NovelToon NovelToon
Istri Cantik Tuan Presdir

Istri Cantik Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asti Amanda

Lanjutan dari novel: Wanita Cantik Tuan Muda Dingin.
__________

Setelah melewati banyak waktu dan masalah. Raka sang CEO termuda di perusahaan Welfin telah berhasil menemukan kekasihnya dan bahkan tak menyangka jika kekasihnya itu memberikan sepasang anak kembar yang cerdas dan menggemaskan.

Namun masalah kembali datang dari istri tercinta yang memiliki Kepribadian Ganda. Karena itulah Raka mencoba menyembuhkan Sovia dan mulai belajar untuk menjadi Suami idaman untuk sang istri.

Akan tetapi seseorang mulai meneror keluarga kecilnya dan bahkan mencoba menyingkirkan satu persatu keluarga dekatnya. Hal ini karena perebutan harta waris di masa lalu di keluarga Welfin. Dapatkah Raka melindungi sang Istri dan kedua anak kembarnya, serta menyembuhkan mental Sovia?

Yuk kita simak perjuangan Raka dalam menyembuhkan Sovia dan perjuangannya menyelesaikan masalah yang silih datang berganti di keluarga kecilnya Raka.

Baca sampai selesai ya ^^
Terima kasih~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Akhirnya Muncul

...[Beri like dan komen]...

Namun, untung saja ada seekor kucing lewat dan pria itu tak peduli lagi dengan suara itu dan ia menatap tajam ke arah gadis muda yang ingin ia perkosa.

"Akh! Tolong jangan sakiti aku!" rintih gadis muda itu memberontak ingin lepas dari cengkreman pria itu.

Sovia pun kini tak tega. Sovia akhirnya melihat balok besar di dekatnya, ia pun mengambilnya dan dengan rasa ketakutan ia maju untuk memukul pundak pria itu.

Brak!

Pukulan berhasil mendarat di pundak pria itu. Namun, pukulan itu terlalu kecil hingga pria itu tak pingsan dan membuat Sovia melangkah mundur dengan rasa ketakutan amat besar. Gadis muda yang hampir di perkosa, ia malah menangis bukannya pergi dari situ.

"Sialan!" umpat pria itu marah pada Sovia. Seketika tangan besar pria itu langsung mencekik Sovia membuatnya terkejut begitupun gadis muda bule itu.

"Agh! Lepaskan!" Sovia meronta-ronta.

"Dasar jal4ang! Apa kau ingin mati!" bentak pria itu menatap benci ke arah Sovia.

"To ... tolong. Lepaskan!" Sovia memukul-mukul tangan yang mencekiknya, matanya mulai berair tak bisa lagi bernafas.

Karena terlalu emosi, pria itu pun menghempaskan Sovia ke dinding dan akhirnya kepala Sovia terbentur dan pingsan tak sadar membuat gadis muda itu menangis sejadi-jadinya.

"Hiks, jangan sakiti dia." isak gadis muda itu yang melihat pria itu nampak ingin memperkosa Sovia juga.

Pria itu pun berbalik lagi melihatnya.

"Cih! Memangnya kamu siapa, ha! Kau itu adalah tumbal. Jadi semua kepunyaanmu adalah milikku! Jadi kau jangan coba-coba memerintahku!" bentak pria itu langsung beralih mencekiknya.

"Hiks, tolong lepaskan kami." isak gadis itu terlihat menyedihkan.

"Jangan ha ...." ucapan pria itu terhenti akibat kepalanya ditendang dan membuat cekremannya terlepas dari gadis itu.

BRUK!

Pria itu terkejut melihat kepalanya tergores dan ia semakin terkejut melihat wanita yang ia cekik tadi telah berdiri di depannya dengan keadaan menunduk.

"Apa ... apa dia yang menendangku." batin Pria itu tak percaya. Begitupun gadis muda itu terkejut melihat Sovia berdiri dengan raut wajah yang amat marah nampak ingin membunuh.

"Sialan!" umpat pria itu langsung meluncurkan tinjunya ke arah Sovia. Namun, matanya membola karena tinjunya ditahan oleh Sovia dan membuat ia terkejut. Karena tak ada orang yang bisa menahan tinjunya.

"Kau! Apa kau yang mencekik tubuhku!" gertak Sovia kini menatap tajam ke mata pria itu. Terlihat matanya menyala-nyala berwarna merah.

Pria itu tak peduli dengan ucapan Sovia, ia malah meluncurkan tinjunya. Namun Sovia dengan cepat langsung memberinya tendengan pada bagian bawah pria itu dan akhirnya ia jatuh menahan rasa sakitnya.

Sovia pun melihat gadis muda yang amat menyedihkan dengan pakaian yang sudah tak enak dipandang. Ia seperti teringat dengan kejadian malam bersama Raka.

Gadis muda itu pun berdiri lalu meninggalkan tempat itu karena takut dengan Sovia yang amat menakutkan dengan mata merahnya.

"Ck." Ia mendecak kesal, ia kini tahu jika pria di depannya ingin memperkosa gadis muda tadi.

Namun, tiba-tiba saja. Pria itu berhasil memberikan tendangan pada perut Sovia hingga ia terpental ke dinding.

Pria itu terlihat marah karena gadis muda yang ingin ia perkosa malah sudah tak ada di sana. Karena termakan emosi, pria itu pun mengeluarkan pisau untuk menghabisi Sovia.

Sovia yang tak terima ditendang. Ia pun bangkit lalu menatap tajam ke arah pria itu.

Pria itu pun dengan cepat menghunuskan pisau ke arah Sovia. Dan ia terkejut karena Sovia dapat menghindarinya. Tentu kini, ia bukanlah Sovia. Tetapi melainkan Mira yang telah bangkit mengendalikan tubuhnya sendiri.

"Brensek! Matilah kau!" umpat pria itu menghunuskan kembali pisaunya dan seketika matanya membola tak percaya karena ia malah tertusuk besi yang ada di belakang Sovia tadi. Tentu Sovia menghindarinya dan besi itu menusuk jantung si pria.

Lumuran darah langsung keluar deras dan akhirnya pria itu pun mati mengenaskan karena ulahnya sendiri dan bukan karena Sovia.

Sovia mengambil pisau milik pria itu, ia bermaksud ingin menusuk punggung pria itu.

"Kau tahu. Inilah ganjaran telah menjadi pria bejat. Akan aku bawa kau ke neraka!" umpat Sovia mengangkat pisau itu. Namun pisau itu terjatuh akibat Sovia yang tak lain Mira merasakan sakit dijantungnya dan ia terkejut melihat darah mengalir pada hidungnya.

"Argh!" rintih Sovia kini terduduk menahan rasa sakit itu dan akhirnya ia tergeletak ke lantai. Pandangannya mulai kabur dan dari kejauhan ia melihat dua orang mendekatinya.

"Ra ... Raka." lirih Sovia memejamkan mata dan akhirnya pingsan.

...Tap tap tap...

Suara langkah kaki terdengar mendekati Sovia. Terlihat dua pria yang tak lain adalah Raka dan Willy.

Keduanya terkejut melihat Sovia tergeletak tak sadarkan diri. Bahkan keduanya terkejut melihat ada pria asing mati mengenaskan.

Tapi Raka tak peduli, ia segera mengangkat istrinya dan melihat Willy.

"Buang dia ke laut." Raka memerintahkan Willy untuk membuang mayat itu ke laut. Willy pun menunduk patuh. Ia pun menarik tubuh pria itu agar terlepas dari besi yang menusuknya.

Sementara Raka langsung membawa Sovia pergi dari tempat itu. Raka kuatir terjadi sesuatu pada Sovia. Ia juga heran kenapa istrinya bisa sampai sejauh ini ke tempat yang penuh dengan arwah-arwah bergentayangan dan busuk.

Raka tahu hal ini, karena Andis melihat Sovia pergi begitu saja.

Sementara dari kejauhan, terlihat Andis melihat Raka menggendong Sovia sambil menyusuri lorong-lorong bangunan itu. Terlihat Andis mengepal tangan lalu berbalik.

"Ck, ternyata gagal." desis Andis pergi dari tempatnya lalu berjalan ke arah si kembar yang lagi berdiri tak jauh darinya.

Raka pun berhasil keluar. Ia kemudian berjalan ke arah si kembar dan kini kedua anak itu terkejut melihat Ibunya pingsan.

Raka pun menyuruh anak kembarnya dan Andis pulang Sore ini. Mereka pun berjalan ke arah mobil sambil menunggu Willy datang.

Sementara Willy, tentu kini ia sedang mengangkat mayat itu lalu membuangnya ke laut yang terdekat. Terlihat mayat itu langsung hanyut terbawa arus.

Willy pun berjalan pergi meninggalkannya. Ia kini heran bagaimana Sovia bisa ada di sana dan menemukan pria itu tertusuk besi.

Willy pun kini telah sampai ke mobilnya. Ia memberi kode pada Raka jika tugasnya sudah selesai. Raka kemudian menyuruh Willy dan yang lainnya pulang saja.

Kedua mobil itu pun melaju pergi menuju ke mansion kediaman Welfin. Raka yang mengendarai mobilnya sendiri, ia tak henti-hentinya melirik keadaan Sovia yang di mana hidungnya berdarah.

"Kenapa kau bisa seperti ini." Raka mengelus kepala Sovia. Pria muda tampan itu sangat mencemaskan istrinya.

...______...

...Jangan lupa...

...Like...

...Komen...

...Dan...

...Vote...

...Bersambung...

1
caca
kayaknya pelaku kecelakaannya pak Hendra sih
arfan
up
Anonim
Anita lu gk tau diri
Aurora Almera
lanjut kakak
Ana Uhibbuka Fillah
aku mampir thor
Ernita Anggara
thor lia kn profesor... d awal baca dy kn yg membantu si tian Al....
Ernita Anggara
mata merah jangan2 it ayah nya mira. ato saudara ayah nya mira... y kan thor
uhuuuyyy
akyuuu sukaa cerita nyaa...maachii yaa thoor...selamat..karyamu sungguh menarik..hebaatttt😍😘
uhuuuyyy
ooh ikut bahagia thoor😍😍
uhuuuyyy
semakin seru
uhuuuyyy
apakah itu kakaknya mira
uhuuuyyy
haduuh perutku mules ngekek aja
uhuuuyyy
uhuuyyyyu coo cuiiit ..anita n willy😘😘😍😍
uhuuuyyy
haizzzh pasti modus ini si mira n liana n kevin🤭
uhuuuyyy
papa hendra mau menguasai harta keturunan welfin kyk nya
uhuuuyyy
pasti dalang di balik pertengkaran paman Al rachel dan ayahnya welfin adalah papa hendra..
uhuuuyyy
waah pak hendra gk beres niich
uhuuuyyy
ikutan tegang thoor🙈
uhuuuyyy
bahagia nyaa mrk bersatu dan berkumpul lagi😍
uhuuuyyy
berati Raka putra nya tuan Al...makanya Raka sperti tuan Al bisa melihat makluk astral
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!