NovelToon NovelToon
Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:311
Nilai: 5
Nama Author: shkira

Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.


pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.

SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 6

Keesokan Pagi nya, Ana menyiapkan dua mangkuk bubur yang sudah di siapkan untuk di berikan pada Hansen dan Risa . Ia sengaja bangun sangat awal untuk membuatnya.

Ia melakukan itu hanya karena kasihan melihat Hansen yang sebatang kara.

Setelah semua siap, ia segera pergi menuju apartemen Hansen. Sebelum nya ia sudah mengirim pesan pada Hansen bahwa ia akan datang untuk mengganti perban pagi ini.

Hansen yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju kantor nya langsung putar arah menuju apartemen. setelah mendapat pesan dari Ana.

Di waktu yang bersamaan saat ana keluar dari lift, Hansen yang juga baru sampai di apartemen nya langsung masuk ke dalam, melepas jas dan kemeja nya lalu mengganti pakaian nya dengan pakaian casual.

Saat ini Ana sudah berada di depan pintu apartemen. Hansen membuka pintu saat mendengar ketukan dari nya.

Ana berdiri dengan senyum has nya yang lembut. " Selamat pagi!" ia melihat kedalam " boleh aku masuk?" tanya nya, sangat polos.

Hansen membalas nya dengan senyum tipis mempersilahkan Ana masuk. "Aku akan buat teh!"

"tidak perlu aku hanya sebentar.." ia meletakan bekal makanan di atas meja lalu duduk di sofa.

"Aku bawa sarapan untuk kamu!"

"Obat dan perban nya di mana?!" Tanya Ana.

Hansen segera mengambil obat setelah Ana meminta nya. Tidak lama ia kembali memberikan kotak obat yang ia ambil.

Ana menepuk-nepuk sofa meminta Hansen untuk duduk di samping nya. "Kemari lah biar aku lihat luka nya!" sikap nya seakan tidak canggung.

Dengan wajah datar Hansen mengikuti perintah Ana.

Ia melepas baju nya tanpa di minta oleh ana sampai membuat nya terbelalak kaget. Melihat otot perut dan lengan Hansen yang kokoh.

"Apa yang kamu lakukan?"

Hansen menatap dengan wajah datar "bukankah kamu bilang mau mengganti perban!"

"Ya, memang.. tapi tidak perlu kamu buka semua baju mu kan!" Balas Ana wajah nya tersipu malu.

Hansen malah tersenyum licik saat melihat reaksi Ana yang malu. " Akan lebih mudah jika di buka semua!" Kalimat nya terdengar vulgar. Ia berpose membuka dada. menunjukan pada Ana. Yang menutup pandangan nya dengan kedua tangan "Tuan, sebaik nya pakai baju mu, aku tidak bisa fokus mengganti perban jika kamu seperti itu!"

"Apa kamu tidak fokus?"

"Ma..maksud ku.." balas nya panik.

Hansen tersenyum puas melihat reaksi Ana. "Baiklah aku pakai baju ku!" ucap nya berhenti menggoda.

Ana menghela nafas panjang setelah melihat Hansen kembali memakai baju nya. Tidak pikir lama

Ia langsung memulai melepas perban yang ada di perut Hansen dan menganti nya dengan hati-hati. Hansen terus memperhatikan ana yang terlihat serius.

'dia cukup cantik saat sedang serius.' batin nya. pandangan nya tidak lepas dari Ana.

Hansen segera memalingkan pandangan nya ketua Ana sudah selesai mengganti perban.

expresi nya seakan kecewa lantaran Ana Menganti Dengan sangat cepat.

"Luka nya basah..Kalau bisa jangan terkena air dulu biar luka nya cepat kering!" Jelas Ana beranjak dari duduk nya membereskan sisa perban.

"Kalau begitu aku pergi dulu, besok aku datang lagi!" ucap nya. Bersiap untuk pergi.

"Secepat itu?"

Ana menatap bingung pada Hansen, "Apa kamu butuh sesuatu lagi?"

Hansen beranjak dari duduk nya berdiri tepat di hadapan Ana. "Ya, membutuhkan kamu tetap di sini!" bisik nya menggoda.

Wajah Ana langsung ngeblus, ia tidak kuat dengan karisma Pria yang ada di depan nya yang sangat tampan. Sampai membuat jantung nya berdegup sangat cepat.

Hansen tersenyum kecil menatap Ana "Aku hanya bercanda!" ucap nya memecah kecanggungan.

Ana tertawa seperti orang bodoh sebelum ia pergi meninggalkan Hansen.

ia bisa merasakan jantung nya masih berdegup kencang. Wajah Hansen kembali terlintas di pikiran nya. Ana menggeleng kencang mengacau pikiran nya dari Hansen.

Satu Minggu Ana merawat luka nya hingga sembuh. meski luka nya telah sembuh, Hansen masih terus mendekati Ana agar ia benar-benar jatuh cinta padanya. sehingga setelah itu ia bisa mempermainkan Ana sesuka hati nya dan membuat nya Hancur.

sejak ia kenal dengan Hansen. Hari-hari Ana telah berubah. Selama ia mengurus luka nya. Ia benar-benar di buat jatuh Hati oleh Hansen yang Sejak Awal terus menggoda nya hingga membuat Ana benar-benar jatuh cinta pada nya.

.

.

.

waktu berlalu dengan sangat cepat Setalah satu bulan..

Ana sudah tinggal terpisah dengan keluarga satria.

Kedai manisan nya pun berjalan lancar.

Pagi ini seperti biasa Ana bangun lebih awal untuk pergi ke kedai.

ketika ia membuka pintu ia terkejut melihat Hansen yang sudah berdiri menunggu nya di depan pintu

Hansen sengaja menunggu di sana karena hari ini adalah Akhir penentuan untuk memastikan apakah Ana sudah benar-benar jatuh cinta pada nya atau tidak. Ia akan melanjutkan permainan jika ana jatuh cinta, tapi jika tidak. Ia akan langsung menghabisi Ana saat itu juga dan membuang-buang waktu dengan percuma.

Ia menyimpan cincin dan pistol yang ia sembunyikan di balik baju.

Hansen berdiri tepat di Hadapan Ana. Ia mengeluarkan cincin yang ia beli dengan asal di toko perhiasan.

Ia membuka kotak cincin " Apa kamu mau menikah dengan ku!"

Ana terpaku kaget dengan lamaran Hansen yang tiba-tiba. ia tidak menyangka kalau Hansen akan melamar. Jantung nya berdegup cepat membuat nya gugup sampai tidak bisa bicara. Sejak Ana dekat dengan Hansen. Ia sudah memendam perasaan yang menurut nya tidak mungkin untuk di katakan.

namun saat ini benar-benar membuat nya tidak percaya kalau ternyata Hansen juga menyukai nya.

"Ana!"

"Apa kamu menerima lamaran ku?" panggil nya mengacau lamunan Ana.

"A..aku..." raut wajah nya Ragu "Apa ini tidak terlalu cepat?"

Hansen mengernyit melihat sikap Ana yang ragu "Apa kamu tidak menyukai ku!"

"Tidak! Ma..maksud ku, tidak begitu, aku.. Aku menyukai mu! Tapi lamaran ini terlalu cepat. Kita bahkan belum saling mengenal lebih dalam!" Jelas nya, bingung.

Hansen terdiam saat mendengar kalimat Ana yang mengatakan kalau ia menyukai nya. Itu berarti ia berhasil membuat Ana masuk perangkap.

"Bukankah kita bisa saling mengenal lebih dalam setelah berpacaran!" paksa nya, meyakinkan keraguan Ana.

Ana terdiam sesaat dalam benak nya ia membenarkan ucapan Hansen. lagi pula ia menyukai Hansen seharus nya ia senang saat di lamar oleh orang yang di sukai.

Hansen masih menunggu jawaban nya. Tidak lama Ana mengangguk pelan mengulurkan jari nya Agar Hansen memasang cincin di sana.

Hansen tersenyum puas saat Ana menerima lamaran nya yang hanya main-main.

rencana nya untuk membuat Ana jatuh cinta berhasil.

Malam nya Ana yang baru saja tutup kedai bergegas pulang ingin cepat bertemu dengan Hansen. Ia benar-benar sedang jatuh cinta hari ini.

Langkah nya berjalan pelan di atas trotoar. Ia selalu pulang berjalan kaki lantaran jarak apartemen tidak terlalu jauh dari kedai nya.

di waktu yang sama Hansen mengikuti Ana dengan mobil yang berjalan pelan di belakang nya.

.

.

.

.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!