NovelToon NovelToon
Suara Hati DARREN

Suara Hati DARREN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Berbaikan
Popularitas:222.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Menceritakan seorang pemuda bernama Darren yang kehidupannya tampak bahagia, namun terkadang menyedihkan dimana dia dibenci oleh ayah dan kakak-kakaknya karena sebuah pengakuan palsu dari seseorang.

Seseorang itu mengatakan bahwa dirinya sebagai pelaku atas kecelakaan yang menimpa ibunya dan neneknya

Namun bagi Darren hal itu tidak penting baginya. Dia tidak peduli akan kebencian ayah dan kakak-kakaknya. Bagi Darren, tanpa mereka dirinya masih bisa hidup bahagia. Dia memiliki apa yang telah menjadi tonggak kehidupannya.



Bagaimana kisah kehidupan Darren selanjutnya?
Yuk, baca saja kisahnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashdisk

Erland dan kelima putra tertuanya duduk di sofa ruang tengah. Sementara Riyo telah pergi setelah lima menit kepergian Gilang dan Darka ke Kampus.

Erland dan keempat putra tertuanya kini tengah memikirkan kejadian hari ini. Dua kejadian yang mereka alami.

Yah! Erland dan keempat putra tertuanya tengah memikirkan tentang mereka yang bisa mendengar suara hati Darren. Mereka bisa mendengar ucapan demi ucapan hati Darren.

Adnan seketika melihat kearah ayahnya. Dia kini telah sadar. Sadar akan kesalahannya terhadap adik bungsunya.

"Pa!"

Mendengar putra keempatnya memanggilnya, Erland langsung melihatnya. Begitu juga Davin, Andra dan Dzaky.

"Ada apa, Sayang?"

"Aku sekarang yakin bahwa Darren tidak membunuh Mama. Tidak mungkin Darren melakukan hal itu. Aku menyadari sesuatu yang mana sempat melupakan fakta tersebut," ucap Adnan.

"Apa itu?" tanya Erland.

"Antara Papa dan Mama, Darren lebih manja sama Mama. Setiap ada masalah. Setiap membutuhkan sesuatu dan setiap dia lapar, orang yang pertama Darren cari adalah Mama. Bahkan Darren paling tidak suka melihat Mama menangis," ucap Adnan.

Mendengar ucapan sekaligus jawaban dari Adnan membuat Erland terdiam. Begitu juga dengan Davin, Andra dan Dzaky. Di dalam hati mereka masing-masing membenarkan apa yang dikatakan oleh Adnan tentang Darren.

"Pa, kita mengetahui tentang kecelakaan yang menimpa Mama dan Oma dari Riyo dan beberapa orang yang datang bersama Riyo. Kita tidak mendengar langsung dari Darren karena kita langsung menuduhnya."

Erland hanya diam mendengar ucapan dari Adnan. Begitu juga dengan Davin, Andra dan Dzaky.

Seketika kejadian dimana Riyo dan beberapa orang datang lalu memberikan laporan tentang kecelakaan yang memimpin istrinya/ibunya/neneknya berputar-putar di kepalanya.

Flashback On..

Braakk..

Pintu dibuka dengan paksa oleh Riyo. Setelah itu, dia melangkah masuk ke dalam. Diikuti beberapa laki-laki di belakangnya. Jumlah laki-laki yang ikut bersama Riyo adalah 10 orang.

Riyo dan beberapa laki-laki itu menuju ruang tengah.

^^^

Setibanya di ruang tengah, Riyo melihat dua anggota keluarga yaitu keluarga Smith dan keluarga Garcia berkumpul disana.

"Paman Erland, kakak!" teriak Riyo.

Mendengar teriakkan dari Riyo membuat semua orang di ruang tengah langsung melihat kearah Riyo. Mereka melihat kedatangan Riyo dengan 10 orang laki-laki.

Kini Riyo sudah bergabung dengan semua anggota keluarga. Tatapan matanya menatap kearah semua anggota keluarga, terutama kearah Erland. Bahkan dia memperlihatkan wajah sedih dan wajah takut secara bersamaan.

"Ada apa, Riyo?"

"Maaf sebelumnya jika ucapanku ini membuat kalian salah paham. Bahkan bisa menimbulkan perkelahian. Tapi apa yang aku sampaikan ini benar-benar fakta dan tanpa maksud apapun. Dan aku berani bersumpah." Riyo berucap panjang lebar.

"Katakan," ucap Davin.

"Begini, Paman Erland. Mobil yang dikendarai Bibi Belva dan Oma Vidya mengalami kecelakaan."

"Apa?!" Erland dan semua anggota keluarga terkejut.

"Dan parahnya lagi kecelakaan itu disengaja. Informasi yang aku dapatkan dari orang-orang yang ada di tempat kejadian itu bahwa pelakunya adalah... Adalah...." Riyo menghentikan ucapannya sesaat. Dia menatap wajah semua orang yang tampak tegang.

"Siapa?!" bentak Davin.

"Dia... Dia adalah Darren!" ucap Riyo dengan lantang menyebut nama Darren.

Detik kemudian..

Braakk..

Seketika Darka menggebrak meja dengan keras. Tatapan matanya menatap tajam kearah Riyo.

"Jangan asal lo!" bentak Darka.

"Tapi itu yang sebenarnya, kak Darka! Kalau kakak dan kalian semua tidak percaya, silahkan tanyakan langsung kepada mereka," jawab Riyo sembari menunjuk kearah orang-orang yang dia bawa.

Erland dan semua anggota keluarga melihat kearah 10 orang yang datang bersama Riyo.

"Katakan padaku apakah benar yang dikatakan Riyo barusan?" tanya Andra.

"Apa yang dikatakan oleh saudara Riyo itu benar. Saya dan rekan-rekan saya ini yang ada di tempat kejadian. Bahkan kami yang membawa korban ke rumah sakit," jawab salah satu orang yang datang bersama Riyo.

"Itu tidak benar! Kalian pasti bohong!" bentak Gilang.

Flashback Off..

Seketika mereka tersadar setelah mengingat kejadian tersebut. Benar yang dikatakan oleh Adnan bahwa mereka mengetahui tentang kecelakaan istrinya/ibunya/neneknya dari Riyo. Dan mereka langsung percaya tanpa bertanya dan tanpa mau mendengar penjelasan dari Darren.

"Apa yang dikatakan oleh Adnan benar. Kita mengetahui tentang kecelakaan Mama dan Oma dari Riyo dan orang-orang yang dibawa Riyo ke rumah ini. Dan bodohnya, kita tidak bertanya bahkan tidak mendengar penjelasan dari Darren." Dzaky seketika berbicara dengan sorot matanya yang tampak bersalah dan mulai menyesal.

Sementara Erland dan kedua putra tertuanya yaitu Davin dan Andra hanya diam. Mereka tidak bisa berkata-kata apapun.

"Pa, kemungkinan ini adalah sebuah petunjuk dan bisa juga sebuah teguran." Adnan kembali bersuara.

Erland menatap kearah putra keempatnya itu. Begitu juga dengan Davin, Andra dan Dzaky.

"Apa maksud kamu, Sayang?" tanya Erland.

"Pa, aku bisa mendengar suara hati Darren.

Deg..

Erland seketika terkejut mendengar jawaban dari Adnan. Begitu juga dengan Davin, Andra dan Dzaky.

"Jadi kamu juga bisa mendengar suara hati Darren?" tanya Erland terkejut.

"Jadi Papa....?" tanya Adnan terkejut menatap wajah ayahnya.

"Iya, Papa juga bisa mendengar suara hati Darren."

"Kami juga bisa mendengar suara hati Darren!" seru Davin, Andra dan Dzaky bersamaan.

Adnan terkejut mendengar. Dia menatap lekat wajah ayahnya dan kakak-kakaknya.

"Pa, Kak! Ini bukan hal yang biasa. Mungkin ini adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan untuk kita. Dengan kita bisa mendengar suara hati Darren, kita bisa mengetahui apa yang terjadi sebelumnya dan apa yang akan terjadi ke depannya."

"Pa, Kak! Sebelum semakin jauh kita menyakiti Darren, ada baiknya kita mencoba memahami permasalahan ini. Kalau perlu kita selidiki masalah tentang kecelakaan Mama dan Oma. Bagaimana pun Darren adalah putra kandung Papa, adik kandung kita. Jangan sampai apa yang dikatakan oleh Darren ketika di rumah sakit beberapa Minggu yang lalu terjadi. Jika hal itu terjadi, bukan hanya Darren yang membenci kita, melainkan Gilang dan Darka juga akan membenci kita." Adnan berbicara dengan tatapan matanya menatap ayahnya dan kakak-kakaknya.

Erland dan ketiga putra tertuanya hanya diam. Namun di hatinya masing-masing membenarkan dan juga menyetujui apa yang dikatakan oleh Adnan.

***

Darren sudah berada di perusahaan Accenture. Kini dia berada di ruang kerjanya tengah mengerjakan beberapa tugasnya sekaligus mengecek berkas-berkas yang menumpuk di atas meja.

Darren seketika menghentikan kegiatannya. Kemudian tangannya membuka lanci di samping mejanya didekatnya.

Setelah laci itu terbuka, Darren mengambil sesuatu barang di dalamnya.

Ketika Darren mengambil barang dari dalam laci tersebut dan hendak meletakkan di atas meja, tiba-tiba sesuatu terjatuh dari balik barang yang dia ambil itu.

Tak..

Darren melihat kearah benda yang jatuh di lantai. Sebuah flashdisk berwarna hitam tergeletak di bawah.

Darren kemudian mengambil flashdisk tersebut. Setelah berada di genggamannya, dia menatap lekat flashdisk tersebut.

Dengan rasa penasarannya, Darren langsung memasangkan flashdisk itu di samping laptop miliknya.

Laptopnya kini sudah menyala dan menampilkan beberapa gambar di layar laptop tersebut.

Darren melihat ada 4 video terpampang di layar laptopnya. Dia menggeser mouse menuju kearah VIDEO 1.

Klik..

Darren kemudian mengklik video tersebut.

VIDEO 1 :

Beberapa detik kemudian..

Video tersebut mulai memperlihatkan adegan demi adegan yang memperlihatkan suasana jalan raya yang awalnya tampak sepi kemudian berangsur menjadi ramai. Ramai bukan dalam artian banyak kendaraan, melainkan tiga mobil Van yang mengejar satu mobil sedan yang berada di depan, lalu detik kemudian melintas satu mobil sedan yang mengikuti tiga mobil Van.

1
Himme
Aelah masalah satu belum selesai ini nambah lagi. Nggak tahu apa hubungan Darren dan ketua organisasi sebelah kek apa
Cahaya Nilam
akhirnya pawang yg jaga daren dan ke7 sahabatnya di libatin jg 😁 dah kangen liat aksinya kk mafianya daren melawan musuh 😊
Erlina Nurhasanah: akhirnya meluncur juga ke 5 Kaka mafia Darren untuk perang
total 1 replies
whiteblack✴️
masalah Kampus lagi.....tuw orang...mau cari" gara" ya...😤...sepertinya masih banyak yg enggak suka ama Darren?
Desyi Alawiyah
Aku harap kakak-kakak mafia Darren di munculkan.. Buat bantuin Garvin melawan Raynard itu.. 🤭☺
Desyi Alawiyah
Noh liat Jer.. meskipun kmu sempat mengabaikan ucapan Darren, tapi Darren masih peduli sama kamu..

Dia udah menangkap gadis yang kau sukai itu dan pacarnya...
Desyi Alawiyah
Danish belum tahu yah kalo Darren memiliki kelebihan yang istimewa.. 😌
Himme
Kangen para kakak mafia beraksi. Gimana ya, umh.. nggak sabar menunggu kehancuran mereka-mereka. Tapi aku masih penasaran kenapa melakukan hal ini, bisnis kah? persaingan kah atau ada hal lain
Erlina Nurhasanah: di tunggu pembalasan garvin dan ke 2 sepupu nya darel dan Willy trus libatkan para Kaka mafia Darren pasti seruu tuhh pas perang apa lagi Kaka mafia nya Darren berada di urutan no 1 didunia
total 3 replies
Himme
Wah.. Lama juga tidak disini. Tetap semangat ya
Himme: Maaf yah.. ponsel aku bikin emosi. Macet mulu. Nah ini baru baik kan. Semangat ya ditunggu chapter selanjutnya dari cerita lainnya.
total 2 replies
whiteblack✴️
yerima kasih kak .sudah doeble up
whiteblack✴️
pertempuran besar akan segera terjadi ...
Erlina Nurhasanah: pasti seruu apa lagi kalau 5 Kaka mafia darren turun tangan
total 1 replies
whiteblack✴️
Duh ....permainan ini sunggu mengerikan....
tapi ada leganya Darren memiliki magic...
whiteblack✴️
wow...Darren bergerak cepat sekali...
whiteblack✴️
ngapain mencari ....nya...masih takut ya ...Ray ..😏...emang Banci loe Ray/Joyful/
Desyi Alawiyah
Yakin nih para kelompok itu akan berhasil? Sepertinya nggak deh.. 😁

Pasti Darren udah bisa liat kan, apalagi jika para kelompok itu berani menyentuh orang terdekatnya Darren.. 🤧
Desyi Alawiyah
Dasar nggak tahu malu.. Udah bawa kabur duit orang, ini malah mau ngulangin hal yang sama 😒..

Awas loh Blake, Darren sedang mengawasi gerak-gerikmu.. 😮‍💨
whiteblack✴️
ini musuh yg ke2...sama aja ke1 tadi ..😒...hasil kalian itu nol besar...!!
whiteblack✴️
Dari pada berteriak enggak jelas...Datanglah...langsung ...😅...Aneh kau Matthias...
Erlina Nurhasanah
tidak semudah itu mereka mencari membalas dendam karena selama ada Darren pasti aman
Erlina Nurhasanah
sapu bersih langsung kelompok Meraka jahat bener
whiteblack✴️
Berani enggak loe chell...😏....harus berani kan loe chel perbuat...harus berani bertanggung jawab.....😒...beraninya cuma Kabur doang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!