NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Demi Penerus

Istri Pengganti Demi Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: anak org

semoga suka ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak org, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 6

"tapi aku t-"

"Akhhh!" pekik Aluna kesakitan saat tangan besar Aryan mencekram kedua pipinya dengan kuat, bahkan, kedua kuku Aryan menusuk sangat dalam di pipi Aluna. membuat Aluna tidak bisa menahan air matanya untuk turun.

Namun, karena sakitnya yang luar biasa menyakitkan, akhirnya pipi Aluna pun dibasahi oleh buliran air bening yang turun dari pelupuk matanya.

"Hiks... hiks.. mas, kena- Akhhh!" pekik Aluna kuat saat tangan Aryan semakin mencekram kedua pipinya.

"aku peringatkan dirimu, Aluna. kau itu bukanlah istriku dan aku juga tidak mengharapkan bahwa kau sekarang adalah istriku. malahan aku berharap semoga kau dan aku berakhir tanpa adanya status pernikahan. dan satu lagi, pernikahan ini hanyalah perjodohan di atas kertas kalau kau lupa

dan aku tidak akan pernah mencintaimu sama sekali, Aluna. tidak pernah dan ingat sekali lagi, kalau kau masih mencoba untuk mendekatiku, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu dengan tanganku sendiri, Aluna ingat itu!" ujar Aryan menatap Aluna tajam dengan wajah yang masih datar.

setelah itu, dia menarik kembali tangannya dan berlalu dari sana dengan wajah yang masih datar tanpa ekspresi. dia melangkahkan kakinya keluar rumah dengan tenang namun tegas.

Aluna yang masih berdiri di sana menatap punggung Aryan yang mulai menjauh dari pandangannya.

dia sebenarnya tidak tahu kenapa ini semua bisa terjadi.

setiap dia ada kehadirannya dalam kehidupan seseorang, maka orang itu akan selalu sial dan berakhir dengan pertengkaran seperti ini.

dia juga tidak tahu kenapa ini selalu terjadi pada dirinya.

apakah memang dia ini seorang pembawa sial? mengingat dulu saat dia masih di rumah orang tuanya, mereka selalu terkena sial karena dirinya.

Flashback on

di sebuah mansion yang sangat besar dan mewah, tawa seorang anak kecil yang sangat nyaring memenuhi ruang tamu. tempat itu menjadi ruang bersantai paling nyaman bagi keluarga ini.

Hendra duduk di sofa bersama sang istri yang bersandar manja di dadanya sambil mengelus perut buncit istrinya yang sedang mengandung berusia 5 bulan.

keduanya menatap sang anak bungsu yang berusia 7 tahun sedang main kejar-kejaran bersama kakak keduanya Aurel yang berusia 12 tahun. gelak tawa mereka begitu menyenangkan dan membuat seisi rumah tersenyum senang melihat kedua anaknya bermain dengan penuh semangat.

sedangkan kakak pertamanya Karin yang berusia 14 tahun hanya memainkan ponselnya. sesekali dia melirik kedua adiknya yang sedang bermain, lalu tersenyum kecil kala si bungsu merengek karena dikejar oleh kakak keduanya.

"hahaha!" tawa Aluna nyaring memecahkan suasana sunyi di dalam ruangan itu.

"ayo mau ke mana, hah? jangan lari!" ucap Aurel sambil mengejar Aluna yang kabur darinya.

"Yayah hahaha, tolong! ada monster ngejar dedek!" pekik Aluna riang sambil berlari mendekat ke ayahnya

"oh, monster ya? sini biar monster ini yang akan memakanmu hihihi?" goda Aurel sambil membuka tangannya bersiap menangkap tubuh kecil Aluna.

tapi...

Bruk!

"oh! hati-hati, sayang" ucap Hendra lembut saat Aluna menenggelamkan tubuhnya ke dalam kaus ayahnya.

tubuh kecil Aluna membuat perut Hendra jadi menggembung seolah sedang mengandung. melihat kelucuan Aluna yang tidak ada habisnya, semua yang ada di sana langsung tertawa terbahak-bahak.

Hendra pun segera menaikkan kembali kausnya, memperlihatkan tubuh kecil Aluna yang sedang meringkuk di atas pahanya.

lalu sebuah jari telunjuk yang sangat halus dan lembut menyentuh pipi berisinya yang gemoy. sehingga Aluna pun menolehkan kepalanya menatap orang yang menyentuh pipinya.

Tuing~

saat Aluna menoleh, yang dia lihat adalah ibunya yang sedang tersenyum lembut dan manis ke arahnya, membuat dirinya juga ikut tersenyum memperlihatkan gigi-giginya yang masih kecil.

"ibuuu~" ucap Aluna girang setelah melihat wajah cantik ibunya.

cup.

sebuah kecupan manis dari ibunya dia berikan ke pipi berisi Aluna dengan penuh kasih sayang.

Aluna pun segera memeluk perut ibunya yang posisinya masih duduk di pangkuan ayahnya. karena ibu dan ayahnya duduk berdekatan, jadi dia sangat mudah untuk memeluk perut ibunya.

"dedek kenapa masih lama sih keluarnya, Bu?" cemberut Aluna mengelus perut ibunya lembut.

"sabar ya, sayang. kan dedeknya masih 5 bulan di sini. nanti kalo udah 9 bulan baru deh dedeknya bakal keluar" ucap Rani tersenyum manis ke arah Aluna sambil mengelus surai rambut Aluna lembut.

"tapi lama~" rengek Aluna memajukan bibirnya lucu.

cup.

"sabar sayang~" ucap Hendra mencium pipi Aluna gemas.

"oh iya, Aluna mau ikut ibu sama ayah nggak besok?" tanya Rani ke arah anaknya yang terlihat sangat sedih.

"ke mana?"

"besok ayah sama ibu mau ngeliat dedek bayi di rumah sakit. jadi Aluna mau lihat juga nggak?"

"emang boleh bu?" tanya Aluna dengan mata berbinar-binar

"boleh sayang" jawab Rani lembut selembut sutra ke arah Aluna

"sekalian kita mau lihat dedek bayinya ini laki apa perempuan nanti besok" ucap Hendra menatap manik mata putri kecilnya.

"emang udah bisa ya, yah, ngelihat jenis kelaminnya apa?" tanya Karin akhirnya setelah mendengar kalau ayahnya ingin melihat jenis kelamin bayi yang dikandung ibunya.

" bisa kok, kan usia kandungan ibu udah 5 bulan. jadi kata dokter di bulan-bulan segitu udah pas banget buat lihat jenis kelaminnya" jawab Hendra menatap anak sulungnya lembut.

Karin pun hanya bisa menggangguk-anggukan kepalanya paham.

"wahh Aluna ikut!"

"baiklah, besok kita siap-siap dan lihat dedek bayinya besok" ujar Rani heboh

"iya, Aluna sudah tidak sabarrrr untuk besok, Bu"

melihat kegigihan Aluna yang tidak sabar bertemu adek bayi besok. membuat mereka tertawa terbahak-bahak.

sesuai yang dikatakan Rani dan Hendra, pagi ini mereka berdua sudah sampai di depan rumah sakit Neon Citra yang terkenal akan pelayanan yang baik dan perawatan yang konsisten.

jadi tidak diragukan lagi kalau ini adalah rumah sakit yang sangat mahal dan mewah di kota ini.

tapi mereka tidak hanya berdua saja, ada satu makhluk lagi yang juga ikut bersama mereka. siapa lagi kalau bukan Aluna.

lalu Karin dan Aurel di mana? mereka tidak ikut karena Karin katanya ada janji dengan temannya. dan untuk Aurel, dia juga tidak ikut karena ada tugas kelompok di rumah temannya.

"ayo masuk" ucap Hendra menggendong tubuh kecil Aluna dan mengandeng tangan Rani lembut.

Di meja resepsionis

"selamat pagi, pak, Bu. ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang wanita yang masih sangat muda tersenyum ramah ke arah keluarga Pratama.

"pagi juga, mbak. sebelumnya perkenalkan, nama saya Rani, dan kebetulan saya ada janji kontrol kehamilan jam 10 dengan dokter Linda. apa dokter Linda sudah datang?"

"ooh, dengan ibu Rani Pratama ya?"

Rani menganggukkan kepalanya

"kebetulan dokter Linda sudah menunggu anda, nyonya, di kamar 12. nyonya bisa jalan lurus saja dari sini. nanti ruangan nomor 12 akan terlihat di sana." ujar wanita itu tersenyum ramah dan mengarahkan ruangan dokter Linda.

"terimakasih. kalau begitu kami ke sana dulu" kali ini bukan Rani yang menjawab, melainkan Hendra yang masih mengendong tubuh Aluna.

"Ah, iya, pak" ucap wanita itu menundukkan kepala setelah family Pratama berjalan menjauh menuju ruangan Linda.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!