Yan Xin, adalah wanita pembuat obat terhebat di dunianya, yaitu dunia modern tahun 7056.
Tapi karena ledakan bom oleh musuhnya yang mau mencuri resep obat, Yan Xin pun menjelajahi waktu.
Dan dia pun bertekad untuk menjadi yang terkuat di antara yang terkuat di dunia itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ahmad badal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6 (Season 1)
"Sebentar lagi adalah pesta untuk menyambut datangnya pangeran, kutebak acara ini tidak akan berjalan dengan mudah" Yan Xin
Di halaman Ruo Xin...
"Apa kau sudah melaksanakan apa yang kuperintahkan?" Ruo Xin
"Sudah nona Ruo" jawab pelayan
"Coba ceritakan" Ruo Xin
"Sikap Yan Xin belakangan ini terlihat berbeda, dia juga berani menindas Nona Xin Er sampai dia di hukum kurung selama tiga bulan" Jawab pelayan itu
"Hm... menarik, tapi dia tidak akan lolos dariku" Ucap Ruo Xin menyeruput Secangkir teh
Esoknya, Pesta penyambutan pangeran...
"Master apa kau merencanakan sesuatu?" tanya Ting Ning
"Ya... aku sudah merencanakan sesuatu, tapi kita lihat dulu trik apa yang akan dia pakai" jawab Yan Xin
"Dia, siapa dia?" tanya Ting Ning
"Nanti kau juga akan tau" Yan Xin
"Oh iya Ting Ning, Aku sudah memberikan sedikit aura kepada Kembang Bunga Rembulan Merah, apakah dia akan segar kembali?" Yan Xin
"Dia akan segar kembali dan mengumpulkan aura yang sangat tebal Master" Ting Ning
"Baiklah Kalau begitu, Ayo kita hadiri acara itu, hehe" tawa Yan Xin
"Kau sangat cantik memakai pakaian berwarna merah Master!" ucap Ting Ning
Di kediaman istana...
Para tamu sudah berdatangan dan duduk di tempat masing-masing, di meja terdapat makanan-makanan yang sangat enak.
"Silahkan semua tamu untuk menikmati hidangannya hahaha" Ucap kaisar senang
"Panjang umur kaisar!" Ucap semua orang yang hadir
"Haha jangan terlalu formal saat ini, aku sangat bahagia ketika anakku pulang, kemarilah nak, masuklah!" ucap kaisar
TAP TAP TAP
Pria itu berjalan dengan gagah melewati para tamu undangan, sikapnya yang dingin membuat ketampanannya semakin meningkat.
"Waahh pangeran Leo sangat tampan!" ucap para gadis
"Benar, mata dinginnya itu membuat jantungku berdetak tak karuan!" ucap para gadis
"Kira-kira di masa depan nanti siapa yang akan menikahi pangeran Leo yaa~" ucap para gadis
"Entah, tapi wanita itu sangat beruntung!" ucap para gadis
Ucap para gadis remaja yang terpesona oleh ketampanan pangeran Leo.
"A, apakah aku tidak salah lihat, itukan pria yang kutemui ketika di sungai!!" Gumam Yan Xin Sambil menutupi muka nya menggunakan kain lengan
"Salam Ayahanda" Ucap Leo membungkuk
"Sudah untuk formalitasnya, cepat duduk di tempatmu, aku sangat senang kau telah kembali" jawab Kaisar
"Cepat munculkan penarinya..." ucap Kasim pribadi kaisar
"Maaf menyela kaisar" Ruo Xin
"Oh, kau nona Ruo Xin dari keluarga Xin?, ada apa?" tanya Kaisar
"Saya ada ide, bagaimana jika kami gadis-gadis remaja di sini mempersembahkan bakat kami untuk menghibur Kaisar dan Pangeran?" Jawab Ruo Xin tersenyum
"Itu ide yang sangat bagus, gadis remaja di negara kita ini harus mempunyai bakat, jika tidak mereka akan mempermalukan nama negara kita, ide nona Ruo Xin ini sangat menakjubkan!" sanjung kaisar
"Kakak, kenapa kau tidak unjuk bakat terlebih dahulu, aku sering melihat kau berlatih menari sejak kecil, bagaimana kalau kau tunjukkan di sini?" Ucap Ruo Xin tersenyum licik
"Oh adikku bagaimana aku bisa menari, sejak kecil baju menariku yang indah serta perhiasannya telah kau curi semua bersama adik Xin Er"Jawab Yan Xin sedikit memelas
"Dasar Jalang ini, bagaimana bisa dia menepis perkataanku!?" ucap Ruo Xin dalam hati
"Ka, kau jangan bercanda kakak, baiklah kalau begitu, aku dulu saja yang maju lalu setelah itu giliran kakak" senyum Ruo Xin
Ruo Xin pun berjalan di tengan para tamu, bajunya yang indah dan perhiasannya sangat cocok untuk menari
Tariannya itu bagai merak di siang hari yang memikat hati seseorang yang melihatnya.
Tarian itu pun selesai dan para penonton sangat terpukau.
PROK PROK PROK PROK
"Waahh tariannya sangat indah seindah burung merak!" para pejabat
"Tidak hanya berbakat menari, nona Ruo juga sangat cantik dan jenius!" para pejabat
"Haha, sangat bagus, sangat bagus, aku akan memberikanmu hadiah!" ucap kaisar
"Terimakasih Yang mulia" Ruo Xin
"Kakak, aku sudah menunjukkan bakatku, dan sekarang ayo giliranmu, kau harus menepati janjimu" ucap Ruo Xin
"Apa, Yan Xin tidak berguna itu akan menunjukan bakat?, apakah aku tidak salah dengar?" para pejabat
"Apakah dia punya bakat?, dia bahkan tidak bisa berkultivasi" para pejabat
"Dia itu cuma anak pungut di keluarga Xin, Sudah dipungut tidak berguna lagi" para pejabat
"Haha bagaimana kau akan mengatasi ini jalang!?" Gumam Ruo Xin
Ruo Xin adalah anak dari selir Kedua ayah, dia selalu menindas Yan Xin dan selalu menyuruh pengawalnya untuk memukuli Yan Xin dengan tongkat.
Istri ayah pertamaku sudah meninggal bersama anak perempuannya dalam kecelakaan, Seharusnya anak perempuannya lah yang menjadi Nona utama di keluarga Xin. Tapi dia menyerahkan status itu kepadaku. Aku pernah bilang ke ayah angkatku, kenapa tidak saudara lain saja yang dapat status nona utama itu?, Ayah angkatku bilang dia tidak percaya dengan mereka.