Aisya adalah gadis baik, periang dan selalu berhubungan dengan baik dengan sikap sopan santun nya membuat semua orang menyukainya.
Sehingga seorang mantan yang dulu membuang dan menyakiti perasaan nya kini menyesali dan sangat berambisi untuk memilikinya kembali.
Namun perjuangan Raka Firmansyah sang mantan Aisya tidaklah mudah, ada sosok lain yang Aisya kagumi setelah pengkhianatan yang dia lakukan dulu.
Siapa laki-laki itu?
Dapatkah Raka merebut kembali hati perempuan yang sebaik dan setulus Aisya kembali?
Bagaimana hubungan dan kisah mereka selanjutnya?
Mari kita simak cerita nya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aunty ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 5
Setelah mendapat izin dari mama nya, Aisya bergegas pergi untuk menjemput Mita sahabat nya. Dia terlihat senang akan bertemu sahabat nya, karena akhir-akhir ini memang mereka jarang bertemu karena situasi dan kondisi yang ada. Mita memang selalu ikut suami nya jadi jarang ada waktu bermain seperti dulu. Sedangkan Aisya juga sibuk dengan ujian akhir nya.
Aisya berhenti di tempat pengisian bensin untuk mengisi bahan bakar motor nya, takut nya di jalan kehabisan bahan bakar. Dan lagi-lagi Aisya seperti sedang di ikuti orang.
"Kenapa aku jadi parnoan gini sih akhir-akhir ini? padahal kan cuman perasaan aku aja kali"
*b*atin Aisya.
Setelah itu dia melajukan sepeda motor nya hati-hati dengan kecepatan sedang, dan akhir nya Aisya hampir sampai di rumah mertua Mita. Aisya bisa saja melupakan sesuatu.
Aisya lupa bahwa dia sekarang melewati rumah orang yang dulu sangat dia cintai, tapi entah kenapa dia seolah amnesia soal ini. Apa karena dia sudah benar-benar move on? atau saking senang nya akan bertemu sahabat nya dia melupakan hal ini.
Padahal dulu dia enggan sekali pergi ke tempat itu karena hanya akan mempertemukan kembali dengan ingatan masa lalu nya. Bagaimana tidak dia tidak mau bertemu dengan pria brengsek yang dia benci sekarang.
Akhir nya Aisya sampai di tempat tujuan, dia berhenti di halaman rumah mertua Mita. Aisya menelpon Mita untuk segera keluar, panggilan pun terhubung tapi belum juga di angkat.
Setelah panggilan ke dua telpon nya di angkat, Mita menyuruh Aisya masuk ke dalam rumah mertua nya kata nya gak sopan untuk pergi begitu saja.
"Hallo Assalamualaikum mit, aku udah di depan nih."
" Wa'alaikum salam, eh iya sya ayo masuk sini gak enak kalau langsung pergi aja, kan mesti pamit dulu" jawab Mita.
" Loh emang nya kamu belum pamit dari tadi?" tanya Aisya
" Udah sih tapi kan masa kamu gak masuk dulu gak sopan tau, biasa nya kamu paling tahu soal begini" jawab Mita
" Hehe iya aku lupa, ya sudah aku masuk ya."
" Oke" jawab Mita
Aisya langsung memarkirkan motor nya di halaman rumah itu dan berjalan ke depan pintu lalu mengetuk nya.
Tiba-tiba ada yang berdiri di samping nya, Aisya menoleh lalu tubuh nya kaku jantung nya berdetak lebih kencang.
Degggh
Aisya menoleh sebentar lalu kembali menatap pintu dan terdiam sebentar, setelah kesadaran nya penuh dia mengetuk pintu lagi. Dengan berusaha tenang dan tidak memperdulikan orang yang di samping nya.
Pria itu menoleh sebentar pada Aisya, ada senyum tipis di bibir nya. Dia terlihat senang bertemu Aisya saat ini, sebelum pintu di buka dia menyapa Aisya.
" Hai Aisya apa kabar? sudah lama tidak bertemu" Pria itu berbicara
Aisya terdiam sebentar ketika laki-laki itu menyapa nya, dia sampai terhenyak dan kaget.
"Kenapa dia ada disini, aduh kenapa aku bodoh sekali sampai lupa dia kan teman nya Mas Riyan, kenapa dia menyapa ku sih? aku ingin kabur aja dari sini."
"Ekhhmmm" Pria itu berdehem untuk menyadarkan Aisya untuk segera di jawab.
Aisya langsung kaget dan berusaha bersikap tenang untuk menjawab pria itu.
"Alhamdulillah baik" jawab aisya
"Kamu ada perlu apa kesini?" tanya pria itu ingin terlihat akrab kembali.
" Saya mau jemput Mita" Aisya menjawab tanpa menoleh kepada nya.
Selanjutnya...
Hai semua terimakasih masih setia membaca😊
Mohon tinggalkan jejak ya🙏
Dukungan temen-temen sangat berarti 😍
mu, ku, dan nya tidak bisa berdiri sendiri, artinya harus ditulis serangkai.
contoh: kata-kata mu> kata-katamu
ku sapa di hari itu> kusapa di hari itu
bersama nya> bersamanya.
Semangat tetap perhatikan eyd. Sukses selalu Kak
Tentang harapan dan doa-doa yang selalu berakhir pada tangan nadir
Keterpaksaan selalu berawal dari ketidakberdayaan menghadapi kenyataan
Sepahit apapun kisah kehidupan, tetap harus kita terima bukan?
Meskipun dengan sadar, itu bukanlah pilihan
Tapi mau bagaimana lagi, garis kehidupan sudah ditentukan oleh Tuhan
Sang Pencipta Kejadian
_______
Kata-kata hanyalah dalih, yang berbicara sesungguhnya adalah hati dengan bahasanya sendiri-sendiri....