NovelToon NovelToon
Istri Bisu Sang Duke

Istri Bisu Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Pengantin Pengganti
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: farchahcha

“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Nyonya Wilson mengantarkan Elowen ke kamarnya. 

“Silahkan Your Grace. Ini kamar anda, kamar terluas kedua di istana ini,” ujar wanita itu sambil membukakan pintu untuk Elowen.

Elowen melangkah masuk, namun langkah terhenti di tengah-tengah ruangan. Matanya menyusuri setiap sudut, terpukau dengan dinding putih dengan ornamen emas yang megah ini. 

Tidak pernah Elowen mendapatkan kamar dengan ornamen semegah ini. Selama ini dia hanya mendapat kamar paling kecil dibanding saudara-saudaranya. 

Bahkan, perabotan di dalam kamar Elowen adalah bekas kakak-kakaknya. Berbeda sekali dengan kamar ini, semuanya terasa… baru. 

“Your Grace,” panggil Nyonya Wilson. 

Elowen berbalik, matanya yang bulat menatap lurus ke wajah Nyonya Wilson yang tersenyum.  

“Silahkan beristirahat, jika anda butuh sesuatu. Anda bisa membunyikan lonceng yang ada di samping perapian atau di dekat ranjang anda,” wanita itu menunjuk ke arah lonceng berada. 

Elowen mengikuti arah yang ditunjuk Nyonya Wilson kemudian mengangguk. 

“Pelayan akan segera datang untuk membantu anda,” lanjut Nyonya Wilson. 

Elowen mengambil lagi catatan kecilnya. “Terima kasih Nyonya Wilson,” tulisnya di catatan itu dan diperlihatkan pada Nyonya Wilson. 

Nyonya Wilson mengangguk sambil tersebut. “Kalau begitu, saya izin. Selamat beristirahat, Your Grace.” 

Elowen mengangguk lagi. 

Sepeninggal Nyonya Wilson, Elowen duduk di sisi ranjang. Tangannya nyaman mengelus kain di ranjang. Sutra? Atau bahan apa yang bisa selembut ini? Elowen bahkan merasa nyaman hanya dengan menyentuhnya. Bagaimana rasanya tidur di atasnya? Ah, pasti nyenyak sekali. 

Elowen berdiri, kali ini dia duduk di tepi jendela melihat pemandangan danau yang ada di luar istana. “Bahkan, istana ini memiliki danau yang sangat indah,” ucapnya dalam hati. 

Kamar yang luas, perabotan baru, kasur empuk dengan kain yang sangat lembut, lalu… pemandangan yang sangat indah dari jendela kamarnya. 

“Semua terasa mimpi.” Elowen menghela napas panjang. 

Untuk Elowen, yang selalu mendapatkan kamar terkecil. Perabotan bekas dari para kakak-kakaknya. Ini semua rasanya seperti mimpi.

Elowen selama ini menggunakan ranjang bekas milik Adrian, lemari baju dari kamar Bastian, lalu baju-baju yang sudah tidak terpakai milik Cleona. Dan, buku-buku yang sudah tidak diperlukan oleh Dylan selalu berakhir padanya. 

Apa benar ini sebuah pengorbanan yang menyakitkan seperti yang dikatakan Cleona?

Semua ini bahkan lebih indah dari kehidupan Elowen selama ini. 

Elowen tiba-tiba menggelengkan kepalanya. Mengenyahkan pikiran aneh yang hinggap di kepalanya. 

“Aku sudah gila! Bagaimana bisa aku berpikir aku akan bahagia di sini daripada bersama keluargaku. Sedangkan, pria yang menjadi suamiku adalah Seorang Duke yang terkenal kejam dan dingin.”

Elowen kembali mengingatkan dirinya sendiri. Agar tidak terlena dengan kebahagiaan kecil ini. 

“Tapi, semua ini tidak kecil,” katanya lagi dalam hati sambil matanya melihat ke sekeliling.

***

Di sisi lain, Cassian sedang duduk di ruang baca miliknya. Menenggak brendi sendiri. Sambil melihat ke lukisan sang ayah yang tergantung besar di sana, Cassian menatap tajam. 

“Lihatlah Ayah, aku bisa menentang kehendakmu! Kau ingin keluarga sempurna?” Cassian mendengus, “Tidak akan pernah kuberikan!” senyum seringai muncul di wajah dingin Cassian. 

Kemudian dia melihat ke arah luar jendela. Matanya melebar ketika mendapati seseorang sedang berjalan ke arah danau. 

“Elowen?” bisiknya pada diri sendiri. Si istri bisu itu mau apa dia mendekat ke danau? 

Dari jendela ruang baca, Cassian memperhatikan Elowen yang berjalan di tepian danau. Sesekali menghadap langit senja dengan cahaya keemasannya. 

Elowen terlihat memejamkan matanya sambil mendongak ke arah langit, seolah menikmati. 

“Apa yang dia lakukan…” suara Cassian menggantung di udara, napasnya tertahan ketika melihat Elowen tiba-tiba tersenyum dengan mata yang masih memejam menikmati cahaya senja. “Cantik sekali,” ucap Cassian di balik jendela.

Cassian langsung berdehem untuk mengembalikan fokusnya. “Apa yang kukatakan tadi,” tegurnya pada diri sendiri. Lalu, berbalik meneguk minuman di tangannya. 

Sudut mata Cassian masih mencuri pandang ke luar jendela. Wanita itu sudah tidak ada. 

“Kemana dia?”

Kepalanya melihat ke kanan dan kiri untuk mencari dimana Elowen berada. Tapi, wanita itu sudah menghilang. 

Apa mungkin Cassian hanya berhalusinasi?

Untuk apa juga dia menghalu wajah wanita itu. 

Cassian menggeleng sambil menertawakan kebodohannya. Pria itu kembali sibuk dengan minumannya, seorang diri. 

Di sisi lain, Elowen berjalan mengelilingi istana sang duke. Dia merasa lelah dan ingin tidur saja awalnya. Namun melihat danau yang begitu indah, Elowen tak bisa menahan diri untuk diam saja di dalam kamarnya. 

Dia memutuskan berjalan-jalan sebentar di sekitar danau. 

Beberapa pelayan menyapanya dengan sangat ramah. Beberapa menawarkan untuk menemani Elowen berkeliling, tapi dia menolak. 

Bahkan Nyonya Wilson sempat khawatir kalau sang Duchess berniat ingin pergi dari istana. 

Semua orang di istana tahu pernikahan Duke dan Duchess bukan pernikahan yang diinginkan keduanya. Tidak heran kalau Nyonya Wilson mengira Elowen tidak suka berada di istana. 

“Saya hanya ingin berkeliling sendiri. Anda tidak perlu khawatir.” Tulis Elowen di catatan kecilnya. 

“Tapi, Duke pasti tidak ingin anda sendirian, Your Grace.” Nyonya Wilson masih bersikeras. 

Elowen tersenyum, sedetik kemudian dia menggeleng. Lalu menulis lagi di catatannya. “Saya pasti akan kembali. Sebentar saja.”

Nyonya Wilson akhirnya menyerah. Dia pun mengangguk sopan. “Baiklah, pastikan anda memakai mantel anda karena di luar udaranya dingin.” 

Elowen mengangguk. 

Baru kali ini ada orang yang begitu mengkhawatirkannya. Entahlah, dia harus senang atau sedih dengan ini. 

Dulu, di kediaman Whitmore semua orang tidak terlalu peduli padanya. Elowen seolah tidak dianggap ada di sana.

Bahkan sampai detik ini Elowen masih tidak bisa membedakan apakah ini keberuntungan untuknya atau, sebuah penderitaan lain.

1
Yeni Fitriani
penasaran 80 000 pound itu . maksudnya poundsterling kah...?
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?

auto lsg tanta mbh gogle
farchahcha: Iya best 80rb pound maksudnya poundsterling ya.
total 2 replies
this that PINK VENOM
.
jaka purnomo agung
Penulisan nya sangat rapi, tanda baca juga pas sehingga saya lebih mudah memahami cerita...
you're amazing writer
farchahcha: Thank you best, I really appreciate it. So, enjoy reading the story 🦋
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjut kak
Emi Sudiarni
benar2 nenek lampir putri lydia
Emi Sudiarni
apa lucien suka elowen
Emi Sudiarni
menarik diawal cerita
farchahcha: Enjoy reading best 🦋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!