan ini juga atas permintaan Oma untuk menyemangati Al agar secepatnya move on dari Yara," timpal Delpa.
"Ow, baguslah kalau gitu," pungkas Bara yang paham maksud Delpa.
"Boleh bergabung?" tanya Al yang membawa serta mangkok baksonya yang masih utuh.
Cinta dan Yudha hanya menoleh dan tak menyahut, namun tatapan Cinta nampak tidak bersahabat.
"Maaf soal tadi," tukas Al yang akhirnya tetap memilih duduk walaupun tak mendapatkan jawaban dari keduanya.
"O... sudah sadar rupa nya, kalau kau sudah membuat aku jadi gunjingan," kecam Cinta merasa kesal.
"Apa kita bisa berteman?" Al mengulurkan tanganya kearah Cinta. Cinta merasa heran sambil mengernyitkan dahi tentunya Ia menolak untuk menyambut tangan Al.
"Ahk, sudahlah mungkin kau heran dengan permintaan ku." Al pun kembali menarik tangan nya yang mengambang di udara.
"Paling ada maunya," lirih Cinta.
"Iya makannya aku minta maaf, aku cuma memberi penawaran kok," sahut Al yang mendengar jelas ucapan Cinta.
"Ya sudahlah Cin, di terima juga gak ada ruginya," timpal Yudha.
"Tu, Yudha aja gak ribet," imbuh Al yang meyakinkan sambil ikut mengernyitkan dahi mengharap jawaban Cinta.
"Oke, oke, aku mau jadi teman kamu," tukas Cinta terpaksa.
"Baguslah, kau tidak pesan apa pun?" Al menatap meja Cinta yang hanya ada Air meneral. "Mbak baksonya ya satu porsi!" teriaknya pada penjual kantin.
Tak lama pesanan pun datang, Al menggeser bakso itu kedepan meja Cinta. "makan!" titahnya.
"Ha, buat aku?" tunjuk Cinta pada diri nya sendiri.
Al pun terkekeh. "Ya kalik buat Yudha, Yudha kan sudah makan."
Yudha dan Cinta pun melirik kearah Mangkok Yudha yang sudah kosong. " Kapan kau menghabiskan nya?"
"Saat kalian sibuk mengobrol," jawab Yudha yang sedikit malu. "Ya udah makan tu bakso, ku traktir gak mau!" pinta Yudha kemudian.
"Iya, aku gak mau merepotkan mu, karena harga bakso ini sama dengan gaji ku paruh waktu di kafe," Sungut Cinta dengan nada yang sedikit meninggi.
Al mencoba menahan tawa melihat kedua sahabat itu.
"Kalian Pacaran?" tanya Al tiba-tiba.
Cinta dan Yudha pun saling melempar pandang,mereka sedikit terkejut mendengar pertanyaan Al.
"Apa urusannya sama lo?" delik Cinta.
"Ya gak papa tanya aja, kalau aku menyukai mu kan gak ngerusak hubungan kalian," timbal Al sembari mengunyah bakso yang kini sudah remuk di muludnya.
"Dasar tikus got," maki Cinta sambil melengos.
"Udah makan aja baksonya, sebentar lagi ada kelas!" titah Al melotot balik.
hay kk semua, mampir yuk di novel favorit aku, SYAHDU by otor ALFAJRY, Dan karya 1 nya lagi SANG PENAKLUK yang TAKLUK. keren deh. cus kesana ya kk2... 😉