NovelToon NovelToon
Kembali Dan Memperbaiki Cinta Yang Diabaikan

Kembali Dan Memperbaiki Cinta Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Setelah mengetahui fakta tentang penghianatan orang yang paling di cintai, Florin Eldes memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun di akhir hayatnya, seseorang yang begitu ia benci dan selalu ia siksa dengan sadis malah menangisi kepergiannya dan berharap ia tidak mati. " Kenapa kamu ingin menolongku? padahal aku sudah menyiksamu selama ini. bukankah kematianku adalah hal yang paling kamu inginkan..." Florin menutup matanya untuk terakhir kali setelah mengucapkan kalimat itu. Tapi di saat ia mengira ia sudah mati, ia Malah kembali ke malam dimana ia bertunangan dengan pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menghancurkan hidupnya. Ia membalaskan dendamnya, namun ia tak pernah menduga akan kembali mengalami kematian dan kehidupan tapi di tubuh orang yang berbeda. penasaran bagaimana alurnya? ikuti terus ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginap

“ Nona, menginap lah di sini malam ini. Anggap saja ini adalah permintaanku untuk menebus kesalahan nona.” Ucap Wilson saat mereka berada di ruang tamu.

“ Wilson, bukannya tadi kamu tidak minta apa apa? Kamu bohong. Tapi tidak masalah jika sahabatku memintaku untuk menginap semalam di rumahnya.” Florin tersenyum nakal ke arah Wilson.

Keduanya larut dalam canda tawa, hingga mereka tak sadar sudah berapa jam mereka duduk di ruang tamu yang sederhana dan hangat itu. Bahkan mereka juga bergosip tentang Valir yang tak bisa berkutik di malam pertunangan. Florin terlihat sangat puas saat menceritakan tentang Valir. Sementara di sela sela tawa, Wilson memperhatikan Florin yang tertawa lepas, Florin seperti tak merasakan sakit saat menceritakan penghianatan Valir kepadanya.

“ Florin, aku tidak tahu apa yang telah terjadi kepadamu, apa yang telah merubah mu hingga seperti ini. Tapi aku bersyukur kepada Tuhan, akhirnya doa doa ku selama ini terjawab. Kamu telah Kembali pada dirimu yang asli. Tertawa lepas tanpa menyakiti siapapun. Tapi aku juga harus waspada karena bisa saja pria itu akan menuntut balas karena sudah kamu permalukan.” Gumam Wilson dalam hati. Ia sadar dari lamunannya saat mendengar dengkuran halus. Kepala Florin berada tepat di atas pahanya dan dia sudah tertidur. Begitulah Florin, terkadang dia sangat membenci Wilson, tapi hanya Wilson lah tempatnya mengadu, ia akan selalu datang pada Wilson untuk melampiaskan amarahnya. Dan juga Wilson tak pernah bisa pergi jauh dari Florin sesakit apapun luka yang ia rasakan.

Wilson tak punya pilihan, ia menggendong Florin masuk ke dalam kamar. Ia sejujurnya takut jika Florin akan terbangun dan menamparnya karena telah lancang menggendongnya, tapi ia tak tega membangunkannya, sepertinya Florin sangat lelah ia tak sadar sudah tertidur.

“ Aku bersumpah atas nama Tuhan, aku akan melindungi mu dengan hidupku Florin. Mulai sekarang aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi, termasuk Valir!.” Tatapan tajam Wilson saat mengingat nama pria itu seolah akan membakarnya.

“ Florin, kamu begitu cantik dan polos hingga aku tidak bisa menjauh darimu, setiap kali Antony dan bi Lily memintaku untuk meninggalkanmu, aku tak bisa. Aku akan selalu Kembali kepadamu seolah aku tidak mempercayai Valir. Dan dugaanku akhirnya terbukti, pria itu memang hanya memanfaatkan mu dan dia tidak mencintaimu. Untung sekarang kamu sudah menyadari semuanya.” Wilson tersenyum sambil mengangkat tangannya untuk membelai rambut Florin. Tapi ia urungkan niatnya, ia tak ingin di anggap tidak sopan dengan menyentuh Florin tanpa seizinnya.

“Selamat malam kucing kecil.” Wilson mematikan lampu kamar setelah ia menyelimuti Florin, kemudian ia menutup pintu dengan pelan. Saat ia selesai menutup pintu, ia hampir jantungan karena tiba tiba saja bi Lily sudah berada di belakangnya.

“ Tuan apa yang terjadi dengan nona Florin, dia sangat aneh sekarang.” Ucap Lily dengan hati hati dan suara yang pelan.

“ Bi, kita bicara di ruang tamu saja.” Ajak Wilson.

Di ruang tamu, Lily dan Wilson saling bertanya dengan perubahan Florin. Ia menjadi begitu lembut dan baik, tidak seperti biasanya yang tempramen dan mengamuk setiap kali ada masalah.

“ Bi, jika seseorang sudah tidak ada rasa cinta di hatinya itu bisa merubah sikapnya?.” Tanya Wilson yang penasaran karena ia mendengar sendiri ucapan Florin yang mengatakan jika ia sudah tidak mencintai Valir.

“ Iya tuan, seseorang akan berubah saat rasa sakit dihatinya sudah begitu besar. Sikapnya juga akan berbeda, ia akan menjadi tak perduli, diam dan mengabaikan orang itu. Sebaliknya jika ia masih mencintai seseorang, ia akan mudah marah, cemburuan dan biasanya suka mengamuk. Tuan harus tahu itu, ketika suatu hari tuan sudah memiliki pasangan, tuan akan mengerti dengan perubahan sikap pasangan tuan.”

Wilson terdiam sambil menautkan jari jarinya, hari ini merupakan hari yang tidak ia duga. Ia berharap ini bukan sekedar mimpi. “ Bi, tolong cubit aku.”

Lily menggeleng pelan, ia kemudian mencubit lengan Wilson dengan kuat.

“ Bibi, sakit hentikan.” Teriak kecil Wilson yang kesakitan. Lily tertawa puas saat melihat Wilson.

“ Bi, aku sangat mencintainya.” Wilson mencium pipi bi Lily dan langsung bangkit untuk pergi ke kamarnya. Ia terlihat sangat Bahagia, bahkan ia bersiul di tengah malam seperti ini.

“ Tuhan, terimakasih engkau telah Kembali mengukir senyum di wajah tuan Wilson.” Ucap Bi Lily dengan Bahagia.

.

.

Pagi hari menjelang, Florin terbangun sambil menguap. Ia bangkit dari tempat tidur lalu meregangkan otot ototnya. Malam ini ia tidur dengan sangat pulas, padahal ini adalah tempat baru untuknya. Selama ini ia tak pernah betah menginap di tempat baru, kecuali tempat itu sudah beberapa hari ia tempati. Mungkin karena udara di sini masih segar dan juga orang orang di rumah ini sangat ramah.

Baru saja selesai meregangkan otot, pintu kamar nya di ketuk dari luar. Florin langsung beranjak dan membuka pintu kamarnya.

" Nak Florin sudah bangun? Ini saatnya sarapan. Wilson sudah menunggu di meja makan. Mari ikut bibi." Lily datang dengan senyuman ke arah Florin. Ia mulai percaya pada gadis itu bahwa ia telah berubah, jadi Lily tak takut lagi kepadanya.

"Baik bi, sebentar lagi saya akan ke meja makan, saya mau siap siap dulu bi." Dengan ramah Florin meminta untuk diberi waktu sebentar.

" Kalau begitu silahkan siap siap nak, bibi dan Wilson akan menunggumu." Lily memutuskan pergi dari kamar Florin.

Setelah kepergian bi Lily, Florin langsung menutup pintu kamar. Florin mencari tasnya yang berisi perlengkapan seperti baju, dan handuk serta beberapa skincare. Ia sudah mencari kemana mana tapi tas itu tidak bisa ia temukan. Ia bingung, kemana tas nya pergi. Akhirnya ia memutuskan untuk duduk saja, tidak mungkin ia turun dengan keadaannya yang belum mandi apalagi akan langsung sarapan, itu sangat tidak sopan.

Cukup lama ia termenung memikirkan kemana tasnya. Hingga akhirnya suara ketukan pintu dari luar menyadarkannya. " Sebentar bi." Ujarnya, ia tahu pasti bi Lily yang datang.

Namun saat membuka pintu kamar, ia melihat Wilson sudah berada di sana sambil membawa nampan berisi makanan. " Nona, kenapa anda tidak turun untuk sarapan? apa ada masalah?." Tanya Wilson yang heran karena cukup lama mereka menunggu nya.

" Wilson, jangan begitu aku jadi tidak enak kamu membawa nampan makanan ke kamar. Tadinya aku akan sarapan bersama kalian, tapi aku tidak bisa menemukan tas ku, di sana ada barang barang penting." Ujar Florin menjelaskan apa yang terjadi.

Wilson meletakkan nampan berisi makanan yang ia bawa di atas nakas. " Barang penting apa yang anda maksud nona?."

" Sebenarnya tidak terlalu penting, itu hanya tas berisi pakaian dan juga perlengkapan ku lainnya. Kalau sudah hilang begini bagaimana aku bisa mandi dan mengganti baju. Aku bisa saja pakai baju bi Lily, tapi kamu tahu kan bagaimana perbedaan tubuhku dengan bi Lily, pasti bajunya kebesaran semua untukku." Florin terlihat kesal karena kecerobohannya.

" Tunggu sebentar nona." Wilson keluar dari kamar Florin.

" Mau kemana Wilson? Semoga saja dia melihat tas ku. Ya ampun kenapa aku sangat ceroboh seperti ini?." Florin benar benar menyalahkan dirinya sendiri sekarang. Sepertinya tas nya tinggal di mobil yang mengantar nya ke rumah ini.

Tak berselang lama Wilson datang dengan membawa sesuatu di tangannya. Ia langsung menyerahkan nya kepada Florin. " Pakailah ini nona, kemarin aku membeli ini untuk hadiah ulang tahun bibi, tapi kekecilan hingga tak bisa di pakai. Mungkin ini akan membuat anda tidak nyaman tapi hanya ini yang ada sekarang. Di luar hujan masih saja turun dengan lebat, andai saja hujan sudah reda saya akan membelikan baju untuk nona."

Florin menerima baju yang diberikan oleh Wilson. Ada handuk juga serta perlengkapan mandi yang masih baru." Wilson kamu sangat baik padaku, terimakasih."

" Em, sama sama nona. Kalau begitu silahkan bersiap siap dan makanlah sarapan nya. Saya permisi." Wilson keluar dari kamar tersebut.

Sekarang Florin tidak khawatir lagi, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, ia langsung mengeringkan rambutnya, setelah itu ia mengenakan pakaian yang diberikan Wilson padanya. Florin tertegun saat melihat baju yang diberikan Wilson, ia tak pernah mengenakan pakaian seperti itu. " Ini sangat unik." Florin tersenyum saat menatap pantulan dirinya di cermin dengan pakaian yang ia kenakan. Cukup lama ia mengagumi keindahan pakaian itu.

Sementara itu di ruang tamu, Wilson dan bi Lily sedang berbincang bincang.

" Tuan, apakah nona akan menyukai baju yang anda berikan? Kurasa nona akan terkejut dengan baju itu." Ucap Bi Lily dengan perasaan was was.

" Tidak bi, aku yakin dia menyukainya. Sebentar lagi dia akan turun pasti dia sangat cantik dengan pakaian itu." Ujar Wilson sambil tersenyum. Walaupun belum melihat Florin mengenakan pakaian yang ia berikan, ia sudah membayangkan lebih dulu bagaimana penampilan Florin saat mengenakan pakaian itu.

Beberapa saat kemudian Florin datang ke ruang tamu, ia berjalan dengan pelan dan hati hati. Ia tampak gugup sambil sesekali memperbaiki selendang yang melingkar di lehernya.

Sementara itu Wilson terdiam, pandangannya tak bisa teralihkan dari sosok Florin yang kini sudah tampak di hadapan nya. Ia tak berkedip sama sekali, kekaguman terpancar dari wajahnya. " Ya Tuhan, dia begitu sempurna dan cantik." Gumamnya dalam hati.

" Bibi, Wilson, maaf sudah membuat kalian menunggu. Aku..."

" MasyaAllah nak, kamu sangat cantik. Gamis yang kamu kenakan menambah keindahan mu. Bibi sangat bahagia melihatmu dengan pakaian seperti ini." Bi Lily menghampiri Florin dan menatap kagum ke arah nya.

" Bi, apa yang baru saja bibi ucapkan? Aku tidak pernah mendengar kalimat itu." Florin merasa heran saat pertama kalinya ia mendengar sebutan seperti yang diucapkan bi Lily.

" Ini adalah ucapan saat kita merasa senang dan bahagia dalam agama Islam. Apa Wilson belum mengatakan padamu tentang agamanya?." Ujar bi Lily.

" Agama Islam? Aku belum pernah mendengar agama itu sebelumnya bi. Apa pakaian ini adalah pakaian orang dengan agama itu?." Tanya Florin.

" Iya nak Florin."

" Berarti bibi juga beragama Islam? Lalu mengapa bibi tidak menggunakan baju seperti ini?." Florin sangat penasaran sekarang.

" Iya nak, bibi awalnya tidak beragama Islam. Tapi saat Wilson hadir di hidup bibi, Wilson mengajari banyak hal pada bibi. Dari Wilson bibi mengenal agama Islam. Bibi berpakaian seperti ini karena bibi sudah terbiasa. Dan Wilson juga berkata bahwa tidak apa apa ketika seorang wanita tidak mengenakan gamis, itu bukanlah sebuah paksaan. Tetapi ketika sudah siap maka kita harus bersegera mengenakan gamis. Yang terpenting hati kita siap."

Florin terdiam mengetahui fakta bahwa Wilson ternyata beragama Islam.

" Anda sangat cantik nona." Ucap Wilson sambil tersenyum ke arah Florin.

" Terimakasih Wilson, ternyata masih banyak yang tidak ku ketahui tentangmu." Ujar Florin.

" Ayah saya berasal dari negara Turki, lalu ia menikah dengan ibu saya yang berasal dari Inggris. Jadi agama kami mengikuti agama ayah saya nona." Wilson menjelaskan semuanya.

" Aku paham sekarang Wilson, kamu luar biasa." Ucap florin.

1
partini
setelah selesai,hai florin berapa lama hati bisa berubah dasar PA
partini
ko nikah sama orang lain,,percuma balik dong
partini
dasar florin PA guooooblok,,
partini
good story
partini
semua ke NY
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!