NovelToon NovelToon
BLACK ROSE

BLACK ROSE

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Black Rose julukannya, ada tatto mawar hitam di punggungnya. Dia agen rahasia XpostOne 06 yang paling ditakuti. Sepak terjangnya terdengar sampai belahan dunia. menyamar sebagai jurnalis dan presenter hot news di sebuah televisi swasta milik ayahnya.

Kini ia ditugaskan untuk menangkap seorang pemb*nuh bayaran yang lari ke luar negeri. Konon pemb*nuh ini sangat licik dan dilindungi oleh sindikat bawah tanah.

Mampukah dia menangkap pemb*nuh itu atau dia malah terb*nuh?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.06. BEROBAT.

Pagi-pagi ia sudah bangun, berharap bisa menghirup udara segar di pedesaan. Hari ini ia akan menyusup menjadi pasien depresi Bima Arya, guru spritual Edoardo dan pak menteri. Baj*ngan itu pasti ada disana, bersembunyi dibalik badan kekar bodyguardnya.

Qai menggendong ranselnya keluar dari kamar. Tidak lupa ia menyelipkan pistol dibalik jaketnya dan memakai kaca mata perekam yang langsung berhubungan dengan Jhon Meyer.

Sebagai gadis yang lama di desa utara, ia bisa cepat beradaptasi dengan penduduk desa serta makanannya. Qai biasa makan produk desa yang natural dan apa adanya.

Waktu keluar dari keluarga Raharja ia hidup tiga tahun di utara, setelah itu ia hijrah ke kota, kuliah sambil bergabung dengan XpostOne.

Sekarang umurnya dua puluh lima tahun, banyak kasus telah ditangani dan jarang gagal. Hidupnya di bilang makmur karena bisa membeli Hotel, Villa dan sebagian properti.

Kini sepuluh tahun berlalu, bagaimana keadaan kakek, Rio dan Berlin, apa seganteng dulu atau tambah ganteng? Ia kadang rindu masa kecil, menyenangkan berada dalam pelukan Rio dan Berlin.

Mengapa juga ia memikirkan keturunan Raharja, ia masih dendam. Jangan sampai pikirannya goyah untuk balas dendam.

Qai kemudian menyusuri desa mencari restoran untuk sarapan, dia bertemu dengan kerumunan penduduk asli yang berjualan hasil bumi, tapi tidak ada yang berjualan nasi.

Rasanya hidup di desa menyenangkan, hawanya sejuk, udaranya masih murni dan orang disini cukup ramah, walaupun mata mereka curiga setiap melihat orang asing.

Terpaksa mencari restoran untuk sarapan. Matanya jelalatan mencari guide untuk diajak berbincang tentang Bima Arya. Tapi ia tidak menemukan penduduk asli yang bisa memandunya.

Rupanya daya beli masyarakat rendah, rumah makan hanya dipenuhi wisatawan asing saja. Penduduk asli lebih senang memasak hasil kebun dan Ikan tinggal memancing di sungai.

Kata mereka mau "melukat" ke Beiji. Sekarang memang ada trend yoga dan :melukat" untuk menenangkan pikiran.

Qai menghabiskan satu mangkok bubur ayam, ketika mau membayar ke kasir ia hampir menabrak orang. Edoardo ada di depannya dan dibelakangnya pria tinggi kekar, memakai mantel . Wajahnya tidak jelas karena memakai masker dan topi eiger.

"Kalau jalan lihat-lihat!" bentak laki-laki itu kasar.

Qai tidak menjawab, ia melewati kedua pria b*jingan itu dengan dada berdebar. Targetnya sudah ketemu ia harus melapor kepada Jhon Meyer, pimpinan XpostOne.

"Boss..target di depan mata bersama pelindung, apa perlu menelpon 119 untuk menangkapnya?"

"Donator berubah pikiran, perintah tembak ditempat."

"What??... Pikirkan bos, kita bukan pembunuh, kita hanya membantu supaya dia dijebloskan ke penj*ra."

"Kita tutup mata, harus dikerjakan sesuai pesanan." perintah Jhon Meyer menutup telponnya sepihak.

Aghh...

Qai menarik nafas dan membuangnya kasar, ia merasa Jhon Meyer sudah melenceng, apa ada yang menekannya?

Pikiran itu cepat dia buang, selama ini kecuali Jendral, tidak ada yang membuat Jhon Meyer berubah pikiran.

Qai melanjutkan langkahnya menemui Bima Arya. Untuk mendekati ular ia harus berubah menjadi katak. Ia akan berusaha, jika ini gagal jurus kedua harus dipakai.

Drama ini harus dimainkan, target akan keluar sebentar lagi. Qai lalu mendekati sebuah mobil Fortuner dan mengetuk pintunya. Kaca mobil diturunkan.

"Ada apa, mau cari mati ya!"

"Hallo pak..tolong buka pintunya saya ingin bicara. Bapak kenal dengan pak Bima, saya ingin kesana untuk berobat." ucap Qai tersenyum.

"Saya tahu nona, tapi saya hanya sopir tidak berani mengajak nona....."

"Aku akan membayarmu mahal, tolong antar aku kesana."

"Ada apa ini?" suara berat itu datang dari belakangnya. Qai berpura-pura kaget.

"Maaf tuan, saya ingin bertemu bapak Bima Arya, seorang guru spiritual yang bisa mengobati orang depresi." ucap Qai menahan emosi.

"Untuk apa kau ingin bertemu." potong pria itu cepat.

"Saya dengar beliau bisa menyembuhkan orang depresi."

"Psikiater bisa me-agnosis, mengobati, pencegahan gangguan mental, emosional, serta perilaku gila mu seperti sekarang!"

"Deretan klinik dokter sudah aku datangi, jangankan di Indonesia, aku datang sampai Singapore dan penang, haruskah kau menghalangi pasien untuk berobat?"

"Kenapa harus Bima, siapa mengirim mu!!" bentak pria itu kesal.

"Bima seorang guru yang bijaksana dan banyak menyembuhkan orang, aku ingin mencobanya."

"Tuan, biarkan dia menemui pak Bima, aku disini kesepian, aku bisa berteman dengannya." ucap Edoardo membuat pria tinggi kekar itu mengalah.

Aku menang ...bisik Qai dalam hati.

*****

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
wahhhh.... jangan sampai sianida itu di campur ke kopi / ke susu... bisa" kejang" yang minum
Cu
bagus
Ci
suka sama jln ceritanya
Ca
ku dukung sama dia
Bo
nice
Be
romantis
Bu
asik nih
Bi
wiuuh mantapp
Ba
cepet sembuh kek
Sin
good job
Lala
emang keren ini
90
lanjut cari
89
jangan lupa mampir
88
bisa aja nih
87
apa ya kisah selanjutnya
86
next penasaran
85
makin penasaran
84
seksi gt ya
83
wow keren banget
82
yess bgus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!