NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Putri Yang Terlupakan

Transmigrasi Menjadi Putri Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: THAN PUR2507

Entah apa jadinya jika seorang wanita modern bernama masuk kedunia lain, tanpa dalam novel. Membuatnya masuk kedunia lain setelah melewati sebuah tempat lama yang usang.

Hingga membawanya kesebuah dunia asing yang tak dia kenali sama sekali. Bahkan yang membuatnya terkejut adalah, dia rupanya seorang putri disuatu kerajaan terbesar diwilayah barat.

Akan tetapi ternyata meskipun dia berdarah bangsawan, kini hidupnya penuh kesunyian dan kesepian. Hampir seluruh keluarga bahkan kerabat menjauhinya dan berusaha menyingkirkannya dari kerajaan.

Bagaimana kisah perjalanannya selama hidup didunia lain, mampir jika berminat...! 😊🙏💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon THAN PUR2507, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 5.

Setelah ketiga saudara itu mengobrol cukup banyak, mereka berdua pun memutuskan untuk pergi. Membiarkan Valora istirahat dan pulih dari lukanya.

"Apa ini benar-benar nyata, aku berada didunia lain. Sulit dipercaya tetapi ini sungguh nyata."gumam Valora berbaring dengan pikiran bercampur aduk antara percaya atau tidak dengan keberadaannya saat ini

"Hanya karena makan camilan itu, bisa membawaku kedunia ini. Tapi seperti ada sesuatu menarikku kesini."lanjut Valora mulai menebak-nebak keanehan yang dia alami saat ini bahkan malah membuat kepalanya pusing saja

"Akan kuselidiki nanti, sebaiknya aku pulihkan tenagaku untuk menyelidikinya besok hari."ucap Valora yang lebih penting memulihkan kondisinya daripada memikirkan semua ini yang tak ada habisnya

Kemudian Valora mulai memejamkan matanya tertidur setelah efek obat mulai bekerja.

Sementara diluar kediaman Valora, Felix dan Adeland melangkah pergi kembali ke kerajaan segera. Tetapi langkah mereka sejenak terhenti saat melihat seorang pria berbadan kekar, tinggi, dengan pakaian kemeja putih polos dengan pedang pusaka disabuk pinggangnya.

Berjalan dengan tegap, namun sorot mata yang dingin juga acuh melangkah mendekati dua orang yang dia kenali dan hormati dikerajaan Alavor tersebut.

"Hormat saya yang mulia putra mahkota dan yang mulia pangeran Adeland."ucap pria itu lalu sedikit membungkukkan tubuhnya hormat dan tak lupa tangan kanan menyentuh dada menyapa dua pria dihadapannya

"Maafkan jika saya harus memintamu untuk segera datang, Aslan."ucap Felix dengan serius tetapi juga menjadi tidak enak karena memaksa Aslan untuk datang menemuinya

"Tidak masalah yang mulia, ada apa anda memanggil saya kemari?."tanya Aslan dengan tatapan dingin namun bersahabat

"Sebenarnya saya ingin meminta bantuan darimu untuk menjaga nona Valora dikediamannya, akan tetapi saya tidak akan memaksa jika kamu tidak bersedia untuk melakukannya."ucap Felix mengatakan tujuanya memanggil Aslan kesini

Aslan menurunkan pandangannya rendah, tubuhnya menegak kembali juga mencerna apa yang diucapkan oleh putra mahkota kepadanya. Meminta dirinya untuk menjaga nona Valora yang belum lama ini dilengserkan sebagai seorang putri dikerajaan Avalor ini.

Meskipun ada sedikit rasa kasihan, mengingat kejadian yang menjerat nona Valora. Tetapi Aslan sendiri merasa ragu untuk menerima meski dia enggan untuk menolak permintaan putra mahkota yang tampak tak tenang terhadap keamanan nona Valora.

"Baik, saya terima permintaan yang mulia."ucap Aslan setelah mempertimbangkan secara matang

"Kamu sama sekali tidak keberatan atau menolak permintaan kakak Felix, Aslan."toleh Adeland terkejut ketika tahu Aslan menerima tanpa penolakan sama sekali dia katakan

Aslan melirik kearah pangeran Adeland dengan tatapan serius. "Tidak, saya akan melakukan apa yang beliau inginkan."jawab Aslan serius dengan perkataannya

"Terimakasih karena kamu bersedia menuruti keinginan saya. Kuharap kamu bisa melindungi nona Valora dari bahaya."ujar Felix mengucapkan terimakasih juga menjadi sedikit lebih lega

Dia sangat tahu kekuatan yang Aslan miliki, dan juga betapa bertanggung jawab Aslan dalam mengemban tugasnya. Karena itulah Felix mempercayai Aslan untuk menjaga Valora, sebab sebagian dari ksatria dikerajaan ini, berpihak pada kaisar.

"Saya akan selalu melindungi nona Valora semampu saya."ucap Aslan

"Saya percaya padamu, Aslan. Kamu bisa berjaga sekarang, jika terjadi sesuatu tolong laporkan pada saya."ujar Felix dengan pelan menepuk bahu Aslan

"Baik yang mulai putra mahkota!."jawab Aslan mengerti menundukkan kepalanya rendah saat kedua orang tersebut pergi

Aslan memutar tubuhnya kebelakang, memperhatikan kepergian dua orang yang barusan berbicara padanya. Melihat dari raut wajah mereka terlihat sangat mengkhawatirkan nona Valora.

Ya, bagaimana pun juga nona Valora masih tetap putri kedua dikerajaan Alavor ini. Walaupun statusnya telah dicabut dari daftar keluarga kerajaan semenjak tragedi tersebut.

Dia masih tetaplah putri dikerajaan ini. Dengan perlahan Aslan menarik nafasnya dalam-dalam menghembusnya pelan, menutup matanya sebentar lalu membuka matanya kembali.

"Sebaiknya aku segera berjaga sekarang."gumam Aslan lalu melangkah menuju kamar nona Valora untuk berjaga didepan pintu

Hari semakin larut, ditengah malam yang sepi sunyi. Sinar biru seketika muncul didalam kamar Valora. Asap tipis mulai samar-samar terlihat dan berubah bentuk menjadi seorang manusia anak perempuan yang mengemaskan dan cantik.

Telinganya yang kecil bergerak ketika menatap seorang wanita tertidur dengan tubuh lemas diatas ranjang. Tatapannya fokus menatap dengan ekspresi sedih juga marah.

"Setelah saya kembali, saya tidak akan membiarkan putri Valora terluka karena ulah orang-orang jahat itu. Dengan kekuatanku, saya akan lindungi putri dengan sepenuh jiwa raga dan nyawa taruhannya."ucap anak kecil itu dengan percaya diri dan bersumpah atas nama dewi

Setelah anak kecil itu bicara, dia melangkah dua langkah kedepan. Mendekati ranjang Valora dengan wajah tenang, dia mengangkat satu tanganya dan seketika bercahaya berwarna biru muda yang memancarkan aura menenangkan. Mengucapkan mantra khusus kearah tubuh Valora.

Ini dia lakukan untuk memulihkan kondisi luka dalam yang Valora alami sekarang. Sekarang kekuatannya telah kembali sepenuhnya, sudah saatnya dia mengobati luka dalam Valora yang belum sepenuhnya pulih.

Begitu matahari terbit keesokan harinya, Valora akan merasakan tubuhnya kembali segar dan pulih. Namun apa yang dia lakukan tidak mampu menyembuhkan aura jahat yang menyelimuti tubuh Valora.

Tetapi itu cukup untuk meredakan rasa sakit ditubuhnya, untuk sementara waktu.

"Secepatnya saya juga harus ikut membantu, siapa orang yang telah mengirim aura jahat yang kuat ini ditubuh putri. Awas saja kamu penjahat kubuat kau sengsara setelah saya tahu siapa dirimu."ujarnya dengan wajah kesal namun akan bertekat turut membantu

Anak kecil itu kembali duduk disofa panjang, malam ini dia tidak tidur melainkan bermeditasi untuk meningkatkan kekuatannya kembali.

1
Bagus Awan
tor lontin kok gak d pakai
Ona Sukatendel
MC terlalu lemah thor
Diah Susanti: makanya diganti dengan jiwa baru dari dunia lain
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Hikam Sairi
mampir laaah
~♥~L(*OεV*)E~♥~
lanjut
~♥~L(*OεV*)E~♥~
semangat up
AYUJM.💜💜💜💜
mohon bersabar menunggu dan maaf kalau bisa up nya terlalu lama karena kebetulan bukan ponsel sendiri, jadi harap maklumi ya!🙏/Whimper/
nuraininur aini
mna lanjutannya KK..
~♥~L(*OεV*)E~♥~
semangat up
AYUJM.💜💜💜💜: Terimakasih dukungannya
total 1 replies
~♥~L(*OεV*)E~♥~
semangat
~♥~L(*OεV*)E~♥~: /Determined/ 👍🤩
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!