NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 25

Riri duduk tegang si kursi panas ruang interogasi yang terasa mengintimidasi. Keringat dingin mengucur di kepalanya. Detektif Arum memandang Riri dengan tatapan yang dingin dan mengancam. Riri menelan ludah, kakinya gemetar ketakutan. Ini pertama kali ia di interogasi seperti ini.

"Terimakasih nona Riri telah hadir memenuhi panggilan kami. Tanpa basa-basi kita mulai saja.

Apa betul anda mengenal korban dan pelaku?'' tanya detektif itu.

'' Tentu, mereka rekan kerja saya sekaligus teman dekat," jawab Riri.

"Sebagai saksi yang mengetahui kedekatan atau hubungan korban dan pelaku seperti apa?'' tanya detektif Arum.

"Mereka terlihat cukup dekat saling pengertian satu sama lain serta saling bantu saat bekerja di toko. Terkadang orang melihat mereka seperti pasangan kekasih tapi sebetulnya tidak,'' jawab Riri.

"Sebagai saksi yang mengenal pelaku, pelaku ini seperti apa orangnya di mata anda?" tanya detektif itu.

"Dia orang yang cukup baik, sopan dan pengertian,'' jawab Riri.

"Apa benar anda yang memberikan minuman itu kepada pelaku?" tanya detektif Arum.

"Benar. Saya mendapatkannya dari salah satu pelanggan kami waktu itu," jawab Riri.

"Lalu apa anda tau minuman itu telah terkontaminasi dengan zat lain?" tanya Arum.

"Tidak. Pelanggan itu datang mencari Bennedict untuk berterimakasih karena ia merasa pernah terbantu. Jadi saya menerimanya tanpa curiga, karena kami terkadang menerima pemberian dari pelanggan kami,'' jawab Riri.

"Apa ini pelanggan yang anda maksud?" Arum memperlihatkan sebuah foto seorang laki-laki berkepala plontos dengan pakaian olahraga berwarna kuning.

Riri menatap foto itu beberapa detik. Keningnya berkerut seolah mencoba mengingat.

"Sepertinya... iya. Saya yakin dia orang yang sama."

"Mau saya kasih tau siapa dia sebenarnya?" tanya detektif Arum.

Riri mengangguk gugup...

"Pria ini bernama Wang. Awalnya kami hanya mengenalnya sebagai pengusaha. Namun setelah penyelidikan berkembang, kami menemukan bahwa ia diduga memiliki hubungan dengan jaringan kejahatan terorganisasi. Saat penyelidikan masih berlangsung, jasad Wang ditemukan di gedung kosong. Dan terungkaplah siapa Wang sebenarnya, ia tangan kanan seorang pemimpin kartel. Orang yang paling di cari di negara ini. Umurnya 27 tahun. Berkewarganegaraan Singapore. Mempunyai catatan kriminal yang tidak sedikit. Orang ini sangat berbahaya,'' ucap detektif Arum.

Riri terkejut mengetahui informasi itu.

''Lain kali hati-hati jangan mau menerima pemberian dari orang asing begitu saja. Untung ada bukti kuat kamu tidak bersalah. Bagaimana kalau sebaliknya. Kamu bisa jadi tersangka di kasus ini,'' ucap detektif itu.

"Baik saya akan berhati-hati,"

Interogasi Riri telah selesai...

Di ruang interogasi sebelah, Pak Wawan sedang menginterogasi Zhao Lee...

"Anda kenal orang ini?" pak Wawan menunjukan foto yang sama dan orang yang sama seperti detektif Arum.

"Tentu saya kenal, namanya Wang.

Dia pindah ke lingkungan tempat tinggal saya saat SMA. Kami kemudian kuliah di fakultas yang sama. Sejak dulu dia arogan dan sering membully orang yang lebih lemah. Kemudian saya pindah ke luar negri dan saya tidak pernah lagi mendengar kabar tentang orang ini,'' jawab Zhao Lee santai.

"Anda tau siapa dia sebenarnya?" tanya pak Wawan.

"Saya mengenalnya sebagai pembisnis. Dia pernah menghubungi saya untuk menawarkan menjadi investor di perusahaannya. Namun karena perusahaannya terlalu mencurigakan saya menolak tawaran itu," jawab Zhao Lee tenang.

"Kanapa anda tidak melaporkan kecurigaan anda kepada polisi?" tanya pak Wawan.

"Waktu itu saya berpikir saya tidak ingin membuat berita heboh demi keseimbangan perusahaan saya serta kurangnya bukti atas kecurigaan saya, saya tidak melapor ke polisi," jawab Zhao Lee.

Pak Wawan mengangguk...

''Anda bilang beberapa hari ini anda mendapat surat ancaman misterius dari seseorang?" tanya detektif Wawan.

"Ya," jawab Zhao Lee singkat.

"Semalam ada perang kartel, jasad Wang temukan di gedung kosong. Banyak luka sayatan dan tembakan di tubuhnya. Kami menemukan ponsel Wang dan salah satu isinya yaitu surat ancaman yang di tujukan pada anda. Sekarang pemimpin kartel tersebut hilang entah kemana, kami masih dalam proses pencarian,'' pak Wawan menunjukan foto lain.

Zhao Lee menunjukan ekspresi shock, namun di hatinya ia tersenyum tipis seolah dia sebenarnya sudah tau siapa dalang di balik kasus Bennedict dan surat ancaman itu. Bagaikan sekali dayung dua pulau terlampaui.

Kemudian Pak Wawan melanjutkan perkataannya,

"Pemimpin kartel yang menaungi Wang, dulu adalah musuh ayah Bennedict. Bukankah perusahaan keluarga Bennedict dulu bekerja sama lama dengan perusahaan anda, Tuan Zhao Lee?" tanya pak Wawan curiga.

"Benar pak, namun setelah bisnis gelap mereka terungkap. Kami memutus kerja sama dengan perusahaan Bennedict secara sepihak. Kemudian mereka bangkrut,'' jawab Zhao Lee.

Zhao Lee benar-benar pandai memanfaatkan momentum. Ia tak perlu lelah menyusun rencana atau menjalankan rencana. Ia hanya perlu memainkan bidak catur dengan elegan.

Di dalam mobil Zhao Lee melihat keluar jendela, ia masih ingat salah satu informannya memberi tahu bahwa ada salah satu musuh yang sedang bergerak.

Zhao Lee menghela nafas panjang..

"Huuuuuuhhh, Layla... Jika waktu itu aku tidak bergerak cepat, dia...'' gumam Zhao Lee...

Kemudian Paman Chen membuyarkan lamunannya.

''Mengapa Tuan waktu itu tidak melaporkan surat ancaman itu lebih cepat?" tanya paman Chen.

"Memainkan bidak catur ini sangat sulit untuk aku tolak, paman," ucap Zhao Lee tersenyum.

****************

1
Lenny Utami
terimakasih support nya...😭
Tulisan__mawar
Lanjut semangat.
Tulisan__mawar
Layla kamu sangat baik🥹
Tulisan__mawar
Kak soal jalan ceritanya aku suka, tapi terlalu panjang paragraf nya kak.
Tulisan__mawar
Bullying ini namanya. benar itu, mereka hanya iri padamu.
Tulisan__mawar
Ngeselin emang punya mertua nggak tahu malu gitu. kasian loh anak-anaknya, Itu cucu-cucu mu buk.
Tulisan__mawar
Itu memang benar, akhir-akhir ini terasa sangat panas, sangat panas bahkan.
onimaru rascall
up 10 bab di hari Sabtu nanti aku gift kopi🤫🤫🤫
Lenny Utami: hiikkkkssss😭
total 3 replies
Lenny Utami
sudah bagus tapi harus banyak belajar lagi, semangat untuk diriku. aku bangga pada aku
Lenny Utami
terimakasih koreksinya
Lenny Utami
iya...💪
The_D
pelajari lagi dialog tag yah
Nova Indriyani
Semangat /Angry/
Lenny Utami: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!