Yezana Quenbiy zalreta pemimpin dari mafia Black Shadow, yang harus merenggang nyawa di tangan musuh bebuyutannya.
dia bertransmigrasi ke tubuh seorang Antagonis dalam novel berjudul "My sweet girlfriend".
antagonis yang memiliki ending tragis dalam novel. apakah dengan masuknya Zana pada tubuh si antagonis akan bisa mencegah kejadian buruk itu?
dan bisa membalas dendam kepada mereka yang sudah bertindak semaunya pada gadis malang ini.
sampai jumpa di chapter 1 🍑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Im Astiyy_12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Jalan - jalan
...TRANSMIGRASI YEZANA...
Happy reading ...
.......
........
.........
........
.......
...( ꈍᴗꈍ)...
Citttt!
Nina menghentikan motornya di tengah tengah puluhan motor yang berjejer di sana.
Banyak anak muda di sini, mereka memakai jaket dengan warna berbeda-beda serta logo yang berbeda pula.
Gadis itu melangkahkan kakinya menerobos untuk maju ke posisi paling depan, tudung Hoodie serta slayer merah dia gunakan untuk menutupi wajahnya. Ekhem biar agak misterius dikit hehe. biar agak misterius dikit hehe. biar agak misterius dikit hehe. biar agak misterius dikit hehe. biar agak misterius dikit hehe. biar agak misterius dikit hehe. biar agak misterius dikit hehe. biar agak misterius dikit hehe. biar agak misterius dikit hehe. biar agak misterius dikit hehe.
Tak perlu menunggu lama para peserta yang akan bertanding malam ini sudah siap di posisinya. Malam ini merupakan pertandingan khusus yang selalu di adakan rutin 3 bulan sekali.
Dimana Egalean, geng motor yang cukup di segani di ibu kota, akan bertanding adu kecepatan dengan Wolfers geng yang selalu mengusik ketenangan mereka.
Kedua ketua geng itu sudah berada di depan garis start, "Gimana, kalo lo kalah cewek lo buat gue?" kata ketua geng Wolfers pada Malvin.
"Sialan! Cewek gue bukan barang bangsat!" murka Malvin menarik baju pemuda itu dari atas motor.
"Just kididng ... " balasnya dengan ekspresi mengesalkan, lalu menyentak kasar tangan Malvin.
Di sisi Nina dia sedikit merasa aneh, ada apa dengan dirinya kenapa perasaan nya sangat gelisah. Dia menyentuh dadanya yang berdetak lebih kencang dari biasanya.
Karena tak mau perasaannya semakin menjadi, Nina memutuskan pergi dari arena balap. Itu lebih baik, dari pada harus di sana.
"Kenapa si gue anjir?!" gerutunya mengumpati dirinya sendiri.
Untuk melampiaskan kemarahan serta kekesalannya, Nina mengendarai motor sport kesayangannya dengan kecepatan diatas rata-rata.
Setelah sampai di jalan yang jarang di lalui pengendara dia memelankan laju motornya, menikmati terpaan angin malam yang begitu sejuk di wajahnya. Sengaja helmnya dia lepas tadi.
Bughh!
Nina menghentikan motornya saat melihat keributan kecil terjadi di hadapannya. Bergegas turun lalu membantu sang korban.
Akhirnya setelah 15 menit bertarung, Nina berhasil mengalahkan 5 preman itu.
"Lo nggak papa?" tanyanya memastikan.
"Gue oke, thanks Nin." balas orang' tersebut.
"Temen lo kemana kok lo sendirian?"
"Mereka pergi dulu, ban motor gue meletus jadi mau gue tambal. Eh malah di kroyok sama tu preman sialan!" jelasnya.
"Yasudah ayo gue anterin lo balik." kata Nina mengulurkan tangannya pada pemuda itu.
Pemuda itu tersenyum tak enak, "Hehe ... Soryy, jadi ngerepotin." menerima uluran tangan Nina.
Nina melemparkan syal merah yang dia pakai, "Buat ngehalau darah lo tu."
Pemudanya itu dengan patuh menerima syal yang di berikan Nina, mengikatkan nya pada kepalanya yang mengucur cairan merah itu.
Setelahnya Nina mengantarkan pemudanya itu kembali ke rumahnya, agak aneh memang tubuh kecilnya memboncengkan beban spek gapura di jok motornya.
"Thanks, gue balikin ini besok." ujarnya sebelum Nina pergi dari sana, sedangkan Nina hanya mengacungkan jempol nya saja.
"Astaga! Abang kenapa jadi bonyok-bonyok ginii!!" seruan melengking saat pemuda itu baru saja memasuki rumah.
"Hehe .. maaf bun, biasa anak laki."
...ლ(◕ω◕ლ)...
"Dari mana aja Lo? Jam segini baru balik, ngejalang?" ujar Wili saat melihat Nina baru sampai di rumah.
Nina menatap abangnya dengan sinis, "Apa peduli lo? Mau gue ngejalang ataupun jual diri. Apa urusannya sama lo?"
"Gue Abang lo Nina!"
"Abang? Abang yang bahkan nggak pernah ada di saat adiknya butuh? Abang yang selalu nyalahin adiknya? Dan hina adik nya gini ? Apa ini bisa di sebut abang hahh!?" seru Nina lepas kendali menghadapi dua abang kembar sialannya ini.
Wilo dan Wili tertegun mendengarkan semua kata yang terucap dari mulut adik kecilnya itu. Adik yang dulu selalu mereka manjakan serta sayangi sepenuh hati sudah terluka sedalam ini.
Sesak, Wilo ingin sekali membawa tubuh ringkih adiknya kedalam pelukannya kembali. Mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Tangannya terulur ingin menggapai tubuh adiknya yang bergetar menahan tangis, namun langsung di hentikan oleh Wili. Dia menggelengkan kepalanya agar jangan melakukan itu.
Entah perasaan dari mana Nina marasa dadanya terlalu sesak bagai di himpit dengan batu yang amat besar, air matanya mengalir tanpa ia bisa hentikan. Heyy, Zana si Queen Shadow tak pernah di rendahkan seperti ini ditambah dengan perasaan asli Nina yang jelas masih tertinggal.
"Stop caper dengan air mata buaya Lo itu, karena kita nggak akan peduli!" kata Wili lagi.
Nina menghapus air matanya lalu menatap tajam Abangnya, "Gue benci kalian berdua!!" serunya lalu berlari kearah kamarnya.
Di dalam kamar Nina mengamuk, "Argahhh! Manusia bajingan! Kenapa gue gini si?! Zana lo kenapa gini anjing?! Mana Zana yang anti nangis, lo lemah Zana!!!" seru Zana mengumpati dirinya yang begitu lemah sekarang, bahkan hinaan tadi membuat dadanya begitu sesak.
...┐(‘~`;)┌...
"Hahaha ... Bagaimana dengan rencanamu membuat keluarga itu hancur?"
"Aku sudah menculik anak mereka, dan sekarang aku mengendalikan anak-anak itu agar saling membenci." balasnya.
Dia tersenyum dengan seringaian licik nya, "Bagus, buat mereka hancur dengan pion yang berada di genggaman kita."
"Tentu... "
...┐(‘~`;)┌...
Weekend yang menyebalkan untuk Nina, karena dia tak memiliki kegiatan apapun hari itu. Menonton Drakor sudah, menonton pria -pria tampanya juga sudah, dan bahkan menonton anime pun sudah dia coba namun tetap saja dia merasakan bosan di kamar seharian.
Tingg!
Suara ponsel membuyarkan lamunannya, dengan segeralah dia membuka handphone nya mengecek siapa yang mengiriminya pesan.
Cecan squad💅🏻
Savela🐒
Haii, haii wahai penduduk bumii🎉
Gheya🐷
Ape si? Ribut amat.
Azeta cntk 🎀
Apa?
^^^Me🐻^^^
^^^Ap?^^^
Savela🐒
Keluar yukk, gabut banget sumpah gue!
Gheya🐷
Gass, gimana kalian berdua?
Azeta cntk🎀
Gas.
^^^Me🐻^^^
^^^Gas, gue juga lagi gabut banget.^^^
Savela 🐒
Yaudah, sana pada mandi biar wangii..
Gheya🐷
Lah gue mah wangi, Lo tuh yang 3 hari kaga mandi.
Savela🐒
Diem lu kodok zumba! Hehe nggak kok guys gue cuma 2h gak mandi.
^^^Me🐻^^^
^^^Same aja kocak!^^^
Azeta cntk 🎀
2in.
Setelahnya Nina langsung bergegas bersiap untuk pergi keluar dengan teman-temannya.
Tak perlu ribet dengan outfitnya, kali ini Nina memakai baju crop top di padukan dengan celana hitam, rambutnya ia gerai begitu saja. Tak lupa memakai bumbu-bumbu kecantikan alias gincu dan segala anteknya.
Setelah siap dia mengambil sling bag berwarna putih senada dengan bajunya lalu pergi keluar dari kamar. Sepertinya teman-temannya sudah sampai di depan.
"Buruan Nin, lama amat!" seru Vela, membuka kaca jendela mobil hitam yang mereka tumpangi.
Nina tak menjawab, dia langsung duduk anteng di kursi depan bersama Zeta. Seperti biasa hanya Zeta dan dirinyalah yang sudah mempunyai SIM.
Jadilah mereka berdua selalu bergantian menyetir jika keluar bersama seperti ini.
"Ayo supir pribadi kita cap cusss!" seru Vela dan Gheya bersama.
Keempat gadis itu sampai di salah satu mall yang cukup terkenal di sana, menghabiskan cukup banyak uang hanya untuk sekedar berbelanja dan memanjakan diri.
"Ehh, guys, Couple an barang yuk." ajak Gheya saat melihat jejeran Hoodie yang terlihat sangat imut.
Vela mengangguk dengan antusias, " Ayoo!" serunya berlari terlebih dahulu ke arah baju-baju itu.
Nina dan Zeta sudah seperti orang tua yang menemani anaknya berbelanja, "Kita kayak emak-emak ya Nin,"
"Hmm .. not bad, ibu dua anak." ujarnya dengan kekehan du ahir kalimatnya.
"Zeta, Nina. Sinii!" panggil Gheya dan Nina.
Mau tak mau mereka berdua hanya menurut saja.
Setelah puas berbelanja dan bermain, dan hari juga sudah hampir sore. Mereka berempat ahirnya memutuskan untuk keluar dai mall dan kembali.
...~TBC~...
...Jangan lupa bumbu-bumbu dukungan nya ya guys. Untuk yang udah baca sampai part ini kalau bisa baca ulang dari awal chap ya. Soalnya ada beberapa bagian yang aku rubah babayy ~🍃...
Plakk terus apa.