Di kota yang kecil damai, sebuah pabrik mochi terkenal meluncurkan produk terbaru mereka yaitu mochi viral yang dalam sekejap menjadi sensasi di media sosial.
namun tidak ada yang tahu ,di balik manis itu tersimpan hal yang mengerikan.
shila menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman nya yang makan mochi itu kejang-kejang dan hilang kendali. lalu berubah menjadi sesuatu yang bukan lagi manusia.
kota yang dulunya tenang berubah jadi neraka yang di penuhi oleh mereka.
terjebak di dalam sekolah dengan berapa teman nya yang selamat. shila harus mengambil keputusan :tetap sembunyi atau melarikan diri demi menemukan keluarga nya.
𝐊𝐚𝐦𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐫𝐢... 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 6
"Adek tunggu kakak di rumah sama kak tiara yang dan jangan pernah keluar rumah. Kakak sama kak gibran mau pergi dulu" shila kasih pesan sama adiknya itu.
"Baik akak" jawab kenan dengan suara khas anak kecil.
"Tiara kakak titip kenan ya, kalian jangan pernah keluar ataupun buka pintu dan gerbang sama siapapun" pesan shila.
"Ya, aku akan jaga kenan. Kakak-kakak hati-hati ya selama di luar sana" ucap tiara.
"Anak pinter.. Apapun yang orang bilang di luar sana kamu jangan pernah keluar untuk buka gerbang.. Rumah ini cukup kita yang tempati" ujar gibran.
Tiara mengangguk dan akan selalu mengingat pesan dari shila dan gibran. Dia akan menjaga kenan dengan baik.
"Kapan kakak pulang".
"Kami belum tahu tapi kamu tenang aja kami akan baik-baik saja.. Jika kami belum pulang lebih dari satu minggu jangan pernah coba-coba pergi dari sini.. Tetap lah di dalam rumah hanya di sini kamu dan kenan aman" tutur shila.
Sebelum berangkat shila sudah menyiarkan keperluan sang adik. Dia yakin adik nya tidak akan tantrum apalagi kenan juga sudah nyaman bersama Tiara..
Shila dan gibran menyiapkan senjata tajam yang mereka taruh di tas masing-masing, shila tidak lupa membawa pisau lipat kesayangan nya..
Kedua anak itu akan mulai menyelidiki dan mencari dalang terjadinya wabah zombie ini. Mereka keluar menggantikan sepeda motor milik satria. Gibran juga tidak lupa membawa botol cairan yang di berikan Bunda nya..
Setelah kepergian shila dan gibran, tiara langsung mengungkapkan pintu rumah dan langsung membawa kenan masuk kedalam kamar. Mereka akan menonton tv di sana, tiara tidak lupa membawa susu kenan juga..
"Astaghfirullah gibran, kota ini sudah di penuhi sama zombie padahal wabah ini belum satu bulan loh" shila terkejut.
"Mungkin virus yang orang tidak bertanggung jawab itu masukan banyak dan tanpa mereka sadari mematikan" tebak gibran.
"Kita mau kemana dulu ini" tanya shila.
"Kita ke supermarket dulu untuk ambil mochi yang akan kita cek" gibran menuju Supermarket terdekat.
Kedua anak itu tidak takut sama sekali dengan zombie yang mengejar mereka, malah gibran langsung menabrak mereka yang mencoba menghadang mereka.
"Ternyata seru juga gib,terus tabrak mereka" suruh shila.
"Pegangan yang erat supaya lo tidak jatuh" shila berpegang di tas gibran.
Gibran dan shila sudah sampai supermarket, mereka pun langsa masuk dan masih banyak mochi yang terpajang di rak itu. Shila langsung mengambil satu. Tidak lupa mengambil makanan dan minuman juga.
Saat asyik menikmati cemilan gibran melihat sekelompoknya orang masuk supermarket tersebut. Gibran langsung mengajak shila untuk bersembunyi.
"Shila ada orang masuk sini, ayok kita sembunyikan" bisik gibran.
Mereka langsung cari tempat aman untuk sembunyi..
"Akhirnya kita sampai juga di supermarket, gue udah lapar dan haus banget" ucap seorang gadis yang seumuran dengan shila.
"Mari kita makan sepuasnya sebelum pergi dari kota ini".
"Tapi gue denger-denger ada sebuah kompleks di kota ini yang tidak ada zombie nya dari pada kita pergi dari kota ini! Mending kita kesana saja".
" emang di mana tempat kompleks tersebut ".
"Gak tahu juga tapi kita harus cari tahu" mereka semua sepakat untuk mencari kompleks itu.
"Apa iya ada kompleks yang aman dari zombie" batin gibran.
"Pasti kompleks tersebut penghuninya orang-orang yang bekerja di laboratorium itu, ngeri juga mereka" batin shila.
Salah satu dari orang-orang itu memakan mochi itu dan tidak berselang lama berubah jadi mochi. Melihat temannya jadi zombie orang-orang itu langsung lari untuk menyelematkan diri.
Karena keributan di supermarket itu jadi perhatian para zombie, mereka langsung berbondong-bondong menuju sana..
Baik shila dan gibran menepuk jidat melihat kebodohan orang yang memakan mochi tersebut. Apa dia tidak tahu mochi itu lah penyebab orang-orang jadi zombie.
"Cepat cari tempat sembunyi, para zombie itu menuju kesini" teriak salah satu dari mereka.
Orang-orang itu pun langsung cari tempat sembunyi tapi sialnya tidak ada, para zombie sudah memasuki supermarket dan langsung menggigit orang-orang tersebut.
Shila ingin teriak tapi langsung mulut nya di tutup sama gibran dan langsung memeluk nya. Shila gemeteran. Kini mereka di kepung sama zombie.
********
Shila dan gibran baru keluar dari supermarket malam hari, sebelum masuk ke sana gibran menyembunyikan motif yang mereka gunakan.
Tiba-tiba kembali terdengar suara mobil yang datang ke supermarket, kedua anak muda itu langsung bersembunyi.
"Kalian yakin, anak-anak itu masuk supermarket ini" tanya hendro.
"Betul bos, kami sudah memastikannya setelah mereka keluar dari hutan" ujar salah satu dari anak buah hendro.
"Gak sia-sia prof. Teguh menyuruh putri nya menyamar jadi kita tahu anak-anak satria dan Ningrum selama ini tinggal di rumah dalam hutan" ucap hendro.
"Dengan muka polos nona tiara, mereka langsung percaya" mereka semua tertawa dan masuk ke supermarket untuk mencari keberadaan shila dan gibran.
Deg!!
Lagi-lagi mereka di kejutkan dengan fakta. Tiara ternyata anak prof. Teguh,, prof. Botak itu ternyata hebat sebelum ningrum pulang waktu itu diam-diam prof. Teguh menaruh alat perekaman di tas ningrum. Jadi dia bisa mendengar semua obrolan Ningrum dan gibran, dia pun langsung punya rencana.
"Gibran kita harus kembali ke rumah hutan untuk jemput kenan" shila khawatir dengan adiknya itu.
"Maafin gue, seharusnya gue tidak kerumah lo. Gara-gara gue datang nyawa kalian terancam" gibran merasa bersalah banget.
"Tidak gib lo gak salah tapi gue dan lo yang gak tega lihat orang-orang" shila tidak mau menyalahkan gibran.
"Bos mereka tidak ada di dalam sana. Banyak zombie di dalam supermarket kemungkinan tadi siang ada yang terjadi".
"Apa anak-anak itu sudah jadi zombie juga.. Kita pergi dari sini dan perketat penjagaan ketat di rumah itu. Kalau waktu ya sudah tepat kita paksa mereka ikut kita" kata hendro lalu meninggalkan supermarket tersebut.
Setelah kepergian hendro, shila mengajak gibran kembali ke rumah hutan. Mulai hari ini mereka tidak akan pernah percaya sama siapapun lagi.
"rumah hutan sudah tidak aman untuk kita tempatin shila. mau tidak mau kita harus pergi dari sana".
" ya mau gimana lagi, kita harus tetap pergi dan cari tempat aman yang baru dan kalau kita pergi nanti gak usah pake sepeda motor. kita jalan kaki aja, gue yakin tiara sudah menaruh alat pelacak di sepeda motor ini " shila yakin.
sampai rumah hutan, mereka masuk seperti biasa supaya orang-orang itu tidak curiga. sampai dalam shila langsung masuk kamar. kenan belum tidur sedangkan tiara sudah mimpi indah..
shila menyuruh adiknya menghampiri dengan pelan-pelan. kenan langsung menurut dan menghampiri shila, tiara tidak menyadari kepulangan shila dan gibran.
"gue harus kuat demi adek gue" shila mengusap air matanya..