NovelToon NovelToon
My Savage Wife: Mafia Juga Takut Istri!

My Savage Wife: Mafia Juga Takut Istri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dokter Genius
Popularitas:47k
Nilai: 5
Nama Author: dhya_cha7

Gara-gara difitnah "impoten" oleh mantan istri, Kenzo sang CEO Mafia terpaksa menikahi Zia, dokter spesialis sekaligus pengacara yang mulutnya sepedas cabai.

‎Sialnya, Zia juga punya hobi latah yang bikin harga diri Kenzo jatuh di depan anak buahnya!

‎"EH COPOT-COPOT, MAFIA GANTENG PISTOLNYA KARATAN!"

‎Mantan istri? Kena mental lewat jalur medis dan hukum! Tapi bagi Kenzo, menghadapi musuh lebih mudah daripada menghadapi satu istri latah ini!


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dhya_cha7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Calon Mertua Satu Server

Mobil sedan sport itu melaju membelah jalanan malam menuju perumahan mewah di kawasan elit.

Sepanjang perjalanan, Kenzo terus melirik ke arah Zia yang masih memeluk helm kuningnya layaknya harta karun di kursi penumpang.

"Zia, saya mohon. Tolong nanti pas sampai ke rumah saya, helm itu taruh di mobil saja ya."

"Kamu itu seorang dokter urologi dan pengacara, janganlah bawa-bawa barang proyek ke meja makan Mama," bujuk Kenzo frustrasi.

Mendengar ucapan Kenzo, Zia langsung mendengus keras sambil mempererat pelukannya pada benda plastik itu.

"Haish, nggak mau! Ini adalah tameng saya kalau nanti keluarga situ nggak asyik!"

"Atau kalau tiba-tiba saya mau ditimpuk sama vas bunga, jadi nanti saya sudah punya pelindung," sahut Zia ketus.

Kenzo langsung menghela napas panjang. Ia hampir putus asa menghadapi kekerasan kepala gadis di sampingnya ini.

"Lima puluh juta tunai. Tinggalkan helm itu di jok belakang. Titik."

Mendengar nominal uang tambahannya cukup besar, Zia sempat terdiam sejenak. Matanya langsung bersinar seketika.

"Deal! Lima puluh juta ya! Nggak pakai diskon apalagi ditawar!"

Zia akhirnya meletakkan helm kuning kesayangannya itu di kursi belakang dengan sangat lembut, seolah sedang menidurkan bayi.

"Tunggu di sini dulu ya, Sayang. Mama cari cuan dulu buat beli semen setoko-tokonya," bisiknya sebelum turun.

Melihat kelakuan Zia, Kenzo hanya bisa berucap dalam hati. Apa gadis ini gila ya? Allah... helm saja diajak bicara.

Mobil berhenti tepat di depan pilar raksasa sebuah rumah mewah dengan gaya Amerika Klasik.

Zia turun dari mobil dan sempat terpana menatap bangunan di depannya yang lebih mirip istana itu.

"Ini rumah apa gedung DPR? Gede banget," gumam Zia pelan.

"Mulai... mulai jangan norak deh. Ayo cepat masuk," ajak Kenzo sambil menarik napas dalam, mencoba menahan emosinya sendiri.

Mereka kemudian melangkah masuk sambil bergandengan tangan melewati pintu jati raksasa yang terbuka lebar secara otomatis.

Begitu sampai di ruang makan, suasananya langsung terasa lebih formal.

Di sana, kedua orang tua Kenzo, Mama Soraya dan Papa Juan, sudah duduk nyaman bersama keluarga Isabela.

"Kenzo? Akhirnya kamu datang juga," ucap Papa Juan dengan suara berat dan berwibawa.

Matanya kemudian beralih meneliti Zia dengan tajam. "Dan siapa wanita yang kamu bawa ini?"

Kenzo tidak langsung menjawab. Ia justru melangkah ke kursi kosong, lalu dengan sangat gentleman menariknya untuk Zia.

"Kenalin Ma, Pa, semuanya... Ini Zia, pacar aku," ucap Kenzo lembut.

Ia lalu menatap Zia dengan tatapan yang dibuat sedalam mungkin. "Honey, kamu duduk di sini ya... pelan-pelan saja."

Mendengar panggilan itu, Zia sempat merinding sejenak. Tapi ia segera memasang senyum manisnya.

"Iya Mas... makasih ya..."

Setelah Zia duduk dengan nyaman, Kenzo pun ikut duduk tepat di sampingnya. Suasana meja makan mendadak hening karena tindakan Kenzo barusan.

Isabela yang duduk di seberang mereka tampak memutar bola matanya malas.

Pelayan mulai menyajikan hidangan pembuka. Selama beberapa menit, hanya terdengar denting sendok dan garpu yang beradu.

Papa Juan memecah keheningan dengan bertanya kepada Papa Isabela.

"Gimana proyek properti kamu di Jakarta Selatan, Hendra? Lancar atau ada kendala?"

"Lancar Juan, aman. Bahkan kami juga baru saja survei lokasi baru di Milan bulan lalu sekaligus liburan keluarga," jawab Hendra sombong.

Mama Soraya hanya tersenyum tipis lalu menoleh pada Isabela.

"Oh ya, Bela... kalau nggak salah kamu kan juga ikut ke sana. Gimana kegiatan kamu sekarang?"

Mendengar pertanyaan itu, Isabela meletakkan garpunya dengan gaya anggun.

"Wah... kegiatan aku padat banget, Tante! Aku juga baru saja balik dari fashion show besar di Milan."

"Tawaran model internasional lagi banyak-banyaknya," pamer Isabela manja.

Isabela lalu beralih melirik Zia sinis. "Kalau Mbak Zia sendiri... model juga? Kariernya sudah sampai mana? Atau jangan-jangan cuma jadi asisten Kenzo?"

Belum sempat Zia menjawab, Mamanya Isabela ikut menimpali dengan nada meremehkan.

"Haduh Bela, kalau dilihat dari auranya sepertinya bukan seorang model ya. Mungkin cuma staf kantor biasa atau buruh lapangan yang kebetulan Kenzo temukan di jalan?"

Zia tetap santai mendengar hinaan itu. Sambil menyeka sudut bibirnya dengan serbet, ia menatap mereka dengan sangat tenang.

"Aduh, maaf banget loh Tante dan Mbak Bela. Asumsi kalian salah alamat kayak lagunya Ayu Ting Ting, Alamat Palsu."

"Saya bukan seorang staf, asisten, apalagi buruh lapangan," jawab Zia santai.

"Saya Dokter Spesialis Urologi dan Pengacara yang punya kantor hukum sendiri."

Suasana meja makan seketika hening tanpa suara. Kemudian terdengar tawa meremehkan dari Hendra, Papa Isabela.

"Punya kantor sendiri? Apa saya tidak salah dengar? Zaman sekarang banyak orang yang mengaku bos padahal aslinya cuma punya satu meja di ruko sempit."

Zia hanya tersenyum miring. "Satu meja atau bahkan seribu meja sekalipun tidak jadi masalah, Om."

"Yang penting meja itu saya beli dengan uang saya sendiri, bukan hasil rebutan warisan."

"Lagian sebagai dokter urologi, saya sudah biasa menangani masalah saluran kemih orang-orang penting di negara ini."

"Jadi nanti kalau misalnya Mbak Isabela merasa susah buang air karena terlalu banyak bergaya di Milan, silakan langsung datang ke tempat saya. Akan saya diskon plus jalur VIP."

"Sialan! Berani sekali kamu berbicara seperti itu! Kamu itu cuma wanita rendahan tidak berkelas!" bentak Mama Isabela sambil menggebrak meja.

Melihat keributan yang terjadi, Mama Soraya langsung meletakkan garpunya pelan.

"Jeng, tolong jaga sikap Anda. Ini meja makan saya, bukan panggung drama."

"Lagipula menurut saya apa yang Zia katakan ada benarnya. Dia berbicara berdasarkan profesinya. Terus kenapa Jeng Alin harus tersinggung?" ucap Mama Soraya membela dengan nada elegan.

Mendengar teguran Soraya, Hendra langsung berdiri dengan wajah penuh amarah.

"Cukup! Juan, Soraya... sepertinya kedatangan kami tidak kalian hargai dan hanya untuk dihina!"

"Jadi jangan salahkan saya jika proyek kerja sama kita akan saya tinjau ulang! Ma, Bela, ayo kita pergi dari sini!"

"Silakan Hendra, pintu keluar di sebelah sana. Oh ya satu lagi, saya tidak pernah mencampuradukkan bisnis dengan urusan pribadi," jawab Papa Juan tenang.

Keluarga Isabela akhirnya pergi dengan langkah kaki dihentak-hentakkan karena malu yang luar biasa.

Begitu mereka pergi dan pintu depan tertutup keras, Mama Soraya langsung menarik napas lega dan menoleh ke arah Zia dengan tatapan kagum.

"Duh, akhirnya pergi juga si Milan... Milan itu. Enek banget Mama dengarnya," keluh Mama Soraya.

"Oh ya Zia, kamu tadi keren banget lho. Mama puas banget melihat muka malu mereka... Hahahaha!" Tawa Mama Soraya pecah juga.

Papa Juan pun ikutan tertawa terbahak-bahak. "Hebat! Hebat! Papa salut sama kamu, Zia."

"Jarang-jarang lho ada perempuan yang berani skakmat Hendra sampai dia nggak bisa jawab soal warisan. Soalnya si Hendra itu anti banget bahas soal warisan..."

"Haish, habisnya Zia sebal banget, Om. Padahal ya, beton proyek yang di Jakarta Selatan itu campurannya kebanyakan air. Emang mau buat mendoan apa? Saya tahu tuh datanya..."

Celetuk Zia sambil tertawa yang membuat Papa Juan melongo kagum. Zia kemudian melirik Kenzo dengan tatapan penuh kemenangan.

"Gimana Mas? Aku nggak mempermalukan kamu kan di depan Papa sama Mama, hmm?" tanya Zia sambil mencolek dagu Kenzo berani.

"Jangan lupa ya Mas sama janji yang kamu janjiin tadi kalau aku bisa bikin suasananya jadi seru."

Kenzo langsung berdeham kaku, mencoba menyembunyikan kegugupannya. "I-iya, tenang saja..."

"Mas Letoy ini memang pendiam banget kalau di rumah ya, Tan? Padahal pas di gang kemarin, dia itu yang bikin gorengan favorit aku jadi korban injekan anak buahnya!"

"Huh... aku kesal sekali! Bahkan sampai sekarang belum diganti!" adu Zia tanpa dosa.

Mama Soraya langsung melotot ke arah Kenzo saat mendengar aduan Zia.

"Hei, Kenzo! Kamu ini gimana? Jangan malu-maluin Mama dong! Ganti rugi sekarang juga!"

Kenzo hanya bisa menelungkupkan wajahnya di meja.

Sepertinya mulai malam ini dia resmi kehilangan posisinya sebagai anak kesayangan dan digantikan oleh si dokter dan pengacara bar-bar ini.

****

Catatan Penulis:

Cuma Zia yang bisa bikin mertua ketawa sambil ngusir tamu sombong! 😂 Gimana? Puas liat keluarga Milan kena skakmat?

Jangan lupa LIKE, RATING 5, & SIMPAN DI RAK! Biar Zia makin semangat nagih utang gorengan ke Mas Letoy! 🔥🍢

1
Muft Smoker
lanjut kaak
Muft Smoker
aaa si pak su udh mulai kode2 niih Zia ,,
semoga mereka ttap sama2 yx gx da tuh kontrak2 ,,
Umma Ridwan
akhiri donk author pernikahan kontraknya 🙏🙏😍
Muft Smoker
ulat bulu bertebaran dmna2 ,, kayakny semprotan hama yg kmren kurang mempan yx ,,
😂😂😂😂😂 buktiny tu ulet Clarissa bulu msh ganggu aj ,,

😒😒😒😒
Muft Smoker
cuma modal sarung tgan medis , alkohol Dan jarum medis ,, sesi Tanya jawab ny ala dokter reog beres kn ken ,,
Muft Smoker
ayooo Zia ,, kasih paham ,,
Muft Smoker
duuuh ni jgn cari masalah ma rombongan singa yg lgi kelaparan ,, bisa2 ente semua di makan
Muft Smoker
perang yg sebenarny ny sdang dlm perjalanan ,, 😏😏😏😏😏
Muft Smoker
ni keluarga mafia gx da garang2 ny ,, 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
Muft Smoker
semangat ziaa ,,
tenang km punya byk pelindung skraaang ,,
Jumi Saddah
👍👍👍👍👍👍buat zia
Muft Smoker
puncaak konflik udh d mulai
Umma Ridwan
cerita nya seru menarik dan tidak membosankan thor
Umma Ridwan
👍👍👍👍💪💪💪
Muft Smoker
wah trnyata ayh angkat Zia bukan org sembarangan ,,
saat ni perjalanan menuju konflik sebenarny udh di mulai ,,
tentu saja di bumbui dg sifat dokter reog yg takk terduga ,,
Muft Smoker
aaaa penasaran kak ,,
knp ad barang2 Dari mafia Marco Dan kenzoo ,, siapa sebenarny ayah angkat Zia ini ,,
ayooo dtggu kelanjutan ny ,,
Jumi Saddah
penasaran🤔🤔🤔🤔🤔 double thor,,🤭🤭🤭
Muft Smoker
waaaah masiih ad rahasia besar niih ,,
lanjuuut kak ,,

penasaran banget
Muft Smoker
skraaang mereka bnr2 mafia yx ,, tegas , kaku , dingiin tp tetap penuh hormat ,,,
tp yaaaa gx tau klo pas sarapan nnti ,, wibawa mafia ny msh ad gx🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
dsni qta bisa belajar yx ,,
sx pun mereka mafia,, tp sikap solidaritas , sikap kerja sama Dan sikap persaudaraan mereka patut di acungi jempol ,,
krn bagaimana pun mereka ttap manusia yg memiliki hatii ,,
meski di beberapa waktu mereka bisa menghabisi musuh tanpa belas kasihan ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!