Hati memang tak pernah bisa dikendalikan oleh otak ketika berbicara tentang cinta. Hati akan menemukan jalan sendiri untuk menemukan siapa yang akan menjadi penjaganya. Sepintar apa pun kamu, bisa menjadi makhluk paling bodoh jika sudah terpapar virus cinta.
Rosalia, dikejar oleh Dion Wijaya tetapi lebih memilih Rud Dinata yang terjebak cinta pada pandangan pertama. Sayang, kisah indah itu berakhir tragis. Rud pergi tanpa permisi.
Akankah Dion bisa mengambil hati Rosa yang tersakiti? Ataukah Rosa tetap mengharap cinta Rud?
Bersiaplah untuk jatuh cinta. Bersiaplah untuk bergelut dengan perjalanan cinta Rosalia yang berteman kalut bersama Dion Wijaya dan berteman rahasia bersama Rud Dinata. Kisah ini akan mencabik perasaanmu dan mengacak acak waktumu.Selamat membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldekha Depe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudahkah Melupakanku? (2)
Mendapati pertanyaan janggal dariku, Tria terdiam sebentar lantas tersenyum penuh arti.
" Kok aku rasanya hampa," gumamku lirih.
"Damai tapi kesepian?"
"Rindu digentayangin?"
"Kangen diperhatiin?"
"Itu namanya kamu kangen Dion."
"Dari kemarin-kemarin kemana aja neng? Baru berasa kan, kalau Dion itu bisa bahagiain harimu. Nyeselmu gak guna sekarang. Lihat tuh!"
Tria menggiring mataku menemui sosok di kursi belakang paling ujung. Nampak Dion bercanda mesra dengan seorang wanita yang ku kenali bernama "Ara". Aku hanya melihatnya sekilas dan mencoba menata hatiku yang terasa sesak.
"Kok gini ya rasanya?" aku menerka-nerka apa yang terjadi dengan batinku.
"Kamu itu cemburu Sa!" vonis Tria.
"Kamu jangan asal ngomong," sebenarnya aku sendiri sedikit mengamini perkataan Tria.
Ini sudah jelas tanda orang cemburu. Dan aku sangat memahami itu. Karena Dion selalu bertingkah seperti ini, kalau aku kedapatan bersama cowok lain. Loh kok Dion lagi? Aku menghela nafas. Aku memukul-mukul kepalaku. Berharap konslet diotakku segera enyah.
"Kenapa bisa begini? Kenapa sekarang justru aku yang gak bisa melepaskan diri darinya?"
Sesekali ku lihat dirinya. Masih asyik bercanda tawa. Sebentar kemudian ku lihat lagi, masih sama. Dan ku lihat lagi, dan masih sama juga.
Ya Tuhaaaaaaaannn ... aku bisa gila jika begini.
Kuatkan aku! Aku yang sudah membuangnya. Aku yang sudah membiarkannya memilih yang lain. Aku yang sudah memintanya bahagia. Aku yang sudah memutuskan, tapi rasanya sekarang ganti aku yang merasa baru di putus cinta.
Aku hanya bisa menunduk. Menahan air mata yang hendak jatuh, agar tertarik kembali ke pelupuk mataku. Sebisa mungkin, ku fokuskan pendengaranku pada suara keras yang memanggil satu persatu nama mahasiswa yang akan diwisuda.
"Bukan suara keras itu yang ku butuhkan saat ini. Aku hanya butuh suara lembutmu yang aku rindukan." aku menggumam.
*****
Ku pandangi wajahku di cermin wastafel yang terletak di luar toilet gedung wisudaku. Lama ku pandangi, entah apa yang ingin ku temukan. Namun yang ku dapat malah wajahnya. Iya ... itu wajahnya. Wajah Dion yang berdiri tepat disisi kananku. Aku mencoba mengingkarinya. Aku gak ingin halusinasiku tadi terulang kembali.
"Enyahlah, ku mohon!" ucapku sembari menutup mata.
"Matamu merah, kamu menangis?" hembusan nafasnya yang menyapu telingaku, meyakinkanku jika kehadirannya kali ini nyata.
Aku tak menjawab. Hanya sekarang mataku sudah ku buka. Ku tatap matanya sebentar dan ku balikkan tatapanku padanya lewat cermin di hadapanku.
"Bagaimana kabarmu? Apa kamu merindukanku?" dia membalikkan badannya dan bersandar di tembok.
"Aku baik," jawabku pendek.
"Aku senang bisa melihatmu lagi," terang Dion.
Hening ... Tak ada kata yang terucap dari mulutku ataupun darinya.
"Ara pacarku" siarnya tiba-tiba.
Deg!
Deg!
Deg!
Ku mencoba mengulas senyum. Aku yakin, dia pasti melihat dengan jelas bahwa senyumku kali ini adalah senyum yang ku paksakan.
"Selamat ya Di, aku ikut bahagia untukmu,"
Dia tak menjawab apa pun.
Dan aku siapkan langkahku untuk beranjak. Rasanya kalau aku berlama-lama disini, air mataku akan tumpah. Sebelum itu terjadi, aku harus cepat menjaga jarak darinya. Aku gak mau terlihat bodoh. Masa aku yang menyuruhnya meninggalkanku, kini malah aku juga yang menyuruh dia meninggalkan pacarnya untuk kembali padaku.
"Kamu bahagia?" tangannya menarik lembut lenganku.
"Iya ... aku bahagia," ku mencoba tegar walaupun mataku tak sanggup menatapnya saat aku menjawab tanyanya.
"Jangan menangis jika ini yang kamu mau!"
bisiknya di telingaku seraya melepaskan lenganku dan meninggalkanku tanpa sekalipun menoleh.
aku suka banget karakter2 yg di suguhkan disini..kalem2 banget dan kehidupan yg di suguhkan TDK terlalu bikin kita yg ngiler2 banget untuk menghadapi kenyataan tetep berkelas tp tidak melebih2 kan 😘😘😘😘♥️♥️♥️
lanjutkan perjuangan mu
meski berUang tp tetep kehidupan seperti para reader's jadi Ndak smpk membayangkan kehidupan bang Alex dan rianti sementra ini yg begitu sempurna nyata di dunia novel 👏👏👏
para pria penjaga wanita yg sesungguh nya
Dion mas Rud Aryan 😘😘😘😘lovepulll kak Depe
tp tenang saja bang Alex mnjdikan mas Rud bodyguard nya hny untuk mnjdikan mas Rud orang yg lebih kuat dalam artian menghadapi musuh2 dlm dunia bisnis nya kelak dlm mngurus perusahaan ayah nya
trjwab sdh kak Depe ....akhirnya kau sampaikan klau ayah mas Rud mninggal
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gabungan yg bikin penasaran smpk2 bacanya tengah mlam gini
❣️❣️❣️❣️❣️♥️♥️♥️♥️♥️🥰🥰🥰🥰🥰🥰
untuk kak Depe
hingga detik ini ku baca masih gentayangan aja ad apa di balik semua itu
apakah karena keluarga Ardi ???
yg ku tahu dr bang Alex perusahaan mas Rud merugi dan ayah nya meninggal dan mas Rud di pasrahkan ke baba nya bang Alex dan akhirnya jdilah bodyguard nya rianti dan lyca
alasan apa sg di tinggal kan nya mbak Rosa 😕😕
sabar ya mas Rud tunggu jandanya mbak Rosa 🤭🥺
tukang bual gombal seperti William Sean
kak Depe 👍👍
3 lelaki sekaligus di depan mata
sungguh kak author kuat menahan ke 3 pesona lelaki2 itu.
aku jadi Rosa akan menghilang dr ke 3 lelaki itu..sangat jauh
tak sanggup menghadapi seru ombak dalam hati semua nya memiliki kharisma masing2 😩😩😩
dan mas Dion dimana aku bisa menemukan orang sebaik sebijak sewibawa anda
jadi penasaran kan kalau ga di lanjut baca nya
kesederhanaan aku suka aku suka 👍👍
lanjut baca nya meski bee belit2 ya biar Ndak penasaran 👍👍