NovelToon NovelToon
Magic You

Magic You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:196.3k
Nilai: 5
Nama Author: GracyaValSa

Novel Roman.
Valentresia adalah seorang gadis remaja sama seperti gadis pada umumnya. Hidupnya berjalan normal seperti biasa.

Namun semua berubah secepat kejapan mata sesaat ketika dia menolong seorang wanita tua. Hidup Valen berubah drastis setelah menyadari wanita itu adalah peri.

Bagaimana jika peri yang kau harapkan untuk mengabulkan permintaanmu malah menjadi peri yang memintamu untuk mengabulkan permintaannya?

Inilah yang terjadi pada Valen sekarang.

Dimana permintaannya adalah membahagiakan seorang lelaki yang mempermalukan Valen di sekolah dengan menolak cinta Valen di depan umum.





Cerita di kutip dari imajinasi khayalan penulis asli, bukan dari hasil karya orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GracyaValSa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

Valen yang sangat syok berada di tempat tidur yang ada Jessennya memukuli Jessen dengan bantal. "Kau gila!!! Memang gila!!! Aku kau apain?!! Kenapa aku ada di sini?!! Kau.."

Jessen menyumpal mulut Valen dengan bantal dan mendorong tubuh Valen hingga terlentang. "Kau jangan berisik... Nanti kau ketauan sama orang yang di rumah ini" Bisik Jessen.

Bener dugaan Valen, pasti dia yang mencuri membawa Valen ke kamarnya.

Valen masih merontah-rontah melepaskan dirinya dari tangan Jessen. "Mm..lepasin..mm m..aakuu..mm"

"Kalau kau masih ngak bisa diam. Nanti aku cium."

Kalimat itu membungkamkan Valen dari rontahannya.

Jessen mengacak rambutnya bingung. "Sejak kapan kau di sini?"

Valen melepaskan bantal yang menimpuk wajahnya tadi. "Dasar cowok mesum. Kau mencuriku dan tidur denganku! Kau... Kau... !!! Argh kau merenggut kesucianku!!!"

Lagi lagi bantal kembali menyumpal mulut Valen. "Aku bahkan baru tau kau ada di sini!" Jessen dengan wajah kebingungan mencoba berfikir keras akan hal yang terjadi sebenarnya.

Sebelum nya Jessen tertidur dengan bermimpi berjumpa dengan seorang nenek. Jessen sangat merindukan kehadiran sang nenek. Menganggap nenek tersebut seperti neneknya sendiri. Nenek itu terlihat sedih melihat Jessen, seperti tau betul akan kesedihan yang di alami Jessen "Pompom. Nenek akan memberikan mu seseorang yang baik hati." Ujar sang nenek dengan pelukan hangat walaupun itu dalam mimpi, namun terasa nyata bagi Jessen.

Jessen tersenyum mengingat itu. Apakah dia ibu peri? Dan juga

Apakah Valen yang dimaksud nenek?

Jessen menggelengkan kepalanya. Kenapa dia harus percaya hal aneh ini.

sudah cukup pusing karena memimpikan sesuatu yang aneh, sekarang Jessen kembali di suguhkan dengan kehadiran seseorang yang tak di inginkan kehadirannya.

Jessen menatap Valen sambil melemahkan dekapan bantal yang menekan Wajah Valen. "Bukankah kau kemarin menolakku?"

Valen menepis kasar bantal yang menempel wajahnya. "Iya, memang."

Valen berdiri dari tempat tidur Jessen. "Aku akan keluar dari sini dan melaporkanmu ke polisi!"

Jessen tertawa garing mendengar kalimat yang keluar dari mulut Valen. "Dengar... Aku tak pernah berbuat mesum denganmu. Lagipun bukan aku yang membawamu ke kamarku, kau yang datang ke sini. Kalau kau lapor polisi, kau yang akan di penjara karena masuk ke rumahku tanpa izin."

Valen melihat tubuhnya. Bajunya tidak tampak berantakan, masih rapi. Masih mengenakan dasi sekolah dan juga tali pinggang yang masih terikat di pinggang. Dia juga tidak merasakan nyeri di daerah sensitif nya.

Sulit untuk dipercayai tapi... Sepertinya Jessen memang benar.

Jessen mengangkat wajahnya. "Aah, gimana kalau aku yang laporin?"

"Hah?! Kok jadi kau sih yang ngelapor!"

Jessen mengelus dagunya dengan telunjuk dan ibu jarinya. "Ya karna kau udah masuk kamarku tanpa izin, memfitnah dan merusak nama baikku." Jessen menatap Valen dengan datar dan menaikkan satu alisnya. "Kurasa itu cukup untuk menjebloskanmu ke dalam penjara."

Valen cengo dengan kalimat Jessen. Kok jadi aku yang bersalah?

"Engga, aku ngak mungkin bisa masuk penjara. Kau yang akan masuk penjara! Kau pikir aku bodoh huh?" Valen melangkahkan kaki menuju pintu kamar Jessen.

"Apa kau tau jalan pulang ke rumahmu?" Jessen terkekeh.

Lagi lagi kaki Valen terhenti.

Sial, sial, sial.

"Maumu apa sih?! Dan kenapa juga aku bisa di sini? Kalau bukan kau yang membawaku... Terus siapa?!" Valen menggaruk kepala kesal.

Suara halus di terpa angin terdengar sangat dekat di telinga Valen. Itu suara wanita tua yang tidak asing baginya. Suara nenek yang di tolong Valen kemarin. "Kau akan mengerti."

Bulu kuduk Valen berdiri. "Eh, kakak denger suara?" Tanya Valen pada Jessen.

"Tadi panggil aku kau dan sekarang kakak?" Jessen menyindir.

"Aku serius!"

Jessen memutar bola mata acuh. "Ngak."

"Su... Suara nenek nenek loh kak... Tadi aku dengar sendiri... Su suaranya datang dengan hembusan angin." Valen mulai merasa ketakutan dengan hal yang terjadi padanya.

Jessen menunjuk seluruh sudut ruangan kamarnya. "Lihat, ngak ada jendela terbuka."

Baru kali ini Valen benar-benar merasa sangat ketakutan. Ini sangat menyeramkan melebihi dari film horor yang pernah di tonton Valen. Seramnya ini terjadi di dunia nyata.

Valen terburu-buru berjalan ke arah Jessen. "Antar aku pulang!"

Jessen tertawa sinis. "Kau memohon pada ku?" Jessen berbaring, menutup mata malas "Katakan lebih lembut, gunakan kata-kata yang enak di dengar."

Kesal bercampur dongkol bergemuruh di hati Valen. "Kak Jessen, tolong anterin aku pulang ya... Please..." Valen mencoba sangat lembut kepada Jessen sedangkan hatinya sangat bertolak belakang dengan itu.

"Gimana ya?" Jessen merentangkan tangannya. "Malas. Aku mau tidur." Sambungnya.

Rasanya Valen ingin mencekik leher Jessen sekarang. Menggantungnya di langit-langit kamar dan membiarkan nya mati perlahan. Tapi... Sabar Val... Sabar... Entar kau ngak bisa pulang.

"Kak aku serius. Kalau memang kakak ngak mau antar juga ngak apa. Tapi  aku harap dan mohon sama kakak untuk antar aku." Yup... Berhasil, Valen dapat mengendalikan emosinya.

Jessen menatap Valen dingin. "Aku ngak mau."

Baik dia mulai cari gara-gara bung... Cara membunuh orang paling memuaskan gimana caranya ya... Umpat Valen dalam hati. Namun semua itu di tepisnya dan mencoba bernapas dalam-dalam. "Ya udah, aku mau pulang."

Valen berjalan keluar pintu.

"Woy." Valen kemudian membalikkan badan mendengar panggilan Jessen.

Apakah Jessen akan mengantarku pulang? Aku harap iya.

"Ini Kunci serap pintu depan rumah, sama ini ponselku buat kau bisa lihat map."

Kretekk

Rasanya tulang rusuk Valen mau patah. Mengharap kan kebaikan Jessen seperti mengharap kan sebuah batu berubah menjadi permen kenyal yuppy. Ngak bakal terjadi.

Jessen melemparkan kunci dan ponsel dari tangannya dan di tangkap oleh Valen.

Dengan menahan semua kekesalan yang ada Valenpun berangkat.

***

Di perjalanan Valen sangat takut. Dia melihat kanan kiri dengan waspada. Valen mengecek jam berapa ini sekarang, jam 3 pagi...

Tapi yang masih juga menjadi salah satu pikiran Valen, ngapain juga Jessen buat alarm jam 3 kurang? Aneh memang tu anak. Udahlah ngak usah di pikirkan. Nanti aja kalau sampai rumah di pikirkan lagi.

Ksrak

Terdengar suara seseorang terjatuh di belakang Valen. Valen melihat orang tersebut curiga. Dia menutupi wajahnya dengan penutup kepala Woody yang di kenakannya. Valen yang panik menjerit. "Kalau kau mendekat aku akan menjerit!"

Laki-laki itu panik dan pergi dengan berlari menjauh dari Valen.

Melihat banyak kejadian kejahatan yang mungkin terjadi Valen mempercepat langkah kakinya dan mulai berjalan dengan cepat, bahkan sesekali Valen berlari agar lebih cepat sampai rumah.

***

Valen memanjat pagar rumah dan mengendap-endap masuk ke dalam rumah. Syukurnya Valen tau di mana kakek dan nenek menyimpan kunci cadangan yang tergantung di dalam gudang barang yang tak terpakai.

Valen masuk ke dalam rumah dan dapat bernapas lega bisa sampai rumah dengan selamat.

Valen menelentangkan badanya lelah. Tapi seperti ada yang mengganjal di saku rok Valen. Sebuah buku kecil yang sangat indah. Ketika di buka buku itu hanya terdapat satu lembar, tertera tulisan berhasil 1/10, huh?

Semakin lama Valen berfikir pikirannya semakin kacau.

Kembali angin menerpa raga Valen lagi. Namun kali ini berbeda, dia melihat kehadiran nenek tersebut. Tidak hanya suara saja. "Valen nenek ingin kamu menyelesaikan misi ini."

Nenek itu menatap ke arah langit. "Jessen begitu kesepian." Nenek itu mengarahkan pandangannya lagi ke arah Valen dan kemudian tersenyum. "Buatlah dia menjadi periang kembali. Aku memilihmu karena kebaikanmu akan membahagiakan Jessen." Nenek tersebut mulai menghilang.

Valen mencoba bicara. "Tapi nek saya tidak bi... "Kalimat Valen terputus karena nenek itu menghilang.

Dan terdengar suara lembut yang terbawa angin. "Terimakasih"

Nenek itu benar-benar menghilang dengan angin dan Valen hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun karena dia memang tidak tau mau bicara apa lagi.

Valen memijit dahinya pusing. "Huh, ini kenapa lagi sih?"

Valen tak tau apa yang terjadi padanya sekarang. Apa yang harus di lakukannya?

1
Retno Palupi
masak rebutan sama adek sendiri?
Retno Palupi
lanjut
Retno Palupi
ada cerita anak2 mereka g?
Retno Palupi
loh kok d tinggal, mending ikut ke sana aja yo
Retno Palupi
🤭🤭🤭
Retno Palupi
lanjut
Retno Palupi
berarti usia pernikahan udah delapan tahun?
Retno Palupi
wow Rio sweet
Retno Palupi
lanjut kak
Retno Palupi
jadi pacar beneran
Retno Palupi
kasian Jessen, semoga g sakit parah
Retno Palupi
oh gitu awal jadian thesa?
Retno Palupi
😂😂😁 g kebayang KL jd beneran nikah
Retno Palupi
lanjut
Retno Palupi
penasaran
Retno Palupi
pusing dg pilihan yang diberikan mamahnya Val
Retno Palupi
sweet
Retno Palupi
lucunya 🤣🤣🤣
Retno Palupi
wah Jessen 😂😂😂
Retno Palupi
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!