Update 2 hari sekali 🍒
Kisah ini menceritakan 2 saudara yang saling memperebutkan semuanya, prinsip mereka adalah jika dia punya aku juga harus punya, jika hanya ada 1 di dunia maka itu adalah milikku.
"Selagi janur kuning belum melengkung, masih berlaku hukum tikung tikung, wlee" kata Andika sambil mengejek.
Awalnya mereka memperebutkan satu wanita yang sama tapi setelah salah satu dari mereka dijodohkan akhirnya wanita tersebut jadi benci dengannya karena perempuan yang ingin dojodohkan dengannya malah mencelakainya...
Siapakah yang akan dipilih wanita tersebut?
Apakah perjodohan akan berlanjut?
"Bapak tidak usah ganggu mereka ya pak, saya akan gagalin semua rencana bapak, ingat itu" kata sesosok wanita tiba tiba datang
Siapakah wanita tersebut?
Akankah mereka berempat berakhir bahagia?
Nantikan kisahnya ya teman teman 🤗
Jangan lupa tap tombol like, karena apa? karena like itu gratis 😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fera Aisha Syaidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedikit masalah
"Hai cantik mau main sama om?" ucap seorang om om yang tiba tiba mendekati Nana dan tiba tiba menyentuh tangan Nana
"Jangan kurang ajar ya om! saya tidak kenal sama om," bentak Nana.
"Sok jual mahal kamu, kalian cepat pegang gadis ini dan bawa ke kamar saya di lantai 3." perintah laki laki tersebut dan tiba tiba ada 2 orang muncul di belakang dan segera memegang Nana dan membawanya ke arah lift, Andika yang melihat kejadian tersebut langsung memukul kedua laki laki yang memegang Nana,
"Kamu mau bawa Nana kemana?" bentak Andika dengan suara keras sehingga membuatnya jadi pusat perhatian Bintang yang melihat kejadian tersebut langsung membantu Andika menghajar kedua laki laki tersebut,
"Kamu tidak apa apa kan Na?" ucap Andika kepada Nana yang dari tadi hanya diam dan gemetaran melihat reaksi Nana yang diam saja Andika segera memeluk Nana untuk menenangkannya,
"Kamu ngapain peluk peluk Nana?!" bentak Bintang Andika langsung pergi membawa Nana keluar dari hotel tanpa menghiraukan Bintang, Bintang pun segera menyusul Nana dan Andika tapi sudah terlambat karena Nana dan Andika sudah meninggalkan hotel.
"Awas ya kamu Andika!" gerutu Bintang dia langsung pergi meninggalkan hotel juga dengan marah dan segera melajukan mobilnya untuk mencari mobil Andika tapi tidak ketemu juga akhirnya Bintang pun kembali ke kantor tanpa Nana,
Sementara itu di dalam mobil Andika,
"Kita mau kemana nanti pak Bintang marah sama saya kalau saya ninggalin dia gitu aja," ucap Nana.
"Nanti kamu juga tau, tidak apa apa kamu kan perginya sama saya nggak sama orang lain," ucap Andika dengan santai. Tiba tiba Andika berhenti di sebuah taman pinggir kota Andika dan Nana segera turun dari mobil.
"Dulu aku kalau sedang sedih selalu pergi kemari," ucap Andika tiba tiba.
"Memangnya kamu sedih karena apa?" tanya Nana penasaran.
"Kalau tidak dimarahin papi sama mami ya berantem sama kak Bintang," ucap Andika mereka berjalan menyusuri taman dan akhirnya duduk di bangku taman.
"Na kamu sebenarnya suka sama kak Bintang ya?" tanya Andika tiba tiba
"Enggak enggak" jawab Nana tiba tiba Nana terkejut saat Andika tiba tiba bertanya seperti itu, Nana tidak mau mengatakan yang sebenarnya karena Andika merupakan adik Bintang
Syukurlah, masih ada kesempatan buat deketin Nana (Batin Andika)
"oh begitu ya, baguslah" ucap Andika
"Kok bagus?" tanya Nana bingung
"Ya pokoknya bagus kalau kamu tidak suka sama kak Bintang" ucap Andika, Andika tidak mau berkata jujur jika dia ingin mengejar Nana
"Dih, tidak jelas," ucap Nana Andika hanya tersenyum saat mendengar perkataan Nana barusan.
mereka berada di taman cukup lama hingga tidak sadar kalau sekarang sudah hampir jam 2 siang
"Saya lupa kalau hari ini sedang kerja," ucap Nana sambil memegang jidat.
"Kalau begitu saya antar kamu kembali ke kantor sekarang juga," ucap Andika cekatan dia dan Nana segera masuk ke mobil dan meninggalkan taman.
Jarak antara taman dan kantor tempat bekerja Nana memang jauh dan akhirnya memakan waktu selama 10 menit ditambah lagi hari ini sedang macet sehingga perlu waktu 18 menitan untuk sampai ke kantor Nana hanya berfikir jika Bintang marah kepadanya bagaimana,
saat mereka sampai Nana segera keluar dari mobil dan berlari menuju lift, Andika hanya membuntutinya dari belakang dengan santai, saat mereka berdua sampai di depan pintu ruangan Bintang tiba tiba...
.
.
.
.
.
semoga yang baca senang tapi maaf kalau ceritanya nggak asik dan terlalu monoton 🙏😊