Leann Audina putri, gadis berlesung pipi dengan wajah cantik dan pintar, mendapatkan kesempatan untuk kuliah di jurusan kedokteran di salah satu universitas negri di kota x. Jalan hidupnya akhirnya mempertemukan nya dengan pengusaha sukses yang kaya raya ,ganteng tapi arogan dan berhati dingin.
perbedaan gaya hidup dan pola pikir menjadi polemik dalam hubungan mereka.
bagaimana kisah mereka? akan kah Leann bisa menakluk kan hati sang bule tampan?
cerita ini akan menemanimu dengan tawa dan kadang ada air mata..
semoga suka...terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mesum
Debar jantung Leann masih berdentang kuat. Dia shock menyaksikan tayangan yang tak terduga di perpustakaan tadi.
Tante Maya yang melihatnya duduk dengan gugupnya di meja makan di ruang dapur mendekatinya.
"Kamu kenapa, Sayang? Kok keringat dingin gini? Kamu demam, ya?" tanya tante Leann sambil memegang kening Leann.
Yang ditanya malah diam bengong, seperti baru melihat hantu.
Tak lama Mr. Fang datang ke dapur, mendekati Leann yang sedang duduk dengan tante Maya di meja makan.
"Le, tadi kamu yang barusan keluar dari ruangan perpustakaan sambil menghempaskan pintu?"
Yang ditanya masih bengong, diam. Seakan rohnya udah melayang entah kemana.
"Le..."Mr Fang menggoyangkan bahu Leann agar tersadar dari diamnya.
"Eh, kenapa pak Fang?" akhirnya tante Maya lega setelah Leann menjawab
"Kamu tadi keluar dari perpustakaan sambil menutup pintu dengan keras, ya?"ulang Mr Fang.
"Iya pak Fang, memang kenapa?"
"Kamu ketemu tadi sama tuan Daniel?" tanya Mr. Fang lagi.
"Siapa tuan Daniel?"
"Anak yang punya Rumah ini Le," jelas tante Maya
"Iya, tadi tuan Daniel manggil saya, sambil marah-marah dia nanya siapa yang nutup pintu dengan keras. Seingat saya kamu'kan yang tadi di ruangan itu?"
"Hah?? jadi yang tadi berbuat mesum itu tuan muda di rumah ini??" ujar Leann tanpa sadar
Tante Maya dan Mr. Fang yang mendengar ucapan Leann spontan kaget, kompak menatap Leann.
Lewat tatapan menyelidik Mr. Fang, akhirnya Leann menceritakan semua adegan yang dilihatnya.
Yang ada Mr Fang tertawa terbahak- bahak. Sedangkan wajah tante Maya meringis.
"Cantik, itu hal yang wajar terjadi di rumah ini. Tuan Daniel memang suka membawa gadis-gadisnya ke rumah ini dan melakukan apa pun yang dia suka. Dan catat, dimana pun...!" jelas Mr Fang dengan gaya lebay dan diiringi tawanya.
"Le, maaf ya, Sayang, kamu jadi lihat yang begituan, kamu pasti syok jadinya," ujar tante Maya membelai punggung Leann.
"Iya ga papa, Tan, ini bukan salah Tante kok, ga usah minta maaf. Ini salah pria mesum itu, yang main tanpa liat tempat!" rutuk Leann
"Oh ney ney..., cantik, kamu gak boleh ngomong gitu, takut nanti di dengar. Tuan Daniel kalau udah marah, lebih kayak iblis sadisnya. Lagian ini'kan rumahnya, terserah dia mau main dimana." Pak Feng cekikikan sambil menjelaskan.
"Udah lupain aja ya, Nak, sebentar lagi kita pulang, Tante siapkan makan malam untuk tuan Daniel dan nona Rena."
Leann mengangguk patuh. Sambil menunggu jam kerja tante Maya, Leann menyeruput teh jahe yang dibuat tante Maya.
"Bu May, tolong siapkan makan malam Tuan Daniel sama pacarnya, biar saya bawa ke ruang makan," pinta Wati salah satu ART di rumah ini.
"Sepertinya mood tuan muda lagi gak bagus," tambahnya lagi.
"Emang kenapa?" tanya tante Maya
"Katanya karena ada yang ganggu dia sama pacarnya sedang *** ***. Titi tadi cerita, pas dia bersihkan ruang tengah dia sempat dengar tua muda mengumpat, nanya siapa yang banting pintu perpustakaan dengan keras."
Jleb!! "Mati aku," batin Leann saling tatap dengan Tante Maya.
Cerita Wati berakhir saat Mr Fang masuk ke dapur, memerintahkan agar makanan tuan muda segera dihidangkan di meja makan ruang makan, yang segera dilaksanakan Wati dan dan dibantu tante Maya.
"Le, tolong bawakan sup dalam mangkok kaca itu ya," pinta tante Maya.