Ria seorang gadis mandiri cantik dewasadan bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sejak bayi Ria jauh dari orangtuanya, Ria menjadi tulang punggung karena ayahnya yang sudah lanjut usia. Ia wanita yang pantang menyerah pekerja keras dan sangat menyayangi keluarganya. Jalan cintanya tidak secantik dan semulus dirinya. Mempunyai mantan kekasih yang bernama Hari.
Hari sosok laki-laki yang keras kepala setiap apa yang ia inginkan harus tercapai.
Untung saja ia sudah menemukan kekasih yang benar-benar selalu melindunginya menyayanginya dengan tulus yaitu Dani.
Namun jalan cinta mereka tidak lah semulus cerita-cerita di negri dongeng, kekuatan cinta mereka di uji oleh restu dari saudara-saudara Dani. Meskipun ia sudah mendapat restu dari orang tua mereka namun ada saja halangan agar mereka tidak menjalin hubungan lebih jauh lagi ke jenjang yang lebih serius, keponakan dan kakak Dani menjadi penghalang. Sampai sang mantan yang sudah pergi tiba-tiba datang kembali, namun kekuatan cinta mereka selalu membentengi.
Penasaran dengan alur ceritanya yuk ikutin dan tetap setia ni novel ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Patah hati
Disaat Ria menunggu kedatangan Dani, tak sengaja mata Ria menangkap seseorang sedang berteduh tak jauh dari posisinya berdiri, orang itu seperti tak asing lagi baginya orang yang ria kenal.
"Siapa dia? bukannya itu ah gak mungkin orang itu dia, mungkin aku sedang berhalusinasi saja" Batin Ria.
Karena rasa penasarannya yang mengalahkan rasa tak ingin tahu nya, Ria perlahan-lahan berjalan menghampiri orang tersebut sejauh pandangan yang ia menangkap tangan laki-laki itu di peluk mesra oleh seorang perempuan mereka terlihat sangat mesra bagaikan sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta. Semakin Ria mendekat dekat ternyata dugaannya tidak meleset sama sekali Ria tidak salah melihat, seseorang yang ia curigai itu benar-benar orang yang Ria kenal.
Hingga mereka pun tersadar ketika ada seseorang yang mendekati dan memperhatian mereka keduanya pun melihat ke arah belakang dan tiba-tiba tanpa disangka dengan secepat kilat mereka menjaga jarak.
"Ka kamu" Kata pria itu gugup.
"Maaf aku ganggu, aku hanya ingin memastikan bahwa penglihatan aku tidak salah dan ternyata semua itu benar sekarang sudah terlihat jelas di mataku, aku pikir ada yang salah dengan penglihatan ku".
Ria berusaha tenang bahwa sejujurnya hatinya hancur berkeping-keping.
"Kkamu kok ada di sini bebz, aaku sedang berteduh kebetulan ada Lia dia masih satu kantor dengan kita hanya beda gedung saja hubungan kita tidak seperti apa yang kamu pikirkan" Suaranya ketakutan.
"Oh it's oke gak masalah mau seperti apa pun hubungan kalian aku tidak mempermasalahkan semua ini, tetapi kamu tahu aku kan? bahkan kamu cukup mengenal aku seperti apa Sekali saja aku kecewa kepada seseorang pastinya tidak mudah untuk aku untuk kembali percaya lagi dengan orang tersebut" Ria mengingatkan.
"Bener bebz, aku bisa jelasin semua ini kalau kamu salah faham semua tidak seperti apa yang kamu lihat bebz, aku benar-benar gak ada hubungan apa-apa dengan dia".
"Baiklah, maaf sudah mengganggu kemesraan kalian silahkan lanjutkan kembali aktifitas kalian sekali lagi maaf aku sudah ganggu kalian permisi".
Di saat melangkah tangan Ria di tarik Hari.
"Bebz dengerin dulu penjelasan aku sebentar saja aku mohon bebz, aku gak mungkin bohongin kamu aku serius" Kata Hari sambil berlutut dihadapan Ria.
Wanita yang bersama Hari hanya terdiam, karena ia tahu posisinya memang salah ia tahu jika Hari sudah mempunyai kekasih yaitu Ria.
Dani yang sudah datang membawa minuman hangat untuk Ria merasa kaget karena Ria tidak ada ditempat terakhir ia meninggalksn Ria, ia pun mencari keberadaan Ria matanya mencari di setiap sisi jalan.
"Kok tidak ada, kemana dia".
Matanya menyapu setiap arah dan ketika ia menemukan Ria, ia terdiam melihat dari kejauhan ternyata Ria sedang bersama kekasihnya yang sedang berlutut.
"Oh ternyata sedang bersama pacarnya, ya sudah lah aku biarkan saja mereka bersama Ria pasti aman bersama kekasihnya gue sadar diri gue siapa" Batin Dani.
Ketika Dani ingin membalikan badannya ia melihat Ria sedang ditarik paksa oleh kekasihnya.
Disaat Ria ingin pergi kekasihnya menarik paksa tangan Ria, Dani terus memperhatikan mereka dari kejauhan ingin rasanya ia menolong tetapi hati kecilnya berkata tidak.
"Cukup, gak ada yang perlu dijelasin lagi semua sudah jelas bagi aku tangan kamu dipeluk lalu kamu membelai rambut dia apa kurang jelas itu yang kamu bilang salah faham haaahh" Bentaknya.
Emosinya tidak bisa di tahan lagi, Ria berusaha melepas pengangan tangan Hari sekuat tenaga namun sulit karena tenaga Hari lebih besar dari pada Ria, genggaman tangan Hari terlalu kuat.
"Lepaskan tanganku, aku tidak sudi di sentuh oleh buaya buntung seperti kamu" Kata Ria.
"Enggak, aku gak akan lepasin tangan kamu, kamu percaya sama aku bebz aku mohon dengar dulu penjelasan aku" Kata Hari mohon kepada Ria.
"Aku bilang lepaskan".
Disaat cengkraman tangan Hari sedikit demi sedikit mulai melemah Ria pun tak ingin membuang waktu ini kesempatan untuk pergi dari sini" Ria berlari meninggalkan Hari.
Hari yang melihat pun mulai tersadar atas kesalahannya lalu mengejar Ria yg berjalan diderasnya air hujan.
Setelah sampai ditempatnya semula Dani segera menanyakannyan kepada Ria, ia ingin tahu apa yang telah terjadi olehnya.
"Kamu habis dari mana? aku nyari kamu dari tadi kesana kesini tapi gak ada" Tanya Dani.
Namun tak ada jawaban dari Ria. Ria terus berjalan menyusuri jalan tak memperdulikan pertanyaan yang Dani ucapkan, Dengan cepat Dani mengikuti kemana arah kaki Ria berjalan dengan cepat Dani menggenggam tangan Ria berniat untuk memberhentikan langkah Ria.
"Hey berhenti dulu sebenarnya ada apa ini? lalu kenapa aku tanya tidak menjawab bahkan aku tidak dihiraukan sama sekali kamu kenapa?" Tanya Dani.
"Aku ingin segera pulang" Katanya singkat.
"Ya sudah kamu tunggu disini ya, aku ambil motor dulu jangan kemana-mana aku antar kamu sampai rumah" Kata Dani.
Ria mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk lalu Ria menganggukan kepalanya tanda ia tidak menolak ajakan Dani.
"Sini ikut aku, kita cari tempat yang aman agar kamu tidak kehujanan disaat kamu menunggu aku, jangan kemana-mana ya ingat tetap disini jadi anak yang manis oke" Kata Dani.
Lalu Dani segera berlari mengambil motor nya yang terparkir di tempat ia meninggalkan Ria tadi.
Setelah Dani mengambil motornya, Dani segera menghampiri Ria.
"Kamu gak apa-apa? ayo naik kebetulan hujannya sudah mulai reda" Ajak Dani kepada Ria.
Ria hanya bisa menuruti perintah Dani, ia segera naik motor,di perjalanan tidak ada obrolan dari keduanya mereka hanya terdiam saja. Dani hanya memperhatikan Ria melalui spion motornya Dani membuka suaranya memecah keheningan.
"Kamu sudah makan? atau..." Belum sempat dani selesai berbicara.
Ria terjatuh di bahu Dani, Dani merasakan tubuh ria terjatuh terlihat sangat lemas lalu Dani memberhentikan motornya dan ia segera menggendong Ria yang sedang pinsan, wajahnya terlihat sangat pucat.
"Ria, bangun. Hey kamu kenapa? Ayo bangun Ria" Katanya.
Ketika Dani memegang dahi Ria terasa panas.
"Ya ampun dia demam, panas sekali" Lalu Dani memesan taxi online dan menitipkan motornya di ruko terdekat.
"Pak saya titip motor sebentar ya pak teman saya sakit, tidak mungkin saya bawa dia dengan motor sendiri, nanti atau besok saya ambil motor saya ini uang untuk sewa parkir dan ini sewa penitipan" dani memberikan uang kepada penjaga ruko.
"Ya den, tenang saja motor aden pasti aman" Kata pemilik ruko.
"Baiklah terima kasih pak".
Dani pun pergi meninggalkan si pemilik ruko tak lama taxi online pesanannya pun sudah datang.
DUGAAN KU SALAH DI KOMEN DIATAS, MALAH HARI YG NEKAT INGIN MMPERKOSA RIA..